
Di perjalanan menuju Lapangan Utama, masih pagi menjelang siang.
Yin Hua dan dua orang lainnya sedang berjalan menuju Perguruan Xinghou, tepatnya di Area Lapangan Utama.
Mereka ingin melihat Ujian Akhir Semester yang di adakan di Lapangan Utama, di sisi lain Yin Hua ingin menemui Gurunya yang tidak lain adalah Tetua Ye.
"Namaku Sun Hae dan ini saudara ku Sun Dae, kami penduduk asli Kota Kongzu, kau sendiri darimana?". Pria yang di depannya mengenalkan dirinya dan teman di sebelahnya juga yang ternyata keduanya adalah saudara.
"Namaku Yin Hua, aku datang dari Kota Wei". Jawab Yin Hua yang ternyata berasal dari Ibukota Kerajaan Jing yaitu Kota Wei.
"Oh begitu, lalu kenapa kau mencari Tetua Ye??". Tanya Sun Hae pada Yin Hua.
"6 tahun yang lalu, Tetua Ye pernah datang ke Kota Wei untuk bertemu dengan ibuku, lalu dia mengajariku beberapa Jurus dan Teknik dalam persilatan jadi dia adalah Guruku. Aku ingin menemuinya karena beberapa alasan, selain itu aku juga mencari tahu bahwa dia telah mendapatkan murid". Jawab Yin Hua yang menjelaskan pertemuannya dengan Tetua Ye.
"Tetua Ye memang sering berpergian selama ini, tapi baru baru ini dia selalu di kediamannya untuk melatih muridnya, murid nya yang sekarang adalah anak dari Penguasa Kota Kota Kongzu yaitu Zu Bing". Kata Sun Dae yang daritadi diam.
"Dia jadi Guru orang lain lagi ya?". Tanya Yin Hua.
"Ya, dia memang seorang Tetua yang sebelumnya tidak pernah menerima murid baru, entah kenapa dia mendapat murid baru yang keduanya sama sama cantik". Jawab Sun Dae dengan tersipu malu, dia melihat Yin Hua terus menerus.
"Sama sama cantik? Apakah aku dan dia sama cantiknya?". Tanya Yin Hua lagi.
"Ya, kalian sama persis cantiknya". Jawab Sun Dae dengan penuh makna.
"Dasar guru pilih kasih!!". Gumam Yin Hua sendiri.
Dia memang tau sifat dari Guru Ye sedari mereka bertemu dan sikap Guru Ye pada ibunya, di katakan bahwa Guru Ye adalah cinta pertama dari ibunya namun dia memilih yang lain dan sekarang malah hidup sendirian.
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan sambil berbincang bincang, kedua orang yang baru di kenal oleh Yin Hua juga sepertinya orang yang baik.
Sesampainya mereka di Area Lapangan Utama hari sudah siang, terlihat penonton sudah ada di bangku penonton, mereka langsung memasuki Gerbang Lapangan Utama menuju bangku penonton untuk mencari Guru Ye.
__ADS_1
~
Di bangku penonton, Tetua Ye duduk dengan Zhi Gao dan Qiao Wu, mereka sudah berjanji sebelum istirahat untuk duduk bersama lagi setelah nya.
"Saudara Ye, saat ini Zhi Long akan maju ke Lapangan Utama dan bertanding, apa yang telah kau ajarkan padanya?". Tanya Zhi Gao pada Tetua Ye.
"Tak banyak, hanya melukis saja". Jawabnya dengan ringan.
"Melukis? Ah iya, kau kan di juluki Pendekar Dewa Lukis, lalu seperti apa latihannya?". Tanya Zhi Gao.
"Seperti yang kubilang tadi, dia hanya melukis di papan lukis itu saja". Jawab Tetua Ye dengan senyum penuh makna.
"Sudah sudah kalian berdua, hentikan... Sebentar lagi Tetua Gu akan mengumumkan sesuatu, kita dengarkan!". Kata Qiao Wu yang telinganya di tutupi karena kedua orang di sebelahnya sangat berisik.
Tiba tiba dari depan bangku penonton yang mereka duduki, terdengar suara manis dari sana, "Guru Ye.....".
~
"Kalian telah berjuang selama ini, khususnya yang sudah bertanding. Kalian yang belum bertanding, bersiaplah untuk mengikuti babak pertama dan berjuanglah sekuat tenaga kalian juga!!". Kata Tetua Gu dengan menatap para murid yang ada di bawah Arena Lapangan Utama.
"Pertandingan barusan sangat luar biasa, kami telah menyimpulkan beberapa data yang sudah di buat selama ini, murid di Pesawat Tengah Tingkat 1 sebelumnya yang lulus adalah 20 orang dan harus melanjutkan di babak selanjutnya yaitu babak 2. Tapi yang di Pesawat Tengah Tingkat 2 barusan, hanya 3 orang yang lulus yaitu Qiao Ning, Jin Yang dan Zan Lan. Mereka masih ada di atas Arena Lapangan Utama, jadi kami menyimpulkan bahwa mereka akan lolos ke babak selanjutnya". Kata Tetua Gu dengan melihat Qiao Ning yang ada di bawah Arena Lapangan Utama, kedua lainnya masih di rawat di ruang medis.
"aku merasa bangga dengan kalian para murid yang sudah berlatih dengan keras, kalian berkultivasi dan latihan hingga menjadi kuat sampai sekarang". Lanjut Tetua Gu.
"Saat ini juga aku akan mengumumkan, Babak Pertama murid di Pesawat Tengah Tingkat 2 telah berakhir!!". Kata Tetua Gu dengan lantang.
"Pertandingan selanjutnya akan di lanjutkan sekarang juga, murid di Pesawat Tengah Tingkat 3 di harap naik ke Arena Lapangan Utama sekarang!!". Lanjutnya.
Dengan begitu, para penonton bersorak kembali untuk mendukung jagoan mereka, di murid Pesawat Tengah Tingkat 3 banyak sekali yang berbakat termasuk Zhi Long dan Shi Liang.
"Kau siap, Shi Liang??". Tanya Zhi Long dengan tatapan yang tajam melihat Arena Lapangan Utama.
__ADS_1
"Jangan tanyakan lagi, aku selalu siap!?". Jawab Shi Liang dengan yakin.
"Baiklah, ayo kita tunjukan latihan kita selama ini!!". Kata Zhi Long.
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju Arena Lapangan Utama, di sisi lain Jin Xiuai juga naik ke Arena Lapangan Utama.
Di atas Arena Lapangan Utama, "Shi Liang, mana yang namanya Jin Xiuai??". Tanya Zhi Long dengan berbisik pada Shi Liang.
"Dia yang namanya Jin Xiuai". Jawab Shi Liang sambil menunjuk Jin Xiuai.
"Shi Liang, aku akan mengurusnya. Kau urus yang lain, aku tak mau ada yang mengganggu". Kata Zhi Long.
Shi Liang hanya menganggukkan kepalanya, dia tau apa yang harus di lakukan, dia hanya butuh sedikit waktu untuk mengurus semua.
Di atas Arena Lapangan Utama sudah terkumpul 40 siswa dari 300 siswa sebelumnya, mereka yang ada di Pesawat Tengah Tingkat 3 akan mulai bertanding.
"Baiklah, pertandingan murid di Pesawat Tengah Tingkat 3 di mulai!!!". Tetua Gu yang melihat para murid yang sudah berkumpul, memulai Ujian Akhir Semester selanjutnya, para penonton juga ikut bersorak dan bertepuk tangan dengan keras. Mereka tidak sabar ingin melihat bakat dan kuda hitam lainnya, di pertandingan sebelumnya sudah ada 2 jagoan yang hebat yaitu Du Ao dan Qiao Ning, sekarang siapa lagi yang akan mengejutkan para penonton...
~
**Mulai hari ini kata yang Author atur akan menjadi sedikit, yang sebelumnya 2000 kata lebih. Hari ini, Author akan meminimalkan kata yaitu dari 1000 sampai 2000 kata lebih. Jadi ada yang sedikit ada yang banyak, maaf ya dari banyak kekurangan ini. Lalu masalah terbit, Author juga akan mengubah jadwal terbitnya dari sehari satu menjadi dua hari satu, untuk beberapa saat seperti ini dahulu.
Author akan berusaha sebaik mungkin di setiap chapter nya, jadi dukung Author dengan cara Like setelah baca, klik tombol Love agar novel ini jadi favorit kamu, kritik dan saran bisa di lontarkan di kolom komentar itu bisa membuat Author berkembang di chapter selanjutnya dan Vote dengan cara Koin atau Poin untuk Author agar lebih bersemangat.
Terima Kasih telah mendukung novel ini hingga sekarang, Author minta maaf jika masih banyak kekurangan kata atau ejaan, karena memang Author dadakan buat novel ini awalnya. Jadi selow dan woles aja, kita santai hehe....😅😂😂
~
Follow IG Author yah:
@bayuoryuukun**
__ADS_1