
Lapangan Utama, Area Ruang Medis.
Qiao Ning masih di rawat di ruangan medis, dia di temani ayahnya Qiao Wu serta Zhi Long, Zhi Gao dan Shi Liang.
Tetua Ye dan Zu Bing pergi untuk menyapa Penguasa Kota, ayah Zu Bing yaitu Zu Tian. Tetua Ye sudah bilang pada Zhi Long sebelumnya, untuk kembali ke kediamannya saat pulang nanti.
Ruangan Qiao Ning cukup luas untuk di tempati, maka dari itu mereka berempat masuk ke dalam, Qiao Ning juga sudah di perbolehkan untuk di jenguk.
Sebelumnya dia belum bisa di jenguk karena luka yang di dapat cukup parah juga, tapi anehnya para medis menemukan bahwa lukanya sembuh sendiri secara berkala.
Para medis yang sebelumnya melihat Qi Jiwa Qiao Ning saat bertarung akhirnya mengerti, itu adalah tenaga dalam milik Burung Phoenix yang bisa menyembuhkan pemiliknya.
Mereka akhirnya meninggalkan Qiao Ning karena bisa di bilang sudah sembuh, hanya menunggu beberapa waktu saja, dia akan sembuh dengan sendirinya.
"Ning'er, bagaimana kondisimu nak??". Qiao Wu datang dengan air mata yang deras di pipinya, dia sangat mengkhawatirkan putri kesayangannya.
"Ayah, aku tidak apa apa. Kau lihat sendiri kan? Medis tadi berkata bahwa aku akan sembuh dengan sendirinya nanti, jangan khawatir ayah...". Qiao Ning tak bisa melihat ayahnya terus menangisinya, jadi dia berbicara dengan senyum hangat menyertainya agar ayahnya tetap tenang.
"Wu, sudahlah. Lihat putrimu baik baik saja, Qi Jiwa nya juga mendukungnya untuk kesembuhannya, dia pasti akan sembuh nanti siang". Zhi Gao yang berada di samping Qiao Wu menenangkan nya, sahabatnya memang selalu berlebihan jika berhubungan dengan anaknya.
"Ah, apa yang kulakukan ini? Aku terlalu berlebihan, anakku istirahatlah. Ayah akan keluar sebentar, ayah ada keperluan mendadak". Qiao Wu tersadar dirinya berlebihan mengkhawatirkan anaknya, sampai anaknya sendiri juga kaget.
"Ayah mau kemana?". Tanya Qiao Ning.
"Wu, aku tau kau akan pergi kemana. Tapi ingatlah anakmu bertarung dengan sekuat tenaganya, dia sudah memberi pelajaran pada anak itu". Zhi Gao memperhatikan tingkah laku Qiao Wu yang aneh, dia pastinya akan balas dendam pada Jin Yang, Zhi Gao harus berusaha menenangkan Qiao Wu sekali lagi.
"Paman tenang saja, aku akan membalas semua perbuatan kelompok itu!!". Zhi Long dari belakang mereka angkat bicara.
"Baiklah, Paman percayakan padamu". Qiao Wu akhirnya mengajak Zhi Gao untuk keluar mencari angin segar, mereka adalah sahabat karib jadi selalu bersama sebelumnya.
Sekarang di ruangan medis itu hanya tersisa Qiao Ning, Zhi Long dan Shi Liang. Si Hitam juga berjaga di luar ruangan medis, secara fisik ruangan medis itu terlihat seperti tenda dadakan yang di buat.
"Ah, apa aku mengganggu? Sebaiknya aku keluar, mencari makanan". Shi Liang tiba tiba berbicara, saat suasana jadi hening beberapa saat ketika dua orang tua itu pergi.
"Shi Liang, tetap di sini!!". Zhi Long memelototi Shi Liang yang berbicara ngawur.
"Ckckck....". Qiao Ning tertawa ringan sambil tangannya menutupi mulutnya, Zhi Long menjadi tenang dan tersenyum ramah, akhirnya Qiao Ning bisa tertawa juga.
"Qiao Ning, apa kau benar benar tak apa dengan lukamu?". Tanya Zhi Long, dia masih merasa khawatir.
"Kan sudah kubilang tadi, aku tak apa. Luka ku benar benar sebentar lagi akan sembuh, siang nanti paling bakal sembuh". Jawab Qiao Ning dengan senyum ramah pada Zhi Long.
"Baiklah, aku percaya padamu". Kata Zhi Long.
Mereka akhirnya berbincang panjang lebar, Qiao Ning juga gembira karena telah bertemu Zhi Long dan dia baik baik saja, Qiao Ning sempat berpikir bahwa dirinya tak akan bertemu Zhi Long lagi.
__ADS_1
Zhi Long juga memberitahu kan perjalanannya pada Qiao Ning, tapi masalah harta warisan, teknik, jurus, Qi Jiwa dan Zuan dia rahasiakan untuk menjaga identitasnya tetap aman.
~
Di Panggung Utama, Lapangan Utama.
Para tetua, Penguasa Kota, Kepala Sekolah dan beberapa orang masih berada di sana. Mereka ingin menyaksikan pertandingan berikutnya, Perguruan Xinghou juga telah memberi makanan pada para tamu, Kepala Sekolah telah menyiapkan semuanya.
Semua murid dan anak dari tetua dan keluarga juga hadir di sana, mereka sedang berbincang ria.
"Ayah, Guru Ye ingin bertemu denganmu". Zu Bing datang dengan Guru Ye.
"Tetua Ye maaf merepotkan mu, seharusnya aku yang datang". Kata Zu Tian sambil memberi salam pada Tetua Ye.
"Tak apa Penguasa Kota, kita kan sudah menjadi saudara". Jawab Tetua Ye.
"Tetua, terima kasih telah mendidik dan membimbing Bing'er dengan baik". Zu Tian membicarakan masalah latihan Zu Bing.
"Itu tak masalah Penguasa Kota, sudah kewajiban bagiku untuk mengajarkan semua murid ku dengan baik". Jawab Tetua Ye dengan tersenyum ramah.
"Tetua, apa kau punya murid lain? Kudengar kau tak menerima murid selama ini?". Tanya Zu Tian yang penasaran.
"Aku menerima murid baru baru ini, sebelumnya dia telah menolong Bing'er di tengah hutan, jadi aku menerimanya sebagai murid ku". Jawab Tetua Ye dengan mengingat Zhi Long.
"Begitu ya, lalu siapa dia?". Tanya Zu Tian lagi.
"Membuat Bing'er tertawa? Bing'er, apa kau suka dengan pemuda itu?". Zu Tian melihat anaknya yang menunduk malu, dia bertanya pada anaknya.
"Ayah, saat dia menolongku. Aku sudah jatuh hati padanya, saat dia melihatku aku merasa malu menatapnya, saat dia di dekatku aku merasa jantungku berdetak dengan kencang, aku tak mengerti apa yang harus kulakukan saat ini". Zu Bing berbicara banyak jika mengaitkan Zhi Long di dalamnya.
Zu Tian sang ayah melihat anaknya dengan mata lebarnya, dia terkejut karena selama ini anaknya tak pernah berbicara panjang lebar dan bertingkah seperti ini.
"Haaaah... Kau telah jatuh terlalu dalam nak, siapa bocah yang berani mengambil hatimu?". Zu Tian memijat keningnya sendiri dia bingung apa yang membuat anaknya jadi seperti ini, jadi dia bertanya identitas anak ini.
"Ayah, dia adalah.....". Belum sempat Zu Bing mengatakan sesuatu, Tetua Ye memotong pembicaraannya.
"Jangan sekarang Bing'er, dia masih belum tumbuh. Penguasa Kota, sudah kubilang tadi aku merahasiakannya saat ini". Tetua Ye bicara pada Zu Bing lalu pada Zu Tian juga.
"Baiklah aku akan menuruti kata anakku, masalah bisnis aku akan pikirkan nanti. Tetua Ye, sekali lagi terima kasih sudah menjaga anakku dengan baik". Zu Tian sebagai ayah yang baik memang tak bisa melawan perkataan anaknya, dia selalu menuruti kata anaknya.
Mereka bertiga akhirnya berbicara satu sama lain dengan membicarakan semua tentang kejadian saat Pulau bergetar hebat sebelumnya beberapa bulan lalu, Tetua Ye juga membicarakan masalah 20 tahun lalu saat dirinya pergi ke Hutan Iblis dan bertemu dengan Kera Salju setinggi 10 meter.
~
Di area bangku penonton, masih banyak orang yang duduk di sana setelah mereka membeli beberapa makanan.
__ADS_1
Mereka memilih untuk duduk di bangku penonton karena tak ingin ketinggalan mendapatkan bangku, jadi mereka tetap di bangku penonton.
Di salah satu bangku penonton tersebut ada seorang pria paruh baya yang sekiranya berusia 40 tahun, dia memakai topi jerami dan di sebelahnya ada seorang anak yang berpenampilan menarik.
Anak tersebut yang sebelumnya bertanding di Lapangan Utama di Babak Pertama, dia tak lain adalah Du Ao.
Du Ao sebelumnya telah menerobos tingkat selanjutnya yaitu dari Pesawat Tengah Tingkat 1 jadi Tingkat 2, dia juga telah menstabilkan tenaga dalamnya saat babak pertama murid Pesawat Tengah Tingkat 2 di mulai.
Sekarang dia bertemu dengan seorang pria paruh baya yang melihatnya dari bangku penonton sebelumnya, orang tersebut juga tersenyum ramah ke arah Du Ao.
"Guru, bagaimana tadi? Apakah aku sudah bisa mempelajari 'Jurus itu'? Aku sudah kuat kan??". Tanya Du Ao pada orang tersebut yang ternyata adalah Gurunya, dia juga membicarakan soal 'Jurus itu'.
"Bocah, kau masih banyak kekurangan. Setidaknya beberapa saat lagi kau bisa mempelajari 'Jurus itu', sekarang kau harus fokus pada babak selanjutnya". Jawab Guru Du Ao.
"Baiklah Guru, aku akan berusaha lebih keras lagi. Ngomong ngomong Guru, apa pendapatmu tentang pertandingan tadi?". Du Ao mulai berbicara tentang pertandingan sebelumnya, antara Qiao Ning melawan Jin Yang.
"Gadis muda tadi terlihat sangat kuat dan mungkin lebih kuat darimu saat ini, tapi kau harus berhati hati jika nanti berhadapan dengan bocah yang tadi dekat dengan gadis muda tersebut, dia sepertinya menyimpan banyak rahasia". Guru Du Ao berkata dengan wajah yang serius, dia membicarakan bocah yang dekat dengan Qiao Ning.
"Maksudmu, anak yang memiliki wajah garang itu?". Tanya Du Ao.
"Bukan, maksudku adalah anak yang dia ikuti. Bocah dengan tampang wajah yang tampan, dia sangat misterius saat ini, berhati hati lah!!". Jawab Guru Du Ao dengan wajah yang masih terlihat serius.
"Baiklah aku akan berhati hati, jika di babak selanjutnya bertemu dengannya". Kata Du Ao dengan serius juga.
Mereka berbicara soal pertandingan yang telah terjadi sebelumnya, beberapa waktu kemudian siang pun datang, Lapangan Utama juga sudah di perbaiki.
Sekarang Lapangan Utama terlihat seperti baru dan lebih kokoh dari sebelumnya, pesan dari Kepala Sekolah pada para petugas yang memperbaiki Lapangan Utama adalah membuat Lapangan Utama menjadi kokoh, sekarang sudah lebih kokoh dan kuat.
Para penonton dan peserta murid Ujian Akhir Semester memasuki Area Lapangan Utama untuk melihat pertandingan selanjutnya yang akan di mulai, para penonton duduk di bangku penonton sedangkan para murid yang belum bertanding berada di bawah Arena Lapangan Utama.
Terlihat Zhi Long dan Shi Liang juga ada di sana, Qiao Ning juga hadir dengan tubuh yang masih belum stabil tapi dia sudah bisa bergerak sendiri.
Tetua Gu yang sudah di beri saran oleh Kepala Sekolah berjalan ke atas Panggung Utama lagi, dia akan mengumumkan sesuatu sebelum pertandingan selanjutnya di mulai.
~
**Mulai hari ini kata yang Author atur akan menjadi sedikit, yang sebelumnya 2000 kata lebih. Hari ini, Author akan meminimalkan kata yaitu dari 1000 sampai 2000 kata lebih. Jadi ada yang sedikit ada yang banyak, maaf ya dari banyak kekurangan ini. Lalu masalah terbit, Author juga akan mengubah jadwal terbitnya dari sehari satu menjadi dua hari satu, untuk beberapa saat seperti ini dahulu.
Author akan berusaha sebaik mungkin di setiap chapter nya, jadi dukung Author dengan cara Like setelah baca, klik tombol Love agar novel ini jadi favorit kamu, kritik dan saran bisa di lontarkan di kolom komentar itu bisa membuat Author berkembang di chapter selanjutnya dan Vote dengan cara Koin atau Poin untuk Author agar lebih bersemangat.
Terima Kasih telah mendukung novel ini hingga sekarang, Author minta maaf jika masih banyak kekurangan kata atau ejaan, karena memang Author dadakan buat novel ini awalnya. Jadi selow dan woles aja, kita santai hehe....😅😂😂
~
Follow IG Author yah:
__ADS_1
@bayuoryuukun**