Lampu Kota

Lampu Kota
Lollipop Abadi


__ADS_3

Sumpah.


Kita itu sama-sama aneh.


Kalau jauh, kita sama-sama rindu.


Kalau dekat, kita sama-sama malu.


Meskipun memang seperti itu, sayangku ke kamu tidak akan hilang, aku sudah pernah cerita ke kamu, kalau satu-satunya wanita yang bisa membuatku jatuh cinta adalah ibuku sendiri, lalu kamu. Dan tidak ada lagi.


Sekarang kita berdua ada di kedai kecil yang menjual berbagai macam permen, warna-warni dekorasi ruang ini menambah semangatku untuk bisa sesekali menatap wajahmu. Kita sama-sama tahu, setiap kali kita akan bertemu, kita akan berusaha menghabiskan waktu sebaik mungkin sebelum malam tiba.


Hari ini, kamu memakai baju warna biru berlengan panjang dan celana jeans, aksesoris kalung perak yang kuberikan waktu itu juga kamu pakai. Kalung itu bukan kalung emas putih yang mahal, jujur saja aku belum mampu membelikanmu barang-barang yang mewah, aku hanya bisa memberi sesuatu yang akan mengingatkanmu pada momen itu.


Rambutmu seperti ombak pantai di senja hari. Bergelombang indah, menabrak dan membuatku lenyap seketika, aku lenyap di keindahanmu.


Dia tersenyum melihatku.

__ADS_1


Aku tersenyum melihat senyum tipisnya.


Hanya meja kecil ini yang memisahkan kita, dan aku sedang menikmati paras wajahmu yang indah. Sinar senja membuat keelokan garis wajahmu menjadi sempurna. Dia memegang minuman rasa cokelat daritadi.


“Ini…”, kataku memberinya lolipop kecil rasa stroberi.


Senyumnya semakin lebar, dia terlihat sangat bahagia. Lolipop itu langsung dia buka dan ditaruh ke mulutnya. Lagi-lagi, dia tersenyum. Ah, kamu semakin membuat aku jatuh cinta, dan tolong jangan pergi dari ingatanku, aku ingin mengingatmu sebelum aku tidur, dan setelah aku bangun. Itu adalah hal yang paling menyegarkan, ketika mengingatmu tersenyum seperti ini.


“Jangan kayak lolipop ya.”, kataku pelan.


“Loh, kenapa?”, tanyanya.


Senyumku belum bisa lepas. Aku suka sekali denganmu, mungkin karena kepolosanmu yang selalu membuatku jatuh lebih dalam.


“Memang, lolipop itu manis sekali. Tapi kalau sudah habis, rasanya hilang, dan mulut akan jadi rusak karena terlalu banyak permen.”, saat aku mengatakan ini, air wajahnya berubah jadi bingung.


Dia menunggu penjelasanku.

__ADS_1


“Aku tidak mau kamu jadi lolipop. Aku ingin kamu tetap ada di setiap memori yang bisa ku simpan dan aku tidak mau kamu hilang di hidupku, biar kamu bisa terus ada, waktu aku lagi tidak semangat. Karena kamu penyemangatku, kamu lolipop-ku… lolipop abadi-ku.”


Senyumnya kembali. Semakin lebar, dan hatiku semakin jatuh.


“Ah, bisa aja!”, katanya sambil menepuk bahuku.


Tapi yang baru aku katakan adalah kejujuran, aku tidak mau dia hilang setelah rasa ini sedang manis-manisnya. Wanita ini benar-benar membuatku jatuh cinta setiap hari, dari hanya memandang foto di ponsel, hingga aku bertemu dengannya.


Apapun yang dia lakukan, aku tidak akan melarang atau membatasi, karena aku tahu, dia juga mencintaiku selayaknya aku mencintainya. Demi apapun, aku tidak akan pernah menyesal untuk memilikinya hingga nanti saat aku melamarnya tiba.


Oh Tuhan, terima kasih telah mengirim malaikat untuk menjadi jodohku, aku rasa, Dia memberikan seluruh takdir dan kata-kata melalui wanita yang sedang ku pandangi sekarang. Dia terlalu sempurna, dan aku akan berusaha sesempurna mungkin untuknya.


Dia lolipop abadi-ku.


Tidak akan ku sia-siakan waktu ini.


Aku akan segera melamarnya.

__ADS_1


__ADS_2