Legendaria

Legendaria
Chapter 23 - Zona Laut Terlarang


__ADS_3

Saat ini mereka semua telah berada ditengah laut. Sudah sekitar 2 hari waktu yang mereka habiskan dalam perjalanan ini, kini mereka sudah menempuh jarak sekitar 90 mil dari pulau kalion, hanya tersisa beberapa puluh mil lagi untuk sampai ke pulau terpencil itu.


“Nak, tolong beritahu ke teman-teman mu bahwa 3 mil lagi kita akan memasuki zona lautan terlarang” Pinta nelayan itu ke Zion yang ada disampingnya


“Baik pak. Teman-teman, 3 mil lagi kita akan memasuki zona lautan terlarang, kalian bersiaplah” Ucap Zion sedikit berteriak.


“Humm!” Alice mengangguk


“Kita lihat apa yang menunggu didepan kita” Rachel nampak bersiap


Beberapa menit kemudian akhirnya kapal itu memasuki zona lautan terlarang yang sebelumnya dikatakan oleh sang nelayan.


Seakan memasuki atmosfer yang berbeda, lautan yang mereka masuki itu terlihat sangat tenang tanpa ombak sedikitpun. Sang nelayan perlahan memperlambat laju kapalnya.


“Ini aneh, lautannya terasa sangat tenang, ini seakan kita berlayar diatas sebuah genangan air” Rosalyn jadi sedikit waspada.


“Nak ingatlah, 40 mil dari perjalanan kita sekarang akan sangat menyulitkan” Ujar nelayan itu kepada Zion


“Baik pak” Zion nampak bersiaga.


Perlahan sang nelayan mulai menambah kembali laju kapalnya. Beberapa mil telah terlewati, tetapi tidak ada hal aneh yang terjadi, hal itu membuat sang nelayan menjadi merasa gusar.


“Ini aneh sudah sejauh ini kita berjalan, tetapi kita belum ada di ganggu oleh siapa pun” Nelayan itu makin was-was


“Bukannya itu malah bagus?” Tanya Zion


“Tidak, ini malah akan jadi lebih buruk, dengan diganggu ikan-ikan monster, kita malah akan dijauhkan dari suatu makhluk yang lebih mengerikan yang harusnya tertidur, mahluk didalam legenda yang diceritakan pernah menghancurkan dan menenggelamkan ratusan ribu kapal armada perang benua utara beserta pasukannya 100 tahun yang lalu” Keringat dingin mengalir dari dahi sang nelayan, tangannya nampak berkeringat dan bergetar memegangi kemudi kapal itu.


“Siapa dia memangnya pak?” Zion makin terlihat penasaran.


“Bukan siapa... Tapi apa... Dia sering disebut dengan...” belum selesai melanjutkan perkataannya tiba-tiba kapal itu seperti menabrak sesuatu.


*Brakk!!


Suara nyaring ditimbulkan dari tabrakan itu.


“Kraken!!” Lanjut nelayan itu dengan mata terbelalak saat melihat sebuah tentakel raksasa muncul dari dalam air dan bersiap menghantam kapal. Tentakel itu sangatlah besar, bahkan ukurannya lebih besar dari kapal nelayan itu sendiri.


“Semuanya bersiap!!” Rachel berteriak, tubuhnya saat ini dipenuhi oleh energi listrik yang bergejolak.


“Zion serang tentakelnya dengan peluru cahayamu!” Pinta Rachel.


“Tanpa perlu disuruh pun pasti akan kulakukan!” Zion menaiki atap kapal kemudian menembaki tentakel itu dengan peluru cahaya dari tangannya. Rachel tak tinggal diam, ia juga melesatkan energi listrik dari jarinya.


*Clinggg


Peluru Zion dan serangan listrik Rachel tak memberikan dampak apapun ke tentakel itu.


“Sialan, tentakel bodoh itu tidak terluka sedikit pun!” Zion masih mencoba terus menembaki tentakel tersebut.


“Rosalyn, berikan buffmu kepada kami semua!” Pinta Rachel dengan tegas.


“Baik. Penetratia auvzia!” Seru Rosalyn


~Anda menerima Buff Penetratia Auvzia~


Kekuatan sihir meningkat 4x lipat


Magic damage akan memberikan kerusakan fatal pada musuh


Efek buff bertahan selama 20 menit


“Selanjutnya, Extramus enhancement!” Seru Rosalyn lagi


~Anda menerima buff Extramus enhancement~


Seluruh efek buff dan status anda kini naik 6x lipat


Durasi buff 10 menit


“Woah apa ini? Kekuatan di tubuhku tiba-tiba saja meningkat!” Zion terkagum saat cahaya muncul dari bawah kakinya


“Tetap fokus!” Tegas Rachel

__ADS_1


“S-siap!” Zion kembali menyerang tentakel raksasa itu dengan peluru cahaya dari jari jemarinya.


*Clinggg!!


Serangan itu masih belum memberikan dampak apapun


“B-bahkan setelah menerima buff dari Rosalyn masih belum cukup untuk melukainya?” Rachel terkejut.


“Kalian tidak bisa melawannya, dia itu bukan mahluk yang dapat ditaklukkan dengan mudah, lebih baik kita mencari cara untuk kabur dari pada menghadapinya!” Sang nelayan berteriak dari ruang kendali


“Dia benar. Alice gunakan kekuatan anginmu untuk menambah kecepatan kapal ini!” Pinta Rachel


“Uhm!” Alice menganguk. Ia lalu pergi ke belakang kapal dan mejulurkan kedua tangannya kearah laut, kemudian dari kedua telapak tangannya tersebut angin dengan kencang keluar dan mendorong kapal untuk bergerak lebih cepat.


“Berhasil, kita berhasil menambah kecepatan kapal!” Judas terlihat lega.


“Belum!” Rachel melihat dari dalam air kini 2 tentakel raksasa muncul ke permukaan mencoba menghalangi kapal.


“Alice hentikan dorongan anginnya!” Teriak Rachel.


“B-baik!” Alice seketika menghentikan apa yang ia lakukan. Namun kapal itu masih terus melaju dengan kecepatan yang sama.


“Ini gawat!” Rachel nampak kebingungan


“Biarku urus!” Rosalyn berdiri sigap dibelakang Rachel dan merentangkan kedua tangannya.


“Holy Barrier!” ia kemudian berseru, seketika muncul sebuah pelindung berbentuk lingkaran yang menyelimuti kapal.


“Semuanya berpeganganlah pada sesuatu, bersiaplah akan guncangan!” Rachel memperingati. Mereka yang mendengar itu segera meraih benda yang bisa mereka gunakan sebagai penahan akan guncangan.


*Bruakk


Suara nyaring kapal berlapiskan pelindung itu menghantam kedua tentakel didepannya.


*Krakk


Perlahan barrier Rosalyn Retak.


“Barrier ku pun tidak sanggup menahan tubrukan itu?!” Rosalyn kehabisan kata-kata.


Barrier milik Rosalyn pun seketika pecah. Kedua tentakel tadi kembali masuk kedalam air.


“Uhug!” Rosalyn memegangi dadanya. Darah segar perlahan mengalir dari kedua lubang hidungnya.


“Bibi!” Judas sangat khawatir.


“A-aku tidak apa-apa!” Rosalyn mencoba menahan sakit di dadanya.


“Ini lebih mengerikan dari apa yang kukira, bahkan Rosalyn yang saat ini telah menjadi angelion bishop pun masih tidak bisa menandingi mahluk itu...” Gumam Rachel didalam hati


“Mahluk ini berbeda dia bahkan lebih kuat dari monster kelas S yang sebelumnya kulawan..” Lanjutnya lagi.


“Rachel, sekarang bagaimana?!” dengan sedikit berteriak Zion memanggil Rachel.


“Akan kuurus ini!” Rachel kembali berdiri.


“Hei jangan bilang kau akan menggunakan second phasemu, kau tau konsekuensinya kalau kau memakai itu terlalu sering kan?!” Zion khawatir


“Kita tidak ada pilihan lain!” Tegas Rachel


“P-pasti ada cara lain, aku tidak ingin kau berakhir seperti Alice...” Zion nampak memohon. Melihat itu Rachel tersenyum kemudian berkata


“Jangan khawatir soal itu...”


“Second phase... Fusion element...”


“Storm!” seketika langit menghitam, angin bertiup dengan kencang, petir menyambar-nyambar, kemudian beberapa menit kemudian hujan deras menguyur mereka.


“Rosalyn, maaf sebelumnya, tapi bisakah kau kembali memakai holy barrier mu?” Tanya Rachel. Tubuhnya saat ini dialiri oleh energi listrik, air dan angin yang kuat.


“Aku bisa memakainya sekali lagi, apa kau ingin aku melindungi tubuhmu?” Rosalyn balik bertanya


“Tidak, gunakan spellmu itu untuk melindungi kapal sekali lagi, aku akan menghadapi mahluk itu diluar barriermu” Rachel kemudian melompat keatas. dengan bantuan anginnya ia terbang di udara.

__ADS_1


“B-baiklah...” Rosalyn kemudian sekali lagi menciptakan barrier disekeliling kapal.


“Alice... Bersiaplah dibelakang kapal, saat kuberi sinyal maka doronglah kapal sekuat mungkin dengan anginmu” Ucap Rachel


“Baik kak!” Jawab Alice


“Hei apakah tidak ada sesuatu yang bisa kulakukan?” Tanya Zion


“Sayangnya untuk saat ini kau tidak terlalu dibutuhkan” Jawab Rachel


“Apa dia sedang mengejekku?” Urat di dahi Zion mengencang.


“Oke kalau begitu akan ku mulai!” Rachel mengangkat tangan kanannya keatas, kemudian mengayunkannya kebawah dengan perlahan. Seakan selaras dengan gerakan tangan itu, dari langit, petir menyambar menghantam permukaan laut.


*Jdarrr!!


Suara nyaring petir itu memekikan telinga.


*Swosshh...


4 Tentakel raksasa perlahan keluar dari dalam air.


“Thunder Storm!” dari langit kilatan-kilatan listrik bergerak dengan cepat menghantam tentakel itu. Serangan itu memberikan dampak yang luar biasa, tentakel-tentakel itu seketika kembali kedalam air.


“Luar biasa...” Sang nelayan nampak terkagum.


“Alice, sekarang!” Ujar Rachel. Alice tanpa basa-basi segera mendorong kapal itu dengan kekuatan anginnya. Kapal itu melaju dengan kecepatan maksimum.


*Swoshh


Satu tentakel kembali muncul dari permukaan air mencoba untuk menghentikan kapal itu.


“Storm luster!” Percikan air nampak berputar disekeliling tentakel itu, kemudian kilatan petir menyambar air tersebut. Tentakel itu tak bisa bergerak beberapa saat. Kapal tadi berhasil menghindari tentakel didepannya dan kembali melaju. Sesaat sudah cukup jauh dari tentakel tadi, ledakan angin tercipta disekitar tentakel itu dan membuat sebagian dari ujung tentakel terpotong.


*Bwoshh!


Suara potongan tentakel itu jatuh menghantam permukaan air.


“Dia bisa memotong salah satu tentakel monster itu?!” Sang nelayan makin terkagum.


“Pak berapa mil lagi sampai kita keluar dari Zona ini?” Tanya Zion ke sang nelayan.


“28 mil lagi!” Jawabnya


“Berapa banyak waktu yang dibutukan?” Tanya Zion lagi


“Dengan kecepatan seperti sekarang, kita akan membutuhkan setidaknya 30 menit untuk keluar dari Zona ini” Jawabnya lagi


“Tidak, itu terlalu lama..” Zion melihat kearah Alice dan Rosalyn sudah mulai kelelahan.


“Bi, apa kau bisa terus mempertahankan barrier mu ini?” Tanya Judas disebelah Rosalyn


“Itu akan sedikit sulit, durasi dan ketahanan barrier ini bergantung pada jumlah divine energy yang bibi miliki, makin lama bibi memakainya, makin banyak juga divine energy yang terkuras. juga skill ini masih tergolong sangat prematur, karena bibi mendapatkannya sesaat setelah bibi menjadi angelion bishop sebelumnya” Jelas Rosalyn


“Satu-satunya jalan sekarang adalah berharap pada Rachel...” Lanjut Rosalyn


Disisi Rachel, ia masih terlihat sibuk mengurus tentakel-tentakel raksasa yang terus-menerus bermunculan dari dasar laut yang mencoba untuk menghentikan pergerakan kapal.


“Ini aneh, tentakel-tentakel ini bukannya melemah malah makin kuat..” Gumam Rachel.


1 tentakel tiba-tiba muncul dibelakang tubuh Rachel mencoba untuk menangkapnya.


“Storm blow!” Rachel dengan cepat merapalkan sihirnya, angin kencang dengan kuat mendorong tentakel itu.


“10 mil lagi!” Ucap sang nelayan.


Tiba-tiba 8 tentakel mengelilingi kapal itu, tentakelnya mencengkram erat barrier Rosalyn dari segala sisi. Alice yang makin kelelahan membuat kecepatan kapal itu sedikit berkurang.


*Krakk!!


Barrier Rosalyn mulai retak.


“Bibi!?” Judas menoleh kearah Rosalyn yang tengah fokus bertahan.

__ADS_1


“Gawat, dia mencoba menarik kapal kita kedasar lautan!” Sang nelayan terlihat sangat panik.


__ADS_2