Legendaria

Legendaria
Chapter 21 - Angelion Bishop


__ADS_3

“Rachel apa yang kau...” Rosalyn tak sanggup berkata-kata


“Kau sebelumnya mengatakan bahwa dibutuhkan seorang angelion bishop untuk menyembuhkan kondisi Alice kan?” Rachel mencoba menenangkan Rosalyn


“Itu benar, tetapi itu masih sebuah teori, apa yang kau lakukan tadi sangatlah beresiko, bagaimana jika aku masih tidak bisa menyembuhkan Alice...” Rosalyn tak sanggup menahan air mata.


“Tidak, aku yakin kau bisa menyembuhkannya” Jawab Rachel sangat yakin.


“....” Rosalyn tak merespon, hanya air mata yang terlihat mengalir dengan deras dari kedua mata nya.


“Orchid fairy, silahkan lanjutkan ke hadiah kedua dan ketiga kami” Pinta Rachel ke Orchid Fairy


“Baiklah, hadiah kedua kalian adalah... Fairy blessing...” Orchid Fairy membuka lebar kedua legannya. Serbuk-serbuk cahaya memenuhi ruangan itu dan berputar disekeliling mereka.


 


~Kau telah menerima efek buff fairy blessing~


Stats luck orang yang berada dalam radius spell fairy blessing meningkat secara drastis


Stats luck +200


Durasi buff 6 bulan


 


“Selanjutnya, hadiah ketiga untuk kalian... Floral prayer...” Orchid Fairy menyatukan kedua telapak tangannya seperti sedang berdoa. Cahaya keemasan terpancar ditubuh Rachel dan yang lain.


 


~Kau telah menerima buff floral prayer~


Level anda di tingkatkan sebanyak 10


Seluruh stats diperbaharui


Unnalocated point bertambah (silahkan cek di jendela status)


 


“Sekarang tugasku telah selesai, selamat tinggal....”  Tubuh  Orchid fairy perlahan menghilang dan meninggalkan serbuk-serbuk berkelap-kelip  disekitarnya.


“Terimakasih...” Rachel menundukkan kepalanya.


“Rosalyn, ini saatnya” Rachel berjalan kearah Alice, diikuti oleh Rosalyn dan Judas dibelakangnya.


***


“Berdoalah semoga ini berhasil” Rosalyn terlihat sangat pasrah.


“Percayalah pada dirimu bi..” Seru Judas menyemangati. Rosalyn menaruh kedua telapak tanganya ke dada Alice.


“Divine healing...” tangan Rosalyn bercahaya. Aliran mana ditubuh Alice nampak perlahan-lahan mulai bergerak dengan normal.

__ADS_1


“Ayolah...” Keringat mengucur dari dahi Rosalyn.


***


“Alice.. bangunlah bodoh, mau sampai kapan kau terus membuat orang khawatir?” Ucap seseorang dibalik bayangan didalam pikiran Alice.


“Ughh, S-siapa kau?” Tanya Alice ke orang dalam pikirannya itu


“Aku adalah kau dan kau adalah aku...” Jawabnya.


“Apa maksudnya itu? Terlebih lagi dimana aku sekarang, apa aku sudah mati?” Tanya Alice lagi


“Kau masih saja naif, kau belum mati..” Jawab bayangan dibawah kaki Alice itu.


“Kak Zion, kak Reynard dan kak Rachel?” Alice menoleh kekanan dan kekiri tetapi tak melihat apapun, sejauh matanya memandang hanya ada ruangan berwarna putih tak berujung.


“Dari pada kau bertanya padaku, lebih baik kau mencari tahunya sendiri kan?” Balasnya sinis.


“Tapi aku tidak tau bagaimana cara keluar dari sini?” Sahut polos Alice.


“Dasar bodoh, tutuplah kedua matamu, kau pasti saat ini bisa merasakan aliran energi suci yang mengalir di sekililingmu kan, itu adalah tali yang akan membantumu untuk kembali” Ucap bayangan itu.


“Baiklah..” Alice lalu mulai mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh bayangannya itu.


“Sekarang kau berkonsentrasilah, lalu pusatkan mana mu ke otakmu, kemudian rasakan tiap getaran yang kau rasakan disetiap saraf dan nadimu, setelah itu cobalah genggam tali emas yang mulai terlihat di depanmu, setelahnya, bukalah perlahan kembali kedua matamu itu” Bayangan itu dengan sabar mengarahkan Alice.


***


“Ughh...” Perlahan Alice membuka kedua matanya, ia melihat seorang wanita, dan pria yang tidak ia kenal sedang berdiri dihadapannya.


“A-alice..” Dari belakang Alice Rachel memeluknya dengan erat. Air mata kebahagiaan mengalir dengan derasnya dari kedua mata Rachel.


“Kak Rachel...” Alice perlahan kembali tenang.


“Akhirnya kau siuman, hampir 2 bulan kau tidak sadarkan diri, kau tahu?” Rachel terus memeluk Alice


“Eh memangnya apa yang terjadi?” Tanya Alice.


“Biar kujelaskan..” Rachel menjelaskan segala hal yang telah terjadi selama Alice tidak sadarkan diri.


***


“Begitulah ceritanya” Ucap Rachel yang saat ini sudah tidak memeluk Alice lagi


“T-terimakasih kak...” Alice dengan berderai air  mata kembali memeluk Rachel.


“Bukan cuma aku saja kan yang harusnya kau ucapkan terimakasih?” Ujar Rachel sembari mengelus rambut Alice


“Ah iya kakak benar, terimakasih kak Rosalyn terimakasih juga buat kak Judas, aku akan mengingat segala kebaikan yang telah kalian perbuat untukku..” Alice membungkukkan tubuhnya 90°


“Kau manis sekali...” Rosalyn seketika memeluk Alice dan mencubit-cubit pipinya.


“Eh?” Alice terdiam beberapa detik, tetapi kemudian tersadar dan tersenyum lalu memeluk Rosalyn dengan hangat.

__ADS_1


Perjuangan panjang dan melelahkan itu akhirnya membuahkan hasil, Alice kini telah kembali ke kondisi primanya, hal itu jelas membuat mereka senang dan bersyukur. Beberapa jam sebelum matahari terbenam, Rachel dan Rosalyn terlihat sedang berbincang sembari memandangi langit senja didepan teras villa.


“Aku masih tidak percaya dengan apa yang kau lakukan tadi” Ungkap Rosalyn sembari meneguk teh hangatnya.


“Aku hanya mencoba melempar 2 burung dengan 1 batu, jika kau tau maksudku.” Rachel mengupas apel ditangannya.


“Apa kau memang selalu seperti itu?” Tanya Rosalyn


“Seperti itu?” Rachel sedikit bingung.


“Iya, apa kau selalu menakjubkan seperti itu? Bukan hanya hebat dalam pertempuran, kau juga hebat dalam berfikir, aku sangat terkesima oleh kemampuanmu itu” Puji Rosalyn


“Ah itu bukanlah apa-apa, pertarungan kita sebelumnya akan menjadi sulit jika kau tidak membantuku, ketepatan dan kecepatan kau dalam merapal buff itu sangatlah luar biasa” Rachel balik memuji


“T-tapi aku tidak merasa sehebat itu kok...” Rosalyn tersipu malu


“Jangan malu-malu seperti itu, kita berdua melakukan hal yang luar biasa hari ini!” Kata Rachel sembari memakan apel ditangannya.


“...” Rosalyn tersenyum kemudian kembali meneguk tehnya.


“Itu tidak benar, bahkan tanpa bantuanku sekalipun, kau akan sangat mudah mengalahkan musuh-musuhmu, bukan hanya sekali, aku telah melihatmu bertempur sebanyak 3 kali. kontrol kekuatan, reflek dan ketajaman kau dalam berfikir bukanlah hal yang bisa dianggap remeh” Ucap Rosalyn dalam hati


“Belum lagi kebaikan hatimu yang sangat tulus itu. Aku yakin teman-temanmu pasti sangat bahagia saat kau berada disekitar mereka” Lanjut Rosalyn lagi.


“Apa kau baik-baik saja Rosalyn?” Rachel menyadarkan Rosalyn yang tengah tenggelam dalam pikirannya.


“Ah iya aku baik-baik saja...” Rosalyn tersenyum


“Kupikir efek debuff yacaruna masih menempel di tubuhmu tadi” Rachel mencoba mencairkan suasana dengan sedikit bercanda.


“Rachel...” Panggil Rosalyn


“Ah iya ada apa?” Balas Rachel


“Aku telah memutuskan, setelah kita pergi menyelamatkan Reynard, bolehkah aku ikut dengan kalian ke kota Arcantis?” Tanya Rosalyn dengan wajah penuh harap.


“Oh tentu saja, pasti kau ingin bertemu seseorang kan disana” Rachel seketika setuju.


“T-tidak, sebenarnya aku... Apa aku boleh bergabung dengan guild sky feather nanti?” Tanya Rosalyn lagi.


“Tidak bisa” Jawab Rachel dengan wajah serius.


“!?” Rosalyn tertegun


“Aku bercanda, tentu saja kau boleh bergabung, malah aku sudah kepikiran untuk mengajakmu, tetapi aku masih menunggu momen yang tepat untuk membicarakannya padamu. Syukurlah kalau kau lebih dahulu tertarik untuk ikut. Saat kau sudah resmi menjadi anggota guild, akan kuusahakan kau untuk menjadi anggota di tim kami”


“B-benarkah? Terima kasih!” Rosalyn berdiri dari tempat duduknya dan segera memeluk Rachel.


Tak terasa malam pun tiba, kini Rachel dan yang lain tengah berkumpul diruang makan untuk menikmati sajian makan malam yang telah Judas dan Rosalyn buat. Walaupun sederhana, tetapi mereka berempat tetap memakan setiap makanan yang disajikan dengan sangat lahapnya.


“Terimakasih untuk makanannya” Ucap mereka berempat serempak


“Itu tadi makanan yang sangat lezat, kak Rosalyn dan kak Judas sepertinya bukan hanya jago dalam pengobatan, dalam memasak pun kalian sangatlah mahir” Puji Alice

__ADS_1


“Ahh kau bisa saja Alice” Rosalyn dan Judas tersipu malu.


“Ehem, maaf aku harus memotong, karena kita sudah dalam kondisi yang cukup baik, aku ingin membicarakan soal rencana penyelamatan Reynard”


__ADS_2