Legenda Zhi Long

Legenda Zhi Long
30. Qiao Ning vs Jin Yang 4 Berakhir


__ADS_3

Pelabuhan Kapal, Kota Kongzu.


Banyak kapal yang datang dan berpergian saat ini, salah satunya adalah kapal kecil yang baru saja berlabuh di tepi pelabuhan.


Di atas kapal kecil tersebut ada seorang gadis yang terlihat memakai cadar sedang berjalan turun dari kapal, dia adalah gadis yang mencari gurunya di Kota Kongzu.


"Terima kasih Paman....". Gadis tersebut berterima kasih pada pemilik kapal kecil itu.


"Nona muda, sudah kewajiban ku untuk mengantar anda kemanapun". Kata pemilik kapal sambil membungkukkan badannya, dia sangat menghormati gadis di hadapannya.


"Paman, sudah kubilang. Jangan memanggilku dengan sebutan itu, panggil saja Yin Hua atau Hua'er, aku lebih muda darimu". Gadis tersebut tidak mau di panggil nona muda, dia menyarankan agar memanggilnya dengan nama aslinya yaitu Yin Hua.


"Baiklah, Nona Hua". Pemilik kapal tersebut masih merasa ragu dengan panggilan itu, akan tak pantas jika dia memanggil nya seperti itu, jadi dia menambah kata Nona di depan.


"Haaaah.... Baiklah tak apa, pokoknya terima kasih Paman telah mengantarku ke sini dengan selamat". Yin Hua tidak memikirkan hal itu lebih jauh.


"Kalau begitu, saya pamit undur diri dulu Nona Hua, saya harap tujuan Nona bisa tercapai dan menemui Guru Nona". Pemilik kapal berpamitan dengan Yin Hua.


"Kuharap begitu, Paman jangan khawatir aku pasti akan menemukan Guru. Paman hati hati di jalan yah, selamat tinggal...". Yin Hua juga berpamitan dengan pemilik kapal sambil melambaikan tangannya, dia merasa berterima kasih pada Paman pemilik kapal itu.


Kapal kecil yang mengantar Yin Hua akhirnya berangkat kembali menuju tempat sebelumnya mereka datang, Yin Hua juga melangkahkan kakinya menuju arah Kota Kongzu.


"Sekarang, harus kemana dulu aku mencari guru?". Yin Hua bingung karena baru pertama kali dia keluar dari rumahnya, sebelumnya dia tak pernah keluar karena ibunya tak mengizinkan nya.


Yin Hua terus berjalan menuju Kota Kongzu, tak lama kemudian dia akhirnya sampai di Kota karena memang jarak antara pelabuhan dan Kota sangat dekat, hanya 10 menit saja dengan berjalan kaki.


Saat memasuki Kota, Yin Hua tambah bingung karena suasana Kota sangat sepi, hampir tak ada orang berdagang dan berkumpul di sana hanya segelintir orang saja yang sedang berjalan.


Segelintir orang tersebut berjalan menuju arah yang sama, Yin Hua tak mau berlama lama karena baru sampai di Pulau yang dia tak kenal, jadi dia langsung menanyakan lokasi gurunya.


"Permisi, apa kalian kenal dengan Guru Ye?". Tanya Yin Hua pada orang tersebut.


"Guru Ye? Siapa dia? Hei, apa kau kenal dengan Guru Ye?". Orang tersebut kebingungan karena Yin Hua tak menjelaskan secara fisik, orang yang di tanya Yin Hua lalu bertanya dengan teman sebelahnya.


"Guru Ye?? Aku pernah mendengarnya, hmm... Dimana ya?". Kata orang tersebut dengan berpikir keras.


"Apa kau mengetahuinya? Guru Ye, kudengar dia di juluki sebagai Pendekar Dewa Lukis, informasi terakhir yang ku dapat dia menjadi tetua di Perguruan Xinghou Kota Kongzu. Apa kau kenal?". Yin Hua memberi beberapa ciri seperti julukan dan kedudukan lalu keberadaan saat ini, dia ingin sekali menemui gurunya.


"Ah... Tetua Ye Sang Pendekar Dewa Lukis ya, aku kenal. Dia memang menjadi tetua di Perguruan Xinghou, saat ini di Perguruan Xinghou sedang di adakan Ujian Akhir Semester jadi Kota saat ini sedang sepi karena para penduduk pergi menonton Ujian Akhir Semester tersebut di Lapangan Utama Perguruan Xinghou. Kami juga akan ke sana, kalau kau mau kau bisa ikut dengan kami". Jawab orang tadi dengan mengingat Tetua Ye, dia juga memberi saran untuk mengikutinya agar tak tersesat di jalan.


"Baiklah, aku akan ikut dengan mu. Ayo ke Perguruan Xinghou, aku tak sabar ingin lihat guru dan para muridnya". Jawab Yin Hua dengan tersenyum riang.


Kedua orang tersebut yang melihat Yin Hua langsung kaget karena mereka seperti melihat seorang Peri lain selain anak Penguasa Kota di hadapannya, mungkin mereka sama cantiknya, walaupun memakai cadar tapi Yin Hua memang terlihat cantik.


Kedua nya langsung mengusapkan matanya karena tak ingin berlama lama juga, sebentar lagi mungkin Ujian Akhir Semester babak pertama akan berakhir, mereka ke Lapangan Utama tujuannya adalah untuk melihat bakat baru di Perguruan Xinghou.


Mereka bertiga akhirnya pergi menuju Perguruan Xinghou, tepatnya di Lapangan Utama nya karena saat ini para warga ada di sana.


~


Di Lapangan Utama, Arena Lapangan Utama.

__ADS_1


Jin Yang dan Qiao Ning berlari bersamaan setelah mereka membentuk Bola Kombinasi nya sendiri, Bola yang mereka ciptakan memiliki ukuran 2 meter.


Jarak antara Jin Yang dan Qiao Ning sendiri seperti dari ujung ke ujung, mereka mendekat hingga tengah Lapangan Utama.


Belum sempat mereka mendekat, Bola Kombinasi di lepaskan dari tangan mereka, memang Bola Kombinasi cara kerjanya adalah mengumpulkan tenaga dalam dari Qi Alam sekitar dan melepaskannya ke arah musuh dari jarak yang tertentu.


Bola Kombinasi yang di lepaskan mengeluarkan aura menakutkan, tanah Lapangan Utama yang di lewati Bola Kombinasi memiliki bekas seretan Bola tersebut.


"Jeduaaar.......". Terjadilah ledakan yang dahsyat, angin besar tercipta menghempas ke segala arah, tanpa di duga tanah Lapangan Utama mulai rusak karena ledakan tersebut.


Penghalang yang di buat para tetua sangatlah kokoh karena tingkat kultivasi mereka lebih tinggi dari dua orang di arena, tapi efek dari jurus itu belum berakhir.


Setelah ledakan dan angin dahsyat itu, goncangan dahsyat juga terjadi setelahnya, api dari kedua orang itu menyebar luas bersamaan dengan angin ribut milik Qiao Ning.


Goncangan itu sangat besar hingga daratan pun ikut berguncang di sekitar Area Lapangan Utama, sungguh ledakan yang bertubi tubi.


Jin Yang dan Qiao Ning terhempas ke belakang mereka menabrak penghalang milik para tetua, mereka terluka sangat parah.


Jin Yang memiliki luka dan patah tulang yang banyak di bandingkan dengan Qiao Ning, karena mereka beda satu elemen jadi masih unggul Qiao Ning.


Ledakan dan guncangan itu akhirnya berhenti, asap juga mulai menghilang dari pandangan, terlihat Jin Yang terkapar di sudut Lapangan Utama lukanya sangat parah.


Di sudut lain, Qiao Ning kondisinya juga sama namun lukanya tak separah Jin Yang, dia mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


Qiao Ning sekarang sedang bersusah payah berdiri, Jin Yang sudah tak sadarkan diri dia terkapar di sudut lain, pada akhirnya Qiao Ning berhasil berdiri dengan tegak namun masih kaku badannya.


Ini baru pertama kali baginya mengeluarkan segenap tenaga dalamnya, sekarang dia sudah tak punya tenaga dalam lagi.


Penghalang mulai menghilang dari Area Lapangan Utama, para medis segera menuju kedua orang di Lapangan Utama tersebut.


Zan Lan juga di periksa keadaanya, sebelumnya Burung Elang Tornado miliknya melindunginya dari ledakan dahsyat yang di hasilkan Bola Kombinasi, jadi Zan Lan terbilang masih selamat.


Jin Yang menerima banyak luka, jadi tim medis memeriksanya juga, Kepala Sekolah sebelumnya telah memerintahkan mereka agar memprioritaskan kedua orang itu untuk di sembuhkan.


Di sisi lain Qiao Ning juga di periksa oleh para medis, Zhi Long yang melihat itu langsung naik ke Lapangan Utama dengan Shi Liang menuju Qiao Ning.


"Qiao Ning, apa kau tak apa?". Tanya Zhi Long dengan wajah yang khawatir.


"Kau lihat sendiri kondisiku kan??". Jawab Qiao Ning.


Zhi Long hanya terdiam dia tersenyum sendiri karena tak menyangka teman masa kecilnya bisa sehebat ini, dia menengok tempat kejadian dan lubang besar yang ada di tengah Lapangan Utama bekas Bola Kombinasi mereka berdua bertemu dan meledak.


Sekarang para petugas sedang memperbaiki Lapangan Utama, Kepala Sekolah memerintahkan mereka untuk memperkuat Lapangan Utama agar kokoh tak seperti sekarang.


"Qiao Ning, apa kau punya masalah dengan Jin Yang?". Zhi Long memang daritadi penasaran, karena Jin Yang mengincar Zan Lan dan Qiao Ning dari awal, akhirnya bertanya pada Qiao Ning.


"Aku memang punya beberapa masalah dengannya kemarin.....". Qiao Ning mulai menceritakan kejadian saat Jin Xiuai membuat masalah dengannya dan menjatuhkan Zan Lan, dia bercerita dengan rasa penuh amarah.


"Jadi begitu masalahnya, Qiao Ning sekarang mungkin kau masih belum bisa mengalahkan Jin Xiuai, kau setidaknya harus berada di Pesawat Tengah Tingkat 3 awal dulu". Zhi Long hanya menjawab seperti itu.


Qiao Ning hanya terdiam dan merenung karena dirinya memang masih jauh dari kata kuat, dia merasa begitu.

__ADS_1


"Kau tenang saja, akan ku balas kan dia untukmu". Tiba tiba Zhi Long menepuk kepala Qiao Ning dengan lembut, dia memang selalu seperti itu jika melihat gadis cantik di hadapannya sedih, dia tak ingin melihat semua gadis cantik di hadapan nya sedih itu adalah cita citanya untuk membahagiakan gadis cantik.


Menurutnya gadis cantik harus di kasihi dengan baik, mereka yang memiliki penampilan menarik harus memiliki wajah yang menarik juga dan tidak sedih.


Qiao Ning hanya terdiam karena wajahnya yang langsung merah, dia tak menyangka bahwa Zhi Long akan melakukan itu.


Di samping Zhi Long, Shi Liang hanya menggelengkan kepalanya dia sudah muak dengan sikap Zhi Long yang selalu berlebihan pada banyak gadis, apalagi mereka yang memiliki wajah yang cantik.


"Ah, maafkan aku. Itu terjadi secara reflek, aku tak sengaja". Zhi Long yang tau akan posisinya mengangkat tangannya kembali, dia memang suka reflek seperti itu di hadapan gadis cantik.


"Reflek?? Atau kau sedang menggodanya, Zhi Long??". Tiba tiba dari arah belakang terdengar suara yang menakutkan, Zhi Long merasakan hawa pembunuh dari belakang.


Ketika dia menengok, Zu Bing sedang dalam kondisi aura hitam pekatnya di sertai aura pembunuh darinya.


"Zu Bing, itu memang reflek. Tanganku bergerak sendiri ketika dia merenung, itu bukan salahku, salahkan tanganku!". Jawab Zhi Long dengan nada takutnya, tubuh nya bergetar saat merasakan nafsu pembunuh dari Zu Bing.


"Begitu yah, kalau begitu.... Sini ku pinjam tangan mu sebentar". Zu Bing berkata sambil wajahnya menunjukan senyum menakutkan.


"Mau apa kau dengan tanganku?". Zhi Long bereaksi dengan memeluk kedua tangannya dengan erat.


"Aku tak melakukan apa apa, hanya mematahkan satu tanganmu saja". Senyum menakutkan nya berubah menjadi wajah serius yang lebih menakutkan.


Seketika sekujur tubuh Zhi Long berkeringat dingin, ekspresi takut dan ingin menangis menghiasi wajah Zhi Long saat ini.


Sambil tersenyum Zhi Long berkata, "Zu Bing, kau tau sendiri bahwa aku juga murid dari Guru Ye jadi kedua tanganku sangat berharga untuk melukis dan memegang kertas lukis, maafkanlah aku kali ini ya?". Zhi Long mulai membuat alasan yang masuk akal dengan memasang wajah memelas nya.


Zu Bing yang melihat wajah polos Zhi Long akhirnya luluh dan dia berkata, "Baiklah, aku akan memaafkan mu soal itu!!". Karena terlalu Suka pada Zhi Long jadi dia memaafkan Zhi Long.


'Huufh.... Memang diriku pintar untuk membuat alasan yang masuk akal, mungkin aku akan membuat banyak alasan jika hal ini terjadi lagi di masa depan'. Batin Zhi Long yang merasa lega, dia tadi memang reflek menepuk kepala Qiao Ning.


Qiao Ning hanya terdiam daritadi, dia sedang di periksa oleh tim medis sejak tadi, para medis yang mendengar itu hanya tertawa ringan.


Mereka tak menyangka bahwa ada orang yang seperti Zhi Long, bahkan anak sang Penguasa Kota terlihat cemburu padanya.


'Sungguh anak yang beruntung'. Pikir para medis.


Tetua Gu akhirnya mengumumkan untuk menunda sebentar pertandingan karena Lapangan Utama juga sedang di perbaiki, mungkin akan di lanjutkan siang nanti. Para murid yang tersisa dan penonton membubarkan diri dan akan kembali siang nanti, ayah Qiao Ning juga turun untuk melihat anaknya.


~


**Mulai hari ini kata yang Author atur akan menjadi sedikit, yang sebelumnya 2000 kata lebih. Hari ini, Author akan meminimalkan kata yaitu dari 1000 sampai 2000 kata lebih. Jadi ada yang sedikit ada yang banyak, maaf ya dari banyak kekurangan ini. Lalu masalah terbit, Author juga akan mengubah jadwal terbitnya dari sehari satu menjadi dua hari satu, untuk beberapa saat seperti ini dahulu.


Author akan berusaha sebaik mungkin di setiap chapter nya, jadi dukung Author dengan cara Like setelah baca, klik tombol Love agar novel ini jadi favorit kamu, kritik dan saran bisa di lontarkan di kolom komentar itu bisa membuat Author berkembang di chapter selanjutnya dan Vote dengan cara Koin atau Poin untuk Author agar lebih bersemangat.


Terima Kasih telah mendukung novel ini hingga sekarang, Author minta maaf jika masih banyak kekurangan kata atau ejaan, karena memang Author dadakan buat novel ini awalnya. Jadi selow dan woles aja, kita santai hehe....😅😂😂


~


Follow IG Author yah:


@bayuoryuukun**

__ADS_1


__ADS_2