
Tak terasa sudah satu hari lagi menjelang Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou, mereka yang sedang latihan tertutup akhirnya keluar.
Di Wilayah Perguruan Xinghou, Kediaman Tetua Ye.
Zhi Long yang sedang latihan tertutup tiga atau dua hari yang lalu juga membuka matanya, sebelumnya dia sudah ada di puncak Pesawat Tengah Tingkat 2 akhir.
Dia sangat cepat dalam berkultivasi, karena dia juga secara otomatis menyerap Qi Alam di sekitarnya, walaupun tidak banyak yang masuk tapi itu cukup untuk membuatnya jadi lebih besar Tenaga Dalam dan Qi nya.
"Akhirnya aku menerobos tingkat berikutnya, sebelumnya memang sudah di puncak tingkatan ku. Setelah aku memahami Jurus Seni Lukis kemarin, aku lebih mudah untuk naik ke tingkat selanjutnya". Zhi Long berkata dia telah menerobos ke Tingkat berikutnya, Sebelumnya dirinya telah di Pesawat Tengah Tingkat 2 akhir setelah menerobos, sekarang dia telah di Pesawat Tengah Tingkat 3 awal.
Zhi Long adalah anak berusia 14 tahun yang berbakat, faktanya adalah dia sebenarnya sangat pintar dan cerdas. Namun dia tak menunjukkan nya ke siapa pun selain Shi Liang, karena dia selalu di sisi nya jadi dia tau hal ini.
Zhi Long juga mempunyai beberapa Jurus dan Teknik dari warisan peninggalan Kaisar Zhi Qiang, jadi sudah seharusnya dia juga sangat lah kuat.
"Aku akan menstabilkan Tenaga Dalam ku dulu, baru keluar dari kamar ku". Kata Zhi Long.
Setelah itu Zhi Long mulai bermeditasi lagi, namun dia hanya menata Tenaga Dalam nya yang masih berantakan setelah menerobos tingkat berikutnya.
Di Luar kamar Zhi Long, Tetua Ye mengamati Zu Bing yang sedang melukis sesuatu. Karena Guru Ye di kenal sebagai Pendekar Dewa Lukis, jadi muridnya juga handal dalam Seni Lukis karena di ajari olehnya.
"Guru, aku sudah selesai melukis". Kata Zu Bing sambil melihat Guru Ye.
"Coba ku lihat". Guru Ye melangkah ke arah Zu Bing, dia ingin melihat lukisan apa yang di buat oleh muridnya.
Saat di lihat oleh Guru Ye, dia melihat pemandangan sebuah Gunung yang sangat ramai akan warna keindahan. Itu adalah Gunung Tinghua, secara nyata Gunung Tinghua memang sangat lah indah, pemandangan di sana juga sangat menarik dan menakjubkan jika di lihat.
Di Puncak Gunung Tinghua juga sangat cantik dan anggun, salju yang jatuh dari langit ke Puncak Gunung Tinghua juga mewakili betapa hebatnya Gunung itu di ciptakan.
Semua orang tidak tau akan hal ini, namun Tetua Ye tau karena pernah sampai ke area Puncak Gunung Tinghua, dia juga melihat Kera Salju di sana.
Selain Tetua Ye yang pernah mencapai Puncak, tepatnya hampir mencapainya karena dia terhenti saat melihat Kera Salju. Zhi Long dan Shi Liang juga pernah ke sana, kali ini mereka tidak berhenti karena melihat Kera Salju. Karena mereka di undang oleh Kera Salju, mereka telah mencapai Puncak Gunung Tinghua.
Mungkin ini akan menjadi rahasia mereka berdua, karena di sana ada warisan peninggalan Kaisar Zhi Qiang yang sangat berharga.
Jika orang lain tau, mungkin mereka akan serakah ingin mendapatkannya buat diri mereka sendiri, karena itu mereka memutuskan untuk diam diri meskipun itu adalah keluarga atau orang terdekatnya.
Tetua Ye merasa takjub dengan apa yang di gambar Zu Bing, itu sangat mirip dengan aslinya. Sungguh lukisan yang indah dan menarik.
"Bagaimana, Guru Ye?". Zu Bing bertanya saat Guru Ye terdiam beberapa lama.
"Ini sangat bagus, lukisan mu sungguh realistis. Setiap hal yang ada di sana kau lukis dengan sangat teliti, kau memang berbakat dalam hal lukis". Jawab Tetua Ye dengan bangga pada muridnya.
"Terima kasih Guru, aku akan mengingat selalu pujian mu". Kata Zu Bing dengan senyum cerah karena di puji Guru nya.
"Baik lah, Bing'er bagaimana persiapan mu soal besok?". Guru Ye bertanya pada Zu Bing soal persiapan besok di Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou, dia tau Zu Bing sangat kuat namun tak ada yang tau apakah dia yang terkuat di Perguruan Xinghou saat ini.
"Guru, aku sangat siap untuk besok. Tapi Guru harus datang besok, untuk mendukungku!!". Jawab Zu Bing sambil memohon untuk Guru Ye menonton dan mendukung pertandingan nya.
"Baik kalau begitu, besok Guru akan datang dan mendukungmu. Kau harus semangat, jangan hiraukan yang lain fokuslah untuk jadi juara satu jika kau tak ingin menikah dengan Yan Zao dari Keluarga Yan". Guru Ye berjanji akan datang ke pertandingan nya esok hari, dia juga menyemangati nya. Guru Ye juga menyinggung soal perjodohan Zu Bing dan Yan Zao.
"Guru, aku tak ingin menikah dengan orang yang tak ku kenal. Keluarganya juga bukan orang baik baik, aku malu dengan ayah ku yang menjodohkan ku dengan nya hanya karena soal bisnis". Zu Bing terlihat marah, dia tak ingin membahas masalah ini.
__ADS_1
"Bing'er, kau bilang kalau anak tak tau malu itu belum memberimu jawaban. Aku tak masalah jika kau menikah dengan Yan Zao, dia juga orang yang baik walau Keluarga nya terbilang buruk di luar perkiraan orang banyak. Tapi Yan Zao kulihat dia pria baik baik, dia tampan, bakatnya juga sangat tinggi sepertimu. Kenapa tidak kau memilihnya daripada anak tak tau malu itu?". Guru Ye mengatakan bahwa dia setuju Zu Bing menikah dengan Yan Zao di masa depan, dia juga membedakan antara Zhi Long dan Yan Zao masalah sifat, fisik dan bakat.
"Guru, aku sudah bilang padamu berkali kali. Aku hanya suka dengan satu orang, tak ada yang lain! Walau dia tak kunjung membalas cintaku, tapi aku akan berusaha membuatnya jatuh cinta pada ku juga nanti". Jawab Zu Bing sambil agak membentak Gurunya.
"Haaah.... Masalah anak muda memang rumit, baik lah jika itu yang kau mau. Kejarlah dia sampai kau dapat, aku selalu mendukungmu". Guru Ye mengingat masa muda nya yang kelam dulu, dia juga menyemangati Zu Bing soal pasangannya.
"Terima kasih Guru, kau sangat perhatian padaku!!". Kata Zu Bing dengan senyum ramah.
~
Di Perguruan Xinghou, Balai Perguruan Xinghou.
Banyak orang berdatangan untuk melihat Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou, walau Ujian nya di adakan esok hari namun sudah beberapa orang yang hadir di Perguruan Xinghou untuk bermalam di sana agar kebagian tempat duduk nanti nya.
Di sebuah restoran pinggiran, sangat ramai orang datang ke sana untuk makan. Salah satu nya adalah seorang Pria paruh baya yang usianya sekitar 35 tahunan dia datang bersama seorang anak yang berbadan kekar dan sedikit berotot berusia sekitar 14 tahunan di hadapan nya, mereka sedang berbincang masalah sesuatu.
"Shi Liang, benarkah Zhi Long baik baik saja saat ini??". Kata pria paruh baya itu.
"Paman, aku yakin dia baik baik saja. Aku sudah bilang pada Paman sebelumnya, dia saat ini mungkin ada di Kediaman Tetua Ye yang terkenal itu". Jawab Shi Liang yakin.
"Jika itu benar, aku sangat lega mendengar nya". Pria paruh baya itu merasa puas dengan jawaban anak muda di hadapannya.
Mereka tidak lain adalah Shi Liang dan Zhi Gao ayah dari Zhi Long saat ini, mereka sedang berbincang masalah Zhi Long yang mengkhawatirkan Zhi Gao.
Saat Shi Liang kembali dari Gunung Tinghua dan langsung pulang ke kediaman Clan Ye, dia di tanya banyak hal oleh orang tua Zhi Long.
Shi Liang tau kedua orang tua dan keluarganya, semuanya sangat menyayangi Zhi Long, karena itu dari kecil Zhi Long selalu di manja dan di kasihi. Bahkan ayah kandung nya juga sama, tapi sekarang dia tau posisi nya.
"Tidak usah, aku juga sekarang tak mengkhawatirkannya. Dia sudah besar, sudah seharusnya dia menjaga diri nya sendiri". Jawab Zhi Gao dengan nada yang percaya diri.
Shi Liang mengangguk, dia mengerti apa yang di katakan Zhi Gao. Memang ayah dan anak sama saja, mereka tak tau malu dan selalu yakin.
Shi Liang tau sifat kedua orang ini, dia kenal dekat dengan mereka dari kecil karena itu dia juga mengenal filosofi keluarga Zhi Long.
Tak jauh dari meja makan mereka, ada seorang pria tua berusia sekitar 50 tahun di hadapannya ada pria paruh baya berusia sekitar 35 tahun, mereka juga sedang membicarakan sesuatu.
"Ayah, apa kau sudah memberi tau pada Tetua Gu?". Tanya pria paruh baya pada pria sepuh di hadapannya.
"Aku sudah memberinya Pil Peningkat Diri yang langka itu, dia juga sudah kuberi tau masalah kita". Jawab Pria sepuh itu.
"Lalu, apa jawabannya?". Tanya Pria paruh baya itu penasaran.
"Dia bilang, bisa melakukan nya. Tapi Yan Zao harus juara kedua jika dia tak bisa mengalahkan Zu Bing, kau tau sendiri keluarga dan guru nya". Jawab pria sepuh itu dengan emosional.
Mereka tidak lain adalah Yan Ming dan Yan Ying ayah dari Yan Zao, di hadapannya adalah kakek dari Yan Zao serta ayahnya. Mereka sedang membahas masalah Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou besok, mereka telah menyuap Tetua Gu selaku salah satu dari pelaksana Ujian untuk meluluskan Yan Zao dengan juara pertama jika tak ada hambatan atau jika Yan Zao telah mengalahkan Zu Bing.
"Begitu yah, itu lebih baik daripada tak bisa dapat juara. Baiklah tinggalkan masalah itu sejenak, karena aku baru datang ke sini aku ingin menikmati hidangan ini yang katanya enak, ayah juga makan kita makan bersama!". Kata Yan Ying sambil melirik makanan di hadapannya yang sudah siap di santap.
Yan Ming hanya mengangguk pelan, dia tau bahwa Yan Ying ini suka makan tapi tubuh nya tetap saja tak gemuk dia seperti pria pada umumnya.
~
__ADS_1
Satu hari pun berlalu, saat yang di tunggu tunggu banyak orang akhirnya telah tiba. Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou telah di mulai!!.
Setiap orang mulai berdatangan dari luar, mereka sangat banyak. Memang setiap tahunnya Perguruan mengadakan Ujian Akhir Semester, namun pengunjung nya tak pernah sebanyak ini.
Mereka menuju ke Perguruan Xinghou bukan hanya melihat pertandingan Ujian Akhir Semester saja, namun juga mereka ingin melihat anak dari Penguasa Kota yang di katakan sangat cantik dan kata nya jika dia tersenyum, dunia akan luluh di hadapannya.
Di Perguruan Xinghou, Lapangan Utama.
Telah banyak orang yang duduk di bangku penonton Lapangan Utama, karena Ujian memang di adakan di sana setiap tahunnya.
Di salah satu bangku penonton, Shi Liang dan Zhi Gao duduk di sana dengan tenang sambil mengamati orang yang datang.
Mereka memperhatikan satu per satu orang yang lewat, mereka sedang mencari Zhi Long yang belum mereka temukan.
"Apa kau melihat nya, Shi Liang?". Tanya Zhi Gao.
"Aku tak melihatnya paman, mereka sangat banyak". Jawab Shi Liang sambil melihat ke kerumunan banyak orang di gerbang depan.
"Kau benar, kerumunan sangat banyak. Kita tak bisa menemukannya secepat itu, kita tunggu saja dia". Kata Zhi Gao.
Akhirnya mereka tetap duduk dan melihat ke kerumunan banyak orang di sana, memperhatikan satu demi satu orang yang lewat.
~
Di Kediaman Tetua Ye.
Pagi esok yang cerah dan matahari yang menyinari bumi telah tampak, Zhi Long dan yang lainnya keluar dari kediaman bersama.
Mereka bersiap untuk menuju ke Perguruan Xinghou mengikuti Ujian Akhir Semester, Tetua Ye juga ikut hadir. Sebelumnya, dia tak pernah ikut untuk melihat pertandingan Ujian Akhir Semester, karena tahun ini kedua muridnya ikut serta jadi dia juga akan ikut hadir untuk mendukung murid muridnya.
"Zhi Long, bagaimana latihanmu?". Tanya Guru Ye pada Zhi Long.
"Guru, aku telah menerobos ke Pesawat Tengah Tingkat 3 awal". Jawab Zhi Long singkat.
"Begitu ya, lalu apa kau siap untuk Ujian Akhir Semester kali ini?". Tanya Guru Ye lagi.
"Aku sudah siap sejak dulu, Guru tak usah khawatir". Jawab Zhi Long dengan singkat lagi.
"Sangat percaya diri sekali kau, apa yang kau punya selain Jurus Seni Lukis yang ku ajarkan kemarin?". Guru Ye merasa Zhi Long terlalu percaya diri, jadi dia menanyakan tentang jurus lain yang dia punya selain Jurus Seni Lukis.
"Guru terlalu penasaran, lebih baik nantikan dan lihat saja nanti. Apa yang akan aku tunjukkan pada semua orang, meski tak semua nya aku tunjukkan sih...". Jawaban Zhi Long membuat Guru Ye dan Zu Bing menjadi sangat penasaran, dia sangat percaya diri maka artinya dia sungguh punya sesuatu yang dia sembunyikan.
"Baik kalau itu yang kau inginkan, aku ingin melihat apa yang akan kau tunjukkan nanti". Kata Guru Ye dengan tenang, dia tak mau ambil pusing karena penasaran pada muridnya sendiri.
Mereka pun berjalan ke arah Perguruan Xinghou, mereka juga melihat banyak sekali orang yang datang ke area Lapangan Utama. Itu terlihat sangat ramai sekali, mereka tak tau berapa jumlah pastinya yang hadir pada tahun ini.
~
Hari ini, Tanggal 30 Maret 2020 Author mengeluarkan 8 chapter agar genap 20 chapter. Kalian juga pasti penasaran, kalau begitu ikuti terus chapter berikutnya ya. Terima kasih sudah mendukung Author, hehe...🙂
~
__ADS_1
**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁