Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
22. Kuda Hitam


__ADS_3

Perguruan Xinghou, Area Lapangan Utama.


Banyak orang terdiam saat seorang pria tua yang berumur sekitar 60 tahun berjalan ke atas panggung utama untuk berpidato, dia adalah Kepala Sekolah Perguruan Xinghou.


Dia berdiri tegak di depan banyak penonton, mereka tau bahwa usianya mungkin sudah tua tapi kekuatan nya masih begitu besar, dia adalah orang nomor satu di Kota Kongzu selain Penguasa Kota.


"Hari ini kita akan melihat calon murid terbaik di Perguruan Xinghou dan Kota Kongzu, mereka yang terbaik akan di pilih untuk menghadiri acara Perjamuan Teh yang akan di adakan di Kota Wei yang merupakan Ibukota Kerajaan Jing, Perjamuan Teh sendiri diadakan oleh Kaisar Fang sang Penguasa Kerajaan Jing. Setiap lima tahun sekali Perjamuan Teh diadakan di Kerajaan Jing, kaisar juga akan mengadakan acara turnamen sendiri untuk mengisi Perjamuan tersebut, selain itu mereka yang menunjukan kemampuan terbaik akan mendapat hadiah dari Sang Kaisar. Akan banyak pula Kerajaan lain yang menonton dan menghadiri Perjamuan Teh ini, jika kalian menunjukan kelebihan kalian di sini kami juga akan menilai hal itu. Maka dari itu, tunjukkan kekuatan kalian sendiri untuk bisa bergabung dengan Perjamuan Teh bersama Kaisar Kerajaan Jing, kami akan memilih lima kandidat yang akan pergi ke Perjamuan Teh nanti. Kami harap kalian menunjukan jati diri kalian yang sebenarnya, keluarkan semua tenaga kalian untuk itu! Baiklah, tak perlu panjang lebar. Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou di buka!!!". Selesai berkata demikian, para penonton bersorak gembira dan bertepuk tangan, semua stadium menjadi meriah dan ramai.


Kepala Sekolah turun dari panggung utama menuju kursi yang tadi dia tempati di sebelah Penguasa Kota, dia juga menyuruh Tetua Gu untuk melanjutkan acara tersebut.


Tetua Gu kembali menuju ke atas panggung utama untuk memulai acara, penonton pun terdiam untuk mendengarkan aturannya.


"Tahun ini tidak akan di adakan Ujian Tertulis, kami akan mengadakan Ujian Praktek langsung karena itu memang jadi kesepakatan kami para Tetua dan Guru, untuk kalian para murid tahun ketiga tunjukkan latihan kalian selama tiga tahun ini. Tahun ini aturannya sama seperti tahun sebelumnya, para peserta akan di pilih dari Pesawat Tengah Tingkat 1 sampai Tingkat 5, mereka akan bertarung di Lapangan Utama sesuai Tingkat mereka. Satu persatu akan di pilih yang menunjukan kemampuan nya sendiri menurut para juri, setiap murid dari satu tingkat yang sama akan di tanding kan seluruhnya hingga menyisakan 20 orang, jadi nanti yang akan bertarung di babak kedua adalah 100 orang. Ke 100 orang ini telah di nyatakan lulus dari Perguruan Xinghou, mereka akan di seleksi hingga tersisa lima anak, merekalah yang akan menghadiri Perjamuan Teh di Ibukota nantinya. Sisanya terserah kalian, akan melakukan apa". Tetua Gu menjelaskan tentang aturan main nya, dia tidak menjelaskan tentang kematian jadi artinya jika ada yang terbunuh itu adalah hal biasa dalam Dunia Persilatan.


Selesai berkata soal aturan, para penonton kembali bersorak gembira dan bertepuk tangan dengan meriah, mereka menantikan murid Perguruan Xinghou menunjukkan beberapa jurus dari hasil latihannya selama ini.


"Baiklah, langsung saja. Babak Pertama, murid tahun ketiga yang merasa di Pesawat Tengah Tingkat 1 tetap di tempat, yang lain harap turun ke bawah". Tetua Gu tak ingin lama lama, jadi dia langsung memulai babak pertama.


Di babak ini Pesawat Tengah Tingkat 1 yang akan bertanding seluruhnya dan akan menyisakan 20 murid saja, di Tingkat 1 sendiri ada sekitar 150 orang yang terdaftar dari total 300 murid seluruhnya.


Sisanya turun ke bawah untuk melihat pertarungan Tingkat 1 di atas, karena Lapangan Utama sangat luas jadi mereka yang ada di bawah bisa melihat di atasnya, penonton mulai bersorak nama orang yang mereka dukung dari bangku penonton.


"Itu Hu Cao, anak dari keluarga bangsawan Hu. Kudengar dia sangat kuat, keluarganya juga sangat terpandang di seluruh Kota Kongzu". Para penonton melihat seorang anak laki laki yang sepertinya anaknya arogan dan sombong, dia melihat sekeliling dengan mata sombongnya.


"Aku bertaruh untuk Hu Cao...".


"Aku bertaruh untuk Li Chung....".


"30 Koin Emas untuk Fu Ding.....".


Para penonton mulai memasang taruhan untuk memilih jagoannya sendiri, mereka yakin dengan orang yang mereka pilih karena sepak terjang nya sampai ke seluruh Kota Kongzu.


Di arena Lapangan Utama ada seorang anak yang daritadi diam tanpa suara, dia adalah Du Ao memang orang nya pendiam. Di kelas sendiri dia tak berbakat karena selalu di rendahkan teman sekelasnya, dia tak terikat oleh keluarga manapun, dia seperti orang misterius yang menyembunyikan sesuatu dari banyak orang. Du Ao berada di Pesawat Tengah Tingkat 1 akhir dia sebentar lagi akan menerobos tingkat selanjutnya, sekarang dia sedang melihat ke barisan penonton matanya yang tajam menatap satu persatu penonton, sampai matanya berhenti persis di arah penonton yang sedang duduk diam memakai topi jerami. Dari tampilannya dia seperti orang yang berusia sekitar 40 tahunan, orang itu sangat misterius.


Setelah di lihat Du Ao orang tersebut merespon dan melihat Du Ao sambil tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya entah pertanda apa.


Du Ao yang melihat itu hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia mengerti, apa yang harus dia lakukan.


"Baiklah, babak pertama Pesawat Tengah Tingkat 1 di mulai!!!". Tetua Gu akhirnya mengumumkan di mulainya babak pertama dari Pesawat Tengah Tingkat 1.


Penonton bersorak ramai sekali lagi di sertai tepuk tangan yang meriah, mereka akhirnya akan melihat jenius di Pesawat Tengah Tingkat 1 dari Perguruan Xinghou.


Setelah mendengar di mulainya babak pertama ini, para murid Pesawat Tengah Tingkat 1 akhirnya menunjukkan kebolehan mereka.


Di bawah Lapangan Utama murid dengan Pesawat Tengah Tingkat 2 sampai Tingkat 5 melihat pertarungan itu dengan tenang, mereka ingin melihat siapa yang akan masuk ke babak kedua nantinya.

__ADS_1


Seluruh murid mengeluarkan Qi Jiwa nya masing masing, ada yang berbentuk hewan seperti monster, siluman bahkan iblis. Ada juga yang berbentuk alat musik, berbagai macam bentuk Qi Jiwa mereka keluarkan untuk menjadi pemenang, mereka tak ingin tinggal di Perguruan lebih lama jadi mereka mengeluarkan seluruh kemampuan mereka.


Tetua dan Guru dari berbagai Faksi Sekolah juga ada di barisan panggung utama untuk melihat anak murid mereka, mereka berharap orang dari Faksi Sekolah mereka yang jadi pemenangnya.


Hu Cao sendiri dari Faksi Sekolah Api, mereka yang dari Faksi Sekolah Api memang memiliki sifat yang arogan dan sombong.


Qi Jiwa nya sendiri adalah Harimau Sayap Api, dia adalah Penyihir dengan dua elemen Api dan Angin. Dia memang berbakat, Harimau Sayap Api di lepaskan dan menerjang maju ke arah musuh di hadapannya dengan cepat.


Musuh yang terkena Api dari Harimau Sayap Api langsung menjadi abu setelah di siram api panas dari mulut Harimau tersebut, itu adalah Jurus yang hebat.


Li Chung mengeluarkan Qi Jiwa nya yang merupakan Seruling Bambu, dia memainkan seruling itu dengan lembut dan tenang.


Nada nada di keluarkan dari seruling yang membuat telinga musuh di sekitarnya menjadi sakit, mereka menjerit kesakitan sambil menutupi telinganya yang mulai berdarah.


Jurus itu juga menarik banyak perhatian penonton, semua kagum melihat permainan seruling dari Li Chung, penonton yang bertaruh untuknya juga merasa senang melihat itu.


Li Chung bisa mengendalikan suara nadanya seperti yang di kehendaki nya, itu adalah bakat yang langka.


Fu Ding dari Faksi Sekolah Angin mengeluarkan Kelelawar Mata Merah nya sebagai Qi Jiwa nya, dia sangat terkenal menggunakan elemen angin.


Kelelawar Mata Merah membuka mulutnya untuk mengeluarkan gelombang ultrasonik, semua musuh yang mendengarkan gelombang tanpa suara tersebut jadi mematung. Mereka seperti kehilangan akal, mata mereka melotot mulut mereka membuka sampai mengeluarkan busa, mereka seperti telah mendengar sesuatu yang tak berwujud dan itu mungkin berbahaya.


Sisanya mengerahkan semua jurus untuk memenangkan 20 besar dari Pesawat Tengah Tingkat 1, mereka ingin menjadi pemenang dan lulus dari Perguruan Xinghou.


Tetua dari Faksi Sekolah Angin yang melihat Fu Ding merasa bangga dengan murid yang di latihnya, mereka merasa puas dengan hasil latihan nya selama ini.


"Hancurkan mereka semua, Hu Cao. Kau yang terhebat, guru bangga padamu!". Salah satu Tetua yang mengajarkan Hu Cao berteriak untuk mendukung muridnya, dia menunjukkan sikap arogannya.


Hu Cao yang mendengar itu hanya tertawa sinis, dia orang yang licik. Qi Jiwa nya mendukung kelicikannya, dia mulai mengerahkan seluruh tenaga dalamnya untuk membuat tekanan di area sekitar dan yang terkena tekanan ini akan sulit untuk bergerak, dia secara langsung memerintahkan Harimau Sayap Api nya untuk membakar hangus yang terkena tekanan darinya. Sungguh pemandangan yang kurang enak di lihat, sangat sombong.


Banyak penonton yang melihat ini dengan kagum, mereka yang mendukung Hu Cao merasa sangat bahagia karena bertaruh untuk dirinya yang hebat.


Di sisi lain Du Ao hanya berdiam diri di tempat, dia tak melakukan banyak gerakan. Sehingga orang dari bangku penonton menganggapnya tak pernah ada karena dia tak melakukan pergerakan, mereka pikir dia menyerah maka dari itu dia hanya diam berdiri di sana.


Sebaliknya, Tetua Ye yang melihat Du Ao merasa penasaran dengannya. "Sepertinya ada murid dari 'orang itu' di sini, akan sangat menarik nih" Tetua Ye bergumam sendiri sambil melihat tingkah Du Ao yang santai.


Zhi Long menajamkan matanya menuju Du Ao yang berdiri tenang di Lapangan Utama, "Shi Liang, siapa dia?". Dia bertanya pada Shi Liang tentang orang yang di lihatnya sekarang.


"Dia adalah Du Ao, dia sepertimu di kelas nya. Sangat malas dan santai hidupnya, sampai dia di bully sama sepertimu, dia juga tak berbakat sepertimu sebelumnya". Jawab Shi Liang dengan merendahkan Zhi Long.


"Begitu yah, sama seperti ku. Ini akan menjadi pertarungan yang menarik, Du Ao yah namanya, akan ku jadikan dia temanku nanti". Zhi Long merasa melihat dirinya sendiri yang dulu, dia juga mengatakan bahwa akan menjadikannya teman.


Di dalam Arena Lapangan Utama Du Ao sedang berdiri seperti paku yang menancap di kayu, itu sangat tenang dan damai.


"Hei, kau. Jika kau ingin menyerah, enyah lah dari sini! Di sini hanya lah orang orang yang siap untuk bertarung dan ingin lulus saja, kau sepertinya tak mengerti penjelasan pidato dari Kepala Sekolah barusan". Para murid menghampiri Du Ao, mereka mengejek nya.

__ADS_1


"Diam lah, aku sedang tak ingin di ganggu". Jawab Du Ao singkat.


"Apa kau bilang??? Kau ingin di bunuh di sini?? Jangan salahkan kami jika kami membunuhmu sekarang, orang lemah harus tau posisinya sendiri!!". Teriak banyak murid yang marah atas perkataan Du Ao yang menyinggung mereka, secara langsung mereka mengeluarkan Qi Jiwa mereka.


Jumlah mereka ada sekitar 15 orang dengan Qi Jiwa yang menyertai nya, Du Ao merasa tersudut dengan hal itu.


Du Ao akhirnya menunjukkan kemampuan nya, dia mengeluarkan aura dengan tekanan berat di sekitarnya, mereka yang menyerang nya jadi pelan langkahnya untuk berjalan mendekati nya.


Qi Jiwa di keluarkan oleh Du Ao, itu adalah Musang Berbulu Petir. Musang itu terlihat sangat cepat dan lincah, Du Ao mengulurkan tangannya ke depan dan menekan kebawah di sertai dengan Musang nya yang meloncat ke atas lalu turun ke bawah dengan kecepatan tinggi hingga menyerupai badai petir yang mengelilingi Musang tersebut.


"Sekarang, siapa yang lemah?". Du Ao bertanya dengan nada sinis nya.


Dengan cepat badai petir menghantam ke 15 musuhnya di depan, mereka yang terkena badai petir itu langsung hangus semuanya.


"Sudah kuduga, ini akan menarik". Tetua Ye dan Zhi Long yang melihat adegan itu bergumam sendiri.


Seluruh penonton yang melihat kejadian di depannya langsung ternganga mulutnya, mereka kaget melihat orang yang sepertinya akan menyerah dan lemah ternyata sangat kuat.


Bukan hanya penonton saja yang terpana akan kejadian itu, para tetua dan guru yang mengajar Du Ao sendiri juga kaget melihatnya. Mereka tak menyangka, orang yang selama ini di bully dan di rendahkan teman sekelasnya adalah murid yang berbakat dan jenius.


"Apakah dia dari Faksi Sekolah Petir?". Tanya Kepala Sekolah pada Tetua Faksi Sekolah Petir.


"Kami tak mengenalnya, Kepala Sekolah...". Jawab Tetua Faksi Sekolah Petir.


Tetua Gu sendiri juga menggelengkan kepalanya, dia tak mengenal Du Ao meski dari Faksi Sekolah Petir.


"Lalu siapa wali kelasnya?". Tanya Kepala Sekolah lagi pada para Tetua.


"Dia adalah Du Ao dari Kelas 3 F, saya wali kelasnya". Seorang Tetua akhirnya mengaku sebagai wali kelasnya.


"Tetua Song ternyata dia murid mu, kenapa kau tak bicara daritadi?". Kepala Sekolah melirik Tetua Song, dia kecewa karena bawahannya tak cepat tanggap.


"Maafkan aku Kepala Sekolah, aku juga merasa terkejut melihatnya. Selama di kelas, Du Ao orangnya pemalas dan santai, dia tak seperti orang yang ingin lulus dari Perguruan. Aku tak tau dia mempunyai kekuatan yang besar seperti ini, karena teman sekelasnya selalu membully nya jadi kupikir tak ada harapan untuknya di tahun ini". Tetua Song meminta maaf pada Kepala Sekolah, dia juga menjelaskan kepribadian Du Ao di kelasnya selama ini.


"Begitu ya, sangat menarik. Aku suka dengan anak ini, dia tak sombong walau punya kekuatan yang besar, sepertinya Perguruan Xinghou mempunyai Kuda Hitam di sini". Sambil menggosok jenggot putihnya, Kepala Sekolah merasa tertarik dengan Du Ao.


~


**Mulai hari ini kata yang Author atur akan menjadi sedikit, yang sebelumnya 2000 kata lebih. Hari ini, Author akan meminimalkan kata yaitu dari 1000 sampai 2000 kata lebih. Jadi ada yang sedikit ada yang banyak, maaf ya dari banyak kekurangan ini. Lalu masalah terbit, Author juga akan mengubah jadwal terbitnya dari sehari satu menjadi dua hari satu, untuk beberapa saat seperti ini dahulu.


Author akan berusaha sebaik mungkin di setiap chapter nya, jadi dukung Author dengan cara Like setelah baca, klik tombol Love agar novel ini jadi favorit kamu, kritik dan saran bisa di lontarkan di kolom komentar itu bisa membuat Author berkembang di chapter selanjutnya dan Vote dengan cara Koin atau Poin untuk Author agar lebih bersemangat.


Terima Kasih telah mendukung novel ini hingga sekarang, Author minta maaf jika masih banyak kekurangan kata atau ejaan, karena memang Author dadakan buat novel ini awalnya. Jadi selow dan woles aja, kita santai hehe....😅😂😂


~

__ADS_1


Follow IG Author yah:


@bayuoryuukun**


__ADS_2