LEGENDA PEDANG ELEMENT

LEGENDA PEDANG ELEMENT
Indentitas Kakek Xi


__ADS_3

Di Toko Bunga Kakek Xi


" aku harap mereka bisa menemukan bunga lilin bintang " ucap kakek Xi yang sedikit khawatir dengan cucu kesayangannya yang sama sekali tidak pernah berpetualang.


Saat dirinya sedang memikirkan tentang cucunya yang pergi berpetualang, tiba-tiba ada yang datang menemuinya.


" Permisi tuan didepan ada yang ingin menemui tuan " ucap pengawal kakek Xi.


" siapa yang datang menemui ku? " tanya kakek Xi.


" aku tidak tau tuan dia datang menggunakan topeng, tapi katanya dia teman lama anda tuan " jawab pengawal itu sopan.


" suruh dia masuk " ucap kakek Xi, yang masih binggung dengan siapa yang datang menemuinya.


" Kawan lamaku sudah lama kita tak bertemu, apa kabar kau sekarang " ucap seorang pria yang datang menemui kakek Xi sambil melepaskan topengnya.


" Aku baik, ada apa kau tiba-tiba datang menemui ku? " tanya kakek Xi, karena yang tau identitasnya aslinya hanya beberapa orang saja.


" aku yakin kau pasti sudah mendengar tentang sang pemburu, menurut bagaimana? " tanya pria tersebut.


" aku tidak tau banyak tentang berita itu " jawab kakek Xi.


" Xi Bai Si Pedang Bumi, salah satu dari 10 pendekar terhebat di Kekaisaran Bulan, maksudku bagaimana menurutmu tentang kembalinya sang pemburu yang telah lama menghilang " Ucap pria tersebut yang menyebutkan identitas sebenarnya dari Kakek Xi.


Dulu 10 pendekar yang ditakuti di Kekaisaran Bulan memiliki julukannya masing-masing dan hanya beberapa orang saja yang tahu identitas aslinya.


Banyak orang yang menebak 10 pendekar tersebut berasal dari keluarga bangsawan ataupun sebuah sekte, Tapi yang diketahui hanya 2 orang yaitu sang kaisar dan Xie Tang.


Identitas Xie Tang banyak diketahui orang lain karena dirinya yang membuat keluarga Xie masih bertahan dan memimpin kota Nova sampai sekarang.


" Menurutku tentang kembalinya sang pemburu, itu berita yang benar karena kau tau sendiri, tak ada yang berani menggunakan nama sang pemburu sembarangan " jawab kakek Xi.


" Kau tak asik Bai, lebih baik aku pulang saja kalau begitu " ucap pria tadi yang tidak puas dengan jawaban dari kakek Xi sambil memakai kembali topengnya.


" Kau lain kali jangan asal menyebutkan identitasku, sekarang aku hanya ingin melatih cucuku menjadi lebih kuat terlebih dahulu " ucap kakek Xi memperingatkan pria didepannya.


" Baik lah kalau begitu aku pergi, kita ketemu lagi di acara tahunan sekte mawar putih " ucap pria tersebut yakin, karena pasti cucu kakek Xi akan ikut.


" Sudah lama sekali aku tidak ikut campur dalam urusan dunia persilatan, apa aku akan kembali lagi ke dunia persilatan" gumam kakek Xi dalam hati sambil melihat pria tadi keluar dari ruangannya.


***


Di Hutan mimpi tak terasa Xie Yuan dan yang lainnya sudah lebih dari 1 Minggu disana.

__ADS_1


Xie Yuan yang sedang sarapan seperti biasanya dengan hewan hasil buruannya, dan menunggu Xi Yue dan Jiang Nana yang menyelesaikan Kultivasinya.


Tak lama terdengar ledakan dari dalam gua.


Boom...


Boom...


Xie Yuan yang mendengar ledakan tersebut pun langsung pergi mengeceknya, dan ternyata ledakan tersebut berasal dari Jiang Nana yang sudah lebih dulu menyelesaikan Kultivasinya.


" Kau sudah selesai rupanya kalau begitu ayo kita sarapan bersama jangan ganggu Xi Yue biar dia menyelesaikan Kultivasinya " ucap Xie Yuan mengajak Jiang Nana yang sudah menyelesaikan Kultivasinya.


Mereka berdua yang sedang makan bersama sambil mengobrol.


" Sudah ditingkat apa kau sekarang? " tanya Xie Yuan kepada Jiang Nana.


" Aku sudah sampai di tingkat golden core tingkat 4 sekarang " jawab Jiang Nana dengan wajah bahagianya.


" Kau kemarin bilang tidak mahir dalam bermain pedang, tapi kau bisa menguasai teknik pedang tarian Dewi perang " tanya Xie Yuan kepada Jiang Nana.


" Itu... aku diajarkan oleh kakekku, aku sudah diajarkan berpedang dari masih kecil dan sekarang aku sudah bisa bermain pedang walaupun belum terlalu mahir seperti mu " jawab Jiang Nana jujur karena saat dirinya melihat Xie Yuan dia merasa teknik berpedang masih jauh dari kata sempurna.


" Itu bukan masalah kau belum terlalu mahir tapi teknik tarian Dewi perang sebenarnya teknik yang digunakan untuk berpasangan maka kekuatannya akan jauh lebih mengerikan, selain itu juga kamu masih banyak melakukan kesalahan dalam menggunakan teknik pedang sehingga konsumsi Qi yang digunakan terlalu banyak " jawab Xie Yuan menjelaskan kenapa teknik Jiang Nana tidak terlalu efektif.


" Kalau kau sudah selesai makannya mari kita berlatih bersama diluar " ucap Xie Yuan yang sudah menyelesaikan makannya.


Jiang Nana yang diajak berlatih bersama oleh Xie Yuan pun sangat bersemangat karena memang dirinya yang sangat suka berlatih.


Diluar gua Xie Yuan menyuruh Jiang Nana mempraktekkan teknik pedang tarian Dewi.


Jiang Nana yang diperintah oleh Xie Yuan pun menurut dan mempraktekkan teknik pedangnya, terlihat keindahan dari teknik pedang Jiang Nana tapi di setiap gerakan mengeluarkan kekuatan yang kuat.


" Bagaimana teknik pedangku? " tanya Jiang Nana kepada Xie Yuan walaupun dirinya tak tau apa Xie Yuan tau tentang teknik Dewi perang tapi melihat dari teknik pedang Xie Yuan dia yakin Xie Yuan setidaknya bisa memberinya saran yang bagus.


" Coba kau perhatikan ku " ucap Xie Yuan sambil mengeluarkan pedangnya bersiap mempraktekkan teknik pedang dewa perang.


Terlihat Xie Yuan yang menari dengan pedangnya, kecepatan, dan kekuatan dari setiap gerakan Xie Yuan yang terlihat mengerikan.


Jiang Nana yang melihat Xie Yuan mempraktekkan teknik pedang dewa perang pun terkejut, karena dirinya dulu pernah melihat kakeknya mempraktekkan teknik tersebut tapi dia melihat teknik pedang Xie Yuan lebih sempurna daripada kakeknya.


" Teknik itu... aku tak menyangka ternyata dia bisa mempraktekkan teknik pedang dewa, bahkan lebih sempurna daripada kakek " ucap Jiang Nana yang terkejut melihat Xie Yuan.


" Bagaimana apa kau sudah melihatnya? " tanya Xie Yuan.

__ADS_1


" Bagaimana mungkin kau bisa menguasai teknik pedang tersebut? " tanya Jiang Nana terkejut.


" Aku pernah membacanya " jawab Xie Yuan.


Xie Yuan pun mulai menjelaskan tentang teknik pedang Dewa,Dewi perang kepada Jiang Nana.


Setelah menjelaskan semuanya Xie Yuan pun menyuruh Jiang Nana mempraktekkannya lagi, tapi sekarang dengan berpasangan bersama Xie Yuan.


" Sekarang ayo kita coba berpasangan, maka kamu akan melihat kekuatan sesungguhnya " ucap Xie Yuan kepada Jiang Nana.


Mereka Berdua mempraktekkan teknik pedang Dewa dan Dewi perang bersama, terlihat jelas keindahan dari teknik tersebut dan kekuatannya yang dihasilkan jauh lebih kuat dibandingkan saat digunakan sendirian.


Xi Yue yang sudah selesai melakukan Kultivasi pun keluar dari dalam gua karena mendengar ledakan-ledakan dari luar gua.


Xi Yue yang masih terkejut dengan apa yang dilihatnya dimana keindahan dari teknik pedang Dewa dan Dewi perang dari Xie Yuan dan Jiang Nana.


Setelah selesai mempraktekkan teknik pedang Dewa dan Dewi perang secara bersamaan, Jiang Nana benar-benar tidak menyangka kekuatan yang dihasilkan dari teknik tersebut benar-benar mengerikan.


" Aku tidak menyangka teknik ini benar-benar semengerikan ini " ucap Jiang Nana yang masih terkejut.


" Itu lah kenapa tadi aku menyebut teknik ini lebih baik dilakukan secara berpasangan apalagi sekarang kau jauh lebih mahir daripada tadi, selain itu juga teknik ini akan semakin mengerikan jika digunakan oleh orang dengan Kultivasi yang tinggi" ucap Xie Yuan menjelaskan kepada Jiang Nana.


Mereka berdua akhirnya menyudahi latihan mereka saat melihat Xi Yue yang sudah menyelesaikan Kultivasinya.


" Kau sudah menyelesaikan Kultivasi mu ternyata? " tanya Xie Yuan sambil berjalan kearah Xi Yue.


" Ya aku baru saja menyelesaikan Kultivasi ku kak dan aku mendengar ledakan dari luar gua makanya aku langsung pergi mengeceknya, ternyata kalian berdua sedang berlatih bersama, tapi kenapa aku tidak diajak kak " jawab Xi Yue kepada Xie Yuan dengan wajah yang seperti orang marah yang membuatnya terlihat semakin menggemaskan.


" Aku tadi hanya mengoreksi beberapa teknik pedang dari Jiang Nana agar lebih kuat lagi, tadi juga kau masih melakukan Kultivasi mu jadi aku tidak ingin mengganggu mu " jawab Xie Yuan yang mengerti bahwa gadis didepannya seperti cemburu karena tidak diajak latihan bersama.


" Oh.. ya sudah " jawab Xi Yue jutek.


" Lebih baik kita bersiap-siap untuk pulang sekarang, karena kita juga sudah cukup lama berada di hutan ini " ucap Xie Yuan mengalihkan topik pembicaraan.


" Tapi kak, kita kan belum menemukan bunga lilin bintang? " jawab Xi Yue.


" Kalau untuk itu aku sudah mendapatkannya tadi waktu kalian sedang berkultivasi " jawab Xie Yuan menjelaskan bahwa dirinya sudah mendapatkan bunga lilin bintang waktu mereka berdua sedang berkultivasi.


" Ya sudah kalau begitu, kita jadi sekarang sudah bisa pulang " ucap Xi Yue senang.


" Kau lebih baik makan terlebih dahulu, karena kami berdua tadi sudah makan, disana tadi aku masih menyisakan 1 ekor kelinci untuk mu, setelah baru kita pulang " ucap Xie Yuan kepada Xi Yue.


Mereka bertiga pun bersiap-siap untuk kembali ke kota Nova, dan tidak lupa Xi Yue juga menghabiskan kelinci yang dimasak oleh Xie Yuan dengan lahap.

__ADS_1


__ADS_2