
Di Lapangan Utama, sekarang ini akan terjadi kekacauan. Di sana terdapat dua gadis yang cantik sedang berdiri dengan tenang, meski di sekeliling mereka ada banyak orang yang ingin menyergap tapi mereka tetap tenang, mereka adalah Qiao Ning dan Zan Lan.
Karena provokasi dari Jin Yang dan Jin Ying bersaudara pada semua murid, mereka terkepung di tengah Lapangan Utama.
"Ayo kita tunjukkan kekuatan kita! Kita harus menyingkirkan yang kuat dahulu sebelum kita bertempur dengan adil, agar mereka tak menjadi beban bagi kita nantinya". Kata para murid itu.
Seketika seluruh murid mengeluarkan Qi Jiwa nya dan Aura yang menekan kedua gadis itu, sungguh murid yang bodoh bisa bisa nya mereka terprovokasi oleh kata kata dua bersaudara itu.
"Kalian sungguh seperti pengecut! Beraninya menyerang perempuan, apa kalian tak malu dengan diri kalian sendiri?". Zan Lan memprotes keras.
"Kalian sangat kuat, kami juga tak ingin tinggal di Perguruan Xinghou selamanya, kami ingin lulus!". Jawab para murid.
"Baiklah kalau kalian menginginkan itu, kami siap untuk menghadapi kalian. Jangan menyesal jika kami terlalu keras, kami tak akan ragu ragu untuk menghabisi kalian bahkan jika membunuh kalian, kami siap!". Zan Lan menjadi murka karena jawaban tak masuk akal para murid.
Qiao Ning dan Zan Lan akhirnya bergerak dengan dua arah yang berbeda, Qiao Ning menerjang ke depan dan Zan Lan menerjang belakangnya. Mereka bergerak secara bersamaan, mereka telah mengeluarkan Qi Jiwa mereka.
Di atas belakang kepala Qiao Ning terlihat sosok Burung Phoenix yang mengelilingi api suci nya pada tubuh Qiao Ning, sekarang Qiao Ning seperti Dewi Api yang menakutkan dia di kelilingi oleh api yang sangat panas.
Burung Phoenix nya menerjang ke sekitarnya dengan menyemburkan api dari mulutnya dan bulu pada sayap Burung Phoenix bisa di jadikan senjata mematikan juga, mereka berdua seperti menerjang ke arus kerumunan banyak orang, sangat kuat sekali.
Di sisi lain Zan Lan yang mengeluarkan Burung Elang Tornado nya melesat dengan kecepatan penuh, dia memiliki kecepatan yang tak tertandingi, hanya beberapa orang saja yang bisa menandinginya apalagi jika di kombinasikan dengan Qi Jiwanya mungkin musuh di hadapannya sekarang tak bisa melihat dirinya yang cepat.
Burung Elang Tornado nya sendiri mengeluarkan angin ****** beliung yang dahsyat, itu di arahkan ke para murid yang di depannya.
Hasil nya bisa di tebak, mereka yang terkena angin ribut itu langsung terbang ke belakang, karena dia belum pernah membunuh dia hanya menghempas kan orang keluar Arena Pertandingan saja.
Qiao Ning juga tak pernah membunuh seseorang, dia hanya membuat orang menjadi setengah gosong agar tetap hidup. Mereka berdua masih ragu ragu, itu melawan kata katanya sebelumnya.
Memang jika seseorang belum pernah membunuh, mereka tak akan tega membunuh orang meskipun mereka adalah musuh nya sendiri. Mereka lebih memilih kabur atau membuat musuh tak sadarkan diri daripada membunuh, mereka masih awam soal itu.
__ADS_1
Di bawah Lapangan Utama, Zhi Long melihat kejadian itu dengan mengerutkan keningnya, "Apa yang mereka lakukan? Mereka masih terlihat seperti ragu ragu tak ingin membunuh, Shi Liang menurutmu kenapa mereka tak membunuh musuhnya?". Zhi Long yang penasaran bertanya pada Shi Liang.
"Mereka masih awam dan tak pernah membunuh selama ini, karena itu mereka masih merasa kasihan pada musuh mereka, itu sangat di sayangkan jika terjadi sesuatu di luar dugaan". Jawab Shi Liang dengan memperhatikan Qiao Ning dan Zan Lan.
"Benar apa yang kau katakan, Shi Liang. Jika sesuatu itu terjadi pada mereka, aku ingin kau yang mengurus nya, apa kau mengerti?". Zhi Long setuju dengan perkataan Shi Liang itu sangat masuk akal, dia juga menyuruh Shi Liang untuk berjaga jaga jika sesuatu terjadi pada mereka berdua.
Shi Liang hanya menganggukkan kepalanya, dia selalu menuruti apa yang di katakan Zhi Long selama ini.
Di Lapangan Utama, Qiao Ning dan Zan Lan sedang dalam keadaan di atas angin, karena musuh mereka kebanyakan baru memasuki Pesawat Tengah Tingkat 2 awal jadi mereka termasuk yang terkuat saat ini.
Qiao Ning dan Zan Lan unggul karena kuat dan sudah di Pesawat Tengah Tingkat 2 tengah mendekat puncak, Qiao Ning masih mengeluarkan apinya dan menghantam para musuh dengan kuat, Burung Phoenix nya juga mengeluarkan api dari mulutnya dan bulu nya berterbangan menusuk menuju musuhnya tapi itu tidak setajam akan membunuh seseorang.
Zan Lan sendiri sedang berlari dengan cepat dan menendang musuhnya satu persatu lalu menghempaskan nya ke luar Lapangan Utama, dia saat ini sangat cepat karena mengeluarkan semua Tenaga Dalamnya, Burung Elang Tornado juga masih dengan angin ributnya dia menghempaskan banyak orang hingga jauh ke luar Lapangan Utama.
Di antara para murid yang menyerang, tidak ada korban jiwa, namun luka mereka sangat dalam dan besar. Terutama mereka yang terkena api sang Phoenix, mereka terbakar hebat namun untungnya tak sampai membakar habis mereka, jadi mereka masih hidup.
"Kakak, apa yang harus kita lakukan?". Tanya Jin Ying yang melihat itu pada Jin Yang, memang mereka bersaudara namun saat mereka lahir Jin Yang keluar dahulu sebelum Jin Ying jadi yang tertua diantara mereka adalah Jin Yang , meski beda beberapa menit saat mereka di lahir kan.
Ketika mereka masih kecil dulu, mereka sering bermain bersama, mereka bertiga hidup senang dan susah bersama. Mereka seperti saudara alami.
Suatu hari ketika Jin Yang sedang keluar rumah untuk membeli beberapa buah buahan, tanpa sengaja dia menabrak seseorang dan dia di keroyok oleh orang tersebut.
Jin Xiuai dan Jin Ying datang secara tiba tiba karena merasa ada yang tak beres ketika mereka menunggu lama Jin Yang, akhirnya mereka menyusul dan benar saja Jin Yang sedang terpojok oleh beberapa orang.
Saat itu, Jin Xiuai juga membawa beberapa pengawalnya karena merasa ada yang salah, dia selalu memiliki firasat yang buruk.
Otomatis para pengawal itu menolong Jin Yang dan menghajar para bandit yang menyerang Jin Yang, mereka juga menangkap para bandit itu dan menghukum mereka dengan membunuhnya.
Setelah kejadian itu, Jin Yang berhutang budi hidup pada Jin Xiuai, dia berjanji akan membalas budi dengan menghancurkan orang yang berani mengusik Jin Xiuai.
__ADS_1
~
Saat ini di Lapangan Utama, Jin Ying yang menerima perintah dari kakak nya segera melesat ke arah Qiao Ning, dia harus memberi waktu untuk kakaknya.
Di sisi lain, Jin Yang yang marah sudah bergerak dengan cepat ke arah Zan Lan, dendam nya pada Zan Lan karena Tuan Muda nya yaitu Jin Xiuai harus di balas kan.
"Zan Lan, kau sudah mempermalukan Tuan kami. Aku ingin kau kalah dalam pertandingan ini, itu sebagai hukuman untukmu". Jin Yang berkata bersamaan dengan Zan Lan yang hampir mengalahkan semua musuhnya, Jin Yang tak mau basa basi lagi dia mengeluarkan Qi Jiwanya.
Sesosok Ular besar dengan di penuhi api yang menjulur di seluruh badannya terlihat, bukan hanya api yang terlihat namun tubuh ular tersebut juga seperti ada logam keras yang menyelimuti nya.
Ular dengan logam dan api di seluruh tubuhnya, itu adalah Ular Api Logam yang sangat perkasa.
"Hari ini, aku akan mengalahkan mu, Zan Lan!!". Jin Yang berkata sambil maju menyerang Zan Lan, itu sangat cepat dan tenang seperti ular yang melaju kencang merayap menyergap musuhnya dalam diam.
~
Zan Lan sedang menghadapi musuh yang berbahaya, dia mempunyai dua elemen yaitu Api dan Logam. Sedangkan Zan Lan hanya memiliki satu elemen yaitu Angin, apakah dia akan memenangkan pertandingan satu lawan satu ini? Nantikan kelanjutannya di Chapter berikutnya, kuy....😁😁
~
**Mulai hari ini kata yang Author atur akan menjadi sedikit, yang sebelumnya 2000 kata lebih. Hari ini, Author akan meminimalkan kata yaitu dari 1000 sampai 2000 kata lebih. Jadi ada yang sedikit ada yang banyak, maaf ya dari banyak kekurangan ini. Lalu masalah terbit, Author juga akan mengubah jadwal terbitnya dari sehari satu menjadi dua hari satu, untuk beberapa saat seperti ini dahulu.
Author akan berusaha sebaik mungkin di setiap chapter nya, jadi dukung Author dengan cara Like setelah baca, klik tombol Love agar novel ini jadi favorit kamu, kritik dan saran bisa di lontarkan di kolom komentar itu bisa membuat Author berkembang di chapter selanjutnya dan Vote dengan cara Koin atau Poin untuk Author agar lebih bersemangat.
Terima Kasih telah mendukung novel ini hingga sekarang, Author minta maaf jika masih banyak kekurangan kata atau ejaan, karena memang Author dadakan buat novel ini awalnya. Jadi selow dan woles aja, kita santai hehe....😅😂😂
~
Follow IG Author yah:
__ADS_1
@bayuoryuukun**