Legendaria

Legendaria
Chapter 26 - Shield, Bow and Whip


__ADS_3

Langit cerah menerangi tempat mereka. Zion, Rachel, Alice, Rosalyn dan Judas terlihat bersiaga terhadap musuh yang berada di hadapan mereka


“Sebelum aku membunuhmu, aku akan memperkenalkan diriku. Namaku aquilo, wakil dari jendral the compas West” Ucap pria pengguna pedang itu ke Zion


“Aku bahkan tak peduli” Zion menguap.


***


“Perkenalkan namaku meridiem, wakil jendral dari North” Pria berotot itu memperkenalkan dirinya ke Rachel


“Salam kenal... Namaku Rachel...” Balas Rachel sambil tersenyum.


***


“Gadis kecil yang lucu, siapa namamu? Sebelum itu biar kuperkenalkan diriku, namaku Africus, Wakil jendral the compas East” Ungkap pria itu ke Alice.


“Aku Alice” Jawab Alice singkat


“Wah anak-anak jaman sekarang sopan santunnya kurang ya?” Africus tersenyum pahit.


***


“Hai kalian 2 orang bodoh, perkenalkan namaku Ventus, aku adalah wakil jendral dari the compas South, kalian pasti sudah tau dia kan, si wanita pengguna sabit, dia sangat keren bukan...” Ia terus berbicara walaupun Rosalyn dan Judas tak mendengarkan.


“Bagaimana ini bi?” Bisik Judas ke Rosalyn.


“Aku juga tidak tau harus apa Judas...” Balas Rosalyn berbisik.


“Tidak sopan kan jika ada yang berbicara tapi tidak di perhatikan?!” Tiba-tiba Ventus mengambil cambuk di belakang punggungnya dan mengayunkannya kearah Rosalyn dan Judas. Rosalyn menciptakan sebuah barrier dan menangkis serangan itu.


“Hoo boleh juga, mari kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan?!” Ventus kembali mengayunkan cambuknya namun lagi-lagi dapat ditangkis dengan cukup mudah oleh barrier Rosalyn.


“Brengsek, kau mencoba mempermalukanku ya?! Kalau begitu, thunder whip!” Seru Ventus melayangkan cambuk berlapiskan energi listrik kearah Rosalyn namun lagi-lagi gagal.


“Barrier ini bahkan sudah pernah menahan serangan yang lebih kuat dari itu” Rosalyn mengingat kejadian di zona laut terlarang, dimana barriernya retak terkena hantaman tentakel kraken.


“Hmmm kalau begitu akan kutunggu saja sampai mana mu habis, memakai barrier terus-terusan seperti itu pasti akan secara drastis menguras manamu kan?” Ventus kemudian duduk bersila dihadapan Rosalyn dan Judas.


“Dia benar bi, walaupun dia agak keliru di bagian kehabisan mana, tapi tetap saja kita tidak bisa terus-terusan bertahan tanpa menyerang” Ucap Judas disamping Rosalyn


“Tapi bibi tidak punya spell yang bisa digunakan untuk menyerangnya. Walaupun sebenarnya ada 1 spell penyerangan yang bibi miliki, tapi itu hanya berdampak pada mahkluk yang memiliki esensi kegelapan saja (contohnya undead, skeleton, ghost, lich, dll)” Jelas Rosalyn


“Andai aku membawa panahku...” eluh Judas.


“Ah itu benar, kau kan pandai dalam memanah, walaupun mendiang ayahmu dulu itu hanya hebat dalam membuat obat dan menyembuhkan penyakit, tetapi ibumu adalah seorang pemanah handal kan?” Rosalyn kembali bersemangat.


“Yah itu memang benar sih, ibu memang sangat jago dulu dalam memanah, ahh aku jadi rindu dengannya, apa dia baik-baik saja ya di benua timur sana?” Judas jadi sedikit rindu dengan ibunya.


“Mereka ini benar-benar mengabaikanku ya?!” Urat di dahi Ventus mengencang saat melihat Judas dan Rosalyn malah asik mengobrol.


“Judas kalau memang kau masih hebat dalam menggunakan panah, maka pakailah ini!” Rosalyn mengeluarkan sebuah busur berwarna hijau dihiasi dengan ornamen berbentuk seperti daun berwarna emas melingkar disekitarnya. Ia juga mengeluarkan tas berisikan ratusan anak panah dari dalam Sub-space inventorynya.


 


~Elve’s Bow~


Tipe: Weapon


Tingkatan: Rare


Dex +20


Efek spesial: Memberikan 3% critical hit saat 3 serangan berhasil mengenai target.


 


~Elve’s Arrow~


Tipe: Ammuniton


Tingkat: Common


Dex +2


Str +1


 


“Kedua benda ini dulu merupakan hadiah yang diberikan oleh hunter di pulau Hebrion saat aku turut serta dalam membantu mereka membersihkan dungeon level D disana” Rosalyn berbisik menjelaskan ke Judas. Tiba-tiba Ventus ikut menyahut dari depan mereka dan mengatakan.


“Ohhh ternyata second phasemu itu adalah ruang penyimpanan ya? Kau akan sangat cocok untuk dijadikan budaknya Emperor”


“Benarkah, pasti akan sangat mengasyikan” Rosalyn tersenyum kecut dibalik barriernya itu.


“Yah akan sangat mengasyikan melihatmu disiksa olehnya sampai kau memohon untuk dibunuh, hahahaha” Ventus tertawa dengan nyaring.


“Judas dengar aba-abaku saat kubuka barrier ini maka lontarkanlah anak panahmu kearahnya” Bisik Rosalyn. Judas hanya mengangguk.


“Sekarang!” Rosalyn kemudian membuka barriernya. Dengan cepat Judas menembakan anak panahnya kearah Ventus.


“Apa ini, kau pikir ini akan cukup untuk melukaiku?” Ventus berhasil menangkap panah itu dengan tangan kirinya.


“Lighting whip!” Ventus mengayunkan cambuknya kearah Judas.


“Holy barrier!” Barrier Rosalyn menangkis serangan itu.


“Grrrr!” Ventus nampak geram.


“Judas, lagi!” Rosalyn membuka barriernya lagi. Judas kembali menembakkan anak panahnya itu kearah Ventus. Ventus lagi-lagi menangkap anak panah itu dan mengayunkan cambuknya lagi, kali ini cambuk itu bergerak lebih cepat dari sebelumnya.


 

__ADS_1


*Splash!


 


“Argghhh!” Judas melenguh menahan sakit saat punggungnya terkena serangan itu. Barrier Rosalyn terlalu lambat untuk menyamai kecepatan ayunan cambuk Ventus barusan.


“Judas!” Rosalyn berteriak karena khawatir.


“A-aku tidak apa-apa bi!” Ujar Judas mencoba kembali berdiri. Punggung Judas memperlihatkan sebuah luka sabetan yang mengeluarkan darah segar.


“Continuous healing!” Seru Rosalyn


 


~Anda telah menerima Buff Continuous healing~


Setiap serangan yang melukai tubuh anda akan secara otomatis teregenerasi dengan perlahan


Efek buff bertahan selama 30 menit


 


Luka ditubuh Judas perlahan menghilang.


 


“Selain membuat barrier dan menggunakan inventory, kau juga bisa healing?, Kau akan menjadi mangsa yang bagus untuk kupersembahkan kepada emperor!” Ventus mengayunkan cambuknya kearah Rosalyn. Namun barrier Rosalyn bisa menahannya.


“Jangan ganggu bibiku!” Judas kembali melesatkan anak panahnya.


“Berapa kali sih harus kubilang, panahmu itu tidak akan mempan terhadapku!” Ventus menangkis anak panah yang melesat kearahnya dengan cambuknya.


“Bagaimana dengan ini?” Judas menembakkan 2 anak panah sekaligus kearah Ventus.


“Dasar bodoh!” Ventus berhasil menangkis kedua anak panah itu dengan satu ayunan cambuknya.


“Ini sulit” Judas kebingungan.


“!!!” ia kemudian mendapatkan sebuah ide.


“Aku tau suatu cara! Bibi lindungi aku sebentar dengan barriermu!” Pinta Judas ke Rosalyn. Rosalyn mengangguk dan segera melindungi Judas dengan barriernya.


“Personal status, view!” Judas membuka personal statusnya.


 


[Personal status]


Name: Judas Sergio


Level: 19


Role: None


Rank: None


Talent: 1. Herbalist Alchemist | Advanced Archer  2. None


Hp: 500/500


Mana: 250/250


Stamina: 430/430


Str: 12 (+1)


Def: 17


Dex: 52 (+20)


Con: 15


Agi: 16


Int: 20


Lck: 208 (+200)


Unnalocated Stats poin : 30


“Status lain selain luck dan dex sangatlah buruk, itupun luck kudapatkan karena buff dari orchid fairy di pulau Kalion waktu itu” Judas sedikit murung


“Tapi aku punya Unnalocated stats yang cukup banyak. Kalau begitu, status update! aku akan mengalokasikan 30 pointku seluruhnya ke Dexterity” Seru Judas.


 


~Status update~


Dex: 52(+20) --> 82 (+20)


(Note: +20 disini didapatkan dari panah yang dia pake sebelumnya)


 


“Bi buka lagi barriermu!” Ujar Judas ke Rosalyn. Rosalyn membuka barrier itu, Judas kembali melesatkan anak panahnya kearah Ventus.


“Masih belum kapok juga ya?!” Ventus mencoba menangkap anak panah itu namun tak berhasil, panah itu menancap dengan telak di bahu kirinya.


“A-apa?” Ventus tertegun.


“Bajingan!” Ventus melompat kearah Judas sembari mengayunkan cambuknya.

__ADS_1


“Augmentation!” Seru Rosalyn. Sebuah lingkaran sihir berwarna keemasan muncul dibawah kaki Judas.


 


~Anda menerima buff Augmentation~


 


Strength, Mana dan Agility meningkat sebanyak 3x


Efek buff bertahan selama 25 menit


 


*Ctarr!


Cambuk itu menghantam tanah karena Judas berhasil menghindarinya.


 


“Bagaimana mungkin?” Ventus kembali tertegun.


“Apa kau akan menyerah sekarang?” Tanya Judas sedikit mengintimidasi. Ventus yang merasa terhina mengatakan dengan berteriak.


“Jangan sombong kau b4jingan!” Ventus mengayunkan cambuknya dengan lebih cepat kearah Judas.


 


“Extramus enhancement” Rosalyn kembali memberi buff kepada Judas.


 


 


~Anda menerima buff Extramus enhancement~


 


Seluruh efek buff dan status anda kini naik 6x lipat


 


Durasi buff 10 menit


 


“Kau mencoba menyerang apa?” Judas lagi-lagi berhasil menghindari cambuk itu.


“Argghhh, lighting slash sphere!” Seru Ventus mengayunkan cambuknya kesegala arah. Cambuknya itu terlihat seakan-akan membentuk sebuah bola disekitar tubuhnya.


“Holy barrier!” Dengan sigap Rosalyn melindungi Judas dengan barriernya, sehingga serangan itupun berhasil digagalkan.


“Aku tak akan menahan diri lagi, Ultimate move, succubus thunder whip!” Tiba-tiba cambuk Ventus berubah bentuk dan warna, saat ini cambuk itu memiliki bilah-bilah pisau disetiap serat cambuknya dan warnanya pun berubah menjadi berwarna ungu, selain itu cambuk itu juga nampak dialiri oleh energi listrik berwarna ungu yang menyalak.


“Kalian berdua akan mati disini!” Ventus mencoba mengayunkan cambuknya.


“Takkan kubiarkan!” Berkat bantuan buff Rosalyn, Judas kini dapat bergerak dengan lincahnya memutari Ventus sambil melesatkan anak panahnya. Ventus berhasil menghalau anak panah itu dengan mengayunkan cambuknya, namun beberapa anak panah berhasil melalui sela-sela cambuknya dan mengenai tubuhnya dengan telak.


“Arghh!” Ventus kesakitan. Hal itu tak membuat Judas berhenti. Judas terus-menerus melesatkan anak panahnya itu sembari bergerak dengan cepat memutari Ventus.


Anak panahnya itu terlihat seakan-akan melesat dari segala arah menuju tubuh Ventus. Puluhan anak panah berhasil mendarat di tubuhnya, beberapa anak panah juga terlihat berhamburan disekitarnya karena Ventus berhasil menangkisnya. Namun sesuatu terjadi pada tubuhnya, Ventus perlahan merasakan gerakannya makin terasa lambat.


“Apa yang terjadi padaku, mengapa aku menjadi lebih lambat?” Ventus bertanya-tanya dalam hati.


“Kau pasti sedang kebingungan kan sekarang, kau bertanya-tanya kenapa pergerakan kau jadi sangat lambat kan? Itu mudah, sebelumnya aku telah mengoleskan inti sari getah akar tumbuhan larvoix ke anak panahku” Judas memberitahu hal tersebut dengan menghentikan pergerakannya. saat ini hanya tersisa 1 anak panah di tas punggungnya.


“A-apa...” Ventus memperhatikan panah yang menancap ditubuhnya membuat daging disekitar tempatnya menancap berubah warna menjadi hijau kehitaman.


“Selamat tinggal... Ventus...” Judas melesatkan anak panah terakhirnya itu tepat ke dahi Ventus.


 


*Jlebb


Anak panah itu melesat dengan cepat dan menembus kerangka belakang kepala Ventus.


*Brukk!


Ventus seketika ambruk.


 


“Kau hebat Judas, berkatmu kita selamat!” Seru Rosalyn kegirangan.


“Tidak bi, tanpa bantuan buff dari bibi, pasti aku tak akan punya kesempatan melawannya” ucap Judas.


“Hufft, setidaknya kita berhasil mengalahkannya. Sekarang kita hanya perlu membantu Rachel dan yang lain, mereka mungkin akan kesulitan” Ajak Rosalyn ingin beranjak menuju ke arah Rachel dan yang lain, namun tiba-tiba di halangi oleh seorang pria berambut hitam dengan codet dialis kiri dan pipi kanannya.


“Reynard, kapan kau muncul? Syukurlah kalau kau baik-baik saja, Ini bagus ayo ikut kami pulang, kami datang kesini untuk menyelamatkanmu!” Ucap Judas dengan wajah penuh syukur


“Judas menjauh!” Rosalyn mendorong Judas yang kakinya hampir terikat oleh akar Reynard.


“A-apa yang kau lakukan Reynard?!” Judas tak habis pikir


“East... Lakukan...” Ujar Reynard ke East melalui sebuah bros yang tertempel di dada sebelah kirinya.


“Dia berbicara dengan siapa?” Rosalyn bertanya-tanya


“Jangan kecewakan sang emperor... Alternate Atmosphere!” Seru East merapal mantranya. Dibaju East juga terdapat sebuah bros yang sama seperti yang digunakan oleh Reynard.


Spell East tadi seketika memindahkan Reynard, Rosalyn dan Judas ke suatu tempat yang sangat berbeda dari sebelumnya. Mereka sekarang berada tepat ditengah-tengah hutan dengan pepohonan yang terlihat mati. Pepohonan disana berwarna hitam tanpa ada  dedaunan sedikit pun. Bahkan juga tidak terlihat adanya makhluk hidup disekitarnya.

__ADS_1


“K-kita dimana?” Judas bertanya-tanya.


“....” Reynard terlihat diam memandang mereka berdua dengan tatapan dingin.


__ADS_2