
Setelah keluar dari toko bunga kakek Xi, Xie Yuan lanjut mengelilingi pusat kota sampai akhirnya dia berdiri di depan sebuah bangunan yang sangat mewah.
Terpampang jelas nama bangunan mewah tersebut di plakat yang terbuat dari emas.
* Pelelangan Kota Nova *
" kenapa aku tidak masuk saja sepertinya aku bisa menemukan barang menarik di dalam " ucap Xie Yuan yang masih kagum dengan kemewahan bangun tersebut, sambil berjalan masuk.
" Hei bocah apa yang kau lakukan, disini bukan tempat untuk bermain " ucap penjaga yang berdiri di depan pintu.
" Maaf paman aku hanya ingin masuk dan mengikuti pelelangan didalam " Ucap Xie Yuan yang masih sabar karena dirinya tau bahwa dia sekarang yang masih anak kecil.
" Disini tidak melelang barang-barang mainan bocah, yang di lelang melainkan barang-barang berharga " Ucap sang penjaga kepada Xie Yuan.
" Apakah dengan ini sudah cukup paman " ucap Xie Yuan sambil menunjukan beberapa koin emas yang dia keluarkan dari kantong penyimpanannya karena dirinya tahu hanya dengan ini dirinya bisa di izinkan masuk.
Penjaga yang terkejut dengan yang di tunjukan Xie Yuan akhirnya menjadi lebih hormat karena dirinya tau bukan sembarang orang yang bisa menggunakan koin emas.
" Silahkan Tuan muda " ucap sang penjaga yang akhirnya mengizinkan Xie Yuan masuk.
" Maaf tuan anda harus mengenakan topeng ini untuk bisa mengikuti pelelangan didalam "ucap salah satu pelayan wanita sambil memberikan sebuah topeng ke Xie Yuan.
Xie Yuan yang sudah tau di kehidupan pertamanya, biasanya di pelelangan menerapkan aturan menggunakan topeng untuk menjaga privasi pelanggan mereka.
" Terimakasih " ucap Xie Yuan sambil menerima topeng tersebut.
Didalam pelelangan ternyata sudah ramai pengunjung yang datang untuk mengikuti pelelangan karena diakhir pekan pelelangan mengadakan lelang yang cukup besar dan berisi barang-barang yang berharga.
" Ramai sekali pantas saja pelelangan ini menjadi pelelangan terbesar di kota Nova, aku ingin lihat apa yang akan di lelang kali ini " ucap Xie Yuan tak sabar sambil menuju ke tempat duduknya.
Setelah duduk menunggu tak lama pemandu acara membuka pelelangan hari ini.
" Selamat siang tuan-tuan semua, di sini saya sebagai pemandu acara akan memandu jalan nya pelelangan hari ini "
" Hari ini adalah hari spesial karena akan ada banyak barang-barang berharga yang akan di jual "
__ADS_1
" Tanpa menunggu lama-lama lagi mari kita buka pelelangan hari ini " ucap sang pemandu acara membuka lelang.
" Untuk barang yang pertama ada rumput peri berumur 80 tahun, rumput peri adalah tumbuhan yang mengandung Qi dan sangat bermanfaat dari para pemula kultivator, untuk rumput peri ini di buka dengan harga 100 koin perak dan penawaran dengan kenaikan minimal 20koin perak" ucap pemandu acara menjelaskan barang pertama yang di lelang.
Setelah pemandu acara selesai menjelaskan, acara langsung riuh karena hari ini banyak para tuan muda yang datang bersama dengan orang tuanya.
"150 koin perak " ucap seseorang dari kursi no 17.
"170 koin perak" ucap seseorang dari kursi no 03 yang terlihat seperti tuan muda dari keluarga bangsawan.
" apakah masih ada yang menawar " ucap pemandu acara.
" 1... 2... 3... , rumput peri jatuh kepada tuan no 03 " ucap sang pemandu acara setelah mengetukan palunya.
" mari kita lanjut ke barang kedua pil peningkat tulang tingkat 2, pil yang bisa meningkatkan kemapuan tulang dan fisik penggunanya, dibuka dengan harga 100 koin perak dengan kenaikkan 50 koin perak " ucap sang pemandu acara.
" 200 koin perak " ucap seseorang dari kursi no 03 yang tanpa ragu-ragu menawar.
" aku sebenarnya tertarik dengan pil itu tapi pil itu hanya tingkat 2 apakah akan berpengaruh banyak dengan tulangku yang sekarang " gumam Xie Yuan dalam hatinya sambil melihat pil yang sedang dilelang.
" 300 koin perak " balas no 3.
" 350 koin perak" balas no 17.
" 400 koin perak " ucap no 3 yang tak memperdulikan yang lain.
beberapa penonton bergumam " dasar tuan muda sombong dia menghabiskan 400 koin perak untuk pil tingkat 2 "
" wajar saja kalau kau punya uang bersaing lah kalau tak punya diam saja " ucap penonton lainnya yang kesal.
"1... 2... , apakah tidak ada yang menawar lagi " ucap pemandu acara
Sebelum palu di ketukan lagi tiba tiba terdengar suara.
"500 koin perak" ucap seorang pemuda no 10 yang ternyata Xie Yuan, dirinya berpikir mungkin setidaknya pil itu bisa membantu dirinya walau hanya sedikit selain itu dirinya juga tidak kekurangan uang.
__ADS_1
" Siapa orang gila itu yang berani melawan ku, walau aku membawa banyak uang sekarang tapi aku tidak akan menghabiskan hanya untuk sebuah pil tingkat 2 " ucap pemuda no 3
"1... 2... 3... , pil peningkat tulang tingkat 2 jatuh kepada tuan no 10 " ucap pemandu acara sambil mengetukan palunya.
" Untuk barang selanjutnya sebuah pedang kami temukan di sebuah reruntuhan, pedang ini yang pasti bukan Pedang biasa maka kami membuka dengan harga 500 koin perak dengan kenaikkan 100 koin perak" ucap sang pemandu acara yang menjelaskan sebuah pedang yang tampak berkarat.
" Siapa yang menginginkan pedang seperti itu walau bukan pedang biasa paling hanya pedang ternama itu juga sudah berkarat " ucap beberapa orang yang meragukan pedang tersebut.
" Aku merasakan Qi yang cukup kuat dari pedang itu walau berkarat, apa aku beli saja pedang itu " gumam Xie Yuan dalam hati.
"600 koin perak" ucap Xie Yuan yang membuat para peserta lelang binggung.
" siapa dia sebenarnya sehingga berani menawar pedang berkarat " ucap no 3 yang tadi masih marah karena pilnya yang di rebut Xie Yuan.
" Sepertinya aku ingin mempermainkannya " ucap pemuda no 3 tadi.
" 700 koin perak " teriak no 3
" Sepertinya dia hanya ingin bermain denganku kalau begitu aku akan mengikutinya aku juga ingin mendapatkan pedang itu yang tak terlihat sesederhana tampilannya " gumam Xie Yuan.
" 1000 koin perak " ucap Xie Yuan tanpa ragu
" Dasar orang gila, aku semakin penasaran siapa dia berani menantang ku"
" Tapi sepertinya aku tidak berani menawar lebih untuk sebuah pedang berkarat " ucap pemuda no 3.
"1... 2... 3... Tok.. Tok.. " ucap sang pemandu acara sambil mengetukkan palunya.
yang pada akhirnya pedang berkarat tersebut menjadi milik Xie Yuan.
"Pedang ini sekarang menjadi milik tuan no 10 " ucap pemandu acara.
Xie Yuan senang akhirnya mendapatkan pedang tersebut walaupun dirinya masih ragu apakah setara pedang tersebut dengan harga yang ia tawar.
" Aishhh.. tak peduli lah aku dengan harga itu, sekarang aku juga tuan muda keluarga bangsawan " ucap Xie Yuan.
__ADS_1