
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, tak terasa umur Xie Yuan sudah empat tahun.
Semenjak kehadiran Xie Yuan keluarga Xie selalu diliputi kebahagiaan, mereka yang terkejut dengan bakat yang dimiliki Xie Yuan dimana di usainya yang sekarang dia sudah bisa melakukan banyak hal mulai dari berjalan, berbicara dengan lancar, sampai dirinya yang udah pandai membaca.
Xie Yuan yang setiap malamnya diberi satu buku cerita oleh ibunya karena dirinya yang sangat suka dengan membaca buku.
Bahkan ibunya saja kaget dengan bakat anaknya yang di umur tiga tahun sudah minta untuk di ajari membaca buku dengan alasan agar dirinya bisa membaca ceritanya sendiri tiap malam.
" Ini bukumu untuk menemanimu malam ini Yuan'er" gumam Lin Yun sambil memberikan satu buku kepada putranya tersebut. sudah seperti kebiasaan semenjak Xie Yuan bisa membaca dirinya selalu diberi satu buku setiap malam oleh ibu nya.
" Terimakasih ibu, kalau boleh aku ingin membaca lebih banyak buku lagi Bu" balas Xie Yuan kepada ibunya dengan senyumnya yang menggemaskan.
" Nak.. kalau kau ingin lebih banyak buku kau bisa membacanya di perpustakaan milik keluarga kita, di sana banyak sekali buku yang bisa kau baca" balas Lin Yun sambil mengelus kepala anaknya.
" Jika kau benar-benar ingin membaca lebih banyak buku besok ibu akan membawamu ke perpustakaan yang ada di keluarga Xie"
__ADS_1
***
Keesokan paginya Xie Yuan yang dibawa ibu nya ke perpustakaan milik keluarga Xie terkejut dengan keadaan dan buku yang di perpustakaan milik keluarga Xie.
"Yuan'er kita sudah sampai di perpustakaan milik keluarga Xie, kamu disini bebas membaca semua buku yang ada disini". Kata Lin Yun kepada Xie Yuan, karena Lin Yun tau anaknya yang sangat suka membaca buku.
Penjaga perpustakaan yang sudah diberitahu sebelumnya bahwa tuan muda akan berkunjung ke perpustakaan menyambut dengan baik.
" Selamat pagi Nyonya dan Tuan muda..."
Lin Yun yang hanya mengantarkan anaknya ke perpustakaan akhirnya berpamitan karena ada sebuah urusan.
" Yuan'er kamu bisa belajar banyak di perpustakaan, maaf ibu tidak bisa mendampingi mu karena ibu ada urusan. mungkin nanti paman penjaga bisa membantumu mencari buku yang kamu inginkan "kata Lin Yun kepada Xie Yuan sambil mengelus kepalanya.
" Tidak apa apa bu... aku bisa belajar sendiri, selain itu urusan ibu juga pasti penting" balas Xie Yuan sambil tersenyum. Xie Yuan yang tak pernah mendapatkan kasih sayang di kehidupan pertamanya setelah kedua orangtuanya tiada pun merasakan kebahagiaannya lagi. "Sudah lama aku tak merasakan kasih sayang seperti ini lagi" gumamnya di dalam hati.
__ADS_1
Setelah Lin Yun pergi Xie Yuan mulai masuk ke perpustakaan untuk mencari buku yang diinginkan. dirinya sekarang berfokus kepada buku sejarah agar dirinya bisa tahu dia hidup lagi dimasa apa.
" Akhirnya ketemu buku yang kucari-cari " kata Xie Yuan sambil mengambil sebuah buku tentang sejarah kekaisaran bulan.
dirinya langsung mencari informasi tentang sekte pedang angin dimana itu tempat tinggalnya di kehidupan pertama.
Tidak sulit bagi Xie Yuan untuk mendapatkan informasi tersebut karena sekte pedang angin adalah salah satu sekte terbesar yang ada di Kekaisaran Bulan.
100 tahun lalu pemimpin sekte pedang angin meninggal dan di gantikan oleh anaknya, itulah informasi yang dia dapat di buku tersebut.
" Ternyata aku terlahir kembali setelah seratus tahun aku mengalami kejadian buruk tersebut, aku yang tak pernah lupa tentang sekte pedang angin dulu". gumam Xie Yuan setelah membaca buku tersebut.
Xie Yuan yang bertekad untuk menjadi kuat demi membalaskan dendamnya dulu kepada pemimpin sekte. Dengan mengandalkan ingatan masa lalu nya dia mulai belajar berlatih.
" Aku harus bisa menjadi kuat, betapa beruntungnya aku yang bisa hidup kembali dengan membawa ingatan masa laluku" gumam Xie Yuan dengan penuh keyakinan.
__ADS_1