Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
18. Menjadi Cerewet


__ADS_3

Di Wilayah Perguruan Xinghou, Kediaman Tetua Ye, Halaman Depan Kediaman Tetua Ye.


Zhi Long yang terkena pukulan mematikan Zu Bing hanya bisa terkapar tak berdaya di tanah, tubuhnya terasa lemas dan susah di gerakkan.


Dia tau dirinya salah sebelumnya, tapi yang dia lakukan sebenarnya di hati nya dia berkata jujur. Sesungguhnya dia juga menyukai Zu Bing, tapi dia juga tak mau melukai hati wanita lain yang jatuh dalam godaan nya seperti Qiao Ning.


Zhi Long mengetahui juga bahwa Qiao Ning juga suka dengannya, tapi dia menyembunyikan perasaan nya.


Tanpa Zhi Long sadari, apa yang di pikirkan nya adalah fakta. Sampai saat ini, Qiao Ning sangat merindukan nya. Sudah hampir tiga bulan tak saling bertemu, Zhi Long tak tau reaksi apa yang harus dia perlihatkan di depan teman kecilnya itu nanti.


"Argh.. sakit sekali, sungguh pukulan yang mengerikan...". Zhi Long akhirnya bisa bergerak setelah beberapa saat, dia merasa malam ini adalah malam tersial nya.


"Aduh.. sulit juga untuk berjalan, dia memukulku dengan keras. Apa sebaiknya aku mengerjainya lagi yah? Untuk membalas nya?". Zhi Long yang berdiri dan susah berjalan berpikiran untuk melakukan perbuatan jail nya lagi.


Zhi Long beranjak ke depan kamar Zu Bing, dia berjalan dengan langkah yang tak karuan.


"Zu Bing, maafkan aku. Aku telah kelewatan terhadapmu, jujur aku sudah tau kau menyukaiku. Jadi aku menguji kebenaran itu, tapi ternyata memang benar. Zu Bing, buka pintunya aku ingin bicara...!". Zhi Long meminta maaf dengan alasan sesungguhnya melakukan hal itu, dia sangat menyesal melakukan itu.


"Apa kau tak punya malu? Aku sangat marah saat ini, pergilah jangan ganggu aku! Atau kau ingin di pukul lagi?". Zu Bing tak ingin keluar kamarnya, dia juga mengancam Zhi Long.


"Zu Bing, apa kau tak punya hati padaku saat ini?". Zhi Long hampir frustasi.


Zu Bing yang berada di kamar terdiam beberapa saat, dia tak bisa menjawab pertanyaan Zhi Long itu. Dia tau dia suka pada Zhi Long, dan tak ingin melukai nya tapi perbuatan Zhi Long tadi sungguh memalukan baginya. Itu setara dengan perbuatannya.


Zhi Long yang tak menerima balasan dari Zu Bing akhirnya memikirkan sesuatu yang bisa membuat Zu Bing keluar, "Aduh sakit, darahnya keluar banyak sekali. Zu Bing apa kau tak khawatir kan aku? Kondisiku saat ini sungguh buruk, pukulan mu membuatku kehilangan banyak darah. Jika aku mati saat ini, ku harap kau bisa menjaga Guru dengan baik nantinya....." "Bruugh". Zhi Long berpura pura agar dirinya terlihat sangat sekarat, di ikuti dengan jatuh yang main main.


Sontak dari dalam kamar Zu Bing merasa bersalah, dia dengan sangat buru buru keluar dari kamarnya untuk melihat Zhi Long saat ini.


Zu Bing membuka pintu kamarnya, dia melihat Zhi Long yang terkapar di bawah pintu kamarnya dengan tak berdaya.


"Zhi Long, apa kau baik baik saja?? Hei... Jangan begini! Aku tak ingin kau pergi, aku memaafkan mu atas kejadian tadi dan maafkan aku telah membuatmu begini! Zhi Long, ini tidak lucu! Bangun lah! Benar apa katamu, aku menyukaimu!! Sungguh aku menyukaimu!!!". Zu Bing menangis dengan keras sambil mengangkat kepala Zhi Long yang masih berdarah di mulutnya, dia menyenderkan kepala Zhi Long ke pangkuannya. Dia juga menyesali perbuatannya tadi, itu respon kesalnya. Dan terakhir, dia mengakui bahwa dia suka pada Zhi Long.


"Benar kah itu??" Zhi Long yang dari tadi diam akhirnya membuka suaranya, sambil mengangkat tangannya untuk meraih ke pipi Zu Bing.


"Zhi Long, kau tak apa?" Zu Bing kaget saat ini.


"Ya, aku tak apa setelah mendengarmu tadi. Jangan menangis, aku juga tadi hanya bercanda padamu". Zhi Long mengucapkan nya dengan jujur sambil mengusap air mata Zu Bing yang menangisinya, dia masih di pangkuan Zu Bing.


Zu Bing yang mengetahui hal itu, secara langsung memeluk Zhi Long dan berkata dengan nada yang sangat sedih, "Jangan mengatakan hal seperti itu lagi, aku beneran tak ingin kehilanganmu saat ini! Aku sungguh menyukaimu". Zu Bing mengatakan itu dengan lembut dan masih dalam suasana haru nya.


"Ya, aku tak akan mengatakan hal itu lagi. Tapi apa kau bener memaafkan ku?". Zhi Long membalas pelukan Zu Bing dengan hangat.


"Iya, aku memaafkan mu. Berjanjilah padaku untuk tak mengatakan bahwa kau akan mati seperti tadi!". Zu Bing melepaskan pelukannya sambil berkata itu, dia membuat janji kelingking dengan Zhi Long. "Aku berjanji". Zhi Long membalas perkataan Zu Bing.


Dengan begitu, Zhi Long berjanji tak akan melakukan hal seperti itu lagi. Dia tau kekhawatiran Zu Bing terhadap nya sungguh berlebihan, jadi dia juga merasa bersalah.


"Ehem.. ehem...". Tiba tiba dari depan mereka berdua, ada suara seseorang yang mereka kenal.


"Guru..!!". Zhi Long dan Zu Bing langsung membuat posisi mereka dari sebelumnya ke posisi berdiri.


Guru Ye yang keluar sangat lama, akhirnya sudah kembali. Dia pulang dengan di hadapkan oleh pemandangan pasangan muda di hadapannya, dia juga terkejut karena kedua orang itu baru berusia 14 tahun tapi mereka sudah saling menggoda satu sama lain. Sungguh pemandangan yang langka.

__ADS_1


"Kalian berdua apa yang sedang kalian lakukan?". Guru Ye yang penasaran akhirnya bertanya dengan sungguh sungguh, dia penasaran dengan hubungan mereka.


"Guru jangan salah sangka, aku tadi jatuh karena terpeleset dan Zu Bing datang menolongku". Zhi Long mulai membuat alasan yang jelas.


"Apa tidur di pangkuannya itu, di bilang sedang menolong?". Jawaban yang di sertai pertanyaan Guru Ye sungguh membuat kedua anak itu terdiam tanpa kata.


"Guru, lihat di tembok sana dan darah yang keluar dariku. Ini adalah buktinya, aku terpeleset saat sedang latihan tadi". Zhi Long menunjuk tembok yang di tabrak nya tadi untuk meyakinkan Guru Ye.


"Baiklah, aku akan percaya dengan itu. Tapi kau harus bertanggung jawab jika ada sesuatu dengan Bing'er nantinya". Dengan jawaban itu, Zhi Long sangat terkejut dan Zu Bing yang berada di sebelahnya tersenyum malu wajahnya memerah karena itu.


"Guru... Aku...." Zhi Long menjadi tak bisa berkata kata saat Guru Ye mengatakan hal itu.


Guru Ye yang melihat reaksi Zhi Long yang terbata bata itu mulai jalan ke arah mereka berdua, dia menepuk pundak Zhi Long.


"Nak, jaga dia dengan baik. Jangan tinggalkan dia, kau harus bertanggung jawab atas semuanya!!". Dengan itu, Guru Ye berkata dan melewati Zhi Long yang terbengong.


"Guru..... Kau sudah salah sangka sangat dalam!!!". Zhi Long berteriak pada Guru Ye yang menjauh darinya.


"Hahahaha..... Sepertinya aku memiliki murid yang menarik saat ini!!". Guru Ye mengatakan itu sambil menjauh dari mereka berdua.


Zu Bing yang melihat adegan di hadapannya, hanya diam tanpa kata dan tersenyum manis di sertai wajah yang merah merona, itu sangat indah sekarang.


~


Di Penginapan Wanita, Rumah Qiao Ning.


Qiao Ning yang sudah menyelesaikan kultivasinya tiga hari yang lalu akhirnya menerobos ke Pesawat Tengah Tingkat 2 awal, dia sangat bersemangat untuk menaikkan kultivasinya dan latihannya dia tak ingin tertinggal dengan yang lain nya.


"Malam ini sungguh sangat indah, apa yang dia lakukan saat ini yah!?? Apakah dia juga merindukanku? Zhi Long, kemana kau saat ini? Aku... sungguh rindu padamu!!" Qiao Ning membicarakan sosok Zhi Long yang dia rindukan, dia saat ini sangat ingin menemui pemuda tampan yang sering menggodanya setiap waktu. Dia ingin di goda lagi, dia rindu akan godaan anak muda itu.


Di malam yang sama, di kediaman Tetua Perguruan Xinghou.


Terlihat Tetua yang sepuh berusia sekitar 50 tahunan dan di hadapannya ada sosok tua juga yang berusia 50 tahun sama sepertinya, mereka adalah Tetua Gu dan di hadapannya adalah Yan Ming kakek dari Yan Zao.


Yan Ming datang sendirian ke kediaman Tetua Ye secara pribadi, dia ingin mengatakan sesuatu pada Yan Ming.


"Yan Ming, ada apa kau jauh jauh datang kemari?" Tanya Tetua Ye.


"Tetua Ye, lama tak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu saat ini?" Yan Ming memulai percakapan dengan berbasa basi.


"Kabarku baik, bagaimana denganmu?"


"Aku juga baik baik saja, Tetua Ye kita adalah teman baik dari dulu sampai sekarang. Terima kasih sudah membimbing Yan Zao cucu kesayangan ku dengan baik, aku membawa bingkisan kecil untukmu semoga kau suka". Jawab Yan Ming di sertai dengan menyerahkan sesuatu pada Tetua Ye.


"Ini....". Tetua Ye terkejut melihat isinya.


"Itu adalah Pil Peningkat Diri, kau pasti sudah tau fungsinya". Yan Ming memberi Tetua Ye Pil Peningkat Diri yang fungsinya untuk meningkatkan diri ke pesawat berikutnya.


Yan Ming tau jika Tetua Ye sedang di puncak kultivasinya dan ada hambatan untuk menerobos tingkat selanjutnya, maka dari itu dia memberi hadiah yang terbilang besar untuk Tetua Ye.


"Terima kasih Yan Ming ini akan sangat membantu, lalu ada apa kau ke sini dengan membawa Pil Peningkat Diri untuk ku. Pasti kau punya permintaan sesuatu dariku, bicaralah!". Tetua Ye tau bahwa Yan Ming tak memberi Pil Peningkat Diri untuk dirinya secara gratis, pasti ada alasan di baliknya.

__ADS_1


"Tetua Ye, kau tau aku punya bisnis dengan Penguasa Kota dan menjodohkan anaknya dengan Yan Zao untuk alasan bisnis ini, aku takut dia akan mengkhianatinya nantinya. Kau tau Penguasa Kota sangat licik, seluruh kota juga tau hal ini". Kata Yan Ming, dia menjelaskan tentang Penguasa Kota.


"Yah, aku tau itu. Itu sudah bukan rahasia umum lagi, semua orang juga tau". Jawab Tetua Ye.


"Yang aku inginkan saat ini adalah Yan Zao harus memenangkan pertandingan di Ujian Akhir Semester hingga juara satu, aku ingin dia di kenal di seluruh Kota Kongzu untuk meyakinkan Penguasa Kota tentang kekuatan Yan Zao pada saat itu. Tetua, kau adalah salah satu pelaksana Ujian Akhir Semester, aku butuh bantuan mu". Yan Ming menjelaskan panjang lebar, dia sedikit memohon.


"Yan Ming, kita ini teman dari dulu. Dan Yan Zao adalah murid ku, jadi aku juga ingin dia menjadi juara pertama nanti. Kau tak usah khawatir, serahkan semua padaku". Jawab Tetua Gu dengan nada yang meyakinkan.


"Tapi masalahnya adalah banyak orang berbakat selain Yan Zao, contohnya adalah Zu Bing anak dari Penguasa Kota. Apa yang harus kita lakukan? Penguasa Kota juga pasti akan menonton pertandingan nya nanti". Yan Ming mulai kebingungan lagi.


"Hmmm.... benar juga yah, aku melupakan tentang dia. Kalau begitu, bagaimana jika Yan Zao yang juara kedua? Sulit untuk mengelabuhi Penguasa Kota saat ini, dan Guru dari Zu Bing juga orang yang menyusahkan. Tak ada yang berani mengusiknya saat ini, tak ada yang tau dimana tingkatannya sekarang". Tetua Gu yang memutuskan untuk Yan Zao menjadi juara kedua.


"Baiklah jika itu yang terbaik, aku akan menurut katamu. Kalau begitu, aku pamit dulu. Aku berharap padamu, Tetua Gu". Yan Ming yang sudah selesai akhirnya membubarkan diri dan keluar dari kediaman Tetua Gu dia sudah puas dengan keputusan nya saat ini, dia pulang dengan senyum lebar di wajahnya.


Mereka tidak tau bahwa ada banyak orang yang lebih berbakat dari Yan Zao dan Zu Bing di Perguruan Xinghou, mereka tak memperhitungkan keadaan seperti itu.


~


Di Kediaman Tetua Ye, Pagi harinya.


Hari Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou akan di adakan 2 hari berikutnya, dengan begitu sejak semalam Zhi Long melakukan latihan tertutup untuk menembus Tingkatannya yang sudah di puncak Pesawat Tengah Tingkat 2, dia berharap untuk menembusnya satu atau dua hari berikutnya.


Dia berdiam diri di kamarnya, sementara tubuh aslinya di dunia luar dirinya yang lain masuk ke dalam alam bawah sadar nya.


Terlihat Zhi Long yang sedang berkultivasi dengan meditasi menyeluruh nya di sana, dia sangat fokus untuk menerobos tingkatan berikutnya.


Di dapur meja makan Kediaman Tetua Ye, Zu Bing dan Tetua Ye sedang makan pagi dengan mantap.


"Bing'er, apa dia sedang berkultivasi di kamarnya?". Tanya Guru Ye pada Zu Bing.


"Iya Guru, semalam dia berpesan tak ingin di ganggu selama proses latihan tertutupnya. Dia sangat ingin menerobos tingkat berikutnya". Jawab Zu Bing dengan senyum hangatnya pada Guru di hadapannya.


"Begitu yah, apa kau tak merindukannya? Biasanya sepasang kekasih jika tak bertemu hanya beberapa jam saja, mereka akan di landa kerinduan mendalam". Canda Guru Ye pada Zu Bing dengan senyum khas nya.


"Aku sangat rindu saat ini, tapi guru.. Dia belum membalas cintaku, apakah dia tak menyukaiku?". Tanya Zu Bing dengan galau.


"Bing'er, kau sangat cantik dan manis. Bahkan jika dia tak menyukaimu, masih banyak orang yang mengantri untuk mendapatkan mu". Jawaban Tetua Ye membuat Zu Bing terkejut.


"Guru, aku sungguh suka padanya dan tak ada yang lain. Kuharap guru mengerti!!". Zu Bing yang kekanakan, menjawab Pernyataan Guru nya dengan nada yang agak keras.


Guru Ye yang melihat itu membelalakkan matanya, dia terkejut gadis yang sebelumnya sangat pendiam di hadapannya, hari ini sangat cerewet.


Memang Gadis yang masih remaja itu sangat emosional, mereka terkadang kelewatan dengan orang yang lebih tua terhadapnya dan bahkan ada yang tak mau kalah dengan orang yang lebih muda darinya.


~


Hari ini, Tanggal 30 Maret 2020 Author mengeluarkan 8 chapter agar genap 20 chapter. Kalian juga pasti penasaran, kalau begitu ikuti terus chapter berikutnya ya. Terima kasih sudah mendukung Author, hehe...🙂


~


**Nantikan Chapter berikutnya ya, jangan lupa Like setelah baca jika kamu suka dengan Novel ini. Dukung novel ini dengan klik tombol Love yang ada di bawah untuk jadikan novel ini favorit kamu, Dukungan Vote Koin atau Poin juga menjadi penyemangat Author untuk buat chapter yang lebih menarik lagi. Silahkan beri kritik saran dan komen di kolom komentar, itu bisa membuat Author ini lebih berkembang. Terima Kasih sudah mendukung Author, hehe....😁

__ADS_1


__ADS_2