
Kini pertarungan di atas arena semakin sengit dimana Yu Jing yang telah menggenggam pedang api ditangannya dan terbang dengan sayap dipunggung nya.
Disisi lain Lou Tu tampak sangat kuat dimana dirinya yang kini telah berdiri diatas air dengan pedang ditangannya.
" Aku tidak menyangka ternyata kau begitu kuat " ucap Lou Tu yang kini benar-benar akan serius melawan Yu Jing.
" Hahaha... Aku juga tidak menyangka ada yang mampu bertahan dari api milikku " balas Yu Jing dingin.
Mendengar balasan dari Yu Jing yang tidak mengenakan membuat Lou Tu langsung menyerang.
" Tebasan pedang air " ucap Lou Tu yang langsung melompat dari atas air yang dia naiki dan langsung menerjang ke arah Yu Jing.
Melihat serangan dari Lou Tu mengarah kepadanya, membuat Yu Jing langsung bersiap.
" Api Phoenix penghancur " ucap Yu Jing yang juga menerjang ke arah Lou Tu.
Para penonton yang melihat pertarungan mereka berdua dibuat benar-benar serius karena baru pertama kalinya disini mereka melihat pertarungan yang menarik seperti ini.
Boom...
Ledakan keras terjadi saat dua kekuatan besar bertabrakan.
Kini arena benar-benar dipenuhi asap akibat ledakan dari serangan mereka berdua.
Di dalam asap pedang mereka berdua saling beradu dan tertahan.
" Apa yang sedang terjadi, aku tidak bisa melihat apapun " ucap salah satu penonton yang melihat kalau arena pertarungan kini benar-benar tertutup oleh asap.
Saat pedang mereka berdua saling beradu Yu Jing masih menyempatkan untuk melakukan sebuah pukulan yang membuat jarak antara mereka berdua jadi semakin renggang.
Kini Yu Jing dengan sayapnya langsung terbang tinggi untuk keluar dari kepulan asap yang memenuhi arena.
Lou Tu yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan mendadak dari Yu Jing pun dibuat marah.
Kini dirinya langsung melesat keatas sejajar dengan Yu Jing.
" Lihat keatas sana " ucap salah satu penonton yang sadar kalau mereka berdua kini telah keluar dari kepulan asap.
" Hahaha... Aku tidak menyangka kau benar-benar mampu melukaiku "
__ADS_1
" Kalau begitu baiklah aku akan menunjukkan kekuatan ku yang sesungguhnya " ucap Lou Tu sambil menggenggam erat pedang ditangannya.
" Angin dan badai akan menjadi penghancur dan aku lah yang menguasai nya "
" Pedang badai " ucap Lou Tu yang menggunakan teknik terkuatnya.
Kini cuaca disekitar arena terlihat semakin buruk, langit berubah menjadi gelap, angin mulai bertiup kencang, udara dingin mulai terasa.
Kini tubuh Lou Tu benar-benar telah dikelilingi angin yang sangat besar dan berkekuatan tinggi.
Yu Jing yang merasakan kalau teknik dari Lou Tu berbahaya pun mulai bersiap-siap.
Dirinya tidak bersiap untuk menahan serangan nya melainkan melawa serangannya.
" Tusukan Phoenix " ucap Yu Jing yang langsung melesat dengan pedang ditangannya kearah Lou Tu yang kini telah berada di tengah-tengah badai.
" apa yang dipikirkan anak itu " gumam Xie Yuan yang terkejut saat melihat Yu Jing yang berniat melawan teknik Lou Tu.
Boom....
Ledakan keras benar-benar terjadi lagi dan kini kondisinya jauh berbeda dimana Yu Jing yang terlempar jauh dan jatuh keatas arena.
Berbanding terbalik dengan Yu Jing, Lou Tu kini masih berdiri kokoh ditengah badai yang melindungi tubuhnya.
" Yang lemah tetap akan lemah "
" Yang kalah tetap akan kalah "
" Dan yang pecundang tetaplah seorang pecundang " ucap Lou Tu keras saat melihat tubuh Yu Jing yang jatuh ke atas arena.
" Kau lihat bagaimana Lou Tu yang sangat kuat dan mampu menjatuhkan Yu Jing " ucap kaisar matahari dengan sombongnya.
" Tapi aku masih binggung kenapa Yu Jing memilih untuk menyerang Lou Tu, kenapa dirinya tidak bertahan saja " ucap kaisar bintang yang masih binggung dengan apa yang dipikirkan oleh Yu Jing.
" Itulah perbedaan antara orang berpengalaman dan tidak " balas kaisar matahari mencibir.
" Aku yakin dia pasti memiliki caranya sendiri" balas kaisar bulan yang yakin dengan cucunya walaupun dirinya tidak tau apa yang sedang dipikirkan oleh cucunya itu.
Kini wasit yang akan datang ke arah Yu Jing tapi Yu Jing memberikan kode bahwa dirinya masih mampu untuk bertarung.
__ADS_1
Kini Yu Jing mulai berdiri sedikit demi sedikit walaupun tenaganya sudah banyak yang terkuras.
" Hufh..." Yu Jing yang berdiri dan mulai mengatur nafasnya kembali.
" Apa kau yakin kalau kau sudah menang? " ucap Yu Jing yang mengejutkan semua orang.
Ting...
Yu Jing kini menjentikkan jarinya dan..
Boom...
Brugh...
Tubuh Lou Tu tiba-tiba jatuh ke atas tanah dan langsung tidak sadarkan diri.
Hal itu jelas membuat seluruh arena pertarungan langsung riuh dan terkejut dengan apa yang terjadi.
" Apa yang terjadi " ucap penonton yang terkejut saat melihat Lou Tu terjatuh begitu saja.
Tak beda dengan para penonton para kaisar yang melihat itu semua jelas saja terkejut karena mereka tidak tau apa yang terjadi di atas arena.
" Apa yang terjadi dengan Lou Tu, kenapa dia jatuh keatas tanah begitu saja "
" apakah mungkin dia kehabisan Qi nya " ucap kaisar cahaya yang dari tadi diam menikmati pertarungan.
" Itu tidak mungkin, aku yakin Lou Tu tidak selemah itu " ucap kaisar matahari yang juga terkejut saat melihat Lou Tu yang jatuh, karena dirinya yakin sekali kalau Lou Tu tidak mungkin kehabisan Qi hanya Karena pertarungan seperti itu saja.
" Kaisar bulan apa kau tau apa yang terjadi " tanya kaisar bintang tiba-tiba.
" Aku juga tidak tau apa yang terjadi mungkin hanya Yu Jing sendiri yang tau " balas kaisar bulan yang masih berpikir.
Disisi lain kini wasit memeriksa keadaan Lou Tu dan Lou Tu benar-benar tidak sadarkan diri bahkan dirinya juga terluka sebab terjatuh dari ketinggian yang cukup tinggi.
" Dikarenakan Lou Tu tidak bisa melanjutkan pertandingan kembali, maka dengan ini Yu Jing dinyatakan menang " ucap wasit setelah memeriksa keadaan Lou Tu.
Mendengar perkataan wasit Yu Jing pun tersenyum bahagia dan mengarahkan tangannya kearah Lou Tu yang tidak sadarkan diri.
Dan setelah itu dirinya langsung meninggalkan arena begitu saja.
__ADS_1
Disisi lain masih banyak orang yang penasaran dengan apa yang terjadi sehingga mereka tidak memperhatikan Yu Jing yang telah meninggalkan arena pertarungan.
" Dikarenakan arena yang telah rusak, maka pertandingan selanjutnya akan kami undur selama satu jam untuk membereskan semua kekacauan ini " ucap wasit tersebut memberikan pengumuman.