Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
7. Mendapat Harta Warisan Sang Kaisar


__ADS_3

Di Kota Kongzu, Wilayah Perguruan Xinghou.


Banyak orang keluar rumah mereka akibat guncangan hebat dan gemuruh petir di langit.


Di tepi pulau, Kota Kongzu, banyak orang menjadi panik. Pasca nya mereka melihat gelombang tsunami yang hampir menghampiri mereka.


Untungnya, fenomena itu bertahan tidak lama. Hanya beberapa saat saja, setelah itu kembali jadi normal.


Orang orang yang melihat itu jadi bertanya tanya, "Sebenarnya apa yang terjadi??".


Di kejauhan wilayah laut sekitar Kota Kongzu banyak orang di atas kapal yang melihat fenomena itu dengan takjub, mereka tidak pernah melihat kejadian besar seperti itu terjadi selama ini.


Salah satu dari mereka bahkan ada yang penasaran, "Apakah ada seorang Senior yang sedang bertarung di Kota?". Tanya seorang pria muda.


"Aku juga tidak tau apa yang terjadi sebenarnya". Jawab seseorang di sampingnya.


Di Perguruan Xinghou sendiri, terkena dampak yang lumayan besar. Orang orang pada berkumpul di sekitar Balai Perguruan Xinghou, bahkan para Tetua juga hadir.


"Sangat jarang melihat semua berkumpul seperti ini, ya?". Tanya salah satu Guru pengajar.


"Iya, bahkan Tetua Ye juga ikut hadir di sini". Jawab Guru lain di sekitarnya yang melihat seorang tetua dengan perawakan yang seperti berusia 40 tahun.


Para murid juga terlihat khawatir karena beberapa dari mereka ada yang melihat adegan sebelumnya dengan mata mereka sendiri, menurutnya itu adalah fenomena alam yang sangat unik namun menakutkan.


Beberapa saat yang lalu memang terjadi fenomena aneh, tiba tiba Gunung Tinghua bergetar hebat yang menyebabkan seluruh Kota Kongzu menjadi panik, Langit juga bergemuruh dengan kilatan petir yang dahsyat.


Gelombang Tsunami juga terlihat di Lautan lepas tepi pantai Kota Kongzu, walaupun hanya sementara tapi itu membuat seluruh penduduk resah.


Setelah kejadian tersebut, beberapa jam setelahnya Perguruan Xinghou mengumumkan untuk mengumpulkan seluruh Murid, Guru, Tetua dan semua yang ada di Perguruan Xinghou.


Balai Perguruan Xinghou adalah pusat semua orang berlalu lalang, di situ biasanya sangat ramai orang berkumpul. Itu adalah tempat yang sangat padat akan murid Perguruan Xinghou, saat ini tempat itu sudah terisi banyak orang dan penuh ramai.


Di depan Balai tersebut ada sebuah bangunan yang megah, itu adalah Gedung Pertemuan. Biasa nya jika ada pengumuman untuk berkumpul, tempat itu menjadi pusat nya.


Terlihat seorang Pria Tua berusia sekitar 60 tahun dengan jenggot yang panjang berjalan keluar, itu adalah Kepala Sekolah Perguruan Xinghou.


Sang Kepala Sekolah berdiri di hadapan para kerumunan anggota Perguruan Xinghou, semua orang menatapnya.


"Hari ini telah terjadi fenomena alam yang tak terduga". Kepala Sekolah membuka ceramahnya.


"Terjadi bencana alam di seluruh Kota Kongzu bahkan di Lautan lepas, kita tidak mengetahui apa penyebabnya". Lanjut Kepala Sekolah.


"Kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya, namun di harap semua orang bisa tenang. Faktanya bencana itu tidak bertahan lama, itu hanya sementara. Jadi jangan panik, aku sebagai Kepala Sekolah di Perguruan Xinghou ini akan melakukan sesuatu". Kata Kepala Sekolah dengan nada yang berwibawa.


Di kerumunan ada seorang Tetua yang berumur 40 tahun dan seorang pria berumur 30 tahun, mereka yang merasakan guncangan dahsyat sebelumnya.


"Tetua, apakah ini ulah Iblis itu?". Bisik Pria berusia 30 tahun kepada Tetua.


"Kurasa begitu, tapi kita tak tau apakah ada orang yang berani melawan Iblis Raksasa itu?". Jawab Tetua di depannya.


"Aku sungguh penasaran, apakah kita akan mengunjunginya lagi ke sana tetua?". Tanya Pria itu lagi.


"Jangan, Iblis Raksasa itu sangat berbahaya. Bahkan jika di bandingkan dengan Tenaga Dalam milik Kepala Sekolah, itu masih jauh di atasnya. Lebih baik kita diamkan saja, agar tidak membahayakan kita sebaiknya jangan mengusiknya". Jawab Tetua itu lagi.


"Baiklah".


Kepala Sekolah masih mengeluarkan ceramahnya, berharap murid dan guru untuk bersikap tenang.


Di sisi lain, terlihat seorang gadis seperti Dewi yang sedang murung, dia seperti habis kehilangan sesuatu yang berharga.


"Qiao Ning, apa yang kau renungkan?". Tanya Zan Lan yang daritadi melihat sikap Qiao Ning yang sedih.


"Tidak apa apa, aku hanya merasa sedikit pusing". Jawab Qiao Ning dengan nada lemas.


"Begitu yah, kenapa tidak pulang saja?". Tanya Zan Lan lagi.


"Aku akan mendengarkan informasi penting dari Kepala Sekolah dulu yang belum selesai, habis itu aku akan pulang dan beristirahat". Jawab Qiao Ning dengan senyum yang di paksa.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu mau mu".


Setelah beberapa lama Kepala Sekolah berceramah mengumumkan hal penting yang telah dia sampaikan, akhirnya dia selesai.


"Baiklah, sampai di sini dulu pengumuman nya. Oh iya, jangan lupa sebentar lagi akan di adakan Ujian Akhir Semester di Perguruan Xinghou. Kalian harus bertambah kuat agar bisa lulus dari sini, minimal peserta harus di Pesawat Tengah Tingkat 1 dan maksimal di Pesawat Tengah Tingkat 5". Setelah selesai mengatakan itu, Kepala Sekolah akhirnya menutup pertemuan publik itu dan pergi.


Para murid membubarkan diri, setelah mendengar Kepala Sekolah mengatakan hal itu, banyak dari mereka yang menuju tempat latihan Perguruan Xinghou untuk berlatih dan berkultivasi di kaki Gunung Tinghua.


Guru dan Tetua lainnya kembali ke aktifitas biasanya, dan ada juga Tetua Senior yang kembali ke kediamannya.


Setelah Qiao Ning sampai di rumah, dia mengunci rumahnya rapat rapat, lalu dia menangis di dalam rumah.


"Huu..huu...huuu... Zhi Long jangan bercanda, ini tidak lucu, kemana kamu sebenarnya?". Sambil menangis, dia memanggil nama orang yang selalu menggodanya saat mereka bertemu sebelumnya.


~


Di Puncak Gunung Tinghua, Gua raksasa yang gelap gulita dan dingin.


Sesosok Kera dengan bulu yang putih bersih sedang berjalan, di belakangnya ada seorang pemuda dengan raut wajah yang tampan.


"Senior, berapa lama lagi kita akan sampai?". Tanya Pemuda tersebut, yang tak sabaran.


"Sebentar lagi, kau bersabarlah". Jawab Kera dengan bulu putih itu.


Yap, mereka tidak lain adalah Kera Salju dan Zhi Long yang memasuki gua tempat persembunyian harta karun berada.


Sebelum memasuki gua, Kera Salju yang tadinya berukuran 10 meter menyusut jadi 2 meteran bersama tongkat emasnya.


Dia mengatakan bahwa gua ini adalah tempat persembunyian harta karun yang ternyata itu adalah peninggalan dari warisan Kaisar Ilahi Zhi Qiang saat dia wafat, menurut Kera Salju Sang Kaisar itu wafat di tempat ini namun jasad nya sudah di kubur di tempat yang jauh yang tidak semua orang tau.


Setelah beberapa lama berjalan, mereka tiba di tempat terdalam gua. Itu di terangi oleh cahaya lilin saja, di sana ada sebuah peti untuk menyimpan harta zaman dulu.


"Bukalah peti itu, kau akan tau apa yang akan terjadi nanti". Kata Kera Salju pada Zhi Long.


Zhi Long kaget, dia tak tau apa apa namun harus membuka peti tersebut.


"Senior, sebenarnya apa yang terjadi denganku?". Tanya Zhi Long penasaran.


"Baiklah, aku akan membukanya".


Zhi Long maju ke depan peti itu untuk membuka nya, pintu peti itu sangat tua dan beratnya juga lumayan.


Setelah di buka, Zhi Long di kagetkan dengan isinya. Sinar cahaya keputihan tiba tiba muncul setelah pintu peti itu terbuka, terlihat sosok manusia dengan pembawaan yang agung dan berwibawa.


"Kaisar...". Kera Salju sudah tau apa yang akan terjadi, dia menunduk kan kepalanya ke bawah tanda menghormati cahaya itu.


"Kaisar?". Zhi Long masih kaget dengan kejadian sebelumnya, akhirnya dia mengerti ketika Kera Salju bersikap formal di depan cahaya keputihan itu.


Zhi Long melihat sosok dalam cahaya putih itu seperti Patung Kaisar Ilahi Zhi Qiang di atas gua ini, cahaya putih itu di sebut dengan proyeksi.


Proyeksi itu muncul secara otomatis ketika peti harta tadi di buka dengan tangan orang yang di takdir kan, menurut Kera Salju sebelumnya.


Yang anehnya bagi Zhi Long adalah wajah Sang Kaisar sama tampannya seperti dirinya, walau sudah hidup ratusan tahun. Mungkin itu saat dia masih muda, pikirnya.


"Berdirilah kalian berdua". Proyeksi yang menampilkan Sang Kaisar itu mulai berbicara.


Zhi Long dan Kera Salju berdiri menghadap proyeksi itu, suara yang di hasilkan juga terdengar agung walau hanya sekedar proyeksi.


"Zuan, mengapa kau membawa bocah di hadapanku?". Tanya Sang Kaisar pada Kera Salju.


"Kaisar, anak ini memiliki Qi Jiwa Bumi dan Langit, itu seper...". Belum Zuan sang Kera Salju berbicara, dia melihat reaksi Kaisar yang sedih menatap Zhi Long.


Zhi Long hanya terbengong penasaran, dalam benaknya dia terus bertanya. 'Apa yang terjadi??'.


"Anak muda, siapa namamu? dan umur berapa kau sekarang?". Tanya Sang Kaisar dengan nada lembut pada Zhi Long.


"Nama hamba adalah Zhi Long dan berumur 14 tahun, Kaisar". Jawab Zhi Long dengan nada sopan dan sangat formal.

__ADS_1


Sang Kaisar merasa tambah sedih dengan apa yang di katakan Zhi Long.


"Seharusnya bukan kamu dari sekian banyak keluarga ku, apa kau di jaga oleh orang yang bermarga Shi?". Tanya Sang Kaisar.


"Iya, saya datang bersama sahabat saya Shi Liang". Jawab Zhi Long.


"Sahabat yah....". Kata Sang Kaisar dengan melihat dinding di langit gua dengan senyum di mulutnya, seperti dia memikirkan sesuatu yang membuatnya bahagia.


"Anak muda, apa kau ingin tau siapa kau sebenarnya? Dan kenapa Qi Jiwa mu Bumi dan Langit?". Tanya Sang Kaisar dengan senyum penuh makna.


"Kaisar, hamba ingin tau tentang itu". Jawab Zhi Long yang merasa senang.


"Baiklah aku akan mengirim sesuatu ke pikiranmu, kau tidak akan ingat seluruhnya. Namun, kau akan ingat seluruhnya lewat mimpi di setiap tidurmu". Sang Kaisar berkata penuh teka teki.


"Ah iya, sebelum itu. Aku juga akan memberimu sebuah jurus milikku sendiri, inilah harta Karun dari gua ini. Yaitu semua jurus yang ku miliki akan menjadi milikmu, bukan hanya itu. Namun juga dengan sesuatu yang berhubungan denganku akan menjadi milikmu seutuhnya, kau harus menjadi lebih kuat untuk menjaga orang orang yang kau sayang dari dunia luar yang sangat kejam ini". Sang Kaisar memperjelas tujuan dari harta Karun di gua ini.


"Kaisar, ini terlalu banyak. Hamba tidak berani menerimanya". Zhi Long merasa enggan menerima semua yang Kaisar Zhi Qiang tawarkan padanya.


"Junior, terima saja pemberiannya. Jika tidak, mungkin beliau akan marah dan menghancurkan seluruh Kota Kongzu sekarang juga". Ejek Kera Salju di belakang Zhi Long.


"Hahaha.... Benar apa yang Zuan katakan padamu, jika kau menolak aku akan menghancurkan Kota Kongzu dan isinya". Kaisar Zhi Qiang berkata dengan nada bercanda, namun menurut Zhi Long itu seperti serius.


Zhi Long menjadi gugup dengan ancaman yang main main itu, dia melirik sedikit ke arah Kera Salju yang hanya menganggukkan kepalanya, pertanda harus menerimanya.


"Baiklah aku akan menerima semuanya, Kaisar". Akhirnya Zhi Long mau menerima hadiah besar dari Kaisar Zhi Qiang.


"Bagus nak, aku akan menjelaskan jurus atau teknik yang akan aku serahkan padamu. Itu juga ciptaan ku semuanya, dengarkan baik baik".


Kaisar Zhi Qiang menjelaskan satu persatu jurusnya, "Pertama ada Naga Petir yang melambangkan unsur Petir, Kedua ada Kera Salju yang melambangkan unsur Ice dan Salju, Ketiga ada burung Roc yang melambangkan unsur angin, teknik tongkat dan terakhir adalah pengguna teknik mata".


"Semua itu ada namanya, Naga dengan Petir di sebut Jurus Naga Petir kau akan mengeluarkan Naga yang di kelilingi banyak petir, lalu ada Kera Salju kau akan merasakan hawa dingin dari jurus ini, ada juga Burung Roc itu melambangkan kecepatan artinya kau akan terbang dengan kecepatan yang tinggi atau berlari dengan sangat cepat".


"Lalu sisanya ada teknik tongkat dan mata, teknik tongkat sendiri ada dua tingkat yang harus kau pelajari, pertama ada dasar dasarnya itu meliputi 12 teknik yaitu Teknik Dasar 12 Tongkat Penghancur lalu satunya ada 9 teknik yakni Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa. Yang akan aku serahkan padamu adalah dasarnya dulu, Teknik Tongkat 9 Penghancur Dewa kau akan mempelajarinya dari Seniormu yang ada di sana setelah selesai menguasai Dasarnya". Sang Kaisar berkata sambil menunjuk Zuan.


"Dan terakhir yang akan kuberikan padamu adalah teknik mata, yaitu Teknik Mata Dimensi Kegelapan. Teknik ini sangat berbahaya, kau bisa memasukan benda mati selain makhluk hidup ke dalam alam bawah sadar mu melalui teknik mata ini dan di jadikan sebagai Qi Jiwamu yang abadi". Dengan itu, Kaisar Zhi Qiang telah selesai menyampaikan apa yang harus dia katakan.


Zhi Long masih bingung mendengar semua jurus dan teknik yang di katakan Kaisar Zhi Qiang, dia tidak percaya dari sekian banyak orang di Bumi ini hanya dia yang terpilih untuk mendapat warisan salah satu Kaisar yang menyatukan seluruh dunia ini.


"Baiklah setelah aku kirim semuanya, berkultivasilah kau di tempat ini agar bisa masuk dan mengolah semuanya dulu sebelum keluar". Sang Kaisar tidak mau terlalu banyak bicara karena terlihat cahaya proyeksi itu seperti mau pudar.


"Baik Kaisar, hamba mengerti". Sahut Zhi Long.


"Zuan, kau jagalah dia. Mulai sekarang siapa pun yang melihatnya, akan sama seperti melihatku juga. Dan perintahnya, sama seperti perintahku!". Kaisar Zhi Qiang berkata pada Zuan, yang di balas dengan anggukan Zuan pertanda dia mengerti yang di katakan Sang Kaisar.


Setelah itu Kaisar Zhi Qiang mengulurkan tangannya untuk menepuk kepala Zhi Long, dan secara otomatis cahaya proyeksi itu menghilang ke tubuh Zhi Long.


Spontan pikiran Zhi Long langsung di penuhi dengan banyak jenis jurus dan teknik tadi, dia langsung duduk bersila dan memejamkan matanya untuk menyaring seluruh informasi itu.


Di sisi lain Zuan sang Kera Salju bergumam, "Akhirnya tugasku untuk menjaga gua ini sudah sepenuhnya selesai, aku akan keluar meninggalkannya di sini agar dia fokus". Zuan pun keluar dari gua itu meninggalkan Zhi Long yang sedang fokus dengan meditasi menyeluruh nya.


Di luar Gua, terlihat Shi Liang yang berdiri diam sambil mengamati dalam gua.


Sosok Kera Salju keluar dari dalam gua, dia hanya sendirian.


"Dimana Zhi Long?". Tanya Shi Liang.


"Tenang, dia baik baik saja. Dia sedang berkultivasi di dalam, kau berkultivasilah di sini agar tak mengganggu dia di dalam". Kera Salju itu menyarankan agar Shi Liang tidak mengganggu proses kultivasi Zhi Long.


"Baiklah kalau begitu". Shi Liang pun bersemedi dengan menggunakan meditasi menyeluruh nya seperti Zhi Long di dalam.


Karena di Puncak Gunung Tinghua sangat kaya akan Qi Alam, jadi kecepatan kultivasi pun ikut naik dengan otomatis.


Mereka adalah dua monster kecil yang berkultivasi dengan tenang di Puncak Gunung Tinghua, tanpa memperdulikan keadaan di Perguruan Xinghou.


~


Bagaimana kah hasil dari kultivasi mereka berdua? Nantikan chapter selanjutnya...🙂

__ADS_1


~


**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁


__ADS_2