
" Element petir "
" Jarang sekali ada pendekar yang menggunakan element petir sebagai basis kultivasinya " ucap Xie Yuan setelah mendengar perkataan Gu Mao.
" Kebetulan aku memiliki basis Kultivasi element petir "
" Walaupun awalnya aku sulit untuk mengembangkannya, tapi aku masih beruntung karena paman Long mengajariku untuk mengembangkan kultivasiku " balas Gu Mao menjelaskan tentang element petir yang menjadi basis kultivasinya.
" Saudara Yuan kulihat-lihat kau juga seorang pendekar pedang, kalau boleh tau kau memiliki basis kultivasi apa? " tanya Gu Mao yang juga melihat kalau ada pedang yang menggantung di pinggang Xie Yuan.
" Kebetulan aku memiliki dua basis kultivasi yaitu element angin dan juga api " jawab Xie Yuan yang membuat mereka berdua terkejut sebab Yu Jing juga baru tau kalau Xie Yuan memiliki dua element sebagai basis kultivasinya.
" Apa kau serius? " ucap Gu Mao yang masih belum yakin.
" Iya aku serius " balas Xie Yuan.
Xie Yuan yang sengaja tidak memberitahu mereka berdua kalau dirinya menguasai lebih dari dua element.
" Wow..."
" Sepertinya menarik "
" Saudara Yuan apa kau mau bertarung denganku, setidaknya aku ingin melihat sedikit kekuatanmu dan juga kau bisa melihat element petir yang jarang digunakan oleh para pendekar " ucap Gu Mao yang mencoba mengajak Xie Yuan untuk sedikit bertarung.
" Boleh kalau kau memang mau " jawab Xie Yuan yang juga penasaran dengan kekuatan Gu Mao.
" Kalian bisa bertarung di sebelah sana, jangan disini karena kalian bisa merusak bunga-bunga indah itu " ucap Yu Jing tiba-tiba.
Setelah mendengar perkataan Yu Jing akhirnya mereka pergi ketempat yang tadi ditunjuk Yu Jing.
Di taman paling ujung yang biasa digunakan sebagai tempat latihan.
" Apa kau sudah siap " ucap Gu Mao yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya.
" Ya " balas Xie Yuan sambil menganggukkan kepalanya.
Bugh...
Pukulan pembuka dari Gu Mao yang masih bisa ditahan.
Bugh..
Bugh..
Pukulan dan tendangan dari mereka berdua saling beradu, walaupun mereka berdua belum menggunakan kekuatan sepenuhnya.
Xie Yuan yang sudah beradu pukulan dan tendangan dengan Gu Mao merasakan kalau kekuatan fisiknya cukup kuat.
" Anak ini sangat cocok bila digunakan sebagai penyerang depan " gumam Xie Yuan didalam hati setelah melihat kekuatan fisik dari Gu Mao.
Hahaha...
" Saudara Yuan kekuatanmu cukup bagus " ucap Gu Mao yang juga merasa kalau kekuatan fisik Xie Yuan setara dengan dirinya.
" Bagaimana kalau kita beradu pedang sekarang " ucap Gu Mao yang sudah mengeluarkan pedang miliknya dari dalam sarungnya.
" Pedang Surgawi " gumam Xie Yuan didalam hati yang terkejut saat merasakan aura pedang yang dikeluarkan oleh pedang milik Gu Mao adalah aura pedang surgawi.
" Baiklah kalau begitu " ucap Xie Yuan yang juga mengeluarkan pedang miliknya yang diberikan oleh kakeknya.
Sama dengan Xie Yuan, Gu Mao juga terkejut saat merasakan aura pedang milik Xie Yuan juga pedang surgawi.
__ADS_1
" Aku tidak menyangka saudara Yuan ternyata juga memiliki pedang surgawi " ucap Gu Mao setelah merasakan aura pedang yang dikeluarkan dari pedang milik Xie Yuan.
Hahaha...
" Pedang milikmu juga pedang tingkat surgawi " balas Xie Yuan.
" Saudara Yuan memang hebat sampai tau kalau pedang milikku adalah pedang tingkat surgawi " ucap Gu Mao yang kagum dengan pengetahuan Xie Yuan.
" Aku memiliki pedang ini juga karena pamanku Gu Long yang memberikannya kepadaku "
" Katanya pedang ini sangat cocok denganku yang memiliki basis element petir " ucap Gu Mao menjelaskan pedang miliknya.
" Pantas saja " gumam Xie Yuan didalam hati, karena dirinya juga tau kalau tidak mudah untuk mendapatkan pedang tingkat surgawi, selain itu juga pedang milik Gu Mao sedikit istimewa dimana didalamnya sudah mengandung element petir.
Slash...
Trang..
Suara nyaring terdengar saat kedua pedang beradu.
Slash...
Slash...
Slash...
Trang...
Trang...
Trang...
Serangan demi serangan saling beradu, walaupun tubuh Gu Mao sedikit besar tetapi kecepatannya cukup mengerikan.
" Bagaimana saudara Yuan? " tanya Gu Mao yang sudah kembali ke posisi awalnya.
" Kecepatanmu cukup bagus " balas Xie Yuan.
" Itu belum seberapa, kau belum merasakan kekuatan dari teknikku " ucap Gu Mao yang sudah mulai bersiap mengeluarkan teknik pedangnya.
" Tebasan kilat " ucap Gu Mao yang langsung menggunakan teknik pedang petir miliknya.
Sekarang Gu Mao benar-benar menggunakan kecepatannya yang sudah meningkat drastis untuk menyerang Xie Yuan.
Tidak hanya kecepatannya saja yang meningkat tetapi juga kekuatan yang terkandung didalamnya.
Slash...
Trang..
" Kecepatan dan kekuatannya semakin meningkat " gumam Xie Yuan didalam hati setelah merasakan teknik milik Gu Mao.
" Ayo terus Gu Mao " ucap Xie Yuan yang mulai menikmati pertarungannya.
Mendengar perkataan Xie Yuan, Gu Mao semakin meningkatkan kecepatan serangannya.
Slash...
Boom...
Ledakan terjadi saat teknik milik Gu Mao menabrak pusaran angin milik Xie Yuan.
__ADS_1
Huft..
Huft..
Melihat Gu Mao yang sudah mulai kelelahan Xie Yuan langsung melakukan serangannya.
" Tebasan pedang angin " ucap Xie Yuan mengeluarkan teknik pedangnya.
Boom...
Ledakan terjadi saat serangan Xie Yuan menghancurkan pohon yang ada dibelakang Gu Mao.
Xie Yuan dengan sengaja membelokan arah serangannya karena tidak ingin mencelakai Gu Mao, karena dirinya juga tau kalau ini hanya pertarungan biasa.
Gu Mao yang melihat itu juga terkejut hingga dirinya terduduk di atas tanah, dirinya membayangkan bagaimana kalau serangan tersebut benar-benar diarahkan kepada dirinya.
Tak beda dengan Gu Mao, Yu Jing yang dari kejauhan melihat pertarungan mereka juga terkejut dengan kekuatan Xie Yuan.
Kini Xie Yuan memasukan kembali pedang miliknya kedalam sarungnya.
Xie Yuan kini berjalan kearah Gu Mao yang masih terduduk dan terpaku akibat masih terkejut dengan kekuatan Xie Yuan.
" Ayok " ucap Xie Yuan sambil mengulurkan tangannya.
" Terimakasih " balas Gu Mao yang menyambut tangan Xie Yuan.
Prok...
Prok...
Suara tepuk tangan terdengar dari kejauhan yang ternyata berasal dari dua orang gadis yang juga melihat pertarungan mereka berdua.
Mendengar suara tepukan tangan tersebut membuat mereka bertiga menengok kearah suara tersebut berasal.
" Nana, Yue'er " ucap Xie Yuan saat melihat kedua gadis yang berada dibelakang Yu Jing.
" Hai semua " ucap mereka berdua menyapa semuanya.
" Siapa dia saudara Yuan? " tanya Gu Mao kepada Xie Yuan.
" Dia Jiang Nana dan juga Xi Yue "
" Dua orang lainnya yang menjadi perwakilan dari kekaisaran bulan di turnamen antar benua nanti " jawab Xie Yuan menjelaskan siapa kedua gadis yang ada disana.
Kini Xie Yuan dan Gu Mao kembali menuju ketiga gadis yang berada diatas mereka.
" Hai Nana, Yue'er "
" Sejak kapan kalian sampai? " ucap Xie Yuan kepada mereka berdua.
" Kami baru saja sampai dan kata kaisar kalian ada disini, jadi kita langsung kesini "
" Selain itu kita juga berangkat bersama karena kakek Xi tidak bisa ikut mengantar Xi Yue "jawab Jiang Nana.
" Ternyata begitu " gumam Xie Yuan.
" Oh ya perkenalkan mereka berdua adalah perwakilan dari kekaisaran bulan untuk turnamen antar benua nanti sama seperti kita"
" Dia Yu Jing, cucu dari sang kaisar "
" Dan dia adalah Gu Mao, keponakan dari pengawal bayangan sang kaisar " ucap Xie Yuan memperkenalkan mereka berdua.
__ADS_1
" Salam kenal " ucap Jiang Nana, dan Xi Yue secara bersamaan sambil mengeluarkan tangannya.
" Salam kenal " balas Yu Jing dan juga Gu Mao yang menyalami mereka berdua secara bergantian.