
Di pagi harinya Xie Yuan pergi menemui kedua orang tuanya untuk meminta izin karena dirinya yang akan pergi ke hutan mimpi.
" Selamat pagi ayah ibu " ucap Xie Yuan menyapa keduanya.
" Pagi Nak kemari lah duduk bersama ibu " ucap Lin Yun menunjuk kursi disampingnya.
" ayah ibu sebenarnya aku kesini ingin meminta izin karena besok aku akan berangkat kehutan mimpi untuk mencari bunga lilin bintang, selain itu juga aku bisa berlatih diluar sana " ucap Xie Yuan mengatakan tujuan sebenarnya.
" apa kamu tidak tahu hutan mimpi sangat berbahaya di sana banyak sekali para siluman kuat " ucap Lin Yun khawatir.
" benar Yuan'er yang dikatakan ibumu di sana banyak sekali siluman yang kuat " ucap Xie Zhou membenarkan ucapan istrinya.
" tak apa-apa ayah ibu aku kesana juga tidak sendiri, aku kesana bersama seorang teman, selain itu juga kekuatanku sekarang sudah meningkat " ucap Xie Yuan meyakinkan kedua orang tuanya.
" Baiklah kau boleh pergi tapi kalau boleh tau siapa temanmu itu? " tanya Lin Yun akhirnya mengizinkan anaknya walau masih khawatir.
" apa ibu ingat dulu waktu kita membeli bunga bulan di pusat kota? " tanya Xie Yuan.
" ya ibu masih ingat tapi apa hubungannya " jawab Lin Yun yang masih binggung.
" aku kemaren mengunjungi tempat itu lagi dan disana aku mendapatkan informasi tentang bunga lilin bintang itu "
" selain itu juga aku pergi ke hutan mimpi bersama Xi Yue cucu dari pemilik toko bunga itu " ucap Xie Yuan menjelaskan semuanya.
" Ooo, ternyata kemaren kau pergi ke pusat kota pergi kesana " ucap Xie Zhou.
__ADS_1
" benar yah selain itu juga kemaren aku pergi ke pelelangan di pusat kota dan mendapatkan pedang ini dan beberapa barang lainnya " ucap Xie Yuan sambil menunjuk pedang di pinggangnya.
" Kau mendapatkan pedang yang bagus Yuan'er, Baiklah kalau begitu ayah mengizinkanmu kesana tapi kau berhati-hati sebisa mungkin untuk tidak ketengah hutan karena disana banyak sekali siluman berusia ratusan tahun " ucap Xie Zhou .
" makasih ayah ibu, kalau begitu aku juga akan pergi menemui kakek " ucap Xie Yuan kepada kedua orang tuanya.
***
Tok... Tok...
" permisi kek ini aku Xie Yuan" ucap Xie Yuan sambil mengetuk pintu ruang kerja kakeknya.
" masuk aja Yuan'er" jawab Xie Tang.
" aku tentu selalu sehat, kau tumben sekali mau kesini ada apa bocah nakal? " tanya Xie Tang kepada Xie Yuan, karena dirinya tau cucunya jarang sekali pergi mengunjungi dirinya karena selalu sibuk dengan latihannya dan itu mengapa Xie Tang lah yang sering pergi menemui Xie Yuan.
" begini kek, jadi besok aku ingin pergi kehutan mimpi untuk mencari bunga lilin bintang, aku baru mendapatkan informasi bahwa dihutan mimpi terdapat bunga lilin bintang " jawab Xie Yuan menjelaskan kedatangannya.
" Baiklah kalau begitu aku mengizinkanmu, besok kamu pergi ditemani beberapa pengawal keluarga kita " ucap Xie Tang kepada cucunya.
" tak perlu kek, besok aku akan pergi kesana bersama teman ku selain itu juga aku ingin berlatih diluar sana " jawab Xie Yuan.
" baiklah kalau begitu, tapi kau pergi bersama siapa setau kakek kau tidak pernah punya teman? " tanya Xie Tang, karena dirinya tau bahwa cucunya tidak pernah punya teman sama sekali.
" Aku pergi bersama temanku Xi Yue kek, aku bertemu dengannya kemarin di pusat kota "jawab Xie Yuan.
__ADS_1
" Oh ya kau kemaren baru pergi ke pusat kota, dilihat-lihat sekarang kau punya pedang baru darimana kau mendapatkan pedang itu ?" tanya Xie Tang sambil menunjuk pedang yang ada di pinggang Xie Yuan, karena dirinya dapat merasakan kekuatan yang terpancar dari pedang Xie Yuan.
" Ooo... pedang ini kemaren aku mendapatkannya di pelelangan, selain itu juga kemaren ada sedikit masalah disana tapi tidak apa-apa " ucap Xie Yuan sambil menjelaskan masalah yang di alaminya dengan Lou Fan dipelelangan yang membuat kakeknya tertawa.
" dasar bocah nakal ada saja selalu ulahmu " ucap Xie Tang sambil tertawa dengan ulah cucunya.
" Makasih kek udah memberi izin, kalau begitu aku pamit dulu kek untuk mempersiapkan yang aku butuhkan besok " ucap Xie Yuan sambil berjalan keluar.
" aku tak menyangka kau sudah bertemu cucuku, andai kau tau bakatnya kau pasti terkejut, sudah lama sekali aku tidak melihatmu sahabatku, mungkin suatu saat kita bisa bertemu lagi " gumam Xie Tang yang sambil melihat punggung cucunya yang keluar dari ruang kerjanya.
***
Seperti biasa Xie Yuan melanjutkan latihannya, penampilan Xie Yuan yang sekarang seperti remaja umur 15 tahun yang gagah dengan tinggi badan sekitar 165 cm, badan yang gagah, dan wajah yang sangat tampan itu semua karena pelatihan fisiknya apalagi sekarang teknik tulang naganya sudah di tingkat "tulang emas".
Sekarang dia yang sudah memiliki pedang tingkat tinggi mulai melatih teknik-teknik pedang yang dulu dia kuasai berbagai teknik pedang sangat mudah dia kuasai kembali mungkin karena bakatnya yang sangat luar biasa.
Slash... Slash...
terdengar jelas suara pedang merah bulan yang sangat tajam.
" tidak heran pedang ini disebut pedang legendaris, kekuatannya memang sangat mengerikan selain itu juga dengan pedang ini aku bisa menggunakan berbagai macam teknik pedang tingkat tinggi tanpa perlu memikirkan apakah pedangku akan hancur atau tidak " ucap Xie Yuan yang kagum dengan kekuatan pedang ditangannya.
Dirinya mencoba berbagai teknik pedang yang dia kuasai berbekal dengan ingatan masa lalunya dan itu bukanlah hal yang sulit bagi Xie Yuan, teknik pedangnya semakin mengerikan ketika digunakan dengan pedang merah bulan ditangannya.
" dengan kekuatanku sekarang aku sudah bisa mengalahkan seseorang ditingkat golden core tahap puncak " ucap Xie Yuan yakin dengan kekuatan nya sekarang di tingkat golden core tahap tengah dengan teknik tulang naganya yang sudah sampai tingkat " tulang emas " dan juga pedang merah bulan ditangannya.
__ADS_1