
Devian keluar dari kamarnya lalu melangkah turun .
Amanda mandang Devian dari bawah, dia benar benar terpesona dengan pesona Devian selama ini, tapi Dia sangat heran kenapa laki laki satu ini susah sekali di taklukan.
Devian mendekati Amanda , menatapnya dingin.
" Ada apa Kau kesini? " tanya Devian dingin.
" Siapa wanita itu Dev? kamu menyewa wanita jalang itu untuk mengelabuhi Ku Dev." ucap Amanda
" sudah Aku bilang ini bukan urusanmu! cepat pergi jika tidak ada yang perlu di bahas." ucap Devian dingin sambil menyilangkan tangannya.
" Apa maksud dengan semua ini Dev?? Tanya Amanda melempar berkas di tangannya ke hadapan Devian mambuat kertas kertas itu berhamburan.
" Kamu sudah baca semuanya Amanda, buat apa kamu tanya lagi. Aku sudah bilang, tidak bekerja sama dengan Papa mu itu tidak akan membuatku rugi Amanda" jawab Devian tersenyum sinis.
Amanda menatap Devian dengan kesal dan kecewa, Dia tidak mengira demi menolak menikah dengannya Devian tega memblokir perusahannya Papanya dari Group Martin milik Jonathan Martin ( Ayah Devian ).
Lily yang baru bangun dari tidurnya langsung keluar dari kamar Devian saat mendengar kegaduhan di luar. Dia menengok ke lantai bawah, di lihatnya Devian sedang berseteru dengan seorang wanita, terlihat juga Ruben berada di sana. " mungkinkah itu kekasih Devian,,, tapi kenapa dadaku terasa nyeri ya. Apakah mereka bertengkar karna kehadiranku di sini" gumam Lily dalam hatinya.
Mata Devian melirik ke atas menangkap kehadiran Lily dari kejauhan sedang memperhatikannya dari atas, terlihat rasa cemas dari wajahnya.
" Amanda lebih baik kamu segera pergi, Aku tidak mau Calon Istriku salah faham atas kehadiran kamu di sini !!! Kata Devian sambil melangkah pergi meninggalkan Amanda dan menghampiri Lily.
" Apa?? sejak kapan kamu punya kekasih Dev?" tanya Amanda yang terkejut dengan pernyataan Devian.
" Sejak saat ini dan Selamanya." ucap Devian melangkah pergi tanpa memandang Amanda sedikitpun.
Amanda berteriak teriak terus memanggil Devian, Dua tidak terima di perlakukan seperti ini. tapi Ruben lebih dulu menahannya dan memintanya pergi dari Villa Devian.
Amanda keluar dari rumah Devian dengan kesal. " Apa, calon istri?? bagaimana mungkin, bukankah semua wanita yang dekat dengannya sudah Aku singkirkan, kenapa Aku bisa lengah begini." gumam Amanda dalam hatinya.
Lily melihat dari kejauhan Devian mendekatinya, ada perasaan tidak enak dan aneh dalam hatinya, Lily masuk kedalam kamarnya lalu mentup pintunya. Dia duduk di tepi ranjang, " kenapa Aku sangat kesal seperti ini melihat Devian dengan wanita lain" gumam Lily dalam hatinya masih belum mengerti dengan emosinya yang tidak stabil.
Lamunan Lily buyar ketika pintu kamarnya terbuka, dilihatnya Devian melangkah mendekatinya.
" kamu kenapa Lily?" tanya Devian menatap Lily
Lily mendongak , menatap Devian yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
" Bisakah Aku kembali kerumahku lagi? Aku tidak mau terlalu lama di sini." ucap Lily lirih lalu menundukan wajahnya.
" Kenapa??" kata Devian menatap Lily yang terus menunduk.
" Aku tidak ingin jadi orang ketiga dalam hubungan kalian. Aku tau tadi Kekasihmu pasti marah karna Aku ." jawab Lily menatap ke arah lain.
Devian terkekeh mendengar pernyataan Lily lalu berlutut di hadapan Lily.
" kamu cemburu?" goda Devian pada gadia di hadapannya itu.
seketika wajah Lily merah merona menahan malu,,
" tidak..." jawab Lily tidak berani menatap Devian.
Devian tersenyum melihat tingkah Lily, kedua tangannya memegang wajah Lily yang terlihat canggung.
" kamu di sini saja, jika kamu di sini Aku bisa terus melindungimu." jawab Devian menatap Lily dalam dalam.
" Kenapa,,,, ?" tanya Lily memberanikan diri membalas tatapan Devian.
" kenapa??? Karna Aku sayang sama Kamu." jawab Devian dengan tatapannya yang lembut kepada Lily.
Mendengar ucapan Devian dada Lily terasa sesak, jantungnya berdegub begitu kencangnya.
" Tidak. Dia bukan kekasihku. Aku ingin Kau yang jadi kekasihku." jawab Devian serius sambil menatap lembut Lily.
" Kau Bercanda Devian...." ucap Lily menghibdari tatapan mata Devian.
Devian mendekatka wajahnya ke wajah Lily , meminta Lily menatapnya.
" Apakah Aku terlihat bercanda ?" kata Devian memegang wajah Lily dengan kedua tangannya, lalu perlahan mengecup bibir Lily yang merah.
" Oh Tuhan, ciuman pertamaku...." ucap Lily dalam hati lalu mendorong pelan dada Devian, tapi Devian menahan tangan Lily membuat ciumannya makin dalam. Lily tidak dapat menahan tekanan Devian , Lily memejamkan matanya menerima perlakuan Devian terhadapnya. Tapi entah mengapa, ada perasaan nyaman pada diri Lily saat itu.
Perlahan Devian melepaskan cumbuannya, di tatapnya wajah Lily dalam dalam, di usapnya air mata Lily yang membasahi wajahnya.
" Kamu kenapa menangis??" tanya Devian.
Lily hanya menggelengkan kepalanya.
" ini ciuman pertama Kamu?" ucap Devian sambil mengusap lembut bibir Lily dengan jarinya.
__ADS_1
Lily hanya memganggukan kepalanya, Dia tidak dapat berkata kata saat itu, entah perasaan apa yang ada di dadanya, Dia merasakan dadanya begitu sesak , darah serasa mengalir dengan deras sehingga jantung nya memompanya begitu kuat.
" Aku sudah tertarik pada Mu sejak awal melihatmu Lily." kata Devian
" sungguh?? tanya Lily heran.
" Ya...." jawab Devian tersenyum dan kembali melumat bibir Lily dengan hangat , Lily tak lagi melawan seperti sebelumnya, Dia memejamkan matanya menikmati permainan lidah Devian dalam mulutnya, lumatan yang begitu dalam membuat tubuh Lily terasa panas, Dia mencengkram kuat lengan Devian yang keras menahan rasa aneh yang di rasakan pada tubuhnya.
" Aaaahhhhhhh......... " Desah Lily saat Ciuman Devian turun ke lehernya, tangannya berkali kali memcengkaram lengan Devian.
Devian terus mengecup leher Lily turun hingga dada Lily, Lily menggelinjang saat Devian membenamkan wajahnya di dadanya, meninggalkan bekas merah di dada Lily.
Devian menatap Lily yang masih terus memejamkan matanya dan tersenyum.
" Apakah kamu mengharapkan yang lebih dari ini Honey,,,, " goda Devian sambil berbisik di telinga Lily.
Sontak Lily membuka matanya , Dia tidak sadar jika Devian sudah mengakhiri permainannya. Lily bangkit , wajahnya merah karena malu, Lily melangkahkan kakinya hendak ke kamar mandi, tapu langkahnya terhenti karna Devian kembali menariknya kedalam pelukannya.
" kenapa Kamu malu,,, kamu sekarang milikku." ucap Devian menggoda Lily.
Lily tersenyum menyembunyikan wajahnya di dada Devian sambil mencubit pinggang Devian membuat Devian tertawa kegelian.
" Dasara Anak nakal" ucap Devian sambil terus memeluk Lily...
" Devian,,, Aku nyaman berada di sisimu." ucap Lily lirik.
" ya Aku tau.... Aku yakin Kau juga memendam rasa padaku, ya kan..." jawab Devian memggoda Lily sambil tersenyum menundukan wajahnya menatap Lily, membuat Lily salah tingkah dengan wajah merona malu . Devian terkekeh melihat Lily yang mudah malu jika di godanya.
Lily tersenyum ,, baru kali ini Dia merasakan kenyaman berada di sisi seorang laki laki selain Ayahnya.
" Kamu mandilah, kita harus ke Rumah Sakit melihat Ibumu. Aku akan keluar menemui Ruben sebentar Ok" kata Devian sambil mengecup kening Lily lalu keluar dari kamar Lily.
.
.
.
Hallo semuanya.... Author mau minta maaf nih, karna beberapa hari ini sedang sakit, jadi agak lama upnya. mohon Do'anya agar Author cepet pulih lagi ya kakak² semua. Terimakasih🙏🙏🤗
Terimakasih Like dan Komennya Kakak😊🙏.
__ADS_1
Selamat membaca.