Legendaria

Legendaria
Chapter 5 - Explosion


__ADS_3

Kembali ke sisi Rachel, kini ia sedang bertarung menghadapi para dark goblin (E) tersebut dengan menggunakan element air nya, puluhan dark goblin terlihat tumbang terkena serangan Rachel.


“water seal!” Rachel menciptakan bola air besar yang mengurung para dark goblin didalamnya sampai mereka kehabisan nafas.


“Akan sangat mudah menghabisi mereka menggunakan element api, tetapi akan berbahaya untukku kalau menggunakannya didalam sini” Gumam Rachel sembari terus menyerang goblin-goblin itu dengan airnya.


“Raining Arrow!” Rachel menciptakan hujan air berbentuk anak panah di atas para dark goblin. Serangan itu berhasil menyapu bersih dark goblin yang tersisa.


“Sekarang tinggal kau!” Rachel bersiap menyerang musuh terakhir dihadapannya yaitu dark goblin chief (D). Rachel membuat goa itu seketika penuh dengan air, air itu ia kendalikan dengan tangannya, ia membelah air di sekelilingnya menjadi 2, kemudian ia tepukan kedua tangannya, disaat yang bersamaan air yang awalnya terbelah kini kembali menyatu dan dengan kerasnya menghantam boss goblin tersebut dari kanan dan kiri.


“Element change, Thunder!” Rachel kembali mengubah elemennya dan melesat dengan cepat kearah boss goblin sembari merapatkan jari tangan kanannya seolah membentuk sebuah pisau.


“Thunder stab” percikan listrik terbentuk disepanjang jalur serangan Rachel dan terus menyala di genangan air sisa serangan Rachel sebelumnya.


*Blarr...!!


Serangan itu dengan telak mengenai dada sang boss goblin dan menghancurkan setengah bagian tubuhnya. Tak lama setelahnya boss goblin itu menjatuhkan sebuah item drop berbentuk cincin kristal berwarna hitam.


“Akan kusimpan untuk sekarang, saat kembali ke guild akan kuminta Hilda untuk melihatnya"


“Sekarang aku harus membantu Alice” dengan bantuan elemen petirnya Rachel keluar dari goa itu dan melesat dengan cepat kearah desa.


Ditempat Zion, ia tampak sedang kewalahan melawan kawanan Redtailed wolf (F) itu, sudah cukup banyak Redtailed wolf yang ia bunuh, namun mereka terus saja berdatangan seperti tidak ada habisnya.


“Sun guttling gun!” Zion menembakan ratusan peluru cahaya dari jari jemarinya tanpa henti, dalam sekali serang puluhan Redtailed wolf tewas tak tersisa.


“Awooooo” Kawanan Redtailed wolf kembali berdatangan


“sialan, ini tidak ada habisnya”


“Ahh aku ingat sekarang, master pernah mengatakan padaku jika menghadapi monster dungeon yang tidak ada habisnya, aku harus mencari bossnya dan mengalahkannya terlebih dahulu”


“Kalau begitu” Zion mengumpulkan energi cahaya ditubuhnya lalu melesat di dalam goa itu untuk mencari sang boss dungeon, dan benar saja ia menemukan boss dungeon diujung goa. Bossnya adalah seekor Redwolf (E). Dengan cepat ia menerjang Redwolf itu dengan kakinya, tetapi redwolf itu menghindar dan melolong memanggil Redtailed wolf untuk bersama-sama menyerang Zion.


“Menjengkelkan!” Zion bersiap untuk menyerang


“Starlight Shine!” tubuh Zion mengeluarkan cahaya putih yang begitu terang, cahaya tersebut makin membesar dan membesar hingga akhirnya menciptakan ledakan cahaya menyilaukan ke segala sudut goa. Para Redtailed wolf seketika hangus menjadi abu, kini hanya tersisa redwolf yang terlihat sekarat akibat serangan Zion tadi.


“Bahkan serangan itu belum bisa membunuhnya?”


“Kalau begitu” Zion melesat kearah Redwolf itu


“Haurrrrrggg!” Redwolf mengayunkan cakarnya kearah Zion. Zion menghindar kesamping kemudian menyentuh punggung Redwolf itu. Setelahnya Zion kembali membuat jarak dengan melompat kebelakang.


“Selamat tinggal serigala sialan” Sebuah mark berwarna putih berbentuk matahari muncul di punggung sang serigala.


“Burning sun!” sebuah lingkaran besar muncul di atas Redwolf itu dan melepaskan sinar panas berwarna kuning dari dalamnya, membakar redwolf hingga habis tak tersisa. Setelah redwolf dikalahkan, sebuah item drop berbentuk gelang perak bermotif sayap muncul.


“Ahh ini item drop kan, ini item drop pertama ku” Zion kegirangan, ia memperhatikan gelang itu dengan seksama.


“Andai aku bisa mengidentifikasinya sekarang”


*Tling...!!


tiba-tiba muncul jendela notifikasi dari cincin yang sebelumnya diberikan oleh master Fariz. Di jendela notifikasi itu tertulis lengkap spesifikasi item gelang yang tadi di jatuhkan oleh redwolf itu.


~Cloudy sky bracelet~

__ADS_1


Tipe: Accessories


Tingkatan: Common


Tingkatan dapat naik sesuai dengan level dan kemampuan penggunanya


Mana: +30


Mana regen: 1% per menit


Efek spesial: locked


Efek khusus: Locked


Efek spesial dan khusus hanya dapat terbuka jika pengguna memiliki element yang sesuai.


“Wah ternyata cincin ini bisa dipakai untuk melakukan hal seperti ini, apa aku tak sengaja mengaktifkan fitur ini karena keinginan ku untuk mengidentifikasi item ini tadi?”


“Yah ini suatu keuntungan buatku, aku akan memakai gelang ini sekarang” saat ia memasang gelang itu ditangannya tiba-tiba saja gelang perak tadi berubah warna menjadi emas


“A-apa yang terjadi!?”


“Ah iya benar!”


“Identifikasi!” cincin ditangan Zion memunculkan notifikasi spesifikasi gelang ditangannya, namun sekarang tingkatannya telah berubah.


~Clear sky bracelet~


Tipe: Accessories


Tingkatan: Rare


Tingkatan dapat naik sesuai dengan level dan kemampuan pengguna


Mana regen: 3% per menit


Efek spesial: dapat membuat sepasang sayap cahaya selama 20 menit


Ketentuan: Ucapkan Spread the freedom


Cooldown: 48 Jam


Efek khusus: Saat sayap digunakan speed dan strength pengguna akan naik 2x lipat dari biasanya


Side effect:


-item tidak akan memberikan effect apapun ke pengguna lain yang bukan pemiliknya


Pemilik: Zion Alvazio


“Woahhh!!!” Zion sangat takjub melihat itemnya itu. Namun kesenangan sesaatnya itu pudar, ia tersadar Alice dalam bahaya.


“Alice!” ia kemudian berdiri dan mengatakan


“Spread the freedom” Seketika sayap putih berlapis cahaya terbentuk di pundaknya


“Keren!!”

__ADS_1


“Karena kekuatanku sekarang menjadi 2x lipatnya selama 20 menit kedepan, maka akan lebih baik kalau menerobos keatas” ia melesat keatas goa, menciptakan lubang kecil ditanah sampai akhirnya ia benar-benar diatas langit.


“Tunggu aku Alice” dengan kecepatan yang luar biasa ia melesat kearah desa.


Disisi desa. Alice terlihat dengan susah payah melawan sekumpulan troll itu, bajunya compang-camping, seluruh tubuhnya penuh dengan luka, serta mata kanannya lebam terkena pukulan troll.


“Kakak, maaf...” Alice terlihat kelelahan pandangannya mulai kabur.


melihat kesempatan itu semua troll berlari menyerang Alice. Dalam keadaan setengah sadar sebelum Alice benar-benar pingsan, Alice merasakan kehangatan di dadanya. Kalung silver berbentuk bulan miliknya mengeluarkan cahaya, cahaya itu memberikan efek immobilize (lumpuh) ke para troll yang mencoba menyerangnya.


Saat cahaya itu menghilang, Alice kembali berdiri, namun dengan mata yang tertutup. Tubuhnya seperti dikendalikan sesuatu.


“Dewi angin...” Alice berbisik merapal sebuah mantra


“Pinjamkan aku kekuatanmu....” angin dengan kencang meniup pepohonan disekitar desa.


“A-apa ini?” Tubuh para troll bergetar, ini merupakan kali pertama mereka merasakan energi sihir yang mengerikan seperti itu.


“Wind Sphere” Alice membuka matanya, matanya yang seharusnya berwarna ungu berubah menjadi putih, di pupilnya juga terlihat seperti ada lambang tulisan kuno berwarna emas yang menyala. Angin berkumpul dan membentuk sebuah kubah raksasa yang menyelimuti desa, semua troll beserta Alice yang berada ditengah-tengahnya nampak terkurung didalam kubah angin tersebut.


“Punishment!” Ucap Alice pelan. Seketika kubah angin itu mengecil dan berkumpul ditubuh Alice. Lalu dengan sangat cepat kembali membesar dan menciptakan ledakan angin yang begitu dahsyat. Seluruh desa dan pepohonan yang ada di radiusnya hancur lebur tak tersisa, begitupula troll dan bossnya, hancur bagaikan dicabik oleh mesin pemotong daging. Kini hanya tersisa kawah raksasa dan Alice yang kembali pingsan ditengah kawah curam tersebut.


*Duarrr…!!!


Dari kejauhan terlihat Rachel dan Zion melihat ledakan besar itu, melihat itu mereka sempat tertegun beberapa detik, lalu dengan kecepatan penuhnya mereka melanjutkan perjalanan menuju desa.


Dalam waktu kurang dari 5 menit kini mereka telah sampai di desa, tetapi mereka berdua sangat shock saat melihat desa itu telah hilang, kini hanya kawah raksasa yang terlihat dipandangan mereka berdua.


“A-aku terlambat?” Zion mengira Alice telah tewas akibat ledakan itu


“O-orang macam apa yang bisa mengeluarkan mantra penghancur setingkat itu?” Rachel masih terlihat shock


“Energi ini, Zion?” Rachel secepat kilat memutari kawah itu dan menuju kearah Zion. Ia kembali tertegun saat melihat sayap milik Zion, namun yang membuatnya lebih tertegun ialah ketika melihat Zion menangis penuh sesal sembari bersujud diatas tanah.


“Zion...” Panggil Rachel lirih


“A-aku membiarkan adikku mati Rachel, aku kakak yang tak berguna!” Eluh nya penuh sesal. Namun insting Rachel berkata bahwa Alice belum mati.


“Tidak, Alice masih hidup, aku bisa merasakan gelombang mana nya walau hanya sedikit, dia ada dibawah sana, ayo!” jari Rachel tertuju kearah bawah kawah.


“Benarkah?” Zion kembali berdiri dan melesat bersama Rachel kebawah kawah.


Mereka berdua kini telah sampai ditempat Alice berada. Zion yang melihat Alice dengan kondisi mengkhawatirkan itu tak kuasa menahan tangis, ia segera memeluk Alice dan mencoba membangunkannya. Alice saat itu terkapar dengan posisi telentang dan tangan kanannya mengepal seperti memegang sesuatu.


“......” Tanpa ia sadari air mata menetes melewati pipi Rachel.


“Zion, Rachel!” teriak seseorang dari kejauhan


“Reynard!” Rachel menoleh


“Apa kalian ba...” tak sempat bertanya ia langsung terdiam saat melihat Alice yang begitu tak berdaya dipelukan adiknya Zion.


“Ini pasti ulah si b4jingan tua itu!” Reynard nampak begitu marah


“Apa maks...” Belum sempat Rachel menyelesaikan pertanyaannya, Zion dengan suara bergetar bercampur amarah berteriak.


“Kemana saja kau brengsek, kau liat Alice sekarang!!!”

__ADS_1


“Aku..” Reynard menunduk


__ADS_2