Legendaria

Legendaria
Chapter 8 - Portal


__ADS_3

“Manusia bodoh, kau seharusnya ikut lari seperti mereka” Cyclop itu menghantamkan palunya ke arah Reynard.


“dia bisa berbicara?” Reynard keheranan.


“Ternyata memang benar kata Rachel, monster kelas C keatas memiliki tingkat intelegensi yang berbeda dengan monster dibawahnya” Reynard berhasil menghindari serangan itu dan balik menyerang Cyclops dengan menciptakan balok besar yang menghantamnya dari bawah tanah, balok itu mengenai perut si Cyclops dan meledak.


"Itukah efek ledakannya, artifak ini memang luar biasa" Reynard berbicara sendiri sambil memandangi artifak di jari manisnya.


“Kau pikir itu cukup untuk melukai ku?” Cyclops mengayunkan palu gada nya sekali lagi kearah Reynard. Reynard dengan bantuan baloknya melesat keatas langit, kemudian saat diatas langit Reynard menyebarkan serbuk kayu, serbuk-serbuk itu seperti salju di musim dingin perlahan-lahan jatuh ketanah, namun sebelum jatuh ketanah Reynard membuat serbuk-serbuk nya itu meledak dan mengenai mata si cyclop.


“Argghhh” Erang si Cyclop menahan sakit.


“Root chain!” ribuan akar bermunculan dari tanah dan mengikat si Cyclops dengan kuat kemudian meledak secara beruntun.


“Artifak ini membuatku menjadi setidaknya setingkat kelas S untuk sementara waktu” Balok Reynard menghantam mata si Cyclops dengan keras hingga Cyclops itu terseret kebelakang.


“Sialan kau manusia!” Cyclops itu mengeluarkan aura merah pekat.


“Aku harus menjaga jarak” Reynard lalu menjaga jarak dari Cyclops tersebut.


"Woarrgggghhh!" Cyclop itu mengaum dengan keras, memberikan efek fear ke sekelilingnya


"S-Sial!" Reynard terkena efek fear itu dan tak bisa menggerakan tubuhnya.


“Matilah kau!” dari mata Cyclops terpancar laser berwarna merah menyala, laser nya itu mengenai sedikit rambut dan bahu Reynard, dibelakang Reynard terlihat bekas laser Cyclops itu membelah dinding kawah menjadi 2 bagian.


"Kau beruntung serangan ku meleset!" Belum selesai sampai disitu Cyclops itu melompat keatas langit dan dengan kedua kakinya menghantam tubuh Reynard, serangannya itu menimbulkan retakan ditanah dan membuat sebagian tanah terangkat keatas.


Ditempat Rachel dan Zion. Kini mereka berdua telah sampai di sisi utara. terlihat masih ada beberapa penduduk desa yang masih bersiap dengan persediaan mereka.


“Dimana penduduk yang lain?” Tanya Rachel ke salah satu penduduk pria yang tengah sibuk mengikat beberapa persediaan disebuah gerobak kayu.


“Oh apakah kau teman dari tuan Reynard?” Pria itu balik bertanya.


“Tuan?” Zion mengerutkan alisnya.


“Iya kami teman-teman Reynard, jadi ada dimana penduduk yang lain sekarang?” Jawab Rachel


“5 menit yang lalu mereka menuju selatan melewati area hutan di wilayah timur, ini kami baru saja akan menyusul, kalian ikutlah dengan kami” Ajak Pria itu.

__ADS_1


“Baiklah, kami akan mengawal kalian agar selamat menuju selatan” Ujar Rachel. Beberapa menit perjalanan, saat mereka sampai di tepi hutan, tiba-tiba terdengar suara jeritan dari dalam hutan.


“Kyaaaa, tolong!!” Teriakan itu begitu nyaring sehingga membuat Rachel dan Zion segera melesat untuk memeriksanya. Saat sampai ke sumber suara, mereka dikejutkan dengan ratusan mayat hidup mengepung dan menewaskan sebagian penduduk. Beberapa penduduk yang selamat terlihat sibuk bertarung melawan para mayat hidup didepan mereka.


“Alicia!?” Suara isak tangis seorang ibu didepan mayat seorang gadis kecil di dekapan kedua tangannya.


“Hoargghh!” Gadis kecil itu tiba-tiba berubah menjadi salah satu dari mayat hidup itu dan mengigit leher sang ibu.


“Bagaimana bisa ada undead disini?!” Rachel begitu kaget melihat kekacauan yang begitu mengerikan didepannya itu.


“Ini pasti ulah tua bangka itu!” Zion benar-benar murka.


“Selamat datang di neraka anak-anak haram!” Chief tiba-tiba muncul dari dalam portal, sekarang ia berdiri diatas sebuah dahan pohon besar dihadapan Zion dan Rachel.


“Aku tidak akan membiarkan siapapun untuk melarikan diri dari pulau ini, semuanya harus mati!” Chief mengetuk tongkatnya ke dahan pohon itu dan memanggil ratusan undead dari dalam tanah.


“Jadi selain bisa menciptakan portal antar dimensi, dia juga bisa menciptakan pasukan undead dengan talentnya!?” Ucap Rachel didalam hati.


“Matilah kalian semua!” Chief mengangkat tongkatnya itu  ke udara dan memerintahkan para undead itu untuk maju menyerang mereka.


“Zion bersiaplah!” Rachel bersiaga


“Biarkan aku yang mengurusnya, dari kondisinya sepertinya ia terluka cukup parah, kebetulan aku adalah seorang tabib, aku akan mencoba menyembuhkannya sebisa mungkin, kau fokuslah untuk bertarung” Seorang pria dari belakang Zion menawarkan dirinya untuk mengurus Alice.


“Terimakasih, pastikan jangan menyentuh area sensitif dari tubuh adikku, kau dengar?!” Mata Zion melotot.


“B-baik..” Pria itu kemudian mengendong Alice ditangannya, dan segera mencari tempat yang aman.


“Zion ini saatnya!” Tegas Rachel yang kemudian melesat dengan element petirnya kearah para undead. Satu persatu kepala para undead terpenggal oleh tangan Rachel yang telah dialiri oleh energi listrik.


“Sun guttling gun!” Zion menembakkan ratusan peluru cahaya dari jari jemarinya. Peluru-peluru itu nampak menembus tubuh para undead, ada beberapa yang mati namun banyak juga yang masih bisa kembali berdiri.


“Zion, titik kelemahan mereka itu ada di kepalanya!” Ujar Rachel yang masih sibuk menghadapi para undead dihadapannya.


“Oke!” Zion kembali menembakkan peluru cahaya dari tangannya, namun kali ini ia benar-benar mengarahkan tembakannya itu agar terkena kepala para undead.


*Sutt... Tap... Tap..!!


Beberapa anak panah berhasil menancap menembus kepala para undead.

__ADS_1


“Bantuan?” Rachel menoleh kebelakang, ia melihat beberapa penduduk membantu membersihkan para undead dengan panah mereka.


“Kerja bagus!” Rachel kemudian kembali melanjutkan menyerang para undead itu dengan listriknya.


“Mereka terus-terusan berdatangan!” Rachel terlihat kewalahan.


“Rachel kau fokus hajar si tua bangka itu, aku yang akan mengurus undead-undead bau busuk ini!” Seru Zion sembari terbang keatas dengan sayapnya.


“Kau benar!” Rachel kemudian melesat kearah sang Chief dengan tangan yang mengepal.


*Bumm..!!


Pukulan Rachel meleset dan membuat ranting pohon tempat chief tadi berpijak terjatuh dan menindih beberapa undead dibawahnya.


“Kau pikir kau siapa!?” Chief muncul dibelakang Rachel dan mengayunkan tongkatnya ke bagian kepala belakang Rachel.


*Zapp..!!


“Aku adalah orang yang akan membunuhmu!” Rachel kini berada dibelakang chief dan bersiap memukul wajahnya dengan pukulannya.


“??” Chief mematung.


*Buackk..!!


Tiba-tiba pipi Rachel terhantam oleh sesuatu dan terjatuh ketanah.


“Rachel!!” Zion nampak khawatir.


“A-aku tidak apa-apa, kau tetaplah fokus untuk membersihkan para undead itu” Rachel kembali berdiri, pipi kanannya lebam akibat pukulan yang entah dari mana tadi.


“Element change, ice!” Rachel mengubah elementnya.


“Frozen Zone!” Rachel membekukan tanah disekitarnya dan membuat pergerakan para undead makin melambat.


“Sun guttling gun!” Tanpa aba-aba Zion memanfaatkan moment itu untuk membersihkan para undead dari atas langit.


“Ice spear!” Rachel menciptakan sebuah tombak es ditangannya, ia kemudian melompat dan mencoba menusuk chief dengan tombaknya itu.


“Bodoh!” Chief menciptakan sebuah portal kecil didepan mata tombak Rachel, sebagian tombaknya itu masuk kedalam portal, kemudian kembali keluar melalui portal kecil dipundak kiri belakang Rachel.

__ADS_1


“!?” Rachel tertegun.


__ADS_2