
Di Puncak Gunung Tinghua, Area luas yang di hujani salju.
Ada sesosok Kera Salju yang sedang berdiri tegak, tubuhnya menjulang ke atas dengan tinggi sekitar 10 meter, dia sedang menjaga Puncak Gunung Tinghua.
"Tuan, Zhi Long dan Shi Liang sudah selesai berkultivasi, sekarang mereka datang kemari ingin bertemu denganmu". Seekor Macan Taring Panjang dengan tinggi 7 meter mendekati Kera Salju dan berkata.
Memang, Iblis dengan Alam Menengah di Pesawat Batin dan sudah berusia sekitar ratusan tahun, itu bisa berbicara layaknya manusia biasa.
Sama seperti Macan Taring Panjang di hadapan Sang Kera Salju, dia adalah bawahan Zuan.
"Biarkan mereka ke sini, aku juga ingin berbicara pada mereka". Zuan menyuruh Macan Taring Panjang untuk memberi izin masuk pada Zhi Long dan Shi Liang.
"Baik Tuan, akan saya laksanakan". Macan Taring Panjang keluar untuk menyambut Zhi Long dan Shi Liang, dan memberi mereka akses masuk ke wilayah Zuan.
Zhi Long dan Shi Liang di bawa ke tempat yang sebelumnya mereka di uji kekuatan maksimalnya, mereka melihat Kera Salju sedang berdiri tegak dia adalah Senior Zuan.
"Senior...". Zhi Long dan Shi Liang memberi hormat pada Senior Zuan.
"Kau pergilah, aku ingin bicara dengan mereka berdua secara pribadi". Zuan memerintahkan agar Macan Taring Panjang untuk keluar.
Setelah Macan Taring Panjang keluar dari wilayahnya, dia mengecilkan badannya. Sekarang tinggi Zuan bukan 10 meter lagi, namun 2 meter an saja.
Tetapi masih saja seperti raksasa di depan mereka berdua, Shi Liang yang tingginya hanya 170 cm hanya bisa mendongak untuk menatap Senior Zuan. Begitu juga dengan Zhi Long, bahkan dia lebih pendek dari Shi Liang, Zhi Long memiliki tinggi badan sekitar 168 cm namun wajahnya lebih tampan daripada Shi Liang.
"Ada apa kalian kemari?". Tanya Senior Zuan kepada Zhi Long dan Shi Liang.
"Senior, aku kemari untuk membicarakan tentang Qi Jiwa ku bertambah yang tadinya 5 sekarang jadi 9, lalu jurus sihirku juga banyak bertambah. Apa yang harus aku keluarkan ketika nanti di luar Gunung Tinghua?". Pertanyaan Zhi Long tentu saja tentang Qi Jiwanya dan Jurus sihirnya yang bertambah banyak.
"Apa kau sudah berlatih bela diri Teknik Dasar 12 Tongkat Penghancur?". Tanya Senior Zuan lagi.
"Ah aku lupa untuk itu senior, aku setengah bulan terakhir cuma mempelajari Jurus Sihir seperti Jurus Naga Petir dan mengamati Qi Jiwa baru ku saja, aku lupa mempelajari Jurus Tongkat itu untuk bela diri. Namun jurus itu masih ada di ingatanku saat ini". Jawab Zhi Long yang sepertinya lupa mempelajari jurus itu.
"Baiklah, sekarang kau pelajari dulu Teknik Dasar 12 Tongkat Penghancur selama seminggu penuh, nanti aku akan ajarkan sisanya". Senior Zuan melihat Zhi Long seperti melihat muridnya sendiri.
"Baik senior, sekarang aku izin undur diri untuk mempelajari Teknik Dasar 12 Tongkat Penghancur ini". Jawab Zhi Long, lalu dia pergi meninggalkan Shi Liang dan Senior Zuan.
Setelah Zhi Long sudah di luar wilayah kekuasaan Zuan, dia bertanya pada Shi Liang.
"Shi Liang, jaga dia dengan seluruh kekuatanmu. Walaupun kau harus mati untuk melindunginya, kau pasti sudah tau siapa dia sebenarnya kan?". Senior Zuan melihat Shi Liang dengan penuh perhatian.
"Senior, saya akan menjaganya sepenuh hati dan sampai ajal menjemput. Dulu memang aku tidak tau kenapa ayahku memperlakukan dia begitu lebih daripada aku, tapi sekarang setelah aku mendengar Qi Jiwa nya adalah Bumi dan Langit aku mulai sadar bahwa dia memanglah Tuan ku dari seluruh generasinya". Jawab Shi Liang dengan yakin.
"Bagus lah, kau mengerti posisimu. Ayahmu yang dari Keluarga Shi, kan?". Tanya Senior Zuan lagi.
"Iya Senior, dia yang dulu pernah bersamamu". Jawab Shi Liang menatap Senior Zuan.
"Sudah Kuduga, kau sama persis dengannya. Tapi sekarang kau belum cukup kuat untuk menggunakan jurus itu, kau sudah tau ini?". Pertanyaan Senior Zuan mengagetkan Shi Liang, dia tidak pernah menggunakan 'Jurus itu' selama ini, apalagi di depan Senior Zuan.
"Senior, bagaimana kau tau tentang Jurus itu?". Karena penasaran, Shi Liang bertanya.
"Yah, kau tau aku dan ayahmu dulu rekan seperjalanan. Jadi kami mengarungi dunia bersama Sang Kaisar sebagai pemimpinnya, jadi aku tau semua jurus tentang ayahmu". Jawab Senior Zuan dengan senyum lembut nya.
"Begitu yah, Senior apa kau akan ikut dengan kami setelah ini? Kau bisa menemui ayah". Tanya Shi Liang dengan antusias.
__ADS_1
"Maaf nak, aku sudah berjanji pada Kaisar Zhi Qiang untuk menjaga Puncak Gunung Tinghua ini, agar tidak di ganggu kekuatan lain. Jika aku pergi, keseimbangan di Gunung Tinghua juga akan berubah, aku di sini juga untuk berpura pura menjaga Harta Warisan Sang Kaisar yang telah di ambil Zhi Long, agar tidak ada yang penasaran dengannya. Maka dari itu, kau juga harus menjadi lebih kuat". Jawab Senior Zuan dengan duka mendalam.
"Aku akan menjadi lebih kuat senior, aku berjanji!". Shi Liang bertekad akan menjaga Zhi Long dan berjanji untuk menjadi lebih kuat.
"Kau sangat bersemangat sekali nak, kemari lah akan kuberi kau sedikit hadiah kecil". Senior Zuan mengayunkan tangannya pertanda agar Shi Liang mendekat.
Shi Liang yang bingung dengan kata kata Senior Zuan itu akhirnya mendekat, dia penasaran hadiah apa yang akan Senior Zuan berikan padanya.
Senior Zuan mengangkat tangannya dengan jari telunjuk menyentuh kening Shi Liang.
Di hadapannya Shi Liang menerima sebuah hadiah yang menurutnya itu sangat besar, di benaknya dia melihat seorang pemuda dengan wajah seperti dirinya.
Pemuda tersebut berubah menjadi Iblis seutuhnya dengan tameng logam kuat yang mengitari tubuhnya, tameng itu mulai dari leher sampai alas kaki dan semua berwarna hitam pekat.
Tak hanya itu, pemuda itu juga menggunakan penutup wajah yang seperti Iblis Sejati dengan mata berwarna Merah Darah dan di atasnya terdapat dua tanduk yang menjulang ke atas layaknya Iblis sungguhan.
Di belakanganya ada sepasang sayap Iblis yang membentang lebar, sayap itu di penuhi dengan paku paku yang kuat. Dari semua itu, mulai kepala sampai kaki serta sayapnya berwarna Hitam Pekat keseluruhan, kecuali matanya berwarna Merah Darah.
"Senior, ini....". Shi Liang kaget dengan adegan di dalam benaknya, itu seperti pemuda itu menguasai 'Jurus itu'.
"Yah, dia tidak lain adalah sosok Ayahmu waktu masih muda dulu. Dia sangat kuat, dengan kekuatan yang dahsyat dia selalu melindungi Sang Kaisar dari bahaya". Senior Zuan mengerti keterkejutan Shi Liang.
"Senior, aku berutang banyak padamu". Sambil menunduk, Shi Liang memberi hormat.
"Sekarang kau telah melihat Jurus itu, pelajarilah dengan baik agar kau bisa menyempurnakan nya". Senior Zuan menjelaskan pada Shi Liang.
"Baik senior, aku akan bekerja keras untuk menyempurnakannya".
"Sekarang, kau berlatihlah dengan tekun. Dan ingat! Jangan pernah menggunakan Jurus itu ketika di luar sana, kecuali dalam keadaan mendesak". Senior Zuan menyuruh Shi Liang untuk menyembunyikan Jurus itu, apapun yang terjadi.
Akhirnya Shi Liang pergi dari wilayah Zuan dan meninggalkan Zuan sendirian, dia harus melatih diri agar bisa menjadi lebih kuat.
"Kau sudah melihatnya sendiri kan, Shi Kong?". Zuan berbicara sambil melirik pohon besar di samping nya, itu sangat jauh.
Tiba tiba terlihat, sosok dengan senyum ramah ke arah Zuan, dia terlihat seperti penatua yang berumur 80 tahunan dengan jenggot putihnya.
"Zuan, kau sungguh baik sekali pada anakku. Terima kasih, telah mengajarkannya sesuatu". Jawab pria sepuh yang bernama Shi Kong ini.
Sambil berbicara, Shi Kong mendekat ke arah Zuan. Dia melayang di udara dengan tangan berada di belakangnya, dia terlihat sekuat Zuan dan mungkin lebih kuat lagi.
"Shi Kong kau seperti dulu selalu mementingkan diri sendiri, lihat anakmu itu. Dia sangat kesepian, tidak menikmati kasih sayang mu. Apa kau lebih sayang Zhi Long dari pada anakmu sendiri?". Zuan bertanya yang membuat Shi Kong bingung.
"Tentu saja aku lebih sayang anakku, namun Zhi Long adalah anak nya. Jadi aku sebagai pelayannya juga harus menjaga dia dengan baik, dari kejauhan". Jawab Shi Kong.
"Begitu yah, lalu bagaimana menurutmu tentang dia?". Tanya Zuan lagi.
"Dia sama persis seperti Tuan kita yang tak tau malu itu, dengan itu dia pasti akan seperti Tuan mendapat pasangan yang banyak. Hahaha....". Jawab Shi Kong dengan nada bercanda dan tertawa riang.
"Kau sama seperti dulu Shi Kong, suka bercanda. Memang dia seperti Tuan, bahkan Tenaga Dalam dan Qi Jiwa nya juga sama persis. Tapi apakah mereka akan mengetahui itu?". Zuan bertanya sambil melirik ke langit.
Sontak keduanya menjadi serius, karena mereka tau jika 'Mereka' mengetahui Zhi Long adalah anak Tuan mereka, pasti 'Mereka' akan membunuhnya cepat atau lambat.
"Maka dari itu, aku selalu mengikutinya kemana pun mereka berada, agar tak seperti Tuan kita yang sendirian dan terkepung". Jawaban Shi Kong membuat nya merasa sedih.
__ADS_1
Zuan juga merasa sedih karena tak bisa menjaga Tuannya dengan baik.
"Zuan, apa kau akan di sini selamanya?". Tanya Shi Kong.
"Iya, aku akan di sini sampai akhir hayatku. Menemani kuburan Tuan, Kenapa kau bertanya seperti itu?". Tanya nya kembali.
"Aku hanya merasa kasihan dengan semua bawahanmu yang di bantai oleh 'Mereka' dan menyisakan hanya sedikit saja". Jawab Shi Kong.
"Tak usah mengkhawatirkan bawahanku dan aku, kau khawatirkan anakmu saja yang kurang kasih sayang darimu. Hahahaha....". Jawaban Zuan membuat Shi Kong membelalakkan matanya.
"Baiklah, aku akan pulang ke rumah. Kau jaga mereka berdua, kalau bisa cari orang untuk menjaga mereka secara pribadi, karena aku juga banyak urusan di luar sana". Kata Shi Kong pada Zuan.
"Mereka sudah menjadi kuat sekarang, tinggal menunggu waktu saja mereka lepas dari pandangan kita ke dunia luar". Jawab Zuan dengan penuh rasa percaya diri.
"Oke, aku pamit dulu Zuan. Jaga kesehatanmu!". Shi Kong pun pergi dan menyisakan Zuan yang sendirian.
"Haaaah... dasar pria tua itu, selalu saja memerintah sesuatu yang tidak ada gunanya". Gumam Zuan.
Akhirnya Zuan membesarkan diri lagi ke wujud 10 meter nya, untuk menjaga Gunung Tinghua lagi.
~
Di Puncak Gunung Tinghua, Area depan mulut gua.
Terlihat Zhi Long sedang memegang tongkat panjang yang berwarna hitam pekat, itu adalah Pilar Besi yang dia ubah jadi tongkat.
Qi Jiwa nya yang berupa Pilar Besi yang besar dan menjulang tinggi ke langit di dalam alam bawah sadar nya telah di ubah jadi tongkat besi yang kuat, sama seperti Tongkat Sakti Emas itu sangat berat.
Jika Tongkat Sakti Emas beratnya hampir beberapa triliun ton, Tongkat Pilar Besi nya hanya beberapa juta ton saja.
Zhi Long bisa menggunakan keduanya dengan gampang karena itu adalah Qi Jiwanya, bahkan dia bisa mengangkat kedua tongkat bersamaan dengan satu tangan.
Sebenarnya Tongkat Pilar Besi dan Tongkat Sakti Emas bisa merubah ukuran dan beratnya, sesuai keinginan penggunanya.
Zhi Long memilih Tongkat Pilar Besi karena wujudnya yang seperti tongkat biasa, dan memiliki aura yang sama sepertinya.
Jika Zhi Long menggunakan Tongkat Sakti Emas nya itu akan membuat banyak orang tertarik pada tongkatnya bukan teknik nya, dalam dunia persilatan sebuah harta yang berharga selalu menjadi seseorang yang kuat.
Jadi orang kuat selalu seenaknya sendiri mengambil barang orang yang lemah, meski harus membunuh yang lemah. Itu sangat kejam dan keji, serta memalukan sekali.
"Huuufh... huuufh.. hufh... Melelahkan sekali berlatih Teknik Dasar 12 Tongkat Penghancur, meski satu jurus dasar saja itu susah juga. Tapi aku harus semangat! Agar bisa jadi lebih kuat". Zhi Long merasa kelelahan dengan latihannya dengan cepat dia pulih, karena bermeditasi di Puncak Gunung Tinghua sangat kaya akan Qi Alam sekitar.
Dia melanjutkan latihannya kembali, dengan mengayunkan Tongkat Pilar Besi nya dari atas ke bawah sebanyak 1000 kali, hingga menciptakan sebuah ledakan yang dahsyat dari setiap pukulan yang di pukul olehnya.
Setiap pukulan darinya, selalu mengeluarkan kekuatan yang mengerikan. Hingga pukulan ke 1000 dia seperti menebas salju dan pohon di depannya, itu sangat menakjubkan.
"Akhirnya, Teknik Pertama sudah ku kuasai. Akan kulanjutkan ke Teknik Kedua dan seterusnya, hingga 12. Aku tak bisa menunda diri, sebelumnya aku bermalas malasan. Tapi sekarang, aku harus bekerja lebih keras lagi agar bisa membuktikan diriku yang sebenarnya pada banyak orang di Perguruan Xinghou". Gumam Zhi Long saat mengingat dirinya yang sering di Bully di kelas dan di dalam Perguruan Xinghou.
Dia tau bahwa selama ini dia selalu di belakang Shi Liang dan di lindungi oleh Shi Liang, namun sekarang dia ingin bangkit dan membuktikan dirinya layak melindungi orang orang yang dia kenal dan dia sayang.
Di sisi lain area itu, Shi Liang juga sedang berlatih 'Jurus itu'. Dia sudah bertekad dan berjanji pada Senior Zuan, dia akan melindungi Zhi Long hingga akhir hayatnya.
~
__ADS_1
**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁