
Di Markas pembunuh bayaran
" Lapor tuan orang-orang kita yang diperintahkan untuk menjalankan tugas membunuh Xie Yuan sepertinya telah gagal semua, karena kami hanya menemukan dua mayat mereka dan sisanya tidak diketahui keberadaannya " ucap seorang pria kepada seseorang dengan jubah hitam dan penutup kepala yang menutupi wajahnya sehingga tidak ada yang tau siapa dirinya yang sedang duduk di singgasana kepimpinannya.
" Orang yang kita kirim kemarin merupakan tim pembunuh kelas 1 tapi hanya membunuh anak kecil saja tidak becus " ucap pemimpin pembunuh bayaran yang tampak sangat kecewa.
Dirinya berpikir untuk membunuh seorang anak kecil cukup dengan tim pembunuh kelas 1 tapi sekarang mereka semua sudah gagal dan mau tidak mau pemimpin pembunuh bayaran harus memerintahkan orang lain.
" apa aku yang terlalu bodoh sehingga memerintahkan tim kelas 1 untuk membunuh Tuan muda dari keluarga bangsawan " gumam pemimpin pembunuh bayaran dalam hati, dirinya lupa bahwa targetnya merupakan anggota salah satu keluarga bangsawan, dan yang berada dibelakang keluarga tersebut adalah salah satu pendekar paling ditakuti di Kekaisaran Bulan maka bisa dipastikan yang menjaga pewarisnya adalah orang dengan kekuatan tinggi
" Cepat kau suruh tim kelelawar untuk menjalankan tugas ini, dan pastikan itu berhasil " ucap pemimpin pembunuh bayaran memerintahkan anak buahnya, sebenarnya dirinya tidak ingin memerintahkan tim kelelawar tapi dengan terbunuhnya tim sebelumnya bisa dipastikan orang yang menjaga Xie Yuan memiliki kekuatan yang tinggi, tim kelelawar adalah salah satu dari 3 tim terbaik yang ada di organisasi pembunuh bayaran tersebut yang berisikan 5 orang 1 orang ditingkat Nascent soul tingkat 3,1 orang ditingkat Nascent soul tingkat 1, dan sisanya berada di tingkat golden core tingkat 9 dan 8, dengan kekuatan orang-orang yang di tim tersebut yang membuat tim tersebut menjadi salah satu dari 3 terbaik.
Di Kediaman Keluarga Xie.
Di Keesokan harinya Xie Yuan sudah bersiap pergi ke sekte mawar putih tapi bukan ayahnya yang mengantar dirinya melainkan sang kakek Xie Tang yang mengantarkan dirinya pergi ke sekte mawar putih, tidak ada banyak alasan tapi itu semua karena kepempimpinan keluarga Xie sekarang sudah berada di tangan Xie Zhou, selain itu juga Xie Tang ingin melihat kejutan apa yang akan diberikan oleh cucu nakalnya nanti saat di acara tahunan sekte mawar putih.
" Ayah, ibu Xie Yuan pamit " ucap Xie Yuan kepada kedua orangtuanya sambil mencium tangan mereka.
" kau hati-hati disana Yuan'er" ucap Lin Yun yang sangat perhatian dengan anak kesayangannya.
" kau harus memenangkan acara tahunan kali ini Yuan'er" ucap Xie Zhou yang memberikan dukungan kepada anak kesayangannya.
" Siap ayah, ibu " ucap Xie Yuan bersemangat, mungkin didalam diri Xie Yuan bukanlah seorang anak kecil tapi diluar Xie Yuan tetaplah anak dibawah umur 10 tahun.
" Kau jaga baik-baik keluarga kita zhou'er " ucap Xie Tang kepada anaknya yang sekarang menjadi pemimpin keluarga Xie.
" Baik ayah " jawab Xie Zhou sambil menatap Xie Tang dengan keyakinan penuh.
" Baiklah kalau begitu kita berdua berangkat sekarang " ucap Xie Tang.
Kemudian mereka berdua pergi ke sekte mawar putih menaiki sebuah kuda, karena waktu dimulainya acara tersebut masih cukup lama dan mereka bisa sampai menggunakan kuda dalam waktu kurang lebih 4 hari, selain itu juga mereka berdua ingin menikmati perjalanan kali ini.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan dengan santai dan jika tiba waktu malam mereka akan beristirahat, sebenarnya bagi mereka berdua untuk melakukan perjalanan ke sekte mawar putih tidak istirahat sekalipun tetap kuat tapi tidak dengan kuda yang mereka bawa.
" Malam ini kita istirahat dahulu disini bocah nakal " ucap Xie Tang sambil melihat sekelilingnya yang sudah mulai gelap.
" Baik kek " jawab Xie Yuan.
Mereka kemudian mengikat kuda mereka di pepohonan.
Mereka berdua kemudian membuka bekal makanan mereka dan juga sesekali saling bercanda.
" kau bocah nakal kita istirahat disini dan kau jangan manja karena kita seorang pendekar pasti suatu saat akan mengalami petualangan " ucap Xie Tang kepada Xie Yuan, dirinya sebenarnya sengaja mengajak Xie Yuan pergi menggunakan kuda agar mengajari dirinya berpetualang.
" Tak apa-apa kek, Xie Yuan juga pernah bertualang dihutan mimpi jadi ini bukanlah masalah yang besar bagi ku " jawab Xie Yuan dengan nadanya yang cengengesan, karena Xie Yuan sudah terbiasa bercanda dengan kakeknya.
" Oh ya aku lupa kau pernah berpetualang apalagi dengan seorang gadis " ucap Xie Tang yang menggoda cucunya, keakraban mereka berdua lah yang membuat mereka tidak canggung untuk saling bercanda.
" Apa lah kakek ini dia cuma teman ku kek " jawab Xie Yuan yang paham dengan jalan pikiran kakeknya.
Saat mereka baru saja menutup matanya, tiba-tiba Xie Tang merasakan ada sesuatu.
" Sepertinya ada yang mengawasi tempat ini " gumam Xie Tang lirih saat dirinya merasakan hawa keberadaan seseorang.
Xie Tang mulai bersiap sewaktu-waktu ada serangan mendadak.
" Xie Yuan bangun " ucap Xie Yuan sambil membangunkan cucunya, karena dirinya takut saat ada yang menyerang dan mengincar Xie Yuan.
" Ada apa kek? " tanya Xie Yuan lirih yang baru bangun dari tidurnya.
Xie Yuan yang baru bangun pun merasakan hawa keberadaan yang tidak asing bagi dirinya.
" apa ada yang mengawasi kita kek? " tanya Xie Yuan.
__ADS_1
" Iya, makanya kau hati-hati " jawab Xie Tang memperingatkan cucunya.
" Sepertinya mereka lagi " gumam Xie Yuan lirih tapi terdengar oleh kakeknya.
" Mereka lagi? maksudmu siapa Yuan'er " tanya Xie Tang sedikit kebingungan.
" akan ku ceritakan nanti kek sekarang kita hadapi mereka dulu " jawab Xie Yuan yang membuat kakek Tang semakin penasaran.
" Keluarlah kalian, aku tau kalian sedang mengawasi kita " teriak Xie Tang keras.
Tidak lama setelah itu dari kegelapan muncul beberapa orang dengan jubah hitam dan penutup kepala yang menutupi wajahnya.
" Ada masalah apa kalian dengan kita? " tanya Xie Tang saat merasakan aura membunuh yang cukup kental dari orang didepannya.
" Kau tak perlu tau urusanku " jawab pemimpin tim kelelawar yang sudah ditugaskan untuk membunuh Xie Yuan.
" Mereka datang hanya untuk mengincar ku kek " ucap Xie Yuan.
Tak sempat Xie Tang bertanya kembali para pembunuh bayaran sudah terlebih dahulu menyerang mereka.
Boom...
Boom...
Ledakan terjadi saat kedua energi besar bertabrakan.
Salah satu dari pembunuh bayaran yang memiliki Kultivasi dibawah Xie Tang mundur beberapa langkah saat tinju mereka beradu.
Xie Tang yang sudah sadar dengan situasi didepannya.
Dimana mereka semua serius untuk membunuh mereka berdua akhirnya mulai serius untuk menghadapi lawan didepannya.
__ADS_1