
“Kenapa mereka ada disini?” Frank kaget
“Memang mereka siapa?” tanya Zion
“Mereka adalah jendral-jendral terkuat milik Kale Sarbius, 'The Compas’, berbeda dari kami berenam sebelumnya yang hanyalah hunter kelas rendah, mereka ini berada di level yang berbeda”
“Wanita berambut ponytail hitam itu adalah North, disebelahnya wanita bertudung hitam dengan sabit besarnya itu South, pria bertindik yang tadi berbicara ialah West, kemudian yang terakhir pria pucat dengan rambut hijau sebahu itu adalah East, 2 diantara mereka adalah mantan hunter kelas A sedangkan sisanya adalah kelas B yang hampir menjadi kelas A namun memutuskan untuk berhenti menjadi hunter dan beralih profesi menjadi kriminal” Jelas Frank
“Hey seharusnya kau tidak memberitahu mereka tentang kami kan?” Pria bertindik bernama West tadi secara tiba-tiba muncul dibelakang Frank
“Kau harusnya tau konsekuensinya apa kan?” West menciptakan belati transparan dari tangannya, dan mengayunkannya ke leher Frank.
“Hei santailah sedikit” Reynard mencoba menangkis serangan itu dengan balok kayunya
“Kau pikir kayu kropos ini akan cukup menahan seranganku?” Balok kayu itu seketika terbelah dan hampir mengenai leher Frank, untungnya Frank berhasil berpindah tempat berkat bantuan Zion yang bergerak layaknya cahaya. West tak tinggal diam ia kembali mengejar Frank dan mencoba menghujamkan belatinya ke jantung Frank.
*Ctankk..!!
Zion berhasil menahan serangan itu dengan tangan berbentuk pedang yang terbentuk di sepanjang lengan kanannya, namun pedang ditangannya itu tak mampu menahan sepenuhnya belati itu, pedang cahaya milik Zion hampir terbelah saat berhantaman dengan belati milik West. Zion melompat kebelakang untuk membuat jarak.
“Seberapa tajam benda ditangannya itu!” gumam Reynard
“Oh jadi kau ya si Hunter dengan talent kayu itu!” Dari belakang Reynard wanita berambut ponytail bernama North melingkarkan kedua tangannya di leher Reynard dengan lembut yang lama-kelamaan makin keras hingga akhirnya Reynard tak bisa bergerak dan bernafas.
“Rosalyn tolong bawa yang lain pergi!” Pinta Rachel
“B-baik” Rosalyn, Frank serta Judas yang sedang mengendong Alice kemudian berlari menjauh dari area tersebut. Akan tetapi belum jauh mereka berlari, tiba-tiba dari atas langit, wanita dengan sabit besar, South dan pria berambut hijau, East menerjang.
“Minggir kalian!” Rachel dengan cepat menghalau 2 orang tersebut dan mendorong mereka dengan element angin nya.
“Cepat pergi, aku akan menghalau mereka!” Pinta Rachel lagi, kemudian Rosalyn dan yang lain berlari menjauh dari sana, akan tetapi tiba-tiba muncul sebuah kotak hijau semi-transparan menutupi kepala Frank.
"Tolon..." Lirih Frank dengan wajah memelas tak sempat menyelesaikan perkataannya.
“Explode..” East membuat kotak transparan hijau tadi meledak dan menghancurkan kepala Frank.
“Kekuatan apa itu?!” Rachel, Rosalyn dan Judas terbelalak.
“Kau harus tetap waspada kan” South mengayunkan sabitnya kearah Rachel, dengan cepat Rachel menunduk kemudian menyapu pergelangan kaki South dengan kaki kanannya hingga membuatnya tersungkur.
“Cube bom..” East menciptakan kotak kecil hijau semi-transparan disebelah kiri Rachel, kotak itu meledak dan mengenai wajah Rachel.
“Argghh!” Rachel menahan sakit sambil menutupi wajah bagian kirinya yang kini telah hancur karena luka bakar
“Dia tidak mati terkena ledakan bom ku?” East heran
“.....” Rachel kembali berdiri, rambut keemasannya tersibak, matanya menatap tajam dengan aura putih kehitaman keluar dari tubuhnya.
“Element Change... Sand...” Dengan suara pelan ia mengganti elementnya
“Abrasion!” seketika pesisir pantai bergejolak, pasir tempat mereka bertarung bergerak dan menyapu the compas ke lautan.
“Rachel...” Terlihat Rosalyn dengan Judas yang mengendong Alice kini berada jauh dari pesisir.
“Uhug” West dan South keluar dari dalam pasir dan memuntahkan pasir yang tak sengaja tertelan oleh mereka.
“Boleh juga..” North keluar dari dalam pasir tanpa terluka sedikitpun
“Kurasa wanita itu lebih hebat dari pada pria berambut silver disana” Ia menunjuk kearah Zion yang terkapar dengan keadaan tubuh penuh dengan luka, darahnya mengalir begitu deras diatas pasir.
“Yah, pria yang diincar emperor juga tidak begitu kuat” North sebelumnya berhasil melumpuhkan Reynard hingga ia tak sadarkan diri.
“Second Phase... ” Rachel kini sangat marah, ia mencoba menggunakan second phasenya
__ADS_1
“Tak akan kubiarkan!” East kini berada dibelakang Rachel, dengan cepat ia menghunuskan belatinya kearah wajah kiri Rachel yang hancur, serangan itu berhasil di blok oleh Rachel, tangan East ia tangkap kemudian ia banting ketanah, setelah itu ia pelintir pergelangan tangan East hingga patah.
“Arghh!” Erang East kesakitan
“Second phase... Fusion element.... Water... wind... thunder...” Buih-buih air, angin kencang dan aliran listrik yang menyalak, berputar di sekujur tubuh Rachel.
“Storm!” Rachel kini berhasil mengabungkan ketiga elementnya itu, langit seketika dipenuhi dengan awan hitam, angin bertiup dengan sangat kencang, tetesan air juga dengan deras menguyur mereka.
Di kejauhan Rosalyn dan Judas mencoba untuk berteduh dibawah sebuah lubang diantara tumpukan bebatuan..
****
“West kurasa ini saatnya...” Dengan tenang North memberikan isyarat ke West
“Dimensional....” West memunculkan sebuah kotak hijau transparant besar di sekitar tubuh setiap anggotanya dan juga Reynard.
“.....!” Rachel dengan cepat melesat kearah West dan mencoba menghantamnya dengan tinju yang dipenuhi oleh energi listrik yang bercampur dengan angin dan air.
“Displacement!” belum sempat serangan itu mengenai West, tiba-tiba ia dan seluruh anggota the compas bersamaan dengan Reynard menghilang.
*Duarrr!!!
Serangan Rachel meleset dan menciptakan ledakan listrik dahsyat yang membelah pasir dan lautan menjadi 2.
***
Ditempat lain West dan anggota lain berhasil berpindah tempat kesebuah kapal yang berada cukup jauh dari pulau Kalion.
“S-sialan...” baju West seketika tercabik, tak lama setelahnya ia tiba-tiba jatuh tersungkur. Ternyata sebelum ia benar-benar berpindah tempat, sebagian kecil kekuatan Rachel berhasil mengenai perut West, sehingga saat ia dikapal, residu kekuatan milik Rachel masih tersisa dan bergejolak diseluruh tubuhnya yang membuat pakaiannya tercabik dan tubuhnya seketika lunglai.
“Wanita itu benar-benar menarik..” North mengigit bibir bawahnya.
Kembali ke pulau Kalion. Kini langit kembali cerah. Rachel dengan perlahan mengendong Zion dibelakangnya, ia dengan kemampuan listriknya dengan cepat melesat kearah Rosalyn.
***
“Baik, Heavy wound cure!” dari tangan Rosalyn muncul cahaya yang perlahan menutup dan menyembuhkan luka disekujur tubuh Zion.
“Bibi memang hebat..” Puji Judas dalam hati
“Sekarang kau Rachel” Rosalyn mengarahkan tangannya ke wajah Rachel yang sebelumnya terkena serangan West.
“Heavy wound cure!” Perlahan wajah Rachel kembali seperti sedia kala.
“Silahkan..” Rosalyn mengambil sebuah kaca dari dalam sub-space inventorynya
“Terimakasih...” Rachel terkesima saat melihat wajahnya kembali seperti semula
***
“Sekarang apa yang harus kita lakukan?” Tanya Judas
“Pertama kita cari fragment Flower of hope itu, setelahnya kita atur rencana untuk menyelamatkan Reynard” Jawab Rachel
“Apa Reynard akan baik-baik saja?” Rosalyn nampak khawatir
“Tentu, dia itu cukup hebat, lagipula mereka membutuhkan kekuatannya, jadi mereka tak akan mungkin mencelakainya” Tegas Rachel.
“Aku masih bingung kenapa mereka bisa melacak kita sampai sini?” Judas nampak heran
“Kurasa radar topografi Kale juga bisa melacak keberadaan anggotanya (Frank), sehingga ia tau kemana kita akan pergi” jelas Rachel
“Hmm begitu ya...” Judas menganguk
__ADS_1
“Aku tak menyangka bahwa dia itu adalah penjahat, dulu dia adalah turist yang masuk ke pulau Xoil untuk berlibur, dia terjebak dengan penduduk asli pulau Xoil akibat dungeon break”
“8 bulan dia hidup bersama kami di tempat persembunyian. Kami tak pernah kepikiran bahwa dia mengincar gelang Artifak yang telah lama dijaga oleh mendiang ibu Alicia” Kata Judas
“Kalau benar Artifak itu sangat berharga, lalu mengapa kalian memberikan itu kepada Reynard?” Rachel mengkaji ulang setiap perkataan Judas
“Itu... pewaris utama dari artifak itu, yaitu mendiang ibu dari Alicia, memutuskan untuk memberikan artifak tersebut karena ia untuk pertama kali didalam hidupnya, merasakan adanya reaksi dari artifak saat Reynard berada di dekatnya” Judas mencoba meyakinkan
“Reaksi itu seperti layaknya magnet yang berbeda kutub ingin saling menyatu” Lanjut Judas lagi
“Mungkin memang Reynard ditakdirkan untuk memiliki artifak itu, dan memberikan gelangnya ke Rosalyn adalah salah satu tujuan takdir tersebut” Rachel perlahan mulai memahami penjelasan Judas.
“Ya, itu mungkin saja, kita sebagai manusia tidak bisa memprediksi takdir, selain itu takdir adalah entitas kekuatan paling mengerikan yang pernah ada, tidak ada satupun mahluk yang dapat mengalahkan kekuatan takdir” Judas seakan memperkuat opini Rachel sebelumnya.
“S-sejak kapan keponakan ku bisa berpikir se-kritis itu” Rosalyn kagum, matanya berkaca-kaca, ia memeluk Judas dengan penuh keharuan.
“Bibi jangan begitu aku malu..” Wajah Judas memerah
“Hahahaha!” Rachel hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol tante dan keponakan didepannya itu.
“Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Zion?” Tanya Rachel ke Rosalyn
“Dia baik-baik saja sekarang, dia butuh istirahat seharian untuk memulihkan kekuatannya lagi” Jelas Rosalyn
“Tidak kita tidak punya cukup waktu, kita harus segera mencari fragment terakhir itu” Tegas Rachel
“Kita bawa saja Alice dan Zion ke villa pamanku, nanti disana biar Judas yang menjaga mereka, kau dan aku bisa mencari fragment terakhir setelahnya” Ajak Rosalyn
“Ide yang bagus, ayo kita kesana” Rachel dan yang lain kemudian memutuskan untuk berjalan menuju villa paman Rosalyn.
“Ehmm tapi bi.. apa bibi tau dimana villa paman berada?” Tanya Judas
“Itu mudah, sebelum istri paman meninggal ia telah memberiku cincin nikahnya untukku” Jelas Rosalyn
“Memangnya hal itu bisa membantu?” Tanya Judas lagi
“Tentu saja, biar ku perlihatkan” Rosalyn kemudian mengeluarkan sebuah cincin emas berukirkan nama istri paman Rosalyn dari dalam Sub-space Inventorynya.
“Path Finding!” Rosalyn mengenggam cincin itu, aliran divine energy mengalir menuju otaknya dan memberikan gambaran visual ke saraf matanya.
“Lewat sini” Di pandangan Rosalyn sekarang terlihat gambaran jejak kaki berwarna biru yang mengarah ke suatu tempat. Jejak kaki tersebut merupakan jejak kaki dari mendiang istri pamannya, yang akan mengarahkan mereka langsung ke arah villa.
“Kau memang luar biasa Rosalyn” Puji Rachel dibelakang Rosalyn
Mereka kini berjalan mengikuti jejak kaki yang terlihat di mata Rosalyn.
[Biodata karakter]
Nama: North
Umur: 23 Tahun
Tanggal lahir: 17 Agustus
Zodiac: Leo
Tinggi badan: 176
Berat badan: 62
Hobi: ??
__ADS_1