Legendaria

Legendaria
Chapter 17 - Paman


__ADS_3

30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah villa kayu tua tak terurus dipinggir danau. Villa itu terlihat cukup tinggi dengan tiang-tiang kayu penyangga dibawahnya.


“Ini villa kakek?” Tanya Judas


“Benar..” Rosalyn lalu berjalan menaiki tangga villa itu kemudian ia membuka pintunya


“Apa hanya pamanmu yang tinggal sendiri di pulau besar ini dulu?” Tanya Rachel


“Hmm tidak juga... Ada pemukiman nelayan 15 km dari sini” Jelas Rosalyn


“Anu... Bi... Bukankah villa ini terlalu kotor?” Judas memperhatikan sekelilingnya sembari menyentuh beberapa perabotan yang dipenuhi dengan debu.


“Ah iya benar juga, kalau begitu, clean!” Rosalyn menjentikkan jarinya, seketika ruangan itu menjadi rapi dan bersih tanpa kotoran.


“Aku tidak tau seorang priestess bisa melakukan itu” Rachel terkesima


“Kekuatan priestess berkaitan erat dengan kesucian dan kebersihan, jadi kemampuan tadi hanyalah spell dasar untuk seorang priest atau priestess” Rosalyn menjelaskan


“Begitukah, ternyata memang benar medical hunter dan priestes itu sangatlah berbeda” Puji Rachel sembari menaruh Alice dan Zion diatas tempat tidur dibantu oleh Judas.


“Oke dengan begini kita bisa langsung mengambil fragment terakhir itu, kemana kita harus pergi sekarang?” Rachel melihat kearah Rosalyn


“Ayo ikuti aku ke balkon depan” ajak Rosalyn ke Rachel. Mereka berjalan kearah balkon, balkon itu berhadapan langsung dengan danau didepan villa tersebut.


“Mendiang Istri pamanku dulu pernah bercerita bahwa pamanku sebelum ia menghilang, telah mencurahkan segala cara untuk menemukan fragment terakhir bunga harapan. ia menghabiskan banyak uang dan waktu hanya untuk mencari tahu tentang keberadaan fragment terakhir itu, sampai akhirnya ia mendapat informasi bahwa bunga itu ada di pulau ini. selama 5 tahun ia tinggal di villa ini ia terus mencari keberadaan fragment tersebut, namun tidak pernah mendapatkannya juga”


“Akan tetapi, suatu hari ia melihat sebuah cahaya terang dari tengah danau, ia dengan perahunya mendatangi asal cahaya tersebut dan tak pernah kembali setelahnya” Rosalyn memandangi danau tersebut dengan wajah penuh kesedihan.


“Apa maksudmu kemungkinan fragment terakhir itu ada ditengah danau ini?” Tanya Rachel


“Iya kurasa begitu...” Jawab Rosalyn singkat

__ADS_1


“Kalau begitu ayo sekarang kita kesana” Ajak Rachel ke Rosalyn


“Baik” Rosalyn mengangguk


“Judas, aku dan Rachel akan pergi ketengah danau, kau jagalah Alice dan Zion” Ucap Rosalyn dari arah pintu masuk


“Baik bi, berhati-hatilah...” Balas Judas. Rosalyn dan Rachel kemudian berjalan menyusuri tangga dan pergi  menuju ke pinggir danau


“Sebentar, Element change.. wood” Rachel menganti elementnya, ia membuat sebuah perahu kecil dari kayu untuk membantu mereka ke tengah danau.


“Untuk saat ini aku hanya bisa menciptakan perahu kecil saja, kemampuan pengendalian element kayu ku sangatlah jauh dibanding Reynard” Rachel sungkan


“Tenanglah, ini sudah lebih dari cukup untuk membawa kita berdua” Rosalyn kemudian menaiki perahu tersebut diikuti Rachel dibelakangnya. Mereka lalu mendayung perahu itu sampai ke tengah danau.


“Kurasa kita harus menyelam sekarang” Dari perahu, Rosalyn dan Rachel mengintip ke bawah


“Element change, water”


“Dengan begini kita bisa bernafas dan bergerak seperti biasa saat berada didalam air nanti, tetapi kekurangannya efeknya akan langsung menghilang jika aku mengubah element ku. Otomatis aku hanya bisa menggunakan element air saja saat dibawah sana nanti” Rachel menjelaskan.


“Baik aku mengerti. sebelum kita menyelam kita pakai ini dulu” Rosalyn mengeluarkan 2 set bikini dari dalam sub-space inventory nya


“Kuharap akan pas untuk mu” Rachel dan Rosalyn kemudian menganti pakaian mereka, dan menyelam kedasar danau.


Saat hampir mencapai dasar, keadaan mulai menjadi gelap, beruntung hal tersebut dapat ditangani dengan mudah oleh Rosalyn, ia merapal mantra agar mereka mampu melihat di tempat gelap.


Saat mata mereka mulai beradaptasi dengan lingkungan bawah air tersebut, mereka tercengang saat melihat di dasar danau itu terdapat sebuah kastil yang dihuni oleh monster berkepala ikan dengan badan manusia.


“itukan...” Rosalyn tertegun


“Head fish soldier, monster air tawar kelas C, kurasa ada dungeon break level C di dasar danau ini” Rachel berbisik pelan sembari memantau pergerakan musuh yang tak begitu jauh didepannya dari balik batu besar.

__ADS_1


“Bagaimana ini, akan sulit menghadapi monster kelas C hanya berdua, apalagi jumlah mereka mungkin ada ratusan didalam kastil itu, juga bossnya pastilah berkelas B” Rosalyn yang berada disebelah Rachel balik berbisik.


“Aku tau suatu cara” Ucap Rachel


***


Didepan kastil bawah air, nampak 10 head fish monster menjaga pintu gerbang kastil, tiba-tiba 10 tombak air melesat ke kepala mereka dan dengan sekejap menewaskan mereka semua. Setelahnya, Rachel dan Rosalyn kemudian memasuki kastil. Dengan mengendap-endap mereka berjalan menuju ruang utama boss guna memusnahkan dungeon break didasar danau tersebut.


Selama menuju ruang boss, Rachel dengan element airnya secara sembunyi-sembunyi membunuh para Head fish soldier yang berpatroli dan menyembunyikan mayatnya agar tidak ditemukan oleh Head fish soldier yang lain.


Mereka berhasil melakukan rencana pengendapan itu dengan baik sampai akhirnya mereka menemukan lorong dengan 2 cabang. Rachel memutuskan untuk menjelajahi lorong kedua terlebih dahulu bersama Rosalyn. Cukup jauh mereka berjalan melewati lorong itu, akhirnya mereka menemukan sebuah pintu menuju ruang bawah tanah. Rachel dan Rosalyn segera menuruni tangga. Rosalyn sangat terkejut saat ia melihat ruang bawah tanah itu dipenuhi oleh berbagai macam tulang belulang, mulai dari hewan sampai manusia.


 Rosalyn memerhatikan sekelilingnya, matanya tertuju pada sebuah kerangka manusia diujung ruangan yang terikat rantai pada kaki dan tangannya. kondisi kerangka itu penuh dengan lumut dengan tempurung kepala yang retak diatasnya, di jari manis kerangka itu terdapat sebuah cincin emas berukiran nama yang begitu familiar bagi Rosalyn. Vio Sergio, itu adalah nama dari pamannya, paman yang telah berjuang mati-matian untuk mencoba menghentikan kutukan keluarganya di pulau Hebrion.


Rosalyn tak sanggup menahan tangis, kakinya terasa begitu lemas sampai ia tak sanggup berdiri, ia tersimpuh lalu terisak, air mata kesedihannya mengalir dan menyatu dengan air danau disekelilingnya. Terbesit dipikirannya akan kenangan masa kecilnya dengan paman kesayangannya itu, terlebih hal yang tidak bisa ia lupakan adalah moment terakhir dengan pamannya yang mengatakan akan mencari cara untuk melenyapkan kutukan di pulau Hebrion.


Rachel terenyuh, ia berjalan kearah Rosalyn dan mencoba menenangkannya di pelukannya, Rosalyn kemudian menangis dengan kencang dipelukan Rachel, Rachel hanya bisa mengelus kepala Rosalyn.


Sayangnya suara tangisan Rosalyn itu terdengar oleh 2 Head fish soldier yang sedang patroli, mereka dengan cepat mengeluarkan sinyal dari insang mereka, hal itu membuat seluruh Head fish soldier yang tersisa di kastil tersebut menyadari akan adanya penyusup didalam kastil, dan segera menuju kearah sinyal diberikan.


Rachel yang menyadari jika mereka telah ketahuan lalu melepaskan pelukannya secara perlahan dan berdiri siaga didepan Rosalyn yang masih tenggelam didalam kesedihannya.


“Fshhh fshhh (bagaimana bisa kalian disini?!)” Ujar salah seorang head fish soldier menggunakan bahasanya, terlihat kerumunan dari mereka memenuhi ruang bawah tanah tersebut.


“Water arrow!” Rachel melesatkan air berbentuk panah kearah mereka, beberapa dari mereka ada yang terkena serangan itu dan langsung tewas, sayangnya beberapa juga ada yang selamat dan langsung menerjang Rachel dengan tombak di tangannya.


“Tidal wave!” seketika mereka terhempas oleh gelombang air Rachel


“fshhh fshhh fshhh (mencoba membunuh ikan dengan air?)” Seorang Head fish soldier menyabetkan tombaknya ke dada Rachel. Serangan itu dengan telak melukai dada Rachel, darah segar keluar dan seolah-olah mengubah air disekeliling Rachel menjadi berwarna merah.


“FShhhhh (Ini kesempatan!!)” Head fish soldier yang lain mencoba menyerang Rachel secara bersamaan

__ADS_1


__ADS_2