
Di Perguruan Xinghou, Kediaman Tetua Ye.
Pada malam harinya, Tetua Ye memutuskan agar Zhi Long menginap di tempatnya berada. Dia sungguh ingin Zhi Long yang merawat luka Zu Bing, Tetua Ye tau bahwa Zu Bing suka pada Zhi Long karena melihat dari raut wajahnya saat melihat Zhi Long dia selalu menunjukkan senyum termanis nya.
Di malam ini, mereka bertiga berkumpul untuk makan malam bersama. Karena Zhi Long telah menjadi murid resmi Tetua Ye, ini adalah perayaan kecil kecil an untuknya.
Senior Jun tidak ikut dalam pesta, karena dia mempunyai banyak tugas yang harus ia selesaikan hari ini.
"Hari ini, untuk merayakan murid resmi ketiga. Mari kita berpesta kecil kecil an!". Tetua Ye mengangkat gelasnya menandakan pesta itu di mulai.
Walaupun hanya tiga orang saja, yaitu Zhi Long, Zu Bing dan Tetua Ye sendiri. Tapi pesta itu sangat meriah, yang membuat suasana jadi hidup adalah Zhi Long yang terus berbicara tak tau malu.
"Tetua, ini sungguh berlebihan untuk ku. Kenapa kau merayakan pesta kecil kecil an seperti ini untukku??". Tanya Zhi Long pada Tetua Ye.
"Nak, kau telah menyelamatkan Bing'er dan hari ini aku memutuskan untuk menjadikanmu sebagai murid resmi ku!! Kau juga yang akan merawat luka dan mengobati Bing'er, kau harus tanggung jawab atas semuanya!!". Kata Tetua Ye yang tadi sore memutuskan untuk menerima Zhi Long sebagai murid resmi nya, setelah itu dia bicara soal merawat dan mengobati Zu Bing.
"Senior, anda salah sangka terlalu dalam. Aku sungguh cuma mengobatinya saat itu, tidak menyentuh apapun selain lukanya". Jawab Zhi Long yang gugup pada Tetua Ye.
"Maka dari itu, kau sudah menyentuh seorang gadis nak. Kau harus bertanggung jawab, lukanya kan hanya kau yang tau. Berawal dari kau yang mengobatinya saat itu, harus berakhir dengan kau yang mengobatinya nanti sampai dia sembuh!!". Tetua Ye terus mendesak Zhi Long.
"Hmm.... Baiklah jika Tetua Ye terus memaksa, aku akan merawat dan mengobati nya dengan baik dan benar". Jawab Zhi Long dengan pasrah.
"Lalu bagaimana dengan Zu Bing, apakah dia mau aku yang merawat nya?". Tanya Zhi Long pada Tetua Ye yang melirik pada Zu Bing.
"Bing'er, apa kau bersedia dia yang akan merawat dan mengobati luka mu?". Tanya Tetua Ye pada Zu Bing.
Zu Bing terdiam sejenak sebelum wajahnya menjadi merah, dia terlalu malu akan kejadian waktu itu. "Iya Guru, Zu Bing tidak masalah jika dia yang merawat ku". Jawaban Zu Bing yang tiba tiba itu, mengagetkan Zhi Long.
Pada awalnya Zhi Long mau menerima tawaran Tetua Ye untuk merawat dan mengobati Zu Bing dengan keputusannya sendiri, karena dia saat itu yakin bahwa Zu Bing pasti tak akan mau di rawat oleh seorang lelaki yang asing tak di kenal nya, tapi sekarang jawaban Zu Bing membuat Zhi Long menjadi salah tingkah dan serba salah.
'Seharusnya pada saat itu, aku tinggalkan dia di sana saja agar di makan oleh Iblis Singa Bersayap dan aku sekarang tak mempunyai beban hidup seperti ini, sungguh penyesalan yang tak berarti!'. Batin Zhi Long yang menyesali perbuatannya sebelumnya.
"Kau juga jangan salah sangka, aku mau di rawat dan di obati olehmu itu karena suruhan guru!". Lanjut Zu Bing pada Zhi Long, tapi wajahnya masih memerah dan tersenyum manis ke arah Zhi Long. Dia sebenarnya ingin di rawat oleh Zhi Long, dia tau Zhi Long adalah orang yang baik dan rendah hati. Dia juga tau, bahwa Zhi Long orangnya jujur.
"Oh begitu yah, baiklah kalau itu keputusanmu. Aku akan menerimanya, di harap agar kau menikmati cara merawat dan pengobatan ku nanti!". Jawab Zhi Long dengan wajah yang biasa saja tapi tetap masih tersenyum, dia harus izin pada Zu Bing untuk merawat lukanya. Karena itu ada di bagian internal dari tubuh seorang gadis, sungguh memalukan.
"Sudah kubilang tadi, aku tak merasa keberatan jika kau yang merawat dan mengobati ku nanti!". Kata Zu Bing sambil memandang Zhi Long dengan mata harapan yang indah miliknya.
Zhi Long yang melihat itu akhirnya berkata dengan tak tau malunya, "Jangan salahkan aku jika melakukan apa apa padamu, insting seorang lelaki akan tumbuh jika dia melihat bagian tubuh seorang gadis, apa kau tau itu?". Dengan percaya diri yang tinggi, Zhi Long berkata seperti itu dengan alasan Zu Bing akan memikirkan kembali perkataannya yang sebelum nya.
"Jika itu yang kau mau, aku juga tak masalah. Tapi kau harus bertanggung jawab untuk itu dan menjagaku setelah nya!!". Jawab Zu Bing yang malu malu dengan wajah yang memerah seperti tomat.
Tetua Ye dan Zhi Long membelalakkan mata nya atas jawaban gadis cantik di hadapannya, mereka juga terkejut dengan itu.
'Ada yang salah dengannya, Qiao Ning juga yang selalu aku goda tak seperti ini. Dan ini sudah parah, apa dia begitunya sangat menyukaiku?'. Batin Zhi Long yang mengingat Qiao Ning sering dia goda, tapi tak memiliki rasa suka yang tinggi terhadapnya, entah dia suka atau tidak.
"Bing'er, apa kau tau sedang berkata apa? Kalian baru berusia 14 tahun, jangan mengatakan hal seperti itu! Aku tau kau sangat suka pada pemuda ini, tapi harus di waktu yang tepat jika ingin melakukan nya". Tetua Ye menjawab dengan nada bercanda, dia sangat tau apa yang di inginkan muridnya.
Zhi Long yang dari tadi diam, hanya membuka tutup mulutnya mendengar hal seperti itu. Ini bukan yang dia inginkan, 'kenapa harus seperti ini??'. Batin Zhi Long yang frustasi.
__ADS_1
"Guru, aku tak menyukainya!!". Jawab Zu Bing dengan malu malu dan kekanakan, melihat dari raut wajahnya dia berkata sebaliknya.
"Tetua, aku tak berani melakukan hal seperti itu. Aku tadi hanya bercanda, aku tak serius sungguh...!!". Zhi Long menyuarakan pendapatnya pada Tetua Ye.
"Baiklah aku sudah tau itu". Kata Tetua Ye.
"Baik, cukup basa basi nya mari kita nikmati hidangan yang sudah matang ini. Kalian juga makan yang banyak, agar tetap sehat!!". Tetua Ye menyuruh keduanya untuk makan.
Mereka bertiga pun makan dengan lahap, pesta kecil kecil an yang di adakan di Kediaman Tetua Ye hanya di hadiri oleh dia dan kedua muridnya, meski begitu pesta itu sangat menyenangkan.
Di pagi hari yang cerah berikutnya, Zhi Long menuju ke kamar Zu Bing. Dia ingin mengobati luka Zu Bing yang tadi malam menyetujui hal ini, jadi dia akan melakukannya dengan benar.
"Zu Bing apa kau sudah bangun? Aku datang untuk mengobati lukamu, aku masuk yah..". Setelah mengatakan itu, Zhi Long memasuki kamar Zu Bing.
Saat masuk ke dalam kamar Zu Bing, dia melihat seorang gadis cantik seperti peri dia sedang duduk manis yang bersiap untuk di obati.
"Kau rawat aku dengan baik yah". Zu Bing merespon kata kata Zhi Long tadi, sambil tersenyum manis dia berkata seperti gadis yang polos.
Zhi Long akhirnya mengobati luka Zu Bing, dia membuka baju Zu Bing beberapa inchi dari lukanya, dia tak mau ada kesalahan seperti sebelumnya.
"Apa ini sakit?". Tanya Zhi Long pada Zu Bing, dia sedang mengobati luka Zu Bing dengan sangat pelan, terlihat seperti pria yang ramah.
"Sedikit". Jawab Zu Bing dengan raut wajah merah merona karena malu.
Setelah beberapa saat, luka Zu Bing telah di obati oleh Zhi Long. Zu Bing juga di suruh untuk berkultivasi agar lukanya bisa sembuh dengan cepat, Zhi Long yang selesai dengan tugasnya keluar dari kamar Zu Bing.
"Apa dia tak punya perasaan terhadapku yah?". Pertanyaan Zu Bing mengandung banyak arti, fakta nya dia sangat terkenal akan kecantikannya, semua orang tau bahwa dia adalah kecantikan nomor satu di Kota Kongzu. Namun saat ini di depan pria tampan itu, dia seperti gadis pada umumnya di matanya.
Zu Bing pun berkultivasi di dalam kamarnya, kultivasi juga bisa untuk mempercepat penyembuhan luka dalam yang di alami nya.
Di luar ruangan Zu Bing, Zhi Long sedang membaca banyak buku. Dia di suruh Tetua Ye untuk membaca bukunya, semua buku yang dia berikan pada Zhi Long adalah tentang Jurus Lukis.
Karena Tetua Ye sendiri di kenal sebagai Pendekar Dewa Lukis, jadi dia juga mengajarkan Zhi Long Seni Lukis yang dia tau.
Zhi Long membaca buku itu satu per satu, sampai larut malam. Sampai akhirnya dia selesai membaca itu, sebenarnya dia sudah membaca seluruh bukunya dan mengingat semua nya. Namun di depan Tetua Ye dia tak mau membuka rahasia Mata Kanan nya, jadi dia berpura pura membaca padahal hanya mem bolak balik kan buku itu.
"Nak, kau sudah selesai?". Tanya Tetua Ye pada Zhi Long yang berdiri dan berjalan ke arahnya.
"Tetua, aku sudah selesai membaca semuanya". Jawab Zhi Long.
"Kemarin kau sudah ku angkat menjadi murid resmi ku, sekarang jangan panggil aku Tetua lagi, panggil aku Guru!". Tetua Ye berharap agar Zhi Long memanggilnya Guru.
"Baik Guru, murid mengerti". Kata Zhi Long dengan menundukkan kepalanya, dia menghargai gurunya.
"Oke, sekarang kau boleh tidur. Nanti besok, kita akan memulai latihan dari ku". Kata Guru Ye dengan anggukan nya, dia menyuruh Zhi Long untuk beristirahat agar tak capek.
"Baik Guru, murid izin undur diri dulu". Zhi Long berjalan ke kamarnya untuk beristirahat.
Keesokan paginya, Zhi Long bangun dan menuju ke kamar Zu Bing lagi untuk mengobati lukanya. Dia melihat Zu Bing yang sudah siap untuk di obati, ini akan menjadi rutinitas sehari harinya. Melihat gadis cantik yang seperti Peri di pagi hari yang cerah, itu adalah impian semua laki laki dan itu di rasakan Zhi Long saat ini.
__ADS_1
Setelah mengobati luka Zu Bing, dia menuju tempat Guru nya untuk berlatih Seni Lukis. Sebenarnya dia sudah paham akan Seni Lukis, karena sudah di pahami dengan mata kanan nya.
"Guru, murid menghadap guru...". Zhi Long yang sudah berada di ruangan dan menyapa Guru Ye yang ada di hadapannya.
Dengan anggukan, Guru Ye menerima sapaan Zhi Long, lalu dia menyuruh Zhi Long untuk melihat nya melukis.
"Lihat dan pelajari ini baik baik nak, ini akan membantumu untuk menerobos Pesawat selanjutnya, ku dengar kau hanya bisa bela diri jadi perhatikan ini dengan teliti karena Jurus ini akan menghabiskan banyak Tenaga Dalam mu!". Guru Ye ingin Zhi Long memperhatikannya dengan baik, dia juga tau Zhi Long adalah orang yang hanya mempelajari Ilmu Bela Diri.
Sebelumnya di malam pesta itu, Zhi Long menceritakan tentang dirinya yang berasal dari Clan Zhi yang bertarung dengan cara bela diri, Clan Zhi juga mempelajari Sihir namun hanya beberapa orang di Clan itu yang bisa dan itu hanya yang berbakat.
"Baik Guru, aku akan memperhatikan dengan baik dan teliti". Jawab Zhi Long.
Guru Ye memulai melukisnya, kuasnya menari nari dari tangannya ke kertas di hadapannya. Dia sedang melukiskan sesuatu, Zhi Long terpana melihat adegan ini.
Guru nya sangat lihai dan cepat dalam melukis, Zhi Long juga memperhatikan gurunya yang melukis dengan teliti takut ada yang ketinggalan.
Mata kanan Zhi Long di aktifkan secara diam diam, terlihat mata kanan nya yang seluruhnya menjadi Hitam Pekat, itu adalah Mata Dimensi Kegelapan!!.
Dengan mata itu, Zhi Long mampu mencipta kan lukisan Guru Ye dengan baik bahkan lebih kuat dari milik Guru Ye, namun itu jika dia sudah berada di Pesawat yang sama dengan Gurunya.
Zhi Long hanya diam dan memperhatikan Gurunya yang sedang melukis, beberapa saat kemudian gambar yang di lukis Guru Ye hampir selesai.
Dia menggambar seekor naga yang perkasa sedang meliuk liuk di atas awan, naga itu seperti asli. Gambaran Guru Ye menciptakan sebuah imajinasi yang membuatnya hidup, Guru Ye juga mengeluarkan banyak Tenaga Dalamnya saat menggambar itu.
Setelah selesai menggambar, Guru Ye melakukan jurus pemanggilan dari hasil lukisannya. Nama jurus ini di kenal sebagai, Summon atau Jurus Pemanggil.
Guru Ye yang sudah memanggil naga dalam lukisan, akhirnya terjadi fenomena luar biasa di hadapan Zhi Long.
Lukisan tersebut seperti hidup, lalu beberapa saat kemudian. Naga dalam lukisan keluar dari sana, dia menuju ke langit dan berputar putar di sana.
Karena Tenaga Dalam milik Guru Ye sangat besar, jadi dia memasukkan banyak Tenaga Dalam nya pada Naga itu.
"Wah... sungguh luar biasa Guru, kau sungguh hebat seperti rumor yang beredar". Zhi Long merasa tercengang dengan adegan di hadapannya, dia tau rumor tentang Guru Ye tapi itu hanya rumor. Saat melihat aslinya, ternyata rumor yang di bicarakan sungguh benar adanya.
Setelah berputar beberapa kali di langit, naga itu menghilang dengan sendirinya. Karena Jurus Seni Lukis ini hanya bertahan sebentar, jadi memang tak lama.
"Nah nak, kau lihat lukisan tadi kan? Kau telah mengamatinya, kau harus mempelajari Jurus ini sampai 6 hari dari sekarang! Sebelum kau mengikuti Ujian Akhir Semester". Guru Ye yang melihat Zhi Long sedang melihatnya dengan muka kagumnya, mengatakan untuk segera mempelajari jurus itu.
"Guru, murid akan bekerja keras untuk itu!!". Zhi Long menjawab kata kata Guru Ye dengan sungguh sungguh.
Untuk menutupi semua Jurus dan Tekniknya yang banyak dia pelajari di Puncak Gunung Tinghua sebelumnya, dia akan belajar sekali lagi dan ini jurus sihir yang mengeluarkan Tenaga Dalam yang besar.
~
Apakah Zhi Long dapat mempelajari jurus yang hebat itu dari Guru Ye, hanya dalam waktu 6 hari? Saksikan chapter selanjutnya, terima kasih telah mendukung novel ini.
Hari ini, Tanggal 30 Maret 2020 Author mengeluarkan 8 chapter agar genap 20 chapter. Kalian juga pasti penasaran, kalau begitu ikuti terus chapter berikutnya ya. Terima kasih sudah mendukung Author, hehe...🙂
~
__ADS_1
**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁