Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
8. Mata Kehendak Kaisar


__ADS_3

Kota Kongzu, Tempat Latihan Perguruan Xinghou.


Banyak orang berlatih Ilmu Bela Diri dan Sihir di sana, tempat itu menjadi pusat latihan para murid dari Perguruan Xinghou.


"Yan Zao, bagaimana kultivasimu sekarang ini?". Seorang Tetua dari Perguruan Xinghou mendekat pada pemuda berusia 15 tahun di hadapannya.


"Tetua, kultivasiku sekarang sudah di Pesawat Tengah Tingkat 3 berada di puncak". Jawab pemuda berusia 15 tahun itu, setelah menyapa Tetua.


Mereka adalah guru dan murid, sang Tetua bernama Tetua Gu dan sang murid berusia 15 tahun bernama Yan Zao.


Tetua Gu adalah seorang penatua sepuh berusia sekitar 50 tahunan dengan jenggot yang tebal, dia berada di Faksi Sekolah Petir dari Perguruan Xinghou.


Perguruan Xinghou sendiri adalah sekolahnya, Faksi Sekolah adalah seperti sekolah yang berdiri sendiri namun tetap pemegang pemiliknya adalah Perguruan Xinghou.


Faksi Sekolah sendiri ada 5 Faksi, yakni Faksi Sekolah Listrik, Faksi Sekolah Api, Faksi Sekolah Air, Faksi Sekolah Angin dan Faksi Sekolah Logam. Artinya, Faksi Sekolah adalah sebuah bangunan yang di buat Perguruan Xinghou yang isinya terdiri dari beberapa murid sihir elemen dengan bakat tinggi pilihan Tetua dari Pemimpin Faksi Sekolah itu sendiri.


Yan Zao adalah anak seorang bangsawan terkenal di Kota Kongzu yang bermarga Yan, sama seperti keluarga Zhi dan Qiao keluarga Yan adalah Clan yang anggotanya keluarganya sendiri.


Di bandingkan dengan keluarga Zhi dan Qiao, keluarga Yan sangat arogan di Kota Kongzu. Mereka sering merampas uang di sisi gelap Kota Kongzu, hasilnya jelas keluarga Yan sangat kaya.


Dengan aksi mereka yang merampas uang atau barang di sisi gelap Kota Kongzu, mereka sering di laporkan oleh penduduk ke Penguasa Kota.


Tapi Penguasa Kota sampai sekarang tidak melakukan apa apa, karena para penduduk tau bahwa Penguasa Kota dekat dengan Pemimpin Keluarga Yan.


Memang perbedaan pendapat di dunia persilatan sangat ketat, mereka yang kuat akan di puji dan mereka yang lemah akan di pandang rendah.


Kembali ke tempat pelatihan.


Tetua Gu menemani Yan Zao berlatih di sana, Tetua Gu adalah orang yang di segani dari Faksi Sekolah Petir, dia orang yang kuat juga.


Karena mereka dari Faksi Sekolah Petir, jadi jurus andalan mereka tidak lain adalah Petir.


"Yan Zao, apa kau juga melatih bela dirimu selain sihirmu?". Tanya Tetua Gu pada Yan Zao.


"Iya Tetua, aku telah melatih Jurus Pukulan Mematikan dari Faksi Sekolah kita". Jawab Yan Zao dengan tenang.


"Tinggal satu bulan lagi menuju Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou, kau harus berlatih lebih keras lagi dan berkultivasilah agar jadi lebih kuat dan Lulus tahun ini". Tetua Gu menyarankan agar Yan Zao berlatih dan berkultivasi.


"Baik, Tetua". Sambil membungkuk, Yan Zao menghormati gurunya.


Di sisi lain di tempat pelatihan itu, ada dua gadis berumur sekitar 14 tahun. Di hadapan mereka ada gadis lain lagi yang sekiranya berumur 30 tahun, mereka sedang berlatih di sana.


"Qiao Ning, Zan Lan, kalian sekarang sudah berada di Pesawat Tengah Tingkat 1. Guru harap kalian bisa lulus Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou tahun ini". Sang Guru mulai berbicara kepada kedua muridnya.


"Baik guru, kami akan berusaha sekuat tenaga agar bisa lulus tahun ini". Jawab Qiao Ning bersama Zan Lan.


Guru di hadapan mereka adalah Guru Wu Yue, dia Guru di Perguruan Xinghou. Dia di khususkan untuk mengajar yang berbakat, seperti Qiao Ning dan Zan Lan.


Qiao Ning dan Zan Lan sendiri memilih tidak masuk dalam Faksi Sekolah karena di awal mereka memasuki Perguruan Xinghou, mereka tidak tertarik untuk memasuki Faksi Sekolah manapun.


Guru Wu Yue sendiri seperti mereka berdua, wajahnya sangat cantik dan manis. Jika di bandingkan dengan Qiao Ning yang masih remaja, Guru Wu Yue adalah versi dewasanya dia melebihi Qiao Ning sebagai Dewi Kecantikan.


Banyak tatapan mata tertuju pada mereka, mengapa tidak? Sekali kali melihat keindahan di dunia seperti mereka bertiga.


Saat itu, ada seorang pemuda dengan raut wajah yang tampan namun sombong mendekati mereka.


Dia bersama dua orang di belakangnya, orang orang sekitar tau siapa dia dan sudah sering dia menyombongkan dirinya di depan banyak orang.


"Kau lihat, itu adalah Jin Xiuai dari Faksi Sekolah Api. Kudengar dia telah menantang ranking 7 di Perguruan Xinghou dan menang, betapa hebatnya dia". Bisik seorang murid lain di kejauhan.


"Iya aku sudah mendengarnya, selain kuat dia sangat arogan. Dua pengawalnya juga kuat, mereka selalu di belakang Jin Xiuai". Jawab murid di sebelahnya, menanggapi pertanyaan itu.


Terlihat jelas di mata banyak orang, bahwa Jin Xiuai ini sangat sombong dan arogan. Kedua pengawal di belakangnya juga berasal dari Clan Jin seperti Jin Xiao, mereka adalah Jin Yang dan Jin Ying bersaudara.

__ADS_1


Jin Xiao sendiri berada di Pesawat Tengah Tingkat 2 kedua pengawalnya berada di Pesawat Tengah Tingkat 1, namun itu baru sementara karena Ujian Akhir Semester di adakan satu bulan lagi dari sekarang, tidak mengherankan jika mereka akan naik ke tingkat selanjutnya.


"Qiao Ning, hari ini kau sangat cantik bagai Dewi yang terang di mataku". Jin Xiuai mulai percakapan dengan percaya diri yang tinggi pada Qiao Ning.


Memang Qiao Ning adalah orang tercantik di Kota Kongzu nomor 3 setelah Guru Wu Yue dan anak Penguasa Kota, Zu Bing.


"Mau apa kalian datang kemari? Kami sedang latihan, jangan ganggu latihan kami!". Bentak Zan Lan pada mereka bertiga.


"Zan Lan, aku tak ada urusan denganmu. Menyingkirlah!". Jawab Jin Xiuai dengan mendorong keras ke arah Zan Lan.


Orang orang di kerumunan mulai banyak yang melihat adegan di depan mereka, mereka berfikir orang ini tak tau malu sekali beraninya dengan wanita!.


"Zan Lan....". Qiao Ning yang daritadi diam pun geram dengan kejadian di hadapannya, dia mulai menuju ke Zan Lan untuk membantu.


"Baiklah, cukup sampai di sini bocah. Kau sungguh arogan sekali, apa kau tak melihatku?". Guru Wu Yue melihat ke arah Jin Xiuai dengan pandangan sinis, di sertai aura yang menakutkan menghantam mereka.


"Aaargh.... Guru Wu Yue, sakit!!". Terlihat Jin Xiuai yang terkapar di lantai akibat aura menakutkan milik Guru Wu Yue.


"Wu Yue, lepaskan adikku!". Dari kejauhan datang seorang pria dewasa berumur 30 tahunan dengan berjalan ke arah mereka.


Dia adalah Jin Xiao, kakak dari Jin Xiuai. Jin Xiao menjadi salah satu guru di Faksi Sekolah Api bersama Jin Xiuai, dia yang mendidik adiknya.


"Jin Xiao, didiklah adikmu dengan baik!". Kata Wu Yue dengan nada ketus.


"Dia sudah bertindak baik, apa yang harus di didik?". Jawaban Jin Xiao membuat Wu Yue mengerutkan dahinya.


"Apakah seorang pria mendorong wanita di sebut sudah baik? Kau tak pernah berubah sejak dulu hingga sekarang, Jin Xiao". Jelas Wu Yue marah pada Jin Xiuai, karena murid nya telah di dorong olehnya.


"Jika wanita itu tidak di perlukan dan ikut campur, mungkin aku juga akan seperti adikku!". Udara di sekitar Jin Xiao mulai memanas.


"Dasar kalian, kakak beradik yang tak tau malu!". Jawaban Wu Yue membuat Jin Xiao menjadi murka.


"Apa katamu???". Jin Xiao langsung mengeluarkan api yang berkobar di sekitar tubuhnya.


Itu tidak lain adalah Tetua Gu bersama Yan Zao di sebelahnya, seorang Tetua jabatannya lebih tinggi dari guru dan tenaga dalamnya juga lebih tinggi.


"Tetua...". Wu Yue dan Jin Xiao menjadi lebih tenang, akibat datangnya seorang tetua dari Faksi Sekolah Petir ini.


Dari semua Faksi Sekolah, Faksi Sekolah Petir adalah yang terkuat. Seluruh Perguruan Xinghou tau hal itu, pendiri Faksi Sekolah Petir adalah sahabat dari Kepala Sekolah Perguruan Xinghou.


"Kalian sudah menjadi Guru di Perguruan Xinghou, jangan mengajarkan murid di sini pelajaran tak berguna yang akan merusak masa depan murid di sini!". Tetua Gu berkata pelan namun suaranya terdengar jelas di seluruh area latihan.


"Tetua, dia yang memulai nya". Bukannya menurut, Jin Xiao bahkan berani mengadu pada Tetua Gu.


"Apa kau tidak dengar, apa yang ku katakan??". Jawab Tetua Gu dengan memandang Jin Xiao dengan mata yang menakutkan dan auranya menekan Jin Xiao.


Dengan langsung Jin Xiao berkata, "Tetua, saya mengerti. Harap maafkan kami atas kejadian ini". Jin Xiao membawa Jin Xiuai dan dua pengawalnya pergi.


"Terima kasih Tetua, telah mendukung kami". Wu Yue berkata dengan nada sopan.


"Aku tidak melihat dan memihak siapapun, namun jika itu salah akan aku tegur!". Tetua Gu berkata dengan nada serius, agar kejadian tadi tidak terulang kembali.


"Ayo kita pergi, Yan Zao". Tetua Gu berkata pada Yan Zao untuk mengikutinya pergi.


"Baik". Sebelum pergi, Yan Zao melihat ke arah Qiao Ning yang sedang memapah Zan Lan untuk berdiri.


Tetua dan guru itu pun menghilang di kejauhan, kerumunan juga sudah membubarkan diri.


"Zan Lan, kau tidak apa apa?". Guru Wu Yue bertanya dengan panik.


Guru Wu Yue sangat menyayangi semua muridnya, jika salah satu muridnya di lukai dia akan sangat marah dan turun tangan sendiri, seperti kejadian tadi.


"Aku tidak apa apa, guru". Jawab Zan Lan dengan ekspresi yang masih terkejut, karena baru kali ini dia di dorong oleh laki laki.

__ADS_1


Semua orang pasti tau, jika seorang laki laki menyerang perempuan. Dia hanyalah seorang pengecut, tak tau malu.


"Qiao Ning, tenang saja. Aku bisa jalan sendiri, kau lanjut berlatih saja dengan Guru". Kata kata Zan Lan mengandung kesedihan mendalam.


"Baiklah kalau itu maumu, guru ayo kita lanjut latihan". Jawab Qiao Ning pada Zan Lan, lalu menengok Guru Wu Yue untuk melanjutkan latihannya.


Karena dia tak ingin tertinggal jauh dari teman temannya dan ingin membalas apa yang di lakukan Jin Xiuai pada Zan Lan, dia bertekad akan menjadi lebih kuat.


"Ayo lanjut kan latihan, Zan Lan jika kau sudah baik kan. Bergabunglah!!". Guru Wu Yue berseru pada Zan Lan.


"Baik Guru". Jawab Zan Lan.


Murid Qiao Ning pun melanjutkan latihannya dan Guru Wu Yue melatihnya dengan sangat baik juga, dia tak mau muridnya jadi lemah karenanya dia selalu melatih muridnya dengan keras agar bisa melindungi diri sendiri.


~


Di Puncak Gunung Tinghua, Dalam Gua.


Terlihat pria tampan yang sedang bermeditasi, dia adalah Zhi Long yang sedang memahami harta warisan yang di tinggalkan Kaisar Zhi Qiang kepadanya.


Di dalam benaknya dia bersemedi dengan meditasi menyeluruh nya, dalam alam bawah sadarnya ada Bumi dan Langit di sana.


Bulan dan Matahari bergantung bersebelahan, serta Pilar Besi menjulang ke atas.


Tak hanya itu, ada juga seekor naga berselimutkan badai petir yang bergemuruh di awan yang mendung. Itu adalah harta warisan Kaisar yang sudah di pahami oleh Zhi Long, di sisinya ada Kera Salju yang sangat tinggi dengan bulunya yang putih bersih sedang memegang sebuah tongkat emas, lalu dari kejauhan ada seekor burung Roc yang terbang mengitari Bumi dengan kecepatan yang dahsyat.


Zhi Long selama setengah bulan, sudah berhasil memahami ketiga binatang suci itu, dia juga berhasil menjadikan ketiganya sebagai Qi Jiwa nya sendiri yang abadi.


Sebelumnya memang Zuan si Kera Salju menyerahkan Tongkat Sakti milik Kaisar Zhi Qiang pada Zhi Long, lalu seiring waktu tongkat itu terhisap ke dalam mata kanan Zhi Long yang tidak lain itu adalah Teknik Mata Dimensi Kegelapan.


Hari ini Zhi Long juga membuka matanya pertanda dia siap untuk keluar, sebelumnya dia membuka mata karena ingin mencoba kekuatan mata barunya dan berhasil menghisap Tongkat Sakti berwarna emas ke dalam alam bawah sadar nya.


Zhi Long mulai membuka matanya, terlihat mata kanan Zhi Long yang sepenuhnya menghitam akibat kultivasinya memahami Mata Dimensi Kegelapan nya, lalu mata kirinya terlintas cahaya emas yang menyilaukan itu seperti ada Kehendak Kaisar di dalamnya.


Dengan melihat mata kanan Zhi Long yang berwarna hitam sepenuhnya dan mata kiri Zhi Long yang bersinar kan cahaya emas menyilaukan, dia membuka kedua matanya dengan pasti.


"Huuufh.... Akhirnya aku berhasil memahami beberapa dari jurus dan teknik milik Kaisar, namun semua memang butuh waktu". Zhi Long telah memahami beberapa jurus dan teknik namun masih mengeluhkan sesuatu, dengan berkata itu Zhi Long kembali menjadi dirinya yang normal. Matanya mulai menjadi mata normalnya, Mata Dimensi Kegelapan dan Mata Kehendak Kaisar pun menghilang.


Zhi Long mulai mengetahui dia memiliki Mata Kehendak Kaisar dari saat sang Kaisar yang memasuki tubuhnya untuk memberi harta warisannya, dengan itu Kaisar dalam bentuk Proyeksi memberi Mata itu pada Zhi Long.


"Dengan Naga Petir, Kera Salju, Roc dan Tongkat Sakti Emas, Qi Jiwaku sekarang menjadi 9 di tambah Bulan, Matahari, Pilar Besi, Bumi dan Langit. Sudah komplit semua atribut elemen ku, sekarang aku mulai pusing dengan Jurus dan Qi Jiwa apa yang akan ku keluarkan agar orang orang nanti tak curiga padaku". Zhi Long memang sudah memiliki semua nya, namun dia masih bingung jurus dan Qi Jiwa yang akan di keluarkan nya nanti.


Jika seseorang melihat Zhi Long yang mengeluarkan kelima elemen secara bersamaan dia pasti akan di buru, jika baik dia akan menjadi muridnya namun jika ada yang berniat jahat dia pasti akan di bunuh.


Di Kota Kongzu sendiri, orang dengan elemen lengkap itu jarang ada bahkan tidak ada. Ada nya di luar Pulau Kota Kongzu, jadi sangat langka jika memang ada seperti Zhi Long.


"Ah sudahlah nanti aku pikirkan setelah keluar dari sini, dan bertanya pada Senior Zuan menurutnya jurus dan Qi Jiwa apa yang nanti bakal aku keluarkan untuk menjelaskan pada semua orang". Gumam Zhi Long pada dirinya sendiri.


Setelah itu dia keluar gua, berbarengan dengan dia keluar dalam gua, terlihat Shi Liang sedang berkultivasi di mulut gua.


Shi Liang yang mendengar langkah kaki dari dalam gua membuka matanya, terlihat matanya yang berwarna merah seutuhnya seperti mata Iblis Sejati yang menakutkan.


"Zhi Long, kau sudah keluar?". Tanya Shi Liang yang kembali jadi dirinya yang normal, dan berdiri menghadap Zhi Long.


"Ya, aku sudah kembali. Kau.... Sepertinya sudah di Pesawat Tengah Tingkat 2 puncak yah, hari ini aku sudah di Pesawat Tengah Tingkat 2 awal. Aku akan segera menyusul tingkatan mu!". Zhi Long bertekad untuk menyusul tingkatan Shi Liang.


"Aku menunggu untuk itu!". Jawab Shi Liang dengan nada meremehkan.


"Baiklah, cukup basa basinya. Ayo kita temui Senior Zuan".


Zhi Long dan Shi Liang meninggalkan Gua dengan kekuatan yang dahsyat, mereka pergi untuk menemui Senior Zuan sang Kera Salju.


~

__ADS_1


**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁


__ADS_2