Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
23. Babak Pertama: Murid Pesawat Tengah Tingkat 1 Berakhir


__ADS_3

Di barisan penonton, mereka masih di kejutkan dengan anak yang sekiranya tidak berbakat, tapi sekarang dia menunjukkan kemampuannya.


Di Arena Lapangan Utama sendiri murid lain juga berhenti untuk bertarung, mereka melihat anak tersebut dengan mata yang melotot karena kaget, anak itu tidak lain adalah Du Ao.


Du Ao telah menghanguskan beberapa orang dengan sambaran petir nya yang dahsyat, yaitu dari Musang Berbulu Petir sebagai Qi Jiwa nya.


Hu Cao, Li Chung dan Fu Ding yang melihat adegan itu langsung melihat ke arah seorang anak laki laki yang sedang berdiam diri di tempat, mereka melihat Du Ao dengan tatapan rasa penasaran.


Mereka juga tak mengetahui bahwa ada seorang anak lagi yang sekuat mereka, mungkin lebih kuat lagi.


'Sepertinya aku harus berurusan dengannya di babak selanjutnya, sekarang bukan waktunya untuk meladeni orang yang susah di lawan'. Li Chung yang melihat Du Ao menjadi tenang pikirannya setelah dia berpikir untuk melawannya di babak selanjutnya, dia tak ingin menerima resiko yang berlebih.


Hu Cao dan Fu Ding juga berpikiran sama dengan Li Chung, mereka tak ingin mengambil banyak resiko. Jadi mereka mengincar orang yang sekiranya tak pantas masuk ke babak selanjutnya, mereka cuma mengincar orang lemah.


"Sungguh hebat....". Salah satu penonton di tribun penonton bergumam pelan di situasi yang tenang saat ini, sontak seluruhnya mulai mengendalikan diri mereka lagi untuk bersorak ramai kembali.


Keadaan kembali seperti semula, di Lapangan Utama sendiri Du Ao hanya berdiam diri setelah menyerang beberapa orang tadi.


Di sekitanya para murid yang melihat keadaan di depannya berlari mundur tak beraturan, mereka tak ingin mengusik Du Ao lagi.


Du Ao melihat ke arah penonton dan tatapannya berhenti pada seorang pria yang terlihat berusia sekitar 40 tahunan, pria paruh baya itu hanya menggelengkan kepalanya lagi tapi kali ini dia terlihat bergumam.


"Kebiasaan, bocah ini....". Sambil menggelengkan kepalanya dia bergumam sendiri, Du Ao mengerti apa yang di gumam kan pria paruh baya itu.


"Ah, sepertinya aku terlalu berlebihan...". Du Ao yang melihat pria paruh baya itu, bergumam sendiri seperti dia mengetahui maksud pria paruh baya itu.


Pertandingan di lanjutkan kembali setelah semua di kagetkan oleh anak yang tak mereka duga, sekarang semua orang tau bahwa di antara banyak murid pasti ada Kuda Hitam lainnya.


Para murid tak berani mengusik Du Ao lagi, jadi mereka saling serang satu sama lain. Hanya beberapa anak saja yang berani mengusik Du Ao untuk melihat seberapa kuat dirinya, mereka hanyalah anak murid yang sok jago.


Mereka adalah teman sekelas Du Ao yang berada di tingkatan yang sama, mereka sebelumnya terkejut dengan kemampuan yang di keluarkan Du Ao, jadi mereka penasaran ingin merasakannya secara langsung.


"Du Ao, apa kau menyembunyikan kemampuanmu yang sebenarnya?". Tanya para murid yang sekelas dengannya.


"Sudah kubilang, aku tak ingin di ganggu, enyah lah dari sini!!". Kata Du Ao dengan melirik tajam ke arah mereka.


"Sombong sekali kau, lawanlah kami jika kau berani!". Murid sekelasnya mulai mengeluarkan Qi Jiwa nya masing masing, sambil berlari menuju arah Du Ao.

__ADS_1


Du Ao hanya berdiam diri dia dengan malas mengeluarkan Qi Jiwa nya sekali lagi, seekor Musang Berbulu Petir yang kecil namun pergerakannya sangat cepat dan lincah.


Tidak seperti sebelumnya, Du Ao tak mengeluarkan aura yang menekan pada musuhnya, dia seperti ingin menyembunyikan kemampuan aslinya.


"Serang mereka...." Perintah Du Ao pada sang Musang.


Musang Berbulu Petir mengerti apa yang di ucapkan Du Ao, dia langsung mengubah dirinya menjadi petir yang menyambar.


Dengan cepat Musang itu seperti menghilang dari pandangan banyak orang, namun dari orang yang berkemampuan tinggi, mereka melihat musang itu berlari ke arah musuh nya dengan kecepatan tinggi.


Benar saja, seketika orang yang menyerang Du Ao tiba tiba jatuh dan tubuh nya hangus akibat sambaran petir, mereka jatuh satu demi satu.


Du Ao hanya melihat nya saja, dia sangat santai sekali. Terlihat dia juga menguap karena mungkin malas menghadapi orang yang tak tau di mana posisi nya, orang di hadapannya yang tersisa melihat rekan mereka di serang dari arah yang tak di ketahui akhirnya mundur dan berlari keluar Lapangan Utama, mereka ketakutan.


Musang Berbulu Petir segera kembali menuju arah samping Du Ao, dia telah menyelesaikan tugasnya, lalu dia menghilang masuk ke tubuh Du Ao karena memang dia adalah Qi Jiwa nya.


Penonton juga terkejut kembali melihat hal itu, mereka berpikir seberapa kuat anak itu?.


Para murid yang hendak akan menyerangnya karena rasa penasaran yang lainnya mengurungkan niatnya, mereka tak ingin mengambil resiko juga untuk melawannya.


Akhirnya Du Ao hanya berdiam diri di tempatnya sekarang tak ada yang berani mengusiknya, dia memang orang yang malas dan santai seperti Zhi Long.


"Memang orang malas tidak mau berbuat banyak". Kata Hu Cao yang melihat keadaan Du Ao sekarang.


Hu Cao mengalahkan banyak murid di sekitarnya, dia juga telah membunuh beberapa murid yang sekiranya lemah.


Harimau Sayap Api nya mengeluarkan api dari mulutnya dan sayapnya yang terbakar dengan api menciptakan bola kecil yang siap di arahkan ke musuhnya, musuh yang terkena api nya akan terbakar hangus ada yang selamat karena dia tak lemah tapi ada juga yang mati karena sangat lemah.


Yang selamat mereka dalam keadaan kritis, tim medis yang berjaga di sekitar Lapangan Utama langsung membawa mereka untuk di obati lukanya, yang sudah mati mereka di amankan untuk di kuburkan nantinya.


Li Chung sendiri memainkan Seruling Bambu nya dengan merdu, dia menciptakan nada nada yang memekakkan telinga musuhnya.


Tak seperti Hu Cao, Li Chung masih berbelas kasih pada musuhnya. Dia hanya menyerang telinga musuhnya hingga berdarah, itu seperti dia memecahkan gendang telinga musuhnya.


Tim medis juga dikerahkan untuk menolong pasien yang terkena jurus itu, mereka langsung mengobati pasien yang sakit telinganya.


Fu Ding yang menyerang musuhnya dengan Qi Jiwa nya yaitu Kelelawar Mata Merah juga mengeluarkan Gelombang Ultrasonik nya untuk mengelabuhi musuhnya, mereka yang mendengar gelombang tersebut langsung jatuh tak sadarkan diri bahkan ada yang mengeluarkan busa dari mulutnya, mata mereka yang merasakan gelombang tersebut juga melotot.

__ADS_1


Tim medis langsung berlari menyelamatkan orang yang memiliki luka paling parah, mereka mengobati pasien yang tak sadarkan diri dan yang mati dalam serangan itu adalah orang yang memelotot kan matanya sambil mengeluarkan busa dari mulutnya, sungguh pemandangan yang menjijikkan.


Mereka bertiga menyerang seluruh murid di Pesawat Tengah Tingkat 1 hingga tersisa 20 murid, waktu yang mereka butuhkan hanya sekitar satu jam lebih saja.


Setelah mereka menyerang hampir seluruh murid di sekitarnya, mereka menyisakan 20 murid yang berada di atas Lapangan Utama termasuk mereka dan Du Ao.


Hu Cao, Li Chung dan Fu Ding seperti Du Ao, mereka berada di Pesawat Tengah Tingkat 1 akhir. Setelah pertandingan mereka berakhir, mereka berempat mengalami terobosan ke tingkat selanjutnya secara bersamaan, para penonton, guru, tetua, dan semuanya kagum dengan pertandingan yang berakhir dengan terobosan mereka berempat.


"Baiklah, babak pertama murid dari Pesawat Tengah Tingkat 1 telah berakhir. Selamat untuk kalian yang akan melaju ke babak selanjutnya, sekarang beristirahatlah sejenak, kalian telah berusaha keras dengan maksimal". Tetua Gu sebagai juri melihat pertarungan telah berakhir dan menyisakan 20 murid, dia meminta agar ke 20 murid itu untuk beristirahat sejenak karena pertandingan selanjutnya akan di mulai.


Mereka yang ada di Lapangan Utama yaitu ke 20 murid yang tersisa akhirnya meninggalkan Lapangan Utama dengan bangga, mereka tak menyangka akan lulus dari Perguruan Xinghou sekarang.


"Babak Pertama selanjutkan segera di mulai, murid dengan Pesawat Tengah Tingkat 2 harap memasuki Lapangan Utama sekarang". Tetua Gu mengumumkan untuk pertandingan selanjutnya segera di mulai.


Murid dengan Pesawat Tengah Tingkat 2 segera memasuki Lapangan Utama, termasuk Qiao Ning dan Zan Lan mereka ada di Pesawat Tengah Tingkat 2.


Di barisan penonton Qiao Wu ayah dari Qiao Ning merasa khawatir karena sepertinya akan ada Kuda Hitam lainnya selain orang sebelumnya, "Qiao Ning kau harus berhati hati". Gumam Qiao Wu dengan rasa khawatir nya.


Di arah lain, seorang gadis dengan kecantikan nomor dua yaitu Wu Yue juga hadir untuk menyemangati kedua muridnya, dia adalah Guru dari Qiao Ning dan Zan Lan.


Zhi Long juga mendukungnya, dia selalu mendukung semua yang berteman dengannya.


Qiao Ning melihat Zhi Long tak maju di babak ini, berarti kultivasinya sudah berada di atasnya. Dia sungguh menunjukkan latihannya selama ini, tapi dia sadar kembali harus serius di babak ini jika ingin bersama Zhi Long dia juga harus jadi lebih kuat.


Tetua Gu melihat banyak murid yang sudah terkumpul di Arena Lapangan Utama dengan jumlah 80 murid dari 300 lainnya, "Baiklah, sudah terkumpul semua? Mari kita mulai, babak pertama murid dengan Pesawat Tengah Tingkat 2 di mulai!!!". Tetua memulai pertandingan di ikuti sorak suara merdu dan tepuk tangan menyertai nya dari arah bangku penonton, para penonton tak sabar ingin melihat jenius dan Kuda Hitam lainnya.


~


**Mulai hari ini kata yang Author atur akan menjadi sedikit, yang sebelumnya 2000 kata lebih. Hari ini, Author akan meminimalkan kata yaitu dari 1000 sampai 2000 kata lebih. Jadi ada yang sedikit ada yang banyak, maaf ya dari banyak kekurangan ini. Lalu masalah terbit, Author juga akan mengubah jadwal terbitnya dari sehari satu menjadi dua hari satu, untuk beberapa saat seperti ini dahulu.


Author akan berusaha sebaik mungkin di setiap chapter nya, jadi dukung Author dengan cara Like setelah baca, klik tombol Love agar novel ini jadi favorit kamu, kritik dan saran bisa di lontarkan di kolom komentar itu bisa membuat Author berkembang di chapter selanjutnya dan Vote dengan cara Koin atau Poin untuk Author agar lebih bersemangat.


Terima Kasih telah mendukung novel ini hingga sekarang, Author minta maaf jika masih banyak kekurangan kata atau ejaan, karena memang Author dadakan buat novel ini awalnya. Jadi selow dan woles aja, kita santai hehe....😅😂😂


~


Follow IG Author yah:

__ADS_1


@bayuoryuukun**


__ADS_2