
Setelah Xie Yuan mendapatkan pedang berkarat tadi, pelelangan terus berlanjut banyak sekali barang barang yang di lelang tapi tidak ada yang menarik perhatian Xie Yuan.
" Apa tidak ada barang yang bagus lagi untukku " ucap Xie Yuan yang mulai bosan melihat barang yang di lelang, walau banyak barang berharga yang di lelang namun tidak ada barang yang dia butuhkan.
Berbeda dengan pemuda no 3 dia membeli banyak sekali barang yang di lelang sampai membuat para peserta lelang marah karena dia yang menawar dengan harga yang cukup tinggi.
" Dasar pemuda sombong menawar barang dengan harga yang tidak normal " ucap beberapa peserta lelang.
" Sepertinya pelelangan kali ini hanya milik pemuda yang di no 3 itu " ucap salah satu peserta lelang.
" Tapi aku heran kenapa pemuda no 10 dari tadi tidak menawar barang sama sekali, tadi dia bahkan berani menantang pemuda no 3 dan mendapatkan pedang berkarat dengan harga yang tinggi " ucap salah satu peserta lelang sambil menatap Xie Yuan dengan heran karena pemuda tersebut bahkan tak melemparkan penawaran sama sekali setelah dirinya mendapatkan pedang.
" Kenapa dia dari tadi tidak menawar barang yang di lelang bahkan banyak barang bagus yang di lelang tadi " ucap pemuda no 3 yang heran dengan Xie Yuan yang dari tadi diam saja tidak melakukan penawaran.
" Apa mungkin dirinya sudah kehabisan uang sehingga tidak menawar apapun " pikir pemuda no 10 yang masih binggung dengan Xie Yuan.
Saat ini pemandu acara kembali melanjutkan pelelangan.
" Untuk barang selanjutnya sebuah batang pohon yang kami temukan di dalam hutan mimpi, dengan harga 1000 koin perak dengan kenaikan minimal 100 koin perak " Ucap pemandu acara, menjelas batang pohon yang lumayan panjang.
" 1100 koin perak " ucap Xie Yuan yang mengejutkan area pelelangan karena dari tadi Xie Yuan diam saja saat banyak barang berharga di lelang tapi sama seperti sebelum Xie Yuan tertarik dengan barang yang tidak pasti.
" Aku merasa tak asing dengan batang pohon itu, aku seperti pernah melihatnya tapi entah dimana, apa mungkin di kehidupan pertamaku "
" Kalau memang benar dari kehidupan pertamaku, aku yakin pasti itu bukan batang pohon biasa, aku harus mendapatkannya " gumam Xie Yuan dalam hatinya yang merasa tak asing ketika pertama kali melihat batang pohon itu dikeluarkan.
" Akhirnya pemuda itu menawar lagi, tapi aku merasa bingung kenapa dia menawar barang-barang yang tidak pasti "
" Aku akan mencoba bermain dengannya " ucap pemuda no 3 dan terlihat senyum di pinggir bibirnya.
"1500 koin perak " ucap pemuda no 3
" Sepertinya anak ini memang ingin bermain dengan ku, mari aku ingin lihat seberapa kaya dia " ucap Xie Yuan yang tampak mengerti maksud pemuda no 3.
" 2000 koin perak " ucap Xie Yuan tanpa ragu.
" Sepertinya pemuda itu memang menginginkan batang pohon itu sehingga dia berani menawar tinggi, aku jadi ingin melihat apa yang akan dia lakukan untuk mendapatkan batang pohon itu " ucap salah satu peserta lelang yang mengerti keadaan yang sedang terjadi diantara kedua pemuda yang sedang berebut sebuah batang pohon.
" Ooo... sepertinya dia memang menginginkan nya kalau begitu aku akan melawannya "
__ADS_1
" 2200 koin perak " ucap pemuda no 3.
" aku tak yakin dia benar-benar menginginkan batang kayu itu, tapi yang pasti dia sedang melawanku " ucap Xie Yuan yang yakin dengan apa yang dia lihat.
" Sepertinya pelelangan kali ini sangat menarik, aku ingin melihat siapa yang mendapatkannya " ucap salah satu peserta lelang.
" 2500 koin perak " ucap Xie Yuan.
" 2700 koin perak " ucap pemuda no 3.
" 3500 koin perak " ucap Xie Yuan.
" Aku ingin melihat apakah dia masih berani melawanku untuk sesuatu yang dia tidak tahu " gumam Xie Yuan dalam hati.
" Sebenarnya apa yang istimewa dari batang pohon itu sehingga dia berani menawar setinggi itu " ucap pemuda no 3 kebingungan sambil menatap wajah Xie Yuan yang tertutup topeng.
" Apa aku akan mengalah dengannya sekarang "
" aku tidak tahu batang pohon apa itu dan seberapa berharganya " ucap pemuda no 3
" Bagaimana apa ada yang ingin menawar lagi " ucap pemandu acara sambil memandang kursi no 3.
Setelah beberapa saat di tunggu tak ada yang menawar lagi akhirnya batang pohon itu menjadi barang Xie Yuan.
" Barang selanjutnya adalah pil peningkat tingkat 4, pil ini termasuk pil tingkat tinggi karena bisa meningkatkan Qi penggunaannya " ucap pemandu acara menjelaskan pil yang ada di depan.
" Pil ini dibuka dengan harga 1000 koin perak dengan kenaikan 100 koin perak " ucap pemandu acara.
" aku harus mendapatkan pil itu untuk meningkatkan kultivasiku" ucap pemuda no 3.
" 1500 koin perak " ucap pemuda no 10 tanpa ragu.
" 1700 koin perak " ucap no 15.
" 2000 koin perak " ucap no 17
di pelelangan ini yang rata rata berisi para kultivator dan orang-orang kaya jadi tak heran berani menawar dengan harga yang mahal selain itu mereka juga tau pasti apa itu pil peningkat Qi apa lagi ini di tingkat 4.
" 2500 koin perak " ucap pemuda no 3 yang sangat yakin.
__ADS_1
" Aku tak menyangka pil itu semahal ini di pelelangan, aku jadi ingin tau seberapa banyak uang yang di gunakan kakek untuk membeli pil yang di berikan kepadaku " gumam Xie Yuan sambil mengingat hampir setiap bulan dirinya di beri banyak sekali pil-pil berharga
" Walau aku masih punya banyak aku juga menginginkan pil itu, selain itu juga aku ingin mempermainkan pemuda no 3 " gumam Xie Yuan dalam hati terlihat jelas senyumnya yang terangkat.
" 3000 koin perak " ucap Xie Yuan yang langsung membuat seisi area pelelangan menjadi sunyi.
" aku tidak yakin pemuda no 3 akan mendapatkan pil itu, sebab pemuda no 10 juga kelihatannya menginginkan pil itu juga " ucap salah satu peserta lelang yang tadi ikut menawar pil itu dan sempat marah kepada pemuda no 3 karena menawar dengan harga yang tinggi.
" Ooo... ternyata dia juga tertarik dengan pil itu, kali ini aku tidak akan kalah darinya, pil itu harus menjadi milik ku " ucap pemuda no 3.
" 3200 koin perak " ucap pemuda no 3.
" 4000 koin perak" ucap Xie Yuan tanpa ragu-ragu sambil menatap kursi no 3.
" 4500 koin perak " ucap pemuda no 3 yang tak mau kalah.
" 5000 koin perak " ucap Xie Yuan.
" 5200 koin perak " ucap pemuda no 3.
" Tuan muda saya sarankan anda cukup menawar sampai sini kalau tidak kita akan bangkrut, apa anda tidak ingat bahwa anda tadi sudah banyak membeli barang dengan harga yang tinggi " ucap Pria paruh baya yang sepertinya pengawal pemuda no 3.
" Diam aku tau batasanku sendiri " ucap pemuda no 3 kepada pengawalnya dengan tegas.
" Sepertinya dia benar-benar menginginkannya "gumam Xie Yuan.
" 5700 koin perak " ucap Xie Yuan
" aku ingin melihat apakah dia masih berani menawar " ucap Xie Yuan sambil melihat pemuda no 3.
" 6000 koin perak " teriak pemuda no 3 dengan keras karena dirinya yang sudah terbawa emosi.
" Hahaha..., pil itu milikmu kawan aku sudah tidak menginginkan sekarang" ucap Xie Yuan kepada pemuda no 3 sambil tertawa.
para peserta lelang yang lain juga ikut tertawa karena mereka sadar bahwa pemuda no 10 bukan tertarik kepada pil itu tapi hanya ingin mempermainkan pemuda no 3 yang dari tadi sangat sombong.
" pantas saja dari tadi dia tidak menawar, karena dirinya tidak membutuhkan pil-pil semacam itu " ucap salah satu peserta lelang yang tadi mengira bahwa Xie Yuan menginginkan pil itu.
" apa yang aku lakukan " ucap pemuda no 3 yang sadar bahwa dirinya telah di permainkan oleh Xie Yuan.
__ADS_1
" karena tidak ada yang menawar lagi maka pil itu menjadi milik tuan no 3 " ucap pemandu acara sambil menahan tawanya di dalam hati karena ulah Xie Yuan.
Setelah itu pelelangan di lanjutkan terus dan sampai akhir tak ada yang membuat Xie Yuan tertarik.