Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
17. Pukulan Yang Mengerikan


__ADS_3

Di Wilayah Perguruan Xinghou, Kediaman Tetua Ye.


Sudah tiga hari penuh Zhi Long berlatih Jurus Seni Lukis, dia membuat banyak kemajuan dan sangat mengejutkan Guru Ye.


Guru Ye sendiri sampai bingung dan tidak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini, di hadapannya Zhi Long sedang melukis seekor naga perkasa di papan gambar nya.


Baru tiga hari, lukisan Zhi Long terlihat sangat nyata dan asli. Dia seperti anak yang berbakat, Guru Ye tidak menyesal karena menjadikan Zhi Long sebagai muridnya.


Zhi Long yang sudah selesai melukis, mengeluarkan Tenaga Dalamnya pada lukisan itu. Tiba tiba fenomena terjadi, naga itu di panggil keluar dan naik ke langit berputar putar di atas sana, itu adalah Jurus Seni Lukis.


Jurus Seni Lukis sendiri adalah Jurus yang mengkhususkan pengguna nya untuk membuat sebuah karya lukis yang bisa di buat untuk menyerang musuhnya, contohnya yang saat ini di panggil oleh Zhi Long.


Naga Terbang yang perkasa di gambar Zhi Long dan di kendalikan penuh dengan Tenaga Dalam Zhi Long, sungguh anak yang berbakat.


Sebenarnya Zhi Long yang mempunyai mata kanan nya sudah bisa tiga hari yang lalu, saat Guru Ye melukis gambar naga nya. Saat itu Zhi Long yang mengaktifkan mata kanannya merekam semua adegan itu dan mengcopy nya pada dirinya sendiri, itu sungguh Jurus yang sangat kuat.


Bahkan tanpa Guru Ye sadari, Zhi Long mulai menciptakan karyanya sendiri untuk di jadikan penyerang dan pelindungnya.


Zhi Long tak di duga juga telah mempelajari Jurus itu lebih dalam, dia bisa melukis tanpa alat kuas. Hanya dengan imajinasi nya saja dia bisa melukis sebuah karya yang begitu menakjubkan, memang Zhi Long terbilang anak yang cerdas di sisi lain dia juga berbakat.


Berkat warisan peninggalan Kaisar Zhi Qiang dia saat ini mungkin ada di peringkat pertama tahun ketiga sekarang, dengan pemahamannya yang cepat tanggap dia termasuk anak yang sudah berpengalaman dalam banyak hal.


Di samping itu, dia juga pria yang tampan. Terlihat jelas, bahwa saat ini gadis paling cantik nomor satu di Kota Kongzu sangat menyukainya, belum lagi Qiao Ning yang selalu memikirkannya setiap waktu dia sangat merindukan nya.


"Nak, kemari lah kau". Setelah selesai latihan, Guru Ye memanggil Zhi Long.


"Baik Guru". Zhi Long melangkah ke arah Guru Ye, "Ada apa Guru memanggilku?". Tanya Zhi Long.


"Bagaimana keadaan Zu Bing saat ini?". Guru Ye menanyakan keadaan muridnya yang kedua saat ini.


"Dia sekarang dalam keadaan yang lebih baik, aku sudah menyarankannya untuk berkultivasi dan memfokuskan diri untuk menyembuhkan luka dalamnya, dia akan baik baik saja nanti besok". Jawab Zhi Long yang merawat dan mengobati Zu Bing, senarnya Zhi Long tak jago untuk mengobati seseorang namun dia sebelumnya pernah mempelajari satu atau dua hal tentang pengobatan.


"Begitu yah, kalau begitu hari ini latihan selesai, kau sangat berbakat. Dengan bakat yang kau miliki, kau mungkin dalam pengejaran banyak orang nantinya. Sekarang kau ada di Pesawat mana?". Guru Ye menyudahi latihan hari ini, dia bertanya tentang tingkatan Zhi Long.


"Guru, hari ini aku mengalami kemajuan. Karena telah melatih diri dalam Seni Lukis, saat ini aku sudah di Pesawat Tengah Tingkat 2 akhir. Sebentar lagi aku akan menerobos tingkat berikutnya". Jawaban Zhi Long mengejutkan Guru Ye karena kemajuannya sangat tak wajar, itu sangat di luar dugaan nya.


"Sudah kuduga, kau sangat berbakat. Mungkin kau sudah cocok dengan Zu Bing saat ini". Dengan senyum candanya, Guru Ye membicarakan hubungan antara Zhi Long dan Zu Bing.


"Guru, aku belum ingin untuk menjalani hubungan dengan gadis lain saat ini". Kata Zhi Long dengan yakin


"Apa kau sudah mempunyai gadis lain, yang mengisi hatimu?". Tanya Guru Ye dengan lembut.


"Tidak ada Guru, maksudku saat ini aku ingin fokus pada kultivasi ku. Guru Ye tadi mengatakan kalau aku terlalu berbakat, jadi aku memutuskan untuk fokus berkultivasi dan latihan sampai aku bisa menjaga diri". Jawab Zhi Long, dia mengingat perkataan Guru nya tadi. Dia juga mengerti bahwa dirinya mungkin akan dalam bahaya jika mengeluarkan kekuatan penuhnya, maka dari itu dia akan menjadi lebih kuat dulu sebelum memikirkan hal yang lain.


"Begitu yah, nak ingat kata Guru ini. Jika kau terlalu fokus pada dunia persilatan kau tak akan bisa menikmati dunia ini, begitu juga sebaliknya. Jadi tak ada salahnya jika kau sedikit menikmati dunia fana ini, seperti uang atau wanita". Guru Ye mengatakan yang dia perlukan, dia sangat kasihan pada Zhi Long yang mungkin tak ingin mempunyai hubungan khusus dengan wanita.


"Baik Guru, ucapan Guru akan murid ingat selalu". Jawab Zhi Long dengan kepala menunduk.

__ADS_1


"Oh iya, jika kau mempunyai banyak wanita itu juga tak masalah. Karena banyak wanita, banyak juga keturunan mu nanti. Hahahaha....". Guru Ye membuat suasana menjadi hening dengan bercandaan nya saat ini, Zhi Long yang mendengar itu langsung mematung karena Guru nya juga tak tau mau sepertinya.


"Guru, jangan terlalu berlebihan!!". Zhi Long merasa marah karena hal itu.


"Berlebihan bagaimana? Kau sangat tampan, baik, rendah hati dan jujur. Pasti banyak Gadis yang menyukaimu saat ini, misalanya seperti yang ada di kamar itu...". Guru Ye mulai bercanda lagi, kali ini dia mengatakan sejujurnya sambil menunjuk ke arah kamar Zu Bing.


"Guru, aku tak yakin dengan itu". Jawab Zhi Long yang merendah.


"Kau mungkin tak sadar, dia telah menyukaimu. Saat aku melihatnya sebelum bertemu denganmu, dia adalah orang yang pendiam namun selalu tersenyum. Namun ketika dia datang denganmu waktu itu, kulihat dia tersenyum lebih cerah dari sebelumnya. Jadi aku menyimpulkan bahwa dia menyukaimu, bagaimana pendapatmu kalau dia beneran menyukaimu?". Kata Guru Ye yang melihat sebelumnya, Zu Bing di gendong Zhi Long dan selalu tersenyum cerah saat melihat Zhi Long. Guru Ye juga meminta pendapat Zhi Long.


"Guru, jika dia menyukaiku. Aku tak yakin menerima nya, karena keadaan status sosial antara Keluarganya dan Keluargaku". Jawab Zhi Long dengan rasa penyesalan.


"Nak, Guru dulu juga pernah mengalami hal seperti ini. Tapi saat itu, Guru memilih pilihan yang salah. Guru meninggalkan dirinya yang sendirian dengan pilihan orang tuanya, hasilnya dia saat itu langsung bunuh diri karena menikah dengan orang yang tak di cintai nya. Guru selalu menyesal sampai saat ini, kuharap kau memilih pilihan yang tepat dengan mu nantinya agar tak ada rasa penyesalan di antara kedua belah pihak. Dalam hal ini, status sosial tak ada hubungannya dengan Cinta kau mengerti sekarang?". Guru Ye menceritakan kisah masa lalunya yang menyedihkan, masa lalu itu yang membuat Guru Ye sampai saat ini sendirian seorang diri. Guru Ye juga menyarankan agar Zhi Long tak mengikuti jejaknya dan menyesal di kemudian hari, sungguh kisah yang menyedihkan.


"Guru, murid ini selalu dan selalu akan setia pada guru. Agar guru tak kesepian, murid akan selalu menuruti apa kata guru. Jadi guru jangan sedih lagi ya, murid tak ingin guru sedih terus gara gara masa lalu. Murid juga mengerti apa yang di katakan guru tadi, tapi menurut murid masa lalu hanyalah masa lalu kita tak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki sejarah itu, yang mungkin akan merusak masa depan jika itu terjadi. Maka dari itu, guru bahagia lah kau sekarang mempunyai aku sebagai murid mu juga ada Zu Bing dan Senior Jun, kau tak sendirian sekarang". Jawab Zhi Long dengan saran nya yang mendalam, saran Zhi Long sangat masuk akal sekali. Dia sangat mendukung Gurunya, sungguh murid yang berbakti.


Guru Ye yang mendengar kata kata muridnya itu mulai meneteskan air matanya, sekarang dia tau tak ada hasilnya jika dia menyesali perbuatannya pada waktu itu sampai saat ini.


Itu mungkin akan sangat memberatkan hidupnya dan menurunkan kesehatannya, dengan perkataan Zhi Long akhirnya Guru Ye sadar.


"Nak, kau masih kecil dan polos kau juga sungguh baik hati. Guru ini sangat berterima kasih, saran mu itu Guru juga akan selalu mengingat nya selamanya". Guru Ye telah menyesal selama beberapa tahun ini, dia tercerahkan dengan perkataan Zhi Long.


Guru Ye memeluk muridnya itu dengan rasa hangat bersamanya, dia sangat berterima kasih pada muridnya. Sungguh pemandangan yang indah, guru dan murid itu sangat dekat.


Setelah memeluk Zhi Long Guru Ye pergi untuk urusan di Perguruan Xinghou, dia mengatakan akan pulang telat. Jadi dia menitipkan rumahnya dan Zu Bing pada Zhi Long, sekarang dia percaya pada murid ketiganya.


Di dalam rumah Guru Ye, Zhi Long yang sendirian di luar halaman sedang melukis kan sesuatu. Suasana di malam hari ini sangat indah untuk melukis, jadi dia membuat sesuatu di lukisannya.


Si Hitam bertengger di pagar luar rumah Guru Ye, untuk menjaga Zhi Long dengan aman. Karena itu memang tugasnya, dia sangat setia.


"Kau sedang apa?". Tiba tiba dari arah belakang Zhi Long terdengar suara gadis yang suaranya indah di dengar, dia adalah Zu Bing.


"Zu Bing, kau sudah bangun? Apa kau tak apa apa sekarang?". Zhi Long yang terkejut menghentikan lukisannya dan menoleh ke belakang, dia melihat gadis cantik di belakangnya yaitu Zu Bing.


"Aku baik baik saja sekarang, berkatmu aku sudah merasa lebih baik. Terima kasih ya, sudah merawat dan mengobati ku dengan baik". Jawab Zu Bing dengan senyum wajah yang ceria nya.


'Hmm... Betul kata Guru, di lihat dari senyum nya. Itu adalah senyum terindah yang pernah kulihat selama ini, bahkan senyumnya mengalahkan senyum Qiao Ning yang sama juga cantiknya menurutku'. Zhi Long membatin bahwa perkataan Guru nya benar adanya, Zu Bing sangat ceria saat di hadapannya. Dia juga membandingkan senyumnya dengan senyum Qiao Ning, teman masa kecilnya.


"Begitu yah, kalau begitu bisakah kau berdiri di sebelah sana? Aku ingin melukis mu, untuk mengingat mu selalu". Zhi Long menyuruh Zu Bing berdiri di hadapannya untuk di lukis, dia juga menggoda nya. Sepertinya sifat tak tau malunya yang kekanakan belum hilang, dia masih saja seperti dulu.


"Baiklah kalau itu mau mu". Dengan malu malu Zu Bing berjalan ke depan Zhi Long, tanpa dia sadari dia telah menyukai Zhi Long entah kapan dia mendapat perasaan itu.


"Zu Bing, tersenyum lah sekarang. Aku ingin melukis mu dalam senyum tercerahmu, aku tak tau senyum mu yang cerah dan yang indah mana. Aku tak bisa membedakan nya". Perkataan Zhi Long membuat Zu Bing tersipu malu dan wajahnya langsung merah merona, dia telah di goda oleh pria tampan ini lagi.


"Baik lah, aku akan menuruti mu". Zu Bing membuat senyum tercerah nya, itu sangat menakjubkan di lihat. Jika ada orang lain di situ, dia pasti akan pingsan terkapar di tanah karena melihat senyum cerahnya yang menawan itu, sungguh gadis yang tau caranya menggoda pria.


"Zu Bing pertahankan itu, aku akan melukis mu saat ini". Zhi Long bersiap untuk melukis. Tapi dia tak melakukan apa apa, dia hanya mengamati Zu Bing yang tersenyum cerah saat ini.

__ADS_1


"Kenapa kau tak melukis?". Zu Bing melihat Zhi Long yang hanya berdiam diri di sana, akhirnya bertanya dengan nada agak marah.


"Aku sedang melukismu saat ini". Jawab Zhi Long dengan tenang.


"Kau hanya berdiam diri di sana dan tidak melakukan pergerakan apa pun, apa itu yang namanya melukis!?? Sudah lah aku capek berdiri di sini dan tersenyum untuk mu, tapi kau malah tak menghargai ku!". Zu Bing berdiri dan jalan ke arah Zhi Long dia melewatinya, dia kesal karena di permainkan Zhi Long.


Kejadian aneh dan nyata terjadi pada saat itu juga, Zhi Long berdiri bersamaan Zu Bing melewatinya. Dia langsung memeluk Zu Bing dari belakang dan berbisik di telinganya dengan nada rendah, "Apa kau tak percaya denganku? Aku sungguh melukis senyum tercerah mu, di dalam pikiranku untuk selalu mengingatmu. Sudah ku katakan tadi kan?".


Zu Bing yang terkejut dengan sikap Zhi Long yang berubah dari sebelumnya, akhirnya melunak di pelukan nya dia seperti anak kecil tak berdaya.


"Apa yang kau lakukan?". Zu Bing marah pada Zhi Long namun itu hanya pura pura, dia juga memiliki raut wajah yang sangat merah pada saat ini.


"Lepaskan aku!!". Zu Bing meronta pada Zhi Long yang memeluknya dengan lembut.


"Aku tak akan melepaskan mu, sebelum kau menerima maaf dari ku saat ini". Jawaban Zhi Long membuat Zu Bing merasa tak berdaya lagi, 'Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?'. Batin Zu Bing saat ini, dia tak tau kenapa Zhi Long menjadi seperti ini.


"Maaf sebelumnya karena aku tak tau, maaf sebelumnya karena aku tak mengerti, maaf sebelumnya karena sudah meresahkan mu dan maaf sebelumnya karena aku sudah mengisi hatimu saat ini". Zhi Long yang tak merasakan apa apa saat dia dengan Zu Bing sebelumnya akhirnya saat ini dia merasa Zu Bing sangat istimewa baginya, dia yang telah membuat Zu Bing jatuh cinta padanya.


"Apa yang kau katakan?". Zu Bing masih berpura pura tidak tau.


Zhi Long melepaskan pelukannya lalu menghadapkan Zu Bing untuk melihatnya dan berkata, "Aku tau kau suka denganku kan?". Zhi Long berkata seperti itu di sertai tangan kanannya yang menepuk kepala Zu Bing dengan lembut dan membelainya dengan ringan.


"Aku... aku..." Zu Bing menjadi gagap dengan Zhi Long yang melakukan hal itu, dia merasa ingin pingsan sekarang. Dia tak pernah seperti ini sebelumnya, sampai Zhi Long hadir di hatinya mengisi hari harinya dengan menyenangkan, walau pun hanya sementara tapi itu sangat berharga baginya.


"Sudah kau tak usah banyak bicara aku sudah melihatnya dari raut wajahmu yang merah ini!". Zhi Long memotong pembicaraan Zu Bing, tangannya yang menepuk kepala Zu Bing jatuh ke pipinya yang merah seperti tomat.


"Kau sangat cantik sekarang ini, Zu Bing. Pertahankan itu! Aku akan melukis mu saat ini, sebentar aku akan mengambil kuas dan papan gambarnya". Dengan berkata seperti ini, Zhi Long mengambil alat lukisnya.


Zu Bing yang daritadi bingung akhirnya tersadar dia telah di bohongi oleh pria tak tau malu di hadapannya, "Kau... apa kau memanfaatkan aku lagi, untuk melukis wajah ku saat ini yang sedang memerah??". Zu Bing akhirnya tau niat Zhi Long.


"Kau baru sadar yah? Reaksi mu tadi sangat lucu sekali, Zu Bing. Hahahaha... maaf kan aku, hahaha....". Zhi Long akhirnya mengatakan niatnya, dia tertawa keras dan tak bisa berhenti.


Saat itu juga, Zu Bing yang marah karena di perlakukan seperti tadi mengeluarkan aura membunuh yang pekat, tangannya mengepal sangat keras siap untuk memukul pria tak tau diri di hadapannya.


Setelah itu, dia langsung menuju ke arah Zhi Long dengan kecepatan tertingginya.


"Zu Bing.... apa yang akan kau lakukan? Hei.... aku tadi hanya bercanda, Zu Bing... berhenti di sana, aaaaaa.......". Zu Bing yang emosi memukul keras perut Zhi Long hingga dia terlempar jauh ke belakang, sungguh pukulan yang mengerikan.


"Bruugh....". Zhi Long menabrak tembok di belakang nya dan terjatuh dengan keras.


"Dasar Pria tak tau diri, Hmmph!!". Zu Bing langsung membuang muka nya dan berjalan menuju kamarnya, lalu mengunci rapat pintu kamarnya.


~


Hari ini, Tanggal 30 Maret 2020 Author mengeluarkan 8 chapter agar genap 20 chapter. Kalian juga pasti penasaran, kalau begitu ikuti terus chapter berikutnya ya. Terima kasih sudah mendukung Author, hehe...🙂


~

__ADS_1


**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁


__ADS_2