Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
21. Tuk Tik Tak Tik Tuk


__ADS_3

"Bagaimana menurutmu di kejar dua gadis cantik, nak?". Zhi Gao melihat anaknya datang dengan dua gadis cantik di belakangnya.


"Ayah, sudah cukup!". Zhi Long yang marah ingin menutup mulut ayahnya yang tak tau malu, dia merasa kesal.


"Iya iya, aku akan diam". Zhi Gao yang melihat kondisinya pun akhirnya terdiam.


"Baiklah, kalian duduk sini. Kau juga Qiao Wu, sudah lama kita tidak berjumpa". Zhi Gao melihat suasana menjadi canggung jadi dia menyuruh anak anak untuk duduk kembali, dia juga melihat Qiao Wu ayah Qiao Ning dan menyuruhnya untuk duduk juga.


Mereka pun duduk bersama, "Gao bagaimana kabarmu? Kita sudah lama tak berjumpa, kau sama sekali tak berubah masih saja seperti dulu". Qiao Wu memulai percakapan setelah mereka duduk.


"Hahaha.... Apakah begitu? Kau juga tak banyak berubah, selalu saja serius dan tegang di segala situasi. Santai lah sedikit, kita akan segera menonton anak kita lulus, seharusnya kau senang". Zhi Gao berkata tentang sifat sahabatnya itu.


"Baiklah aku akan santai hari ini, lalu siapa orang di sebelah mu itu?". Qiao Wu menyadari ada orang lain di sebelah Zhi Gao.


"Ah, ini adalah Saudara Ye yang terkenal itu...". Zhi Gao memperkenalkan Tetua Ye.


"Salam Senior, aku Qiao Wu dan ini anakku Qiao Ning". Secara langsung Qiao Wu menyapa Tetua Ye dengan sopan, dia mengerti bagaimana sepak terjang orang di hadapannya, dia memperkenalkan dirinya dan anaknya.


"Tak perlu sopan begitu, karena kau sahabat dari ayah Zhi Long dan putrimu yang cantik ini juga dekat dengan Zhi Long, kau boleh menganggap ku sebagai saudara mu". Jawab Tetua Ye dengan tenang.


"Terima kasih Saudara Ye, aku akan memanggilmu seperti itu". Qiao Wu langsung menjawab tanpa basa basi, dia tak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa berinteraksi dengan pria paruh baya di hadapannya.


Selagi mereka mengobrol santai, Si Hitam bergantung di pohon dekat gerbang masuk Lapangan Utama, matanya masih mengawasi Zhi Long.


"Zhi Long, apa kau benar sudah di Pesawat Tengah Tingkat 3 awal?". Tanya Shi Liang yang duduk di sebelah Zhi Long.


"Ya, aku sudah di Pesawat itu. Bagaimana denganmu, Shi Liang?". Jawab Zhi Long tanpa ragu ragu, dia juga menanyakan balik pertanyaan yang sama pada Shi Liang.


"Aku sekarang berada di Pesawat Tengah Tingkat 3 menengah, sebentar lagi mencapai akhir". Kata Shi Liang dengan senyum ramah nya, dia tau bahwa anak di hadapannya adalah seorang anak dengan bakat yang langka.


"Begitu yah, lalu kenapa ayah angkat tidak datang ke sini?". Tanya Zhi Long kembali.


"Saat aku pulang dia tak di rumah, kata ayahmu dia sedang pergi untuk urusan yang penting". Jawab Shi Liang.


Zhi Long hanya menganggukkan kepalanya dia tau bahwa ayah angkatnya selalu berpergian kemana mana, dia tak tau apakah benar itu urusan penting atau hanya berjalan jalan saja menikmati udara segar.


Tanpa terasa waktu pun berlalu, orang yang datang ke Lapangan Utama terlihat masih banyak, sedangkan kursi sudah penuh. Hanya sedikit kursi di atas panggung, itu adalah untuk para Tetua dan tamu penting Perguruan.


"Tuk Tik Tak Tik Tuk Tik Tak Tik Tuk...". Suara sepatu kuda, terdengar di arah kejauhan menuju gerbang masuk Lapangan Utama, kereta kuda itu sangat mewah dan di dampingi banyak pengawal yang memakai baju zirah lengkap.


Itu seperti pasukan berkuda dari kerajaan, namun masih ada yang kurang dan itu banyak.

__ADS_1


Semua penonton yang melihat nya langsung berdiri dan menundukkan kepalanya, mereka tau siapa yang datang.


Sesampainya di depan gerbang, keluarlah seorang pria paruh baya berumur sekitar 35 tahunan dengan wajah yang tampan dari pintu kereta kuda mewah.


"Salam untuk Penguasa Kota....". Semua penonton menyapa orang di hadapannya sebagai Penguasa Kota Kota Kongzu, mereka tau sifat Penguasa Kota sendiri namun etika harus mereka jaga.


Penguasa Kota hanya melambaikan tangannya, para penonton pun duduk setelahnya.


"Ayah.... ayah....". Zu Bing turun dari kursi penonton menuju ayahnya, dia sangat ingin bertemu dengan nya.


"Anakku....". Mereka pun berpelukan, memang ayah Zu Bing selalu memanjakan nya dan selalu menyayanginya apapun yang di inginkan nya selalu di kabulkan, meski sifat nya sendiri tidak baik dalam bisnis namun jika itu masalah anaknya sendiri dia tak akan memaksa kehendak anaknya.


"Bagaimana latihan mu sejak kemarin nak? Apa kau berlatih keras?". Tanya sang Penguasa Kota, Zu Tian.


Zu Tian sendiri seperti pria pada umumnya dia sebaya dengan ayah Zhi Long dan Qiao Ning, tenaga dalam dan Qi Jiwa nya juga sangat kuat hampir setara dengan Tetua Ye.


"Ayah, aku berlatih bersama Guru Ye dengan baik. Sekarang aku sudah di Pesawat Tengah Tingkat 5 awal, aku akan lulus di Ujian Akhir Semester ini dengan juara satu!!". Kata Zu Bing dengan percaya diri, dia tau ayahnya selalu memprioritaskan dirinya.


"Ayah yakin kau akan juara satu nak, lalu dimana gurumu?". Tanya Zu Tian.


"Di sana yah, dia bersama adik seperguruan ku". Jawab Zu Bing sambil menunjuk arah ke Guru Ye, Guru Ye yang melihat itu langsung melambaikan tangannya.


"Baiklah, ayah akan menemui guru mu setelah hari ini selesai, kau pergilah dengan gurumu aku akan duduk di sana". Karena sudah tau dengan kedatangan Penguasa Kota, pihak Perguruan Xinghou sudah menyiapkan sebuah kursi besar untuk Penguasa Kota.


Zu Bing hanya mengangguk tanda mengerti, dia kembali ke kursi penonton sebelumnya dengan senyuman menghiasi wajahnya, dia senang melihat ayahnya baik baik saja.


Penonton yang melihat itu menjadi dilema, mereka tak tau bahwa gadis cantik yang bersama seorang bocah tak tau malu adalah putri dari Penguasa Kota.


Di panggung utama, tempat para tetua dan tamu kehormatan Perguruan Xinghou berada, sudah ada beberapa keluarga bangsawan yang ternama.


Mereka seperti Keluarga Jin dan Keluarga Yan, melihat gadis cantik seperti Zu Bing Jin Xiuai melihat ke arah nya terus menerus tanpa mengedipkan mata, di Keluarga Yan sendiri. Yan Zao hanya sekilas melihat calon pendamping hidupnya, dia tak mempedulikan soal perjodohan, hanya keluarganya saja yang mementingkan nya.


Sebenarnya Yan Zao adalah anak yang baik dan berbakat, dia selalu menuruti orang tuanya yang buruk sifatnya. Mereka menjodohkan Yan Zao dengan gadis cantik Putri Penguasa Kota dengan tujuan politik sejak kedua anak itu masih kecil, sekarang mereka sudah terbilang cukup dewasa bisa memikirkan sesuatu sendiri sendiri jadi Yan Zao berpikir dirinya terlalu menurut pada orang tuanya tentang bisnis, dia merasa seperti di kekang dalam kuasa orang tuanya dia tak bisa apa apa selain menurut.


Di kursi penonton.


"Nona muda kau sangat cantik, aku mengagumimu....".


"Nona muda, matamu indah sekali...".


Banyak sekali penonton yang melihat Zu Bing, mereka langsung menyapa Zu Bing dengan pujian dan kata kata terindah.

__ADS_1


Mereka tak ingin menyinggung perasaan Putri Penguasa Kota yang sebelumnya merasa tak sopan karena tak mengenal sang putri, mereka ingin membangun relasi dengan Penguasa Kota melalui putrinya.


"Kau jadi terkenal sekarang, Zu Bing". Sambil tersenyum, Zhi Long menyambut Zu Bing dengan nada ramah.


"Aku memang sudah terkenal, kau saja yang tak tau!". Zu Bing masih marah mengenai hal sebelumnya, dia duduk di samping Zhi Long dengan memalingkan pandangannya dari Zhi Long.


Zhi Long hanya tersenyum hangat melihat Zu Bing yang sebelumnya pergi ke ayahnya, dia berpikir bahwa gadis cantik ini selalu menyayangi ayahnya begitu juga sebaliknya.


"Nak, bagaimana menurutmu? Ini sebuah tantangan tersendiri jika kau ingin mendapatkan Bing'er, kau harus mengeluarkan semua jurus mu nanti untuk mendapat perhatian dari ayahnya". Bisik Guru Ye pada Zhi Long.


"Sudah kubilang Guru, aku tak bermaksud untuk mendapatkan dia jika itu memang tak bisa kulakukan!". Bisik balik Zhi Long pada Guru Ye, dia tak ingin menjalin hubungan dengan seorang gadis yang memang sulit untuk di dapatkan.


"Kau yang tak mau, tapi bagaimana dengannya? Apakah kau ingin seperti kisah gurumu ini?". Tanya Guru Ye dengan berbisik ke Zhi Long.


"Guru, aku....". Zhi Long tak bisa berkata apa apa soal kisah kelam gurunya dan kekasih hidupnya.


"Baiklah guru mengerti, setidaknya kau berusaha dahulu. Soal teman kecilmu, kau urus belakangan". Guru Ye berbisik dengan nada yang santai, seakan masalah ini terlihat biasa saja.


Zhi Long yang hanya membuka tutup mulutnya, dia tak mengerti kenapa gurunya selalu menjodohkannya dengan Zu Bing.


Waktu telah berlalu dengan lama, akhirnya Tetua penyelenggara berdiri dan berjalan ke atas panggung utama, penonton yang melihat itu langsung terdiam.


"Selamat datang para hadirin sekalian, terima kasih atas partisipasi kalian yang datang ke sini untuk melihat Ujian Akhir Semester Perguruan Xinghou, hari ini kami akan menyeleksi sekiranya 100 anak murid yang akan lulus. Saya adalah Tetua Gu sebagai penyelenggara akan menjadi juri dengan baik dan adil, para peserta murid tahun ketiga Perguruan Xinghou di harap berkumpul di Lapangan Utama untuk mendengarkan pidato Kepala Sekolah". Tetua yang maju ternyata adalah Tetua Gu dia juga staf penyelenggara dan akan menjadi jurinya, dia menyuruh para peserta murid tahun ketiga untuk berkumpul mendengarkan pidato dari Kepala Sekolah.


Para murid dari tahun ketiga maju satu persatu menuju Lapangan Utama, tahun ini ada sekitar 300 murid saja. Mereka berkumpul dengan tenang di tengah Lapangan Utama yang luas, termasuk Zhi Long dan Shi Liang. Karena aturannya adalah Pesawat Tengah Tingkat 1 sampai Pesawat Tengah Tingkat 5 di tahun ketiga, jadi mereka juga telah mendaftar sebelumnya.


Kepala Sekolah juga sudah hadir di sana, dia sedang berbincang dengan Penguasa Kota. Banyak orang mengetahui bahwa hubungan antara Penguasa Kota dan Kepala Sekolah seperti ayah dan anak, mereka sangat dekat.


~


**Mulai hari ini kata yang Author atur akan menjadi sedikit, yang sebelumnya 2000 kata lebih. Hari ini, Author akan meminimalkan kata yaitu dari 1000 sampai 2000 kata lebih. Jadi ada yang sedikit ada yang banyak, maaf ya dari banyak kekurangan ini. Lalu masalah terbit, Author juga akan mengubah jadwal terbitnya dari sehari satu menjadi dua hari satu, untuk beberapa saat seperti ini dahulu.


Author akan berusaha sebaik mungkin di setiap chapter nya, jadi dukung Author dengan cara Like setelah baca, klik tombol Love agar novel ini jadi favorit kamu, kritik dan saran bisa di lontarkan di kolom komentar itu bisa membuat Author berkembang di chapter selanjutnya dan Vote dengan cara Koin atau Poin untuk Author agar lebih bersemangat.


Terima Kasih telah mendukung novel ini hingga sekarang, Author minta maaf jika masih banyak kekurangan kata atau ejaan, karena memang Author dadakan buat novel ini awalnya. Jadi selow dan woles aja, kita santai hehe....😅😂😂


~


Follow IG Author yah:


@bayuoryuukun**

__ADS_1


__ADS_2