
" Lapor ketua, tetua yang kita perintahkan untuk menyusup ketempat hantu malam tidak ada kabar sama sekali " ucap salah satu tetua kepada ketua sekte pedang angin.
" apa kau sudah pergi mencarinya?" tanya ketua sekte yang sedikit khawatir.
" Aku sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi dia benar-benar hilang tidak ada kabar sama sekali " jawab tetua tersebut.
" sepertinya aku memang salah meremehkan mereka " ucap ketua sekte.
Sebenarnya ide untuk menyusupkan seseorang ke organisasi hantu malam berasal dari ketua sekte, dirinya berpikir untuk mencoba mencari tau kelemahan dari organisasi hantu malam.
***
Kembali ke dua hari yang lalu
" lapor ketua, saya siap menjalankan perintah" ucap tetua yang tadi dipanggil oleh ketua sekte pedang angin.
" aku ada perintah bagimu untuk menyusup ke organisasi hantu malam dan mencari tau semua informasi tentang mereka " ucap ketua sekte memberikan perintah.
" kenapa tidak kita serang aja secara langsung, aku masih yakin dengan kekuatan kita semua pasti mereka juga akan hancur " ucap tetua yang memiliki sedikit pemikiran berbeda dengan ketua sekte.
" apa kau bodoh hah "
" kau ingin menyerang ke sarang para pembunuh tanpa persiapan "
" aku tau kekuatan murid sekte kita, tapi mereka belum terbiasa untuk membunuh "
" yang ada bukannya kita selamat malahan kita yang akan hancur " teriak ketua sekte yang marah.
" maaf ketua " jawab tetua tersebut yang sedikit ketakutan.
" sekarang kau pergi dan jalankan perintahku tadi, tapi ingat jangan sampai tertangkap" ucap ketua sekte.
" baik " jawab tetua tersebut yang langsung pergi begitu saja.
Tetua tersebut jelas saja tau bagaimana cara untuk menyusup ketempat hantu malam, dimana dirinya mengeluarkan aura membunuh yang dia miliki.
Selain itu dirinya juga menggunakan pakaian yang serba hitam dan sangat tertutup.
Kini tetua tersebut mulai mencari segala informasi yang bisa dia dapat dengan cara mengobrol dengan anggota yang lainnya.
Awalnya mereka sedikit merasakan keanehan dari tetua tersebut tapi mereka menganggap itu mungkin hanya perasaannya saja.
Saat tetua tersebut sedang berkeliling markas sendirian untuk mencari informasi tiba-tiba ada yang memanggilnya.
" Hei kau sedang apa " ucap orang tersebut yang membuat terkejut tetua sekte.
" aku hanya sedang berkeliling saja " jawab tetua sekte begitu saja.
" kau dipanggil wakil ketua ke ruangannya " ucap orang tersebut yang lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
" apa yang ingin wakil ketua bicarakan? " tanya tetua sekte yang terkejut sebab dirinya takut ketahuan.
" Tidak tau, kau datang saja " ucap orang tersebut yang sudah mulai menjauh.
" apa aku sudah ketauan "
" tidak mungkin, penyamaran ku sudah sangat bagus " gumam tetua sekte yang akhirnya pergi keruangan wakil ketua.
Tok..
Tok..
" Permisi tuan ini saya yang anda panggil " ucap tetua sekte yang telah berada didepan pintu ruangan wakil ketua.
" masuk " jawab Ling Chu dari dalam.
" salam wakil ketua, ada apa anda memanggil saya " ucap tetua tersebut yang baru saja masuk keruangan wakil ketua.
" Apa kau ingat aku " ucap Ling Chu yang berbalik badan dan membuat tetua sekte terkejut.
" Ternyata ini wajah asli dari wakil ketua hantu malam yang selama ini sangat misterius " gumam tetua sekte didalam hati yang terkejut melihat wajah cantik yang selama ini menjadi misteri.
" jelas saja saya ingat tuan, sayakan anggota dari organisasi ini " jawab tetua sekte tersebut.
Hahaha...
" apa kau pikir aku bodoh hah.. "
" sekarang kau mengaku saja siapa yang memberimu perintah untuk menyusup kesini" ucap Ling Chu sambil mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat mengerikan untuk menekan orang didepannya.
Seketika udara menjadi beku, aura mencekam membuat tetua sekte sedikit kesulitan untuk bernafas.
" aku benar-benar anggota hantu malam, mungkin tuan yang sedikit lupa karena dengan diriku, karena banyaknya anggota hantu malam " jawab tetua sekte yang masih mencoba untuk mengelak.
Hahaha...
" Ternyata masih tidak mau mengaku "
" biar ku beri tau kepadamu sebuah rahasia dari hantu malam "
" walau kau mempunyai aura membunuh tetapi aura membunuh masih sangat lemah dan itu tidak pantas menjadi anggota hantu malam bahkan untuk anggota tingkat terendah " ucap Ling Chu yang membuat tetua sekte terkejut.
Dirinya benar-benar tidak menyangka akan ketauan secepat ini, bahkan dirinya dihina tidak pantas menjadi anggota hantu malam bahkan tingkat terendah.
Wush...
Hahaha...
" apa kau pikir dengan gerakanmu yang lambat itu kau bisa melukai ku " ucap Ling Chu yang baru saja menghindar dari serangan pisau milik tetua sekte.
__ADS_1
Tetua sekte kini sudah tidak bisa mengelak lagi dan memilih untuk menyerang Ling Chu.
Tetua sekte langsung mengeluarkan pedang miliknya dari dalam sarungnya.
Aura membunuh kini saling bertabrakan, dan udara terasa menjadi lebih dingin.
" Ternyata kau ingin melawanku " ucap Ling Chu yang kini juga sudah mengeluarkan pedang miliknya.
" Teknik pedang angin " ucap tetua sekte yang langsung menyerang menggunakan pedangnya.
Boom...
Ledakan terjadi saat serangan dari tetua sekte bisa ditahan oleh Ling Chu.
Cuih...
" Serangan lemah seperti itu berharap bisa melukaiku, mendekatiku saja tidak akan pernah terjadi " hina Ling Chu yang dengan mudahnya menahan serangan dari tetua sekte.
Mendengar hinaan dari Ling Chu jelas saja tetua sekte langsung marah dan langsung menyerang dengan teknik andalannya.
"Teknik pedang element " tebasan pedang angin " ucap tetua sekte yang langsung mengeluarkan teknik andalannya.
" Ternyata kau " ucap Ling Chu yang tau siapa lawan dengan melihat teknik yang digunakan oleh lawannya.
" Tebasan pedang kematian " ucap Ling Chu yang bersiap menggunakan salah satu teknik andalannya.
Udara kini menjadi lebih dingin dengan aura membunuh yang meledak dari Ling Chu.
Boom...
Ledakan terjadi yang membuat seluruh markas organisasi hantu malam bergetar dan membuat seluruh anggota hantu malam langsung bersiap dan pergi menuju keruangan wakil ketua.
" kalian jangan mendekat, kita jaga saja dari sini " ucap salah satu tetua hantu malam yang mengatur keadaan diluar ruangan wakil ketua.
" Teknik itu.. tidak mungkin.. bagaimana bisa kau menguasai teknik itu " ucap tetua sekte yang terkejut melihat teknik yang digunakan oleh Ling Chu, karena setau dirinya teknik pedang kematian adalah salah satu teknik andalan milik sang pemburu.
Hahaha...
" Orang lemah sepertimu berani sekali masuk kesini " ucap Ling Chu yang langsung menebas kepala tetua sekte begitu saja.
Wush...
Burgh...
Tebasan pedang dari Ling Chu langsung memisahkan kepala tetua sekte dari badannya yang langsung ambruk begitu saja.
" Kalian bereskan semua ini, kalau bisa jangan sampai kejadian ini terdengar sampai keluar " ucap Ling Chu kepada para anggota hantu malam yang kini telah berada didepannya ruangannya.
" Baik Nona Chu " jawab tetua hantu malam.
__ADS_1
Kini para anggota hantu malam mulai membereskan semua yang hancur sebab pertarungan Ling Chu dan juga tetua sekte.