Legendaria

Legendaria
Chapter 11 - Mana Failure


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Dari kapal terlihat daratan kota Arcantis yang sudah hampir dekat. Rachel mengarahkan sang nahkoda untuk berlabuh di suatu tempat. Saat hampir sampai ke tempat yang Rachel maksud. Orang-orang di pesisir pantai nampak kaget dan berlarian, mereka mengira kapal besar itu adalah kapal para perompak bajak laut.


Perlahan kapal itu mulai mendekat ke pesisir pantai, hingga akhirnya kini benar-benar berlabuh di pantai belakang guild Sky Feather. Nampak beberapa anggota guild keluar dari dalam guild dan bersiap menyerang siapapun yang keluar dari dalam kapal tersebut.


Saat pintu penopang kapal itu di buka, anggota guild yang awalnya serius seketika melongo saat melihat orang yang turun dari kapal itu bukan seperti yang mereka pikirkan. Raut wajah mereka seketika berubah. Zion yang sedang membopong Reynard nampak heran melihat kerumunan didepan jalannya itu.


Ia kemudian berteriak.


"Kalian ngapain seperti orang bodoh begitu!" Oceh Zion kearah kerumunan di depannya.


“Kupikir tadi siapa” Sahut para anggota guild sembari membubarkan diri.


"Bikin kesal saja!" Lanjut Zion


"Yah wajar saja mereka seperti itu" Sahut Rachel dibelakang Zion dan Reynard yang sedang mengangkat tubuh Alice ditangannya.


"Huh?" Zion kebingungan


"Hufft, liat saja bentuk kapal ini” Rachel perlahan berjalan menuruni kapal itu.


“Tidak ada yang aneh perasaanku” Zion masih terlihat bingung


“Bentuk kapal seperti ini adalah kapal yang sering digunakan oleh para bajak laut!" Jelas Rachel agak kesal.


"Hehe itu salahku terlalu banyak membaca komik bajak laut" Reynard sedikit malu


Pagi itu mereka pun segera masuk kedalam guild. Reynard dan Alice dibawa ke ruang perawatan guild untuk disembuhkan, sedangkan Zion, Rachel dan beberapa penduduk, datang menemui master Fariz di aula guild.


"Kau lagi kau lagi,  apa kau tidak bosan terluka terus?" Ucap seorang wanita, berambut ikal dengan kulit hitam dan matanya yang eksotis. Ia memakai rompi putih layaknya seorang dokter. Wanita itu bernama Viola, seorang medical hunter kelas A yang telah lama menjadi anggota guild Sky Feather.


“Diamlah dan segera sembuhkan aku!” Raut wajah Reynard nampak sedikit kesal.


“Sabarlah sedikit sial!” Viola menyentil kaki kanan Reynard.


“Arghhh!!” Reynard sebisa mungkin menahan rasa sakit yang ditimbulkan akibat kejahilan Viola tadi.


"Kulihat kau ditangani dengan baik, siapa yang mengobati mu selama perjalanan?" Viola nampak penasaran


"A-da seorang tabib diantara para penduduk" jelas Reynard singkat dengan wajah meringis.


"Ahh tabib ya, menarik" Viola menyeringai


"Hentikan pikiran jahatmu itu dan sembuhkan kaki ku!" Omel Reynard


"Oke, ku amputasi saja ya!" Viola mengeluarkan gergaji dari dalam laci

__ADS_1


"Kau ini gila ya!" Reynard ketakutan setengah mati, ia menggeser tubuhnya sampai mepet dengan tembok.


"Ini akan sedikit menyakitkan" Viola memperingati


“H-hentikan!!” Reynard berteriak


“Dasar lemah, padahal kau tadi yang menyuruhku untuk cepat-cepat” Viola menaruh kembali gergajinya kedalam laci.


“Aku minta kau untuk menyembuhkan kaki ku, bukannya malah memotongnya, dasar sinting!!” Bentak Reynard dengan mata berkaca-kaca.


“Diam kau payah!” Viola balik membentak. Ia kemudian mendekatkan kedua tangannya kearah kaki Reynard yang cidera.


"Broken bone reconstruction!" Lirih Viola merapalkan sebuah mantra. Sinar emas keluar melalui telapak tangan Viola dan menyebar di sepanjang kaki kanan Reynard.


“Arggghhh!” Reynard seketika menjerit menahan sakit saat sinar tersebut perlahan-lahan memperbaiki tulang kaki nya yang patah dan merekonstruksi ulang bentuknya seperti sedia kala.


“Ughh…” Reynard yang tak sanggup menahan sakit itu akhirnya pingsan.


"Kau kan bisa memakai spell anti pain atau potion pain killer sebelum merekonstruksi ulang tulang Reynard, Viola" Hilda muncul dibelakang Viola dengan membawa beberapa potion didalam sebuah kotak.


"Hehe!" Viola tersenyum jahat


"Jahil seperti biasa..." Seorang wanita cantik nan anggun, berambut pirang keemasan dengan mata biru seterang langit dan bulu matanya yang sangat lentik, masuk kedalam ruang perawatan itu. Wanita itu adalah Cecilia Marquiz, istri dari master Fariz sekaligus ibu dari  Rachel Marquiz.


"Bunda cecilia!" Viola dan Hilda seketika menoleh kebelakang.


"Bagaimana dengan misi bunda, apakah berjalan dengan baik?" Tanya Hilda sambil menaruh potion-potion yang dibawanya kedalam lemari penyimpanan


"Yah... Misinya berjalan dengan baik, aku dan Susan ingin melapor, tetapi nampaknya master kalian masih sibuk berbincang dengan Zion, Rachel dan orang-orang dari pulau Xoil itu" Jawabnya tenang sembari berjalan kearah kasur Alice. Cecilia menaruh tangannya di dahi Alice.


"I-ini!" Cecilia begitu kaget sesaat setelah ia menaruh tangannya di dahi Alice.


"Ada apa bunda?!" Hilda dan Viola menjadi panik saat melihat Cecilia bertingkah tidak seperti biasanya.


"Apa Fariz sudah mengecek keadaan Alice sebelumnya?" Cecilia begitu panik dan mengeluarkan keringat dingin dari dahinya.


"Alice dalam bahaya, ini masalah serius!" Lanjut Cecilia.


Ke sisi Zion dan Rachel. Mereka tengah sibuk berbincang bersama master mengenai misi yang telah mereka selesaikan. Rachel memberi tahu situasi yang telah mereka alami disana, mulai dari penemuan portal, dungeon break dan Chief pulau Xoil beserta dengan talent yang ia miliki.


"Ini kedua kalinya kita mendapatkan misi yang tidak sesuai levelnya, pasti ada seseorang dibalik semua ini" Raut wajah Rachel begitu serius


"Aku rasa ini ulah Chief sialan itu, dia sengaja memancing hunter kelas rendah untuk menjalankan misi bunuh diri, tapi kenapa misi tipuan seperti ini hanya terjadi di guild kita?" Zion tak habis pikir


"Jelas ada seseorang yang mengincar guild ini, aku akan mengirim beberapa anggota untuk menyelidiki ini, lalu aku akan memastikan kedepannya kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi" Ujar master Fariz tegas

__ADS_1


"Oiya aku butuh beberapa dari kalian untuk ikut aku ke menara dewan pertahanan sipil dan negara nanti siang, kalian akan menjadi saksi agar mantan Chief kalian itu dinobatkan sebagai tersangka kejahatan yang terjadi di pulau Xoil" Kata master Fariz.


"Akan berbahaya kalau dia dibiarkan berkeliaran begitu saja, terlebih lagi talent nya yang bisa menciptakan portal dimensi dan mensummon pasukan undead itu" Lanjutnya


"Sekarang cukup sampai disini, para penduduk pulau Xoil, kalian silahkan beristirahat dan nikmati waktu kalian di guild kami" Master Fariz membubarkan mereka dan beranjak menuju ruang perawatan bersama Rachel Dan Zion.


"Terimakasih atas kemurahan hati kalian" beberapa penduduk itu membungkuk untuk memberi rasa hormat.


"Tidak perlu sungkan!" Master Fariz menoleh kearah mereka dan tersenyum, kemudian ia kembali berjalan menuju ke ruang perawatan.


"Bersenang-senanglah!" Zion mengacungkan 2 jempolnya kearah mereka lalu kembali mengikuti master Fariz dibelakangnya.


Saat didepan pintu ruang perawatan, master Fariz melihat sebuah tulisan tertempel di depan pintu, tulisan itu berisi "Bagi yang tidak memiliki kepentingan dilarang masuk, yang melanggar akan menerima akibatnya" tulisan itu diakhiri dengan gambar gergaji berdarah dibawahnya.


"Viola..." Mereka bertiga memikirkan orang yang sama. Tak mengubris tulisan itu, master Fariz membuka pintu ruang perawatan dan melihat  Viola, Hilda dan Cecilia sedang sibuk mengurus Alice.


"Ada apa ini?" Tanya Master Fariz kebingungan


"Alice, dia mengalami keracunan mana!" Jelas Hilda yang tengah sibuk meracik potion di sebuah botol kaca kosong.


"Apa?!" Mereka bertiga terlihat shock saat mendengar kabar tersebut.


Keracunan mana atau mana failure adalah penyakit langka dikalangan hunter, dimana, inti mana tidak lagi bisa beregenerasi seperti yang seharusnya.


Keadaan ini dapat terjadi akibat pembesaran pembuluh mana yang terjadi secara tiba-tiba, atau penyerapan mana dalam jumlah besar melebihi kapasitas maksimal mana didalam inti sel mana.


Saat inti mana berhenti beregenerasi, organ vital seperti jantung dan otak sewaktu-waktu bisa berhenti bekerja, dan hal tersebut sudah pasti akan menyebabkan kematian bagi penderitanya.


Untuk saat ini tidak ada obat maupun penyembuhan yang mampu mengembalikan inti mana seperti sedia kala, namun ada suatu metode untuk memperpanjang umur sang penderita dengan cara mengalirkan mana murni langsung pada inti mana atau dengan menyuntikkan potion plasma mana ke pembuluh darah penderita.



[Biodata karakter]


Nama: Cecillia Marquiz


Umur: 47 tahun


Tanggal lahir: 25 Februari


Zodiac: Pisces


Tinggi badan: 175


Berat badan: 60

__ADS_1


Hobi: Minum teh


__ADS_2