
Keesokan harinya aula sekte kembali riuh saat Lou Fan yang dibawa oleh panitia acara.
Para penonton banyak yang terkejut karena keadaan Lou Fan yang jauh lebih tragis dibandingkan ketua kelompok yang sebelumnya dibuat cacat oleh Lou Fan.
" Ketua sekte tanpa mengurangi rasa hormat, saya ingin anda melakukan penindakan atas apa yang terjadi terhadap anak saya Lou Fan yang telah dibuat cacat oleh Xie Yuan" ucap ayah Lou Fan yang masih sopan menghormati ketua sekte.
" Sepertinya tidak ada yang perlu saya tindak karena tidak ada yang melanggar peraturan disini "
" Mereka saling bertarung untuk memperebutkan hasil buruan mereka " ucap ketua sekte yang menjelaskan semua yang terjadi.
Para penonton yang mendengar perkataan ketua sekte pun ikut berteriak, karena sebelumnya saja saat Lou Fan membuat cacat peserta lain dirinya tidak mendapatkan tindakan apapun.
" Bagaimana mungkin anda tidak menindak perbuatan ini, jelas ini sudah melebihi batas dimana anak saya yang sudah dibuat cacat dan bahkan dantiannya juga sudah dihancurkan oleh Xie Yuan" teriak Lou Chen yang sudah terbakar amarahnya.
" Xie Yuan tidak melanggar peraturan sama sekali, karena dalam peraturan hanya dilarang membunuh, bukankah anakmu juga berbuat seperti itu sebelumnya tapi kenapa kau membelanya "
" Dan perlu kau ingat, bahwa sebelumnya aku sudah memperingatkan kalau acara ini bisa saja memiliki resiko yang sangat besar dan sekarang kau meminta penindakan apakah kau tidak ingat itu " ucap Ning Fang sinis.
Mendengar perkataan ketua sekte jelas saja itu bagaikan tamparan keras diwajah Lou Chen, karena dirinya saja waktu Lou Fan membuat cacat peserta lain dirinya juga membela Lou Fan dengan alasan tidak melanggar aturan dan sekarang alasan yang sama diberikan kepada dirinya.
" Hahaha.... Tempat ini bukan untuk orang lemah, dan sepertinya sang dewa juga tau kalau anakmu itu harus dihukum " teriak ayah pemimpin kelompok yang sebelumnya sudah dibuat cacat oleh Lou Fan.
Dirinya sudah sangat marah karena Lou Fan tidak mendapatkan tindakan apapun sebelumnya dari ketua sekte karena alasan tidak melanggar aturan, tapi sekarang dirinya merasa lebih baik karena Lou Fan mendapatkan balasan yang jauh lebih menyedihkan daripada anaknya.
Mungkin anaknya sudah cacat tapi dirinya masih bisa menjadi pendekar, tapi Lou Fan yang sudah cacat dan juga dantiannya sudah hancur sudah benar-benar menjadi sampah.
Disisi lain Xie Tang juga terkejut saat mendengar kondisi dari Lou Fan yang dibuat cacat oleh cucunya bahkan dantiannya juga dihancurkan.
" Dasar bocah nakal selalu saja berbuat ulah"
"aku bahkan tidak menyangka kalau dirimu benar-benar berani membuat cacat seorang tuan muda keluarga bangsawan"
__ADS_1
"walau dengan indentitas mu yang sekarang sebagai tuan muda keluarga bangsawan dan juga seorang pemburu, tapi itu semua sudah jauh diluar perkiraan ku karena kau langsung bertindak secara terang-terangan "
" Tapi sepertinya memang Lou Fan pantas mendapatkan itu semua " gumam Xie Tang didalam hati yang terkejut dengan tindakan Xie Yuan yang terkesan lebih kejam dari pada seorang pembunuh, karena bagi seorang pendekar lebih baik mati daripada kehilangan dantiannya.
Merasa dirinya sudah benar-benar dipermalukan akhirnya Lou Chen pergi dengan rasa marah yang besar didalam hatinya.
" Tunggu saja kau Xie Yuan, aku akan membalaskan semuanya demi anakku, aku tidak peduli walau latar belakangmu yang seorang tuan muda keluarga bangsawan " gumam Lou Chen didalam hati sambil melirik kearah Xie Tang kemudian pergi meninggalkan aula sekte.
Kembali kedalam hutan sekte
Xie Yuan dan kelompoknya sudah masuk lebih jauh lagi kedalam hutan sekte dan berpikir kalau sampai hari esok mereka belum mendapatkan akar darah maka mereka akan kembali menuju pintu keluar hutan.
" Sepertinya kita harus mempercepat pencarian kita, karena waktu yang kita miliki sudah tidak banyak "
" Kalau sampai esok hari kita belum menemukan akar darah, maka dengan terpaksa kita harus kembali menuju pintu keluar hutan "
" Maka dengan itu, sekarang kalian bisa mengerahkan kekuatan kalian untuk melakukan penelusuran "
Mereka bertiga sekarang sudah benar-benar mempercepat pencarian mereka, mereka yang berlari juga melakukan penelusuran.
Jelas saja dengan cara ini jauh lebih efektif karena mereka semua bisa merasakan semua aura yang ada, bahkan dengan cara ini mereka bisa menghindar dari siluman-siluman tingkat tinggi.
Terkadang mereka juga sesekali mengambil beberapa tanaman langka yang sudah berumur ratusan tahun, karena mereka bisa merasakan auranya, dengan ini mereka bisa membedakan mana tanaman yang sudah berumur tua atau yang masih muda.
Sampai disiang hari akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sekaligus untuk mengisi tenaga mereka.
" Kita beristirahat saja dulu " ucap Xie Yuan yang sudah mengurangi kecepatannya dan kemudian berhenti ditempat yang sekiranya aman untuk mereka beristirahat.
Mereka bertiga yang sedang beristirahat sambil makan untuk memulihkan tenaga mereka.
" Bagaimana ini kak, sampai sekarang kita belum menemukan akar darah? " tanya Xi Yue.
__ADS_1
" Mau bagaimana lagi, kita sudah berusaha mencarinya semaksimal mungkin "
" kita hanya memiliki waktu sampai nanti malam untuk menemukan akar darah, jika kita tidak menemukannya maka kita harus kembali tanpa membawa akar darah " ucap Xie Yuan menjelaskan kepada Xi Yue.
Setelah mereka selesai beristirahat mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kembali karena mereka saat ini seperti dikejar oleh waktu.
Mereka yang berlari sambil menelusuri semua yang mereka lewati.
" Berhenti " ucap Xie Yuan tiba-tiba yang membuat kedua gadis dibelakangnya terkejut.
" Ada apa kak " tanya Xi Yue yang terkejut karena Xie Yuan yang tiba-tiba menyuruh mereka berhenti.
" Apa kalian merasakannya? " tanya Xie Yuan sambil menatap kedua gadis didepannya.
" Aku hanya merasakan aura tanaman langka seperti sebelumnya, tidak ada yang berbeda " jawab Xi Yue.
" aku juga sama kak " jawab Jiang Nana juga yang tidak merasakan apapun.
" Aku merasakan ada dua aura yang berbeda tapi sangat kuat dari satu arah yang sama "
" Tapi aku tidak tau aura apa ini " ucap Xie Yuan menjelaskan kepada mereka apa yang dia rasakan.
" dimana kak arahnya? " tanya Xi Yue yang juga penasaran.
" Dari sana, gua kecil itu " jawab Xie Yuan sambil menunjuk sebuah gua kecil didepan mereka yang cukup jauh.
" kalau begitu kenapa tidak kita cek saja kak, siapa tau disana ada akar darah yang kita cari" ucap Xi Yue.
Mereka kemudian langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju gua kecil didepan sana yang cukup jauh jaraknya.
Sesampainya mereka didepan gua tersebut aura yang Xie Yuan rasakan semakin kuat.
__ADS_1
" Aura apa ini, kenapa kuat sekali, bukan hanya satu tapi ada dua aura yang berbeda" gumam Xie Yuan dalam hati yang kebingungan dengan aura kuat yang dirasakan, karena aura yang dia rasakan bukanlah aura dari seekor siluman.