Legendaria

Legendaria
Prolog


__ADS_3

Diceritakan disebuah legenda. Dahulu dunia terbagi menjadi 2 bagian, dunia nyata atau Realworld dimension, tempat dimana manusia hidup, kemudian dunia mistis atau Underworld dimension, tempat dimana mahluk abstrak nan absurd tinggal didalamnya. Awalnya kedua dunia ini saling terbagi dan terhalang dengan suatu pembatas sihir yang kuat, namun suatu hari kejadian mengerikan itu terjadi. Penghalang yang membatasi antar 2 dunia itu mulai melemah dan menciptakan retakan dimensi, retakan tersebut menciptakan gerbang portal di berbagai tempat diseluruh dunia. Orang-orang menyebut portal tersebut dengan sebutan dungeon gate.


Dari dalam dungeon gate, berbagai jenis monster keluar dan memporak-porandakan dunia. Spesies manusia secara signifikan mengalami kepunahan. Sebanyak 70% wilayah bumi dikuasai oleh monster-monster mengerikan dari dunia mistis. Manusia sudah cukup lama bertahan dan melawan monster-monster tersebut, namun perbedaan kekuatan menjadi alasan utama kekalahan yang terjadi.


Selama bertahun-tahun umat manusia berjuang, selama itu pula populasi manusia makin tergerus. Hingga akhirnya hari itu terjadi, hari dimana sang harapan Coneus atau sering disebut God of savior yang berasal dari dimensi ketiga, Skyrealm dimension, turun ke bumi.  Dimensi ini merupakan dimensi pengatur keseimbangan antara dunia nyata dengan dunia mistis. Coneus diutus ke bumi untuk memberikan berkatnya kepada 10% dari sebagian populasi manusia yang tersisa. Berkat tersebut berisi kekuatan yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan talent.


Talent mengandung kekuatan yang bervariasi tergantung dari manusia yang menerimanya. Talent dapat berupa, kemampuan magis, kekuatan otot, ketrampilan pengendalian senjata tertentu, kemampuan penyembuhan, dan lain-lain. Layaknya sebuah hadiah, talent ini merupakan cikal-bakal titik balik kemenangan umat manusia dalam memerangi para monster dari underworld dimension. Manusia yang memiliki talent dijuluki dengan sebutan hunter, sedangkan yang tidak memiliki talent disebut dengan non-hunter.


Talent setiap individu dikategorikan lagi menjadi 2 bagian, yang pertama disebut first phase, ialah kemampuan yang di berkahkan langsung oleh Coneus pada umat manusia di masa peperangan dan kepada bayi baru lahir setelah peperangan usai. Yang kedua dinamai second phase. Berbeda dengan first phase, second phase merupakan kemampuan unik terpendam yang ada pada diri manusia sejak ia dilahirkan. Dibutuhkan upaya khusus untuk membangunkan (Awakening) potensi tersebut, tak ayal dari 10% manusia yang menerima talent, hanya 1%  saja yang mampu membangunkan potensi dari dalam diri mereka.


Dari banyaknya manusia yang menerima talent tersebut, terdapat 12 yang terkuat dan menjadi legenda pada masanya. Mereka diberi gelar Legendaria. Mereka inilah para pemimpin perang yang berhasil membantai pasukan dunia mistis dan membuat dunia kembali ke masa keemasannya. Ribuan tahun setelahnya, bumi berhasil kembali ke masa kejayaannya, namun retakan dimensi tetap tidak bisa diperbaiki seperti sedia kala. Dungeon gate masih sering bermunculan di berbagai belahan dunia walaupun dengan frekuensi yang lebih kecil.


Kemunculan dungeon gate di berbagai dunia menciptakan polemik baru dikalangan hunter dan non hunter. Hunter yang berhasil membunuh boss dungeon biasanya akan mendapatkan hadiah berupa item drop. Ada berbagai jenis item drop yang bisa didapatkan oleh seorang hunter dari dalam dungeon. Item drop memiliki fungsi yang bervariasi tergantung dari tipe item dan tingkatan item itu sendiri. Item drop memiliki 5 jenis tingkatan, dimulai dari yang terendah ke yang tertinggi yaitu, common, rare, uniqe, epic, dan legendary.


Harga dari sebuah item drop tergolong tinggi, item drop bertingkat common saja bisa dijual dengan sangat mahal di pasaran. Baik hunter maupun non-hunter sering kali berburu item drop yang tersebar baik dipasaran maupun di pelelangan. Hal inilah yang seringkali membuat para hunter ataupun non-hunter gelap mata. Tak jarang banyak hunter maupun non-hunter yang saling bunuh hanya karena memperebutkan item drop. Sebab itu, para petinggi dunia memutuskan untuk mengatur perdagangan item. Sekarang item tingkat tinggi, kecuali common dan rare, hanya bisa dibeli di toko khusus milik negara.


Selain masalah item drop, masalah lain yang ditimbulkan oleh dungeon gate ialah hak penyelesaian dungeon. Banyak sekali hunter yang menginginkan hak mereka atas sebuah dungeon. Mereka selalu memaksakan diri untuk memasuki dungeon tanpa terlebih dahulu mencari tahu jenis dan level dungeon yang ingin mereka selesaikan, sehingga tak jarang banyak dari mereka yang gugur akibat kurangnya ketrampilan dan kekuatan dalam penyelesaian dungeon berlevel tinggi. Jika dibiarkan terus menerus, hal ini jelas akan membuat kerugian baik bagi negara maupun hunter itu sendiri. Para petinggi telah mengevaluasi masalah tersebut dan memberikan jalan keluar dengan membuat aturan khusus penyelesaian dungeon.


Sebelum melakukan penaklukan dungeon seorang hunter harus memiliki kelas yang sesuai dengan level dungeon yang akan mereka masuki. Kelas hunter diklasifikasikan dari yang terendah yaitu F,E lalu kelas menengah yaitu D,C,B kemudian kelas tinggi ialah kelas A, S dan yang terakhir adalah kelas tertinggi yaitu kelas L, akronim dari kata Legendaria.


Kelas legendaria dikategorikan sebagai kelas tertinggi karena tidak sembarang hunter bisa mencapai tingkatan itu, satu orang kelas legendaria saja memiliki kemampuan yang setara dengan 30 hunter kelas S atau lebih, oleh sebab itu fungsi hunter kelas legendaria (L) di suatu negara bukanlah hanya sekedar menaklukan dungeon saja tetapi juga sebagai asset yang melindungi suatu negara.

__ADS_1


Dungeon memiliki korelasi yang setara dengan kelas hunter. Kendati demikian ada beberapa dungeon yang memiliki tingkatan acak atau tak bisa teridentifikasi dengan benar oleh alat pengukur level dungeon. Dungeon tersebut memiliki sebutan sebagai random dungeon. Petinggi negara telah mengatur sedemikian rupa agar dungeon kelas tinggi, tertinggi dan, random, hanya boleh diselesaikan oleh hunter khusus milik negara yang telah disahkan dan diberi gelar oleh raja sebagai pasukan khusus pengamanan dungeon, atau lebih dikenal dengan sebutan the executor.


Dungeon yang terlalu lama tidak di taklukan akan pecah dan mengeluarkan banyak monster dari dalamnya, Fenomena ini sering disebut dengan sebutan dungeon break. Level monster cenderung memiliki tingkatan yang sesuai dengan level dungeon itu sendiri, namun perlu diketahui bahwa monster biasa dan boss monster biasanya memiliki tingkatan yang berbeda, sebagai contoh monster biasa level F dari dalam dungeon tingkat F mempunyai boss monster berlevel E didalamnya.


Lalu untuk dungeon kelas rendah dan menengah. Para petinggi telah menetapkan agar setiap pembagian dungeon diberikan kepada guild tempat hunter berafiliasi. Jumlah dan tingkatan dungeon yang boleh di selesaikan oleh suatu guild bergantung pada rank guild. Rank guild setiap 3 tahun sekali akan di data dan di nilai oleh administrator negara. Tolok ukur penilaian peringkat guild adalah jumlah point kemenangan tournament antar guild dan performa penyelesaian misi berdasarkan tingkat kesulitanya dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Selain berwenang  dalam penaklukan dungeon tingkat rendah dan menengah, guild juga memiliki tugas untuk menampung misi yang diberikan oleh administrator negara. 


Setiap misi yang diberikan oleh administrator negara memiliki tingkat kesulitannya masing-masing, tingkatan tersebut dimulai dari yang terendah yaitu 0 (zero) dan yang tertinggi adalah 5 (Five). Penyelesaian misi tidaklah begitu sulit dibandingkan penaklukkan dungeon, sehingga untuk menyelesaikan sebuah misi, para petinggi negara tidak begitu mengklasifikasikan hunter dengan tingkatan misi yang mereka jalankan. Mereka menyerahkan kewenangan tersebut kepada guild master, sehingga tak jarang hunter yang menyelesaikan misi kebanyakan adalah hunter-hunter kelas rendah atau bahkan hunter tak berperingkat.


Peringkat hunter di masyarakat bagaikan kasta untuk mereka, makin tinggi peringkat seorang hunter maka akan semakin di segani dan dihormati hunter tersebut, begitupula sebaliknya. Selain itu jumlah hunter berkelas tinggi didalam sebuah  guild akan berpengaruh langsung pada performa guild dalam  suatu misi.


“Ohh jadi seperti itu” Pria berambut silver itu mengangguk


“Ini kan materi dasar saja, masa hal seperti ini kau baru tau sekarang?” Pria berambut hitam dengan alis kiri dan pipi kanannya yang bercodet terlihat mengejek pria berambut silver disebelahnya itu.


“Aku seperti mendengar ada yang berbicara tetapi tidak melihat wujudnya ya!” Matanya sibuk mencari sesuatu.


“Sialan!” Pria berambut hitam itu melayangkan tinjunya. Seolah tak mau kalah pria berambut silver tadi juga ikut melayangkan tinjunya.


*Buakk..!!


Suara nyaring hantaman mengisi kesunyiaan ruangan itu. Seorang wanita berambut pirang tiba-tiba muncul dan saling menghantamkan kepala kedua pria itu.

__ADS_1


“Aku mengajari materi ini untuk kalian pelajari, kenapa kalian malah bertengkar, hah?!”


“M-maaf...” mereka berdua seketika kembali akur. Didepan mereka seorang gadis kecil berambut hitam hanya bisa berdecap sambil menggelengkan kepalanya.


“Huffft!” Wanita pirang itu menghela nafas panjang.


“Baiklah, apa ada yang ingin kalian tanyakan sebelum aku membahas misi kita besok?” Wanita berambut pirang itu mencoba untuk fokus kembali.


“Hmmm kak, ini bukan pertanyaan mengenai materi, tetapi ada hal yang membuatku cukup penasaran” Gadis kecil berambut hitam itu mengangkat tangan nya


“Ya apa itu Alice?” Sahut wanita pirang itu ke gadis bernama Alice itu.


“Apa bisa ya guild kita menjadi guild nomor 1 di Impish suatu saat nanti?”


Mendengar pertanyaan itu wanita pirang itu sempat terdiam beberapa detik.


“Hmmm itu ya...”


Pria berambut silver dibelakang Alice berdiri dari kursinya dan dengan penuh semangat mengatakan.


“Itu sudah jelas kan!”

__ADS_1


Seolah setuju, mereka berempat diruangan itu kemudian tersenyum.


“Baiklah, kalau begitu, sekarang saatnya kita membahas misi tingkat 1 kita besok” Wanita pirang itu kini melanjutkan pembahasannya.


__ADS_2