
Di Lapangan Utama, Jin Yang menyerang Zan Lan dengan Qi Jiwa nya yaitu Ular Api Logam, sementara Zan Lan masih belum mengerti apa yang terjadi.
Tiba tiba Jin Yang menyerangnya, namun ketika dia menyebutkan Tuan Muda akhirnya Zan Lan tau siapa dia, dia adalah Jin Yang saudara kembarnya Jin Ying Pengawal Jin Xiuai.
"Apa yang kau lakukan?". Zan Lan berkata sambil menangkis beberapa serangan dari Jin Yang.
"Aku akan mengalahkan mu di sini, kau tak boleh memenangkan pertandingan ini!". Jawab Jin Yang pada Zan Lan sambil terus menyerangnya.
Mereka sudah bertarung beberapa pukulan dan jurus, Ular Api Logam milik Jin Yang terlalu keras untuk di pukul membawa Zan Lan menjadi di posisi bertahan.
Ular Api Logam masih menyerang Zan Lan dengan memancarkan api dari tubuhnya lalu melesat ke arah Zan Lan, Jin Yang ingin Zan Lan menerima luka bakar yang sangat parah.
Burung Elang Tornado milik Zan Lan sendiri tak bisa apa apa, karena jika dia menyerang maka api akan membesar, Elemen Api akan kalah dengan Elemen Air namun akan unggul dengan Elemen Angin.
'Sial, kenapa harus begini? Apa yang haru kulakukan?'. Batin Zan Lan yang sedang terpojok, lalu dia melirik Qiao Ning. Gadis itu juga sedang menghadapi Jin Ying saudara nya Jin Yang, 'Sudah kuduga, mereka berniat mencelakai ku'. Terlihat dari tenaga dalam dan Qi Jiwa nya, Jin Yang lebih unggul dari Jin Ying.
Karena Zan Lan merasa kurang kuat, dia berlari cepat untuk mundur ke arah Qiao Ning, dia tau bahwa tak akan menang jika sendirian melawan Jin Yang.
Dalam kultivasi sendiri, Jin Ying berada di Pesawat Tengah Tingkat 2 tengah, sedangkan Jin Yang ada di Pesawat Tengah Tingkat 2 akhir dia sebentar lagi akan memasuki Pesawat Tengah Tingkat 3 awal.
"Mau kemana kau? Kau tak akan bisa lari!". Jin Yang menghadang arah lari Zan Lan, Ular Api Logam nya masih maju menyerang Zan Lan.
Terpaksa Zan Lan harus berhenti dulu, dia memblokir serangan Ular Api Logam dengan menghempaskan angin ribut pada serangan Api nya yang dahsyat, dia bisa menangkisnya namun membutuhkan banyak tenaga.
Sebelumnya dia telah menghabiskan separuh tenaga nya untuk mengalahkan beberapa murid yang menyerangnya, sekarang dia harus menghadapi orang yang lebih tinggi kultivasinya dari dia.
~
Di arah lain, bagian Arena Lapangan Utama.
Qiao Ning berhadapan dengan Jin Ying, dia masih mengeluarkan Qi Jiwa nya yaitu Burung Phoenix. Sementara Jin Ying mengeluarkan Qi Jiwa nya yaitu Ular Api, tak seperti kakaknya yang mempunyai Qi Jiwa dengan 2 Elemen, Jin Ying hanya mempunyai 1 Elemen saja dan tubuh dari Ular Api ini lebih kecil daripada Ular Api Logam milik Jin Yang.
"Apa yang kau lakukan pada Zan Lan??". Tanya Qiao Ning pada Jin Ying sambil melihat Zan Lan yang susah payah menghadapi Jin Yang.
__ADS_1
"Aku tak melakukan apapun, kau lihat? Aku ada di hadapan mu sekarang, kan??". Jawab Jin Ying dengan kata kata arogannya.
"Tak tau malu!!". Kata Qiao Ning sambil menyerang maju ke Jin Ying.
Tak seperti sebelumnya yang masih main main dengan musuhnya, kali ini Qiao Ning benar benar sungguhan mengeluarkan semua kemampuan yang dia miliki, dia tak ingin sahabatnya terluka jadi harus cepat cepat mengalahkan Jin Ying.
"Whusss.....". Dengan cepat, Burung Phoenix melaju ke arah Jin Ying beserta Qiao Ning yang juga menyergap maju.
Mereka seperti angin, kecepatan mereka sangat tak masuk akal, mereka akan menghantam ke arah Jin Ying.
Jin Ying yang melihat itu langsung memasang wajah kaget nya, mereka memang sama sama di Pesawat Tengah Tingkat 2 tengah, namun kekuatan Qiao Ning sudah di atas Jin Ying dan hampir mencapai Tingkat 2 akhir.
Ular Api milik Jin Ying mengeluarkan tameng yang berbentuk kotak persegi panjang, Api menyebar di sekitarnya untuk menangkis serangan dahsyat dari Qiao Ning.
"Duaaaar.......". Burung Phoenix menghantam tameng itu dengan keras, namun di saat yang bersamaan Jin Ying berlari cepat ke arah Qiao Ning yang sedang berkobar api di sekitarnya.
Jin Ying juga memiliki api yang berkobar di sekitar tubuhnya, namun api milik Qiao Ning lebih besar darinya.
"Boom....". Jin Ying berhasil meninju Qiao Ning dengan tapak apinya, sebelumnya Qiao Ning sedang menghancurkan tameng api milik Jin Ying namun ternyata Jin Ying sendiri melesat ke arahnya juga, itu adalah serangan mematikan yang tiba tiba.
Burung Phoenix juga mundur, dia adalah Qi Jiwa nya jadi ketika pemiliknya terkena serangan, otomatis dia akan melindungi sang pemilik.
Jin Ying masih bernafas lega, karena tak terkena pukulan atau serangan mematikan dari Qiao Ning tadi.
"Dasar kau pengecut! Beraninya menyerang secara dadakan pada perempuan!". Qiao Ning yang emosi berkata dengan tatapan menjijikan pada Jin Ying.
"Ini adalah kompetisi Ujian Kelulusan, jadi aku tak memandang kau perempuan atau laki laki, aku harus memenangkan pertandingan ini!!". Jawab Jin Ying dengan tenang, memang yang dia bicarakan itu benar.
Jika keadaanya di luar Perguruan, mungkin Qiao Ning akan mati saat ini karena masih mengkhawatirkan musuhnya dan tidak mau menyerang musuhnya dengan serangan yang mematikan, sungguh ironis sekali.
"Baiklah, kali ini aku akan serius!!". Kata Qiao Ning yang diam diam pulih, karena Burung Phoenix bisa menyembuhkan pemiliknya dengan tenaganya.
Qiao Ning yang pulih, langsung mengeluarkan tak sedikit tenaga dalam, dia tak punya pilihan lain selain mengeluarkan semuanya.
__ADS_1
Api Emas keluar dari tubuh Qiao Ning, itu bukan api biasa. Itu adalah Api dengan unsur Emas, karena emas sangat kuat jadi api yang di hasilkan dari emas sangat tahan pada apapun, siap untuk menghancurkan apapun di depannya.
Burung Phoenix sendiri sudah melesat kencang ke arah Jin Ying, dia ingin menjadi umpan untuk menyerang musuhnya.
Jin Ying langsung membuat tameng api nya lagi, dia tak punya pilihan selain mengeluarkan semua tenaga dalamnya juga, dia juga tak ingin kalah di sini.
Tameng telah terbentuk, namun Burung Phoenix melaju dengan kecepatan penuhnya, itu seperti terlihat hanya bayangannya saja.
"Whoosh.....". Terlihat kilatan emas juga melaju ke arah Jin Ying, lebih cepat dari Burung Phoenix.
Jin Ying masih belum sadar dimana Qiao Ning saat ini, dia masih fokus pada Burung Phoenix nya yang melaju cepat ke arahnya.
"Bugh....". Dengan pukulan mengenai perut Jin Ying, dia terbang ke belakang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, saking cepatnya ketika dia menghantam tembok di belakangnya "Duarrr....". Tembok itu langsung hancur berkeping keping, dia telah keluar dari Arena Lapangan Utama.
Qiao Ning telah memukul Jin Ying dengan kekuatan penuhnya, dia mengirim Burung Phoenix terlebih dahulu untuk mengecoh musuhnya, lalu dia menyerang secara dadakan seperti Jin Ying.
"Serangan pengecut harus di balas dengan serangan pengecut juga, tapi tadi sungguh berbahaya jika aku tak berhati hati". Gumam Qiao Ning yang melihat reruntuhan tembok yang di hantam Jin Ying, dia merasa geram dengan tingkah Jin Ying jadi dia memukulnya dengan kekuatan penuhnya.
Ular Api milik Jin Ying juga otomatis menghilang karena dia adalah Qi Jiwa milik Jin Ying, jadi ketika pemiliknya kalah dia juga akan kembali pada tuannya saat itu juga.
Qiao Ning yang sudah selesai dengan urusannya kembali dan melihat pertarungan antara Zan Lan dan Jin Yang, dia melihat Zan Lan sedang keadaan yang buruk dia terpojok oleh Ular Api Logam milik Jin Yang.
"Aku harus cepat ke Zan Lan, keadaanya sangat buruk sekarang. Zan Lan, tunggu aku...!!". Qiao Ning dan Burung Phoenix melaju dengan kecepatan penuhnya untuk cepat sampai di tempat Zan Lan, karena Lapangan Utama sangat luas dan mereka terpisah dari ujung ke ujung jadi membutuhkan beberapa waktu untuk sampai.
~
**Mulai hari ini kata yang Author atur akan menjadi sedikit, yang sebelumnya 2000 kata lebih. Hari ini, Author akan meminimalkan kata yaitu dari 1000 sampai 2000 kata lebih. Jadi ada yang sedikit ada yang banyak, maaf ya dari banyak kekurangan ini. Lalu masalah terbit, Author juga akan mengubah jadwal terbitnya dari sehari satu menjadi dua hari satu, untuk beberapa saat seperti ini dahulu.
Author akan berusaha sebaik mungkin di setiap chapter nya, jadi dukung Author dengan cara Like setelah baca, klik tombol Love agar novel ini jadi favorit kamu, kritik dan saran bisa di lontarkan di kolom komentar itu bisa membuat Author berkembang di chapter selanjutnya dan Vote dengan cara Koin atau Poin untuk Author agar lebih bersemangat.
Terima Kasih telah mendukung novel ini hingga sekarang, Author minta maaf jika masih banyak kekurangan kata atau ejaan, karena memang Author dadakan buat novel ini awalnya. Jadi selow dan woles aja, kita santai hehe....😅😂😂
~
__ADS_1
Follow IG Author yah:
@bayuoryuukun**