
Di Gunung Tinghua.
Terlihat siluet hitam dengan kecepatan yang tinggi sedang menukik ke bawah arah kaki Gunung Tinghua, di atasnya ada dua orang yang menunggangi siluet itu.
Mereka adalah Si Hitam, Zhi Long dan Shi Liang. Mereka sedang melakukan perjalanan menuju Perguruan Xinghou, sebelumnya ketika mereka mendaki Gunung Tinghua ke Puncak mereka membutuhkan 1 bulan lebih untuk mencapai nya.
Memang perjalanan dari Kaki Gunung Tinghua ke puncak sangat jauh dan lama, begitu juga sebaliknya.
Namun beda pada saat ini, mereka menunggangi Si Hitam sang Hewan Iblis Garuda Sayap Hitam yang perkasa, menurut perhitungan mereka. Mungkin akan butuh waktu dua sampai tiga hari untuk sampai di Perguruan Xinghou, sungguh Hewan Iblis yang sangat cepat.
"Shi Liang, kita sudah sehari penuh berada di sini dan belum makan. Aku sangat lapar". Kata Zhi Long pada Shi Liang, karena Si Hitam sangat kencang terbangnya, jadi susah untuk mereka makan dan minum di situasi seperti ini.
"Apa kita harus turun ke bawah untuk makan dan beristirahat dahulu?". Tanya Shi Liang, dia juga merasa kelaparan.
"Oke lah kalau begitu, kita juga tidak dalam kegugupan. Lagian masih banyak waktu untuk berlatih di sini, kita harus jadi lebih kuat agar bisa menjaga diri kita sendiri kedepannya". Jawab Zhi Long dengan santai, "Hitam, berhenti di depan. Kita akan beristirahat sebentar di sana, kau juga pasti lelah mengeluarkan banyak Tenaga Dalam untuk terbang dengan kecepatan tinggi seperti ini". Lanjut Zhi Long pada Si Hitam.
"Whoooosh....". Si Hitam menuju ke arah bawah untuk beristirahat bersama Tuan barunya, dia sangat setia dan mengikuti semua kata Zhi Long.
Kaki Si Hitam mulai menyentuh daratan, selama perjalanan sehari penuh ini memang dia sangat lelah karena Tenaga Dalam yang di hasilkan untuk terbang dengan cepat terkuras habis sedikit demi sedikit, dia mendarat dengan pelan dan pasti.
Setelah mendarat, Zhi Long dan Shi Liang turun dari punggungnya. Mereka meregangkan otot otot nya yang kaku karena di atas punggung Si Hitam mereka hanya berdiam diri duduk di atasnya, Si Hitam juga mengecilkan badannya seperti Garuda pada umumnya.
Si Hitam bisa mengecilkan dan membesarkan badannya sesuai keinginannya, saat ini dia bertengger di pohon atas tempat mereka beristirahat.
Karena Zhi Long dan Shi Liang sudah membawa bekal yang mereka siapkan dari Puncak Gunung Tinghua, jadi mereka tak perlu memburu lagi. Mereka hanya harus membuat Api Unggun untuk membakar bekal yang mereka bawa, segera mereka mengumpulkan bahan bahannya.
Shi Liang yang sebelumnya selalu pergi mencari bahan bahan dan air minum, sekarang gantian Zhi Long yang mencarinya karena keinginannya sendiri.
Zhi Long pergi mencari bahan bahan dan air minum, sementara Shi Liang membuat api unggun. Si Hitam hanya berdiam di atas pohon, dia sangat kelelahan jadi merasa ngantuk dan akhirnya terlelap dengan tenang di sana.
Zhi Long pergi ke Hutan Iblis karena masih di wilayah itu, mungkin saat ini mereka mendarat di tengah Kaki Gunung Tinghua dan Puncak Gunung Tinghua.
Saat ini, bahan bahan telah di kumpulkan oleh Zhi Long dengan memetik tumbuhan dan buah buahan yang bisa untuk di jadikan bahan masakan, itu sangat banyak.
Tinggal air minum yang belum dia dapatkan, dia terus turun menuju mata air di sana. Tiba tiba di dekatnya terdengar suara gaduh seperti ada yang bertarung, suara gaduh itu sangat kencang sampai terdengar beberapa kali dari nya.
"Suara apa itu? Sepertinya ada yang bertarung di sini, pasti orang itu sangat kuat!". Zhi Long yang penasaran mendekati lokasi tersebut, dia berjalan sangat pelan agar tak terdeteksi oleh mereka yang bertarung.
Setelah tiba di lokasi yang memungkinkan dirinya tidak ketahuan, dia melihat ke arah pertarungan itu.
Terlihat seorang gadis dengan paras yang ramping dan wajahnya cantik bagai keturunan Dewi atau Peri, dia sangat menarik.
Di depannya terlihat seekor Singa yang besar dengan tinggi 3 meter dan lebar 2 meter, dia memiliki sayap yang terbentang luas. Itu seperti hewan buas yang tak punya kekurangan apa pun, sungguh menakjubkan melihat itu.
"Itu adalah Iblis Singa Bersayap dia sangat kuat, ini gawat. Tingkatannya di atas gadis itu, gadis itu dalam bahaya!". Zhi Long melihat bahwa Iblis Singa Bersayap berada di Pesawat Tengah Tingkat 5 puncak namun gadis cantik yang melawannya berada di Pesawat Tengah Tingkat 5 awal, itu sangat berbeda jauh.
Benar saja, melihat situasi saat ini. Sang gadis cantik itu mendapat luka cakaran yang banyak di sekujur tubuhnya, terlihat salah satu bagian dari tubuhnya yang putih telah di isi oleh banyak darah yang mengalir dari sana.
Sementara Iblis Singa Bersayap di hadapannya belum terluka sedikitpun, dia seperti besi yang kuat tahan serangan.
"Haah... haah... Apa hanya ini saja kekuatanku? Aku baru saja menerobos ke Tingkat selanjutnya, namun bertemu dengan Iblis sialan ini. Sungguh sial!". Gadis itu bergumam pada dirinya sendiri, bahwa dia baru saja berhasil menerobos ke Tingkat berikutnya namun sayangnya dia bertemu Iblis Singa Bersayap saat dia sedang berburu untuk menyantap makan siang nya.
Karena banyak darah yang bercucuran di bekas lukanya, dia merasa pusing dan jalan dengan kondisi tak tentu arah.
__ADS_1
Iblis Singa Bersayap hanya melihatnya saja, karena dia tau gadis itu tak bisa melanjutkan pertarungan ini.
Belum lama berjalan ke depan, gadis itu rubuh jatuh ke tanah. Dia seperti kehilangan banyak darah, saat itu juga Iblis Singa Bersayap langsung menuju ke arahnya untuk memakanan nya.
"Berhenti di sana!!". Muncullah sosok tampan di balik pohon besar yang agak jauh dari Iblis Singa Bersayap, dia adalah Zhi Long.
Zhi Long keluar dari tempat persembunyian nya karena tak tega melihat gadis cantik menjadi santapan makan siang Iblis Singa Bersayap itu, jadi dia menunjukkan dirinya.
"Geerrrr......". Iblis Singa Bersayap menatap Zhi Long dengan marah, dia tak pernah di suruh suruh oleh manusia apalagi dengan Tingkat Kultivasi manusia di hadapannya yang masih jauh 3 tingkatan di bawah nya.
"Apa kau tak mematuhi perintahku!??". Zhi Long melihat Iblis Singa Bersayap tak mematuhi perintahnya, dia secara langsung mengeluarkan tekanan yang dahsyat.
Mata kirinya di aktifkan bersamaan dengan keluarnya aura dahsyat yang menekan Iblis Singa Bersayap itu, Mata Kehendak Kaisar dan aura dahsyat yang menyertainya di tunjukkan ke arah Iblis Singa Bersayap.
Sontak Iblis Singa Bersayap langsung menundukkan kepalanya dengan ringan, dia akhirnya tau manusia di hadapannya adalah Zhi Long yang menerima peninggalan wasiat Kaisar Zhi Qiang.
Iblis Singa Bersayap masih terkejut dengan Zhi Long di hadapannya, aura dahsyat masih menekan dirinya. Dia sekarang tak bisa bergerak, hanya bisa menundukkan kepalanya, seperti menyembah Tuan nya.
Zhi Long mulai berjalan mendekat dengan Mata kirinya yang bercahaya keemasan, pemandangan itu sangat di luar dugaan.
Iblis Singa Bersayap yang tingkatannya lebih tinggi 3 tingkatan bisa di tundukkan dengan Teknik Mata saja oleh Zhi Long, betapa hebat nya Teknik ini.
"Apa kau akan memakannya sekarang??". Zhi Long yang sudah sampai di depan persis Iblis Singa Bersayap bertanya dengan aura nya yang masih dahsyat menekan Iblis itu.
Iblis Singa Bersayap hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tak mau menjadi buruan teman dan Tuannya karena melawan kebijakan Tuannya.
"Bagus kalau begitu, pergilah kau. Dan jangan sakiti manusia yang baik, kau mengerti?". Zhi Long menghilangkan aura dan Teknik Matanya, sekarang dia menjadi dirinya yang normal.
Iblis Singa Bersayap mangangguk kan kepalanya pertanda dia mengerti apa yang di katakan Zhi Long, lalu dia terbang ke atas untuk pergi.
"Haaaah... Sungguh kasihan sekali kau, memang sangat cantik sih, namun hari ini kau sungguh mempunyai nasib yang tak beruntung!". Gumam Zhi Long pada gadis cantik yang terkapar itu.
"Baiklah aku akan mencari tumbuhan obat obatan dan air, agar bisa mengobati mu sedikit. Kau tunggulah di sini, jangan kemana mana! Ah iya, kau kan sedang pingsan yah". Zhi Long berinisiatif mencari tumbuhan yang mengandung obat obatan dan air, dia menepuk jidatnya karena dia seharusnya berbicara sendiri saat ini.
Zhi Long mulai mencari tumbuhan obat obatan di kawasan yang dekat agar bisa melindungi gadis itu juga, dan ternyata sumber air juga ada di dekat tumbuhan obat obatan itu.
Akhirnya dia memetik beberapa tumbuhan dan mengambil air yang bersih itu, setelah itu dia langsung menuju ke gadis yang terkapar itu.
Dia membuka sedikit bajunya, karena luka cakaran itu ada di pinggang bagian kanan dari tubuh rampingnya yang indah.
"Wah, putih sekali. Sadar Zhi Long! Kau harus mengobati dia dulu, karena darahnya sudah keluar banyak". Zhi Long menampar wajahnya sendiri karena baru pertama kali melihat pemandangan indah semacam itu.
Zhi Long yang tersadar dari pikiran joroknya itu, mulai menumbuk tumbuhan obat obatan itu untuk di berikan ke luka gadis di hadapannya.
Beberapa lama kemudian, matahari hampir tenggelam. Zhi Long duduk di depan gadis cantik itu dengan melihat matahari yang mulai tenggelam, wajahnya yang tampan menjadi berseri seri.
"Ughh....". Gadis cantik di belakangnya mulai bergerak, dia tersadar setelah di obati Zhi Long beberapa waktu yang lalu.
"Kau sudah siuman yah?". Zhi Long yang mendengar suara gadis itu memalingkan wajahnya yang tampan ke arah gadis itu.
"Apa kau yang menolongku?". Gadis itu segera duduk dan bertanya.
"Yah, bisa di bilang begitu. Kau jangan banyak bergerak dulu, lukanya masih terbuka". Kata Zhi Long dengan senyum ramah di wajahnya.
__ADS_1
"Luka??". Gadis itu langsung mencari luka dalamnya, yang ternyata terletak di pinggang kanannya. Sontak dia langsung mundur menjauh beberapa meter, merasa waspada dengan pria di hadapannya.
"Apa kau membuka semuanya?". Tanya itu dengan rasa marah.
"Tidak, kau salah paham. Aku pria baik baik, aku hanya membuka sedikit dan mengobatinya setelah itu aku tutup lagi. Tak ada yang kulakukan setelah nya, percaya padaku!!". Jawab Zhi Long dengan kata kata yang gugup, wajar saja gadis di hadapannya merasa waspada karena dia juga orang asing.
"Mana buktinya?". Tanya gadis itu, masih dengan rasa marah nya.
"Kalau kau tak percaya, kau bisa menusuk jantungku sebagai imbalannya". Dengan yakin, Zhi Long mengatakan itu dengan rasa tulus dan wajah polos dalam dirinya.
Gadis itu pun melunak, karena melihat Zhi Long sepertinya orang baik baik. Jadi dia menerima semuanya, apapun yang di lakukan pria di hadapannya terhadap nya.
"Baiklah, aku percaya padamu. Kalau begitu, aku pergi sekarang". Jawab gadis itu dengan rasa tenang menyertainya.
"Sudah kubilang, kau jangan bergerak dulu! Istirahatlah dengan tenang!!". Bentak Zhi Long yang melihat gadis itu bersikeras ingin pergi dan segera menahannya.
Gadis itu akhirnya menurut dan berbaring lagi, dia tidur dengan posisi yang menarik pandangan mata Zhi Long.
Karena parasnya yang ramping dan indah, serta wajahnya yang cantik bagai peri, mau bergerak seperti apa pun dia tetap cantik.
"Ah, aku lupa tentang bahan bahan dan air ini!". Akhirnya Zhi Long mengingat tentang dirinya yang sedang mencari bahan bahan dan air minum untuk makan siangnya, sekarang sudah sore menjelang malam.
Zhi Long akhirnya menggendong gadis itu dan berkata, "Sudah, kau diam dan istirahat saja. Aku lupa dengan tugasku saat ini, kau juga jangan bergerak! Aku tak akan melakukan hal jahat padamu, percayalah!". Dengan itu, gadis cantik itu pun terdiam lagi dengan pipi yang merah merona di wajahnya.
Zhi Long membawa gadis itu bersamanya, karena Hutan Iblis sangat berbahaya. Selain itu, hanya dia yang memiliki akses keluar masuk ke Gunung Tinghua melalui posisinya yang saat ini sebagai Tuan Kedua setelah Senior Zuan.
Dengan tenang, Zhi Long akhirnya sampai ke area sebelumnya. Terlihat Shi Liang sedang menunggunya dengan rasa khawatir, Si Hitam juga membuka matanya karena waspada terhadap Tuannya. Dia tau, jika Tuan nya mati, dia juga akan mati.
Dari jauh, Shi Liang melihat Zhi Long sedang menggendong sosok gadis yang cantik di punggungnya.
"Zhi Long kemana saja kau!??". Shi Liang memarahi Zhi Long, dia terlalu khawatir.
"Maaf Shi Liang, tadi waktu di perjalanan aku melihat seorang gadis cantik yang terkapar tak berdaya jadi aku menolongnya". Jawaban Zhi Long mengejutkan gadis cantik itu, 'Aku tak di makan oleh Iblis itu? Sungguh keberuntungan yang hebat!'. Batin gadis itu saat ini.
"Baiklah aku melihatnya, sekarang mana bahan makanan dan air minumnya? Biar aku yang memasak kau baringkan dia dulu di sana, dan bantu aku menyiapkan makan malam". Jawab Shi Liang dengan menunjuk pohon yang tenang di sebelahnya.
Zhi Long segera meletakan bahan bahan yang dia dapatkan di depan Shi Liang dan membaringkan gadis cantik itu dengan perlahan, takut luka nya terbuka lagi.
"Terima kasih, yah". Gadis cantik itu menatap Zhi Long dengan mata polos dan cantiknya, sekarang dia seperti penggoda yang lihai.
Zhi Long yang tergoda dengan tatapan gadis itu hanya bisa terkejut melihatnya lalu dia berkata, "Tak masalah, kita sesama manusia harus saling menolong". Jawab Zhi Long dengan senyum ramah terhadap gadis cantik di hadapannya.
"Zhi Long, sampai kapan kau akan menggoda nya? Cepat ke sini, dan bantu aku!!". Shi Liang yang geram dengan sifat nya Zhi Long menyuarakan pendapatnya, agar Zhi Long membantunya.
"Iya, sabar. Aku akan ke sana". Jawab Zhi Long. "Kau istirahat lah di sini, nanti aku akan membangunkan mu untuk makan malam". Sambil masih tersenyum hangat, Zhi Long berkata itu pada sang gadis cantik di depannya.
Setelah itu, dia menuju Shi Liang untuk membantunya.
Gadis yang dia tinggal untuk beristirahat tersenyum dengan rona wajah merah yang menyertainya, "Sungguh pria yang baik". Gadis cantik itu bergumam setelah Zhi Long pergi membantu temannya.
~
Hari ini, Tanggal 30 Maret 2020 Author mengeluarkan 8 chapter agar genap 20 chapter. Kalian juga pasti penasaran, kalau begitu ikuti terus chapter berikutnya ya. Terima kasih sudah mendukung Author, hehe...🙂
__ADS_1
~
**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁