Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
12. Zhi Long Yang Penasaran


__ADS_3

Di Puncak Gunung Tinghua, Di dalam gua.


Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya Zhi Long telah memahami Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa, dia bersusah payah berlatih Teknik itu.


Selama beberapa hari terakhir, di dalam alam bawah sadar nya dia terus terusan mengulangi Teknik Pertama itu dengan memutar dan melambatkan rekaman yang dia rekam di Kera Salju, Qi Jiwa miliknya.


Kera Salju terus mengulangi gerakan itu, hingga Zhi Long menguasai Teknik nya. Dia sangat gigih untuk belajar memahami Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa, dengan memegangi Tongkat Pilar Besi nya dia melakukan gerakan yang sama dengan Kera Salju di hadapannya.


Jika Zhi Long memegang Tongkat Pilar Besi, Kera Salju itu memegang Tongkat Sakti Emas peninggalan Kaisar Zhi Qiang, Teknik yang di keluarkan olehnya juga menghasilkan hantaman yang besar.


Kembali pada saat ini.


Zhi Long yang telah memahami Teknik Pertama nya bahkan telah menguasai nya, dia mulai membuka matanya dengan tenang.


Karena selama ini tak ada yang mengganggunya, Shi Liang juga sedang berkultivasi di tempat lain, jadi Gua tempat Zhi Long berlatih seorang diri memang sepi tanpa ada seorangpun di sana hanya dirinya yang di temani sepinya Gua itu.


"Akhirnya aku berhasil memahami Teknik Pertama, karena di sini sangat sepi dan dingin aku terlalu bosan dengan tempat seperti ini, jadi aku mempercepat pemahaman ku tentang Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa saat itu". Zhi Long merasa frustasi karena kesepian di dalam Gua ini.


"Yah, untungnya aku sudah memahami seluruh nya dari Teknik Pertama ini, aku harus keluar dari sini karena bosan sekali tak mengobrol dengan seseorang". Zhi Long merasa bosan dan akhirnya dia berdiri beranjak pergi dari dalam gua ke luar.


"Kemana Shi Liang? Kenapa dia tak di sini? Biasanya dia menunggu ku di sini, kemarin juga di sini". Baru saja keluar dari Gua, Zhi Long tak melihat kehadiran Shi Liang di sekitar, padahal kemarin dia berkultivasi di mulut gua.


"Ya sudah, mungkin dia sedang sibuk. Aku ke Senior Zuan dulu, untuk melaporkan hasil latihan ku saat ini". Zhi Long tak banyak pikir lagi, karena dia merasa sudah terlalu lama di dalam Gunung Tinghua.


Zhi Long melangkahkan kakinya ke arah wilayah kekuasaan Zuan, yang saat ini terlihat Kera Salju yang menjulang ke atas setinggi 10 meter, itu adalah Zuan.


"Senior, Zhi Long di sini...". Zhi Long menyapa Senior Zuan dengan sopan.


"Nak, kenapa kau ke sini? Bukannya kemarin kau ku suruh untuk berlatih Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa?". Senior Zuan terkejut melihat Zhi Long yang keluar terlalu cepat.


"Senior, aku sudah memahami seluruh Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa". Jawab Zhi Long dengan santai.


"Haaaah!? Apaaa!?? Sudah memahami? Baru 15 hari lalu loh, apa kau bercanda?". Senior Zuan mengerutkan dahinya karena tak percaya apa yang di bilang Zhi Long, dia tau saat pertama kali mempelajari Teknik ini. Walau Teknik Pertama nya saja, itu memakan waktu satu bulan penuh namun Zhi Long hanya dalam waktu singkat yaitu 15 hari saja, itu setengah bulan dari seharusnya.


"Senior, aku tak pernah berbohong jika ini tentang latihan. Karena aku selalu jujur pada siapapun, kecuali di saat yang tak menentukan". Jawaban Zhi Long membuat Senior Zuan membelalakkan matanya karena terlalu percaya diri.


"Aku tak percaya dengan itu, jika kau sudah memahaminya. Perlihatkan lah padaku, apa yang kau pahami pada Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa". Senior Zuan mengatakan, agar Zhi Long menunjukan Teknik yang di pelajari nya saat latihan kemarin.


"Baik lah Senior, mungkin aku kurang jeli dari Senior yang sudah sempurna. Tapi jika ada kesalahan, Senior harap koreksi kesalahan Junior". Zhi Long mulai mempraktekkan Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa, dia juga memohon agar Senior Zuan mengoreksinya jika ada kesalahan.


Zhi Long mengeluarkan Qi Jiwanya yang berbentuk Tongkat terbuat dari Pilar Besi, itu adalah Pilar Besi nya yang di ubah menjadi Tongkat Pilar Besi.


Dia memulai gerakan nya, "Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa dengan nama Teknik Tongkat Awal Kehancuran!!".


Zhi Long mengeluarkan aura menekannya dan itu tanpa Tenaga Dalamnya, dia mengayunkan Tongkatnya ke depan dan ke samping lalu memutar menusuk ke depan dengan sangat cepat, itu adalah Teknik Dasar 12 Tongkat Penghancur dari Teknik Dasar Pertama, Kedua dan Ketiga nya.


Dampak dari serangan itu sangat besar, terlihat tanah yang di tutupi salju putih terbelah dengan memanjang lurus ke depan sejauh 7 meter, tak hanya itu saja namun juga pohon di sekitarnya tumbang seperti di tebas oleh angin besar yang menyertainya.


"Duwarrr....". Setelah itu, dengan tusukan di akhir Teknik itu, tercipta cahaya yang menusuk ke depan sejauh 7 meter.


Kabut asap putih di sekitar salju mulai menutupi pandangan, raut wajah Senior Zuan menjadi pucat karena kaget dengan hal di depannya.

__ADS_1


"Bagaimana senior??". Setelah kabut putih yang menutupi area sekitar menghilang, terlihat pria tampan di baliknya, itu adalah Zhi Long dengan wajah riang dan sombongnya.


"Kau.... Bagaimana bisa????". Senior Zuan mempunyai ekspresi terkejut yang tak terkira, bagaimana tidak? Dia bahkan butuh satu bulan penuh untuk mempelajari Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa, namun seorang Junior di depannya hanya butuh setengah bulan saja untuk menyempurnakan Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa.


"Bisa dong, kan aku Zhi Long. Hahaha...". Canda Zhi Long yang tertawa melihat ekspresi wajah Senior Zuan yang terkejut terhadapnya.


"Ah iya, aku lupa. Kau kan...". Sambil menepuk jidatnya dia lupa bahwa... Lalu dia terdiam karena sesuatu rahasia yang harus dia jaga.


"Senior, dari kemarin kau selalu bertele tele saat mengobrol denganku seperti tadi, sebenarnya ada apa denganku?". Zhi Long yang tau Senior Zuan selalu menyimpan rahasia di belakangnya mulai mencurigai nya.


"Belum saat nya kau tau nak, lagian dia sudah membantu mu untuk mengingatnya, tapi itu tak bersifat langsung itu hanya sedikit demi sedikit kau akan ingat sesuatu itu!!". Jawab Senior Zuan dengan penuh teka teki yang sulit di pikirkan Zhi Long.


"Ah sudahlah, sekarang kau sudah memahami dan bahkan menyempurnakan Teknik Pertama dari Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?". Lanjut Senior Zuan dan bertanya pada Zhi Long.


"Aku akan kembali ke Perguruan Xinghou, mungkin saat ini ada yang mengkhawatirkanku". Jawab Zhi Long dengan pasti.


"Kau ingin kembali yah, bagus lah nak. Tempatmu juga bukan di sini, mungkin di sini juga tak aman jadi kau harus cepat cepat pergi dari sini". Senior Zuan yang khawatir akan keselamatan Zhi Long saat ini.


"Baiklah Senior, tapi sebelum itu... Dimana Shi Liang berada?". Zhi Long yang daritadi penasaran tentang lokasi Shi Liang akhirnya bertanya.


"Dia baik baik saja, ku suruh dirinya untuk berkultivasi di suatu tempat, kau tunggulah di sini. Mungkin sebentar lagi dia akan ke sini". Jawab Senior Zuan, setelah itu dia kembali mengawasi area wilayah kekuasaan nya dengan tegak.


Zhi Long juga menunggu di sebelahnya dengan tenang, mereka berdua di hujani salju yang turun dengan lambat. Itu adalah pemandangan yang menakjubkan, sangat indah.


Di sisi lain, Tempat Shi Liang berada.


Terlihat dia sedang berkultivasi dengan tenang di tempat yang damai, dia sangat percaya diri untuk menerobos ke tingkat selanjutnya.


Sebelumnya, dia di suruh Senior Zuan untuk berkultivasi agar dia menjadi lebih kuat dari sebelumnya, dia mempunyai tekad yang kuat.


Terlihat ketika dia membuka kelopak matanya, kedua matanya berwarna merah darah seutuhnya, dia seperti Iblis yang sesungguhnya.


Dengan aura yang dahsyat mengelilingi tubuhnya, akhirnya dia menerobos tingkat berikutnya.


Dari Pesawat Tengah Tingkat 2 puncak jadi Pesawat Tengah Tingkat 3 awal, sungguh bakat muda yang langka.


"Kekuatan ini.....". Shi Liang di kagetkan dengan kekuatannya yang dahsyat.


Dia terkejut karena menerobos Tingkat selanjutnya dengan cepat, dia mulai mengingat masa di saat dia pertama kali melakukan perjalanan dari kaki Gunung Tinghua hingga saat ini, dia telah berada di Puncak Gunung Tinghua.


"Aku tak percaya, ini diriku yang sesungguhnya!". Shi Liang tak percaya diri pada dirinya, karena di kaki Gunung Tinghua dulu dia berada di Pesawat Awal Tingkat 7 dan sekarang telah berada di Pesawat Tengah Tingkat 3 menerobos 5 Tingkatan dalam belum genap tiga bulan, itu sangat singkat.


Urutan Tingkatan di Kultivasi sendiri meliputi Alam Bawah, Alam Menengah dan Alam Akhir. Alam Bawah sendiri ada Pesawat Awal, Pesawat Tengah dan Pesawat Akhir dengan Tingkatan 1 sampai 9. Sisanya akan Author rahasiakan, biar kalian penasaran 😝.


"Ah sudahlah, aku tak mempedulikan masalah ini seluruhnya. Ini hanya terobosan dalam Tingkatan, lebih baik aku menemui Senior Zuan sekarang. Mungkin Zhi Long juga sudah di sana menungguku, aku tak punya banyak waktu lagi". Shi Liang sangat tenang saat ini, karena jika setiap kali seseorang naik Tingkatan dia akan menjadi lebih tenang setiap waktunya, dia juga mengingat kalau ini sudah 2 bulan setengah lebih mereka di Puncak Gunung Tinghua tanpa memberitahu Perguruan Xinghou.


Shi Liang mulai berdiri dan beranjak pergi dari tempat dia berlatih diri, dia menuju ke wilayah kekuasaan Zuan.


Saat ini di wilayah kekuasaan Zuan, ada sosok yang berdiri tegak setinggi 10 meter dan di sebelahnya ada sosok pria dengan wajah yang tampan menemani nya dia sangat malas saat ini, mereka adalah Senior Zuan dan Zhi Long.


"Senior, Shi Liang di sini...". Shi Liang yang sudah datang, segera menyapa Senior Zuan dengan penuh sopan santun.

__ADS_1


Dengan anggukan, Senior Zuan mengakui kehadiran Shi Liang. "Kau sudah menyelesaikan kultivasi mu, nak?". Tanya Senior Zuan pada Shi Liang.


"Aku sudah berkultivasi dan menerobos tingkatan, Senior...". Jawab Shi Liang dengan tersenyum cerah.


"Bagus lah nak, sekarang kau sudah berada di Pesawat Tengah Tingkat 3. Tidak seperti orang malas yang tiduran di sini!". Kata Senior Zuan dengan senyum di wajahnya, lalu mulai melotot pada sosok tampan di sebelahnya yang tidur tiduran dengan malas.


Zhi Long yang mendengar itu langsung bangun dari tidur malasnya dan membalas perkataan Senior Zuan, "Senior, aku bosan menunggunya datang. Karena itu aku tidur untuk menjaga kesehatanku, bukan kah Senior yang menyuruhku untuk menunggu nya di sini?". Zhi Long menunjuk Shi Liang dengan nada mengadu.


Shi Liang yang dari tadi diam hanya melotot kan matanya melihat tingkah Zhi Long yang sepertinya tak berubah, masih tak tau malu dan kekanakan.


"Dasar kau.... Memang benar kau mirip dengannya, sungguh kebetulan yang memang kebetulan". Senior Zuan merasa dia pernah mengalami kejadian ini sebelumnya, karena itu dia bernostalgia.


"Aku mirip siapa? Senior...". Tanya Zhi Long dengan nada penasaran mendalam.


"Kau mirip dengan orang yang tak tau malu, dia adalah temanku yang dulu pernah bersamaku beberapa waktu". Jawab Senior Zuan kepada Zhi Long, dengan nada rendah.


"Senior, kau sungguh banyak teman yah. Apa kau sudah punya Istri dan anak?". Tanya Zhi Long dengan penasaran kembali.


"Aku dahulu pernah bersumpah pada suatu hal tentang itu, aku tak akan menikah dengan siapapun". Dengan itu, Zhi Long mulai merasa kasihan pada Senior Zuan.


"Tapi tak apa nak, aku punya anak angkat di suatu tempat di Bumi ini. Dia sangat berbakat sepertimu, mungkin usianya juga sama sepertimu saat ini". Lanjut Senior Zuan dengan senyum ramahnya pada Zhi Long.


"Senior, kuharap aku bisa bertemu dengan nya suatu hari nanti". Kata Zhi Long penuh harap.


"Jika kau bertemu dengannya, aku takut kau akan langsung jatuh cinta padanya di pandangan pertama". Senior Zuan berkata dengan nada bercanda dan yakin.


"Senior... Apakah anak angkatmu itu perempuan yang cantik?". Tanya Zhi Long dengan penasaran sekali.


"Dasar kau memang tak tau malu!! Sudah cukup basa basi nya, maaf nak aku menghiraukan mu". Jawab Senior Zuan dengan nada marah yang bercanda, lalu dia menatap Shi Liang yang daritadi diam tak berkata apa apa.


"Senior tak perlu sungkan, aku sudah terbiasa dengan sifat Zhi Long yang seperti itu". Kata Shi Liang dengan senyum lembut pada Senior Zuan.


"Hahaha... kau sungguh baik hati, tak mengherankan kau yang terpilih untuk sesuatu itu". Senior Zuan lagi lagi berkata dengan teka teki bersama Shi Liang yang Zhi Long pun tak tau itu apa.


"Kalian berdua, apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku?". Zhi Long akhirnya menyuarakan kecurigaannya terhadap mereka berdua.


"Ah, kami tak menyembunyikan apapun darimu". Jawab Senior Zuan.


Zhi Long masih tak percaya, lalu dia menatap Shi Liang dengan penuh penindasan. "Apa itu, Shi Liang?". Zhi Long mulai marah dengan keadaan itu, dia bertanya pada Shi Liang dengan nada marah.


"Hmm.... apa yah?? Senior, apa kita bicara tentangnya?". Bukannya menjawab, Shi Liang malah bertanya pada Senior Zuan.


"Apa kita perlu membicarakan orang yang tak tau malu sepertinya?? Kurasa itu tak ada manfaatnya...". Jawab Senior Zuan dengan nada bercanda dan agak malas.


"Kalian berdua.....!!!". Zhi Long mulai marah dengan pipi nya yang memerah karena malu, dia seperti di Bully oleh mereka berdua namun dalam sikap bercanda.


"Hahahaha.....". Senior Zuan dan Shi Liang tertawa sekencang kencangnya melihat ekspresi Zhi Long yang memerah pipinya karena malu.


~


Besok Tanggal 30 Maret 2020, Author Update 8 chapter agar genap 20 chapter. Kalian yang penasaran, sabar yah. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁

__ADS_1


~


**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁


__ADS_2