
“Light burst!” Zion melompat keatas kemudian mendarat ditengah-tengah gerombolan itu dan mengeluarkan ledakan cahaya putih menyilaukan dari tangannya..
*Bumm!
Suara nyaring yang ditimbulkan dari serangan itu.
“Lighting viper!” Rachel bergerak dengan gesit sembari menyebarkan kilatan listriknya disekitar gerombolan itu.
“Argghh!” Erang mereka yang seketika berjatuhan
“Wind slicer!” Alice menciptakan angin berbentuk bilah yang berputar di sekitar beberapa gerombolan didepannya.
“Kerja bagus Alice!” Puji Zion sembari menghajar beberapa orang didepannya.
“Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Alice bisa meningkat secepat itu. Apa mungkin Rosalyn memberinya buff? tapi bukannya efek buff Rosalyn tidak akan berpengaruh jika jaraknya terlalu terlalu jauh?” Rachel nampak terheran-heran memperhatikan Alice yang tengah sibuk bertarung.
***
“S-siapa mereka?” Salah satu orang dari gerombolan itu nampak ketakutan saat melihat kawan-kawannya satu persatu ambruk.
Disisi lain disebuah bangunan diatas sebuah bukit tinggi, seorang wanita tengah berdiri dari sebuah jendela satu arah memandangi daerah pesisir tempat Zion dan yang lain bertarung.
“Sudah dimulai ya?” Kata wanita berambut ponytail itu dengan tersenyum memperhatikan area pesisir yang telah menjadi area pertempuran.
“Apa yang menyebabkan mereka sampai selama itu menuju kemari sih, aku kan sudah tidak sabar untuk membalaskan dendamku kepada wanita pirang itu” Ungkap seorang lelaki bertindik berambut hitam yang tengah duduk disebuah kursi besar yang biasanya digunakan oleh bangsawan.
“Bukan hanya kau yang punya dendam kepadanya, kau tahu itukan?” Seorang pria berambut hijau setengah bahu yang juga sedang duduk di kursi yang sama dari ujung meja menyahut.
“Bukankah kalian hanya akan di permalukan saja jika bertarung lagi dengan wanita pirang itu?” Gadis berambut hitam dengan sebuah sabit besar di pundaknya, mencoba mengingatkan.
“South benar, biarkan wanita itu aku nanti yang urus, kalian uruslah yang lainnya” Ucap wanita berponytail itu. Yang tidak lain tidak bukan ialah North.
“Sejak kapan kau yang berhak memutuskan segala sesuatunya?” Pria bertindik itu tak terima. Pria itu adalah West.
“Hei, ketahuilah tempat mu, aku ini tangan kirinya emperor, kau itu hanyalah bidak murahan yang tak berguna, lagipula, melawan wanita itu? Kau yakin? Kau tidak takut bukan hanya lengan mu yang dipatahkannya lagi? Bagaiman jika kaki kananmu... kaki kirimu... Atau bahkan.....” North menghilang dari pandangan West
“Lehermu?” Lanjut North sembari menjilat leher West.
“Brengsek kau wanita j*lang sialan!” West berdiri dari kursinya dan mencoba memukul North.
“Hoo kau ingin mati?” Balas North sembari menjilat bibir bawahnya.
Tiba-tiba seorang pria berambut hitam masuk kedalam ruangan itu.
“Bisakah kalian berdua berhenti, sebentar lagi emperor akan datang” Ucapnya dengan tatapan dingin.
“Bagaimana jika aku tak mau?” Sahut West, diikuti oleh tatapan tajamnya kearah pria itu.
“Baiklah kalau begitu...” Pria itu mencoba menjentikkan jarinya, namun tangannya tiba-tiba dihentikan oleh seorang pria dibelakangnya.
__ADS_1
“Wah-wah kalian semangat sekali ya!” Ucap pria itu bersemangat
“Emperor!” seketika mereka berlima berlutut dengan satu lutut mereka. Orang yang mereka sebut emperor itu adalah Kale Sarbius, seorang lelaki berumur 30 tahunan dengan rambutnya yang tak teratur dan brewok tipis disekitar rahangnya. Dibawah mata kanan dan disebelah kiri bibirnya juga ada tahi lalat yang nampak menghiasi wajahnya.
“Bagus, sekarang kalian duduklah di kursi kalian masing-masing...” Pintanya sembari ikut duduk di kursinya sendiri.
“Kupersilahkan untukmu berbicara...” Ucap Kale
“Tangan kananku...” ia menunjuk kearah seorang pria yang sebelumnya tadi akan menjentikkan jarinya.
“Ahh atau kupanggil dengan nama aslimu saja, Reynard...” Kale tersenyum licik.
“Terimakasih atas kebaikan hati anda tuanku” Reynard kemudian berdiri.
“Baik rekan-rekanku sekalian, saya akan langsung ke intinya. Seperti yang kalian ketahui, markas kita telah diserang oleh orang-orang yang berasal dari guild sky feather, kita disini dikumpulkan untuk membahas strategi yang akan kita lakukan untuk menghadapi mereka” Reynard saat ini benar-benar terlihat berbeda, seperti orang yang telah dicuci otaknya ia dengan mudahnya memberitahu dan menjelaskan setiap detail mulai dari cara bertarung, tingkat kekuatan dan kelemahan setiap anggota guild skyfeather mulai dari Rachel sampai Judas.
“Jadi begitulah. para wakil dari setiap Jendral yang akan terlebih dahulu menghadapi mereka, mereka akan muncul setelah pasukan pertama kita yang saat ini bertarung kalah” Ucap Reynard
“Lalu apa yang harus kita lakukan jika wakil kami juga dihabisi oleh mereka?” Tanya East.
“Apabila para wakil tak sanggup atau tewas saat bertarung melawan mereka, maka saat itulah kita akan muncul untuk menghabisi mereka” Balas Reynard dengan tatapan dingin
“Lalu bagaimana dengan pembagiannya? Maksudku siapa yang akan melawan siapa?” kali ini South yang bertanya.
“Aku akan membagi tugasnya seperti ini, North kau akan melawan Rachel marquiz. West kau akan berhadapan dengan Zion alvazio. South kau akan menghadapi Alice alvazio, kemudian aku akan berhadapan dengan Rosalyn dan Judas sergio” Jelas Reynard.
“Lalu aku?” East bertanya
“Kau memiliki tugas yang cukup penting disini, gunakan kekuatan ‘Alternate Atmosphere’ mu untuk memisahkan mereka saat kita para jendral bertarung, dengan begitu mereka tidak akan mungkin membantu satu sama lain, semisal salah satu dari mereka ada yang berhasil mengalahkan para jenderal terlebih dahulu” Ungkap Reynard
“Itu rencana yang briliant, kau sengaja mengirimkan pasukan-pasukan yang lemah terlebih dahulu untuk menguras mana dan stamina mereka, kemudian setelah mereka kelelahan, maka jendral utama lah yang akan menghabisi setiap satu orang dari mereka, belum lagi dengan rencanamu yang akan memisahkan mereka agar mereka tidak dapat saling membantu satu sama lain nantinya. Briliant kau benar-benar briliant!” Kale sangat kagum dengan rencana yang dibuat oleh Reynard itu.
“Aku jadi sedikit menyukaimu” North mengigit bibirnya pelan.
“Yah tidak buruk...” Ucap East sembari menyandarkan tubuhnya ke kursinya.
“Tapi bukankah yang kita lawan ini adalah rekan-rekanmu, 2 diantara mereka bahkan merupakan adik-adikmu, apa kau benar-benar akan berpihak pada kami?” West memberikan tekanan yang luar biasa kearah Reynard.
“Itu dulu, sekarang mereka bukanlah siapa-siapa ku” Jawab Reynard singkat.
“Hahahahahaha!” Emperor tertawa puas.
“Kalau begitu, kita mulai rencananya!”
Ditempat Zion dan yang lain. Mereka kecuali Rosalyn dan Judas masih terlihat sibuk bertarung melawan pasukan milik Kale sarbius itu.
“Ini terlalu mudah!” Ungkap Zion sembari memukul wajah salah seorang pasukan dengan tangannya yang telah ia lapisi cahaya.
“Ini malah mencurigakan..” Rachel menusukan tangannya yang telah ia lapisi listrik tepat ke dada salah seorang pasukan didepannya.
*Czrittt
Listriknya itu menembus beberapa orang dibelakangnya.
__ADS_1
“Wind push!” Alice mendorong segerombolan pasukan yang mengelilinginya.
“Alice, jangan terus-terusan memakai sihir, gunakan juga kemampuan beladiri yang dulu pernah aku ajarkan padamu, kau harus menghemat manamu sebisa mungkin!” Rachel dengan sedikit berteriak memberitahu Alice.
“Baik kak!” Alice kemudian memasang kuda-kudanya. Beberapa pasukan kembali mendekatinya. Salah seorang pasukan melompat mencoba menikamnya. Alice dengan pelindung anginnya berhasil menghalau serangan itu. Ia kemudian memukul perut orang itu hingga ia terhempas cukup jauh dan menghantam beberapa pasukan dibelakangnya.
“Keren sekali adikku!” Seru Zion menyemangati.
“....” Rachel masih sibuk menghadapi pasukan didepannya.
“Sun gattling gun!” Zion melompat ke udara dan menembakkan peluru cahaya dari jari jemarinya kearah pasukan itu.
“Kita perlu menyatukan mereka kesatu titik dan menyelesaikan ini dengan cepat” Rachel saat ini mematahkan tangan salah seorang pasukan itu.
“Kalau begitu, wind force!” Seru Alice menciptakan sebuah pusaran angin berukuran sedang ditengah-tengah pasukan itu. Angin itu berputar dengan kencang dan menarik para pasukan untuk masuk kedalamnya.
“Kerja bagus Alice, sekarang giliranku, Thunder struck!” Rachel memanggil petir berwarna kuning dari atas langit yang menyambar tepat ditengah-tengah pusaran angin milik Alice.
*Blarrr!!
Seluruh pasukan yang tersisa habis seketika terkena sambaran petir itu.
Ditempat lain, disebuah ruangan khusus diatas sebuah gunung.
“Ini saatnya kita bersinar” Ucap seorang pria didalam sebuah kotak semi-transparan berwarna hijau bersama dengan 3 orang pria lain didalamnya.
“Lakukan tugas kalian dengan baik oke, aku akan memberikan hadiah menarik untuk kalian nantinya!” North mengedipkan matanya.
“Gulp” dengan wajah memerah, 3 orang pria didalam kotak semi transparant itu menelan ludahnya. Sedangkan yang satunya lagi nampak risih melihat ke 3 orang itu.
“Jangan menggoda wakil ku seperti itu l*tjur sialan!” West nampak emosi
“Kenapa, kau juga mau dapat hadiah spesial dariku?” balas North tiba-tiba menghilang dan muncul dihadapan West dengan sedikit memamerkan belahan bukit kembarnya.
“Me-menjauh sialan!” West memalingkan wajahnya. Wajahnya sedikit memerah.
“Sudah cukup, aku akan memindahkan mereka sekarang” East kemudian memindahkan 4 orang pria tadi ke area pertempuran Zion dan yang lain.
***
“Akhirnya selesai juga, sekarang kita cari Reynard dan bawa dia pulang!” Seru Zion mencoba melangkah namun terhenti saat seseorang pria muncul tepat dihadapannya dan langsung menebaskan pedang ditangannya kearah lehernya. Dengan cepat Zion menghindari itu dan balik menendangnya.
“Apalagi sekarang?” Rachel dilain sisi juga nampak berhadapan dengan seorang pria berbadan kekar.
“....” Alice diam memperhatikan seorang pria didepannya.
“Aku tidak suka menghadapi wanita, apalagi gadis kecil sepertimu” Ucap pria itu.
Disisi lain Judas dan Rosalyn juga tengah berhadapan dengan seorang pria dihadapan mereka.
“Bi bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan?” Judas terlihat ketakutan.
__ADS_1
“Ini gawat, baik aku atau Judas tidak bisa bertarung, juga Rachel dan yang lain berada cukup jauh dari kami, lagipula mereka juga terlihat sibuk menghadapi musuh mereka masing-masing” Gumam Rosalyn didalam hati.