Legendaria

Legendaria
Chapter 1 - Tingkatan yang tak sesuai


__ADS_3

Kota Arcantis, merupakan pusat kota dari kerajaan Imperia negara Impish. Kota ini cukup makmur dan bersahaja dibawah naungan raja Imperia. Di kota Arcantis terdapat banyak sekali guild yang kuat, akan tetapi banyak juga guild lemah, salah satu guild yang menduduki posisi paling bawah menurut data administrator negara ialah guild Sky Feather.


 


[Dipinggiran kota Arcantis]


 


“Kak Zion tunggu!” Ucap seorang gadis kecil lirih. gadis itu mempunyai rambut hitam yang terurai, matanya besar berwarna ungu layaknya batu ametis, bulu matanya lentik dan bibirnya tipis, di lehernya terdapat sebuah kalung silver berbentuk seperti bulan purnama.


“Ayo Alice kita pasti bisa menangkap pencuri sialan itu!” Jawab pria yang dipanggil kakak oleh gadis itu tadi. Pria itu memiliki mata yang tajam berwarna ungu seperti adiknya, rambutnya berwarna silver, alisnya tebal, di hidungnya terdapat sebuah bekas luka, dan di lehernya terdapat kalung emas berbentuk matahari.


“Hei bodoh! Kau lebih baik berhenti dan gendong Alice, biar aku saja yang mengejarnya” seorang pria menyalip pria berambut silver itu. Mata pria tersebut begitu tajam, pupil matanya berwarna ungu, ia juga memiliki bekas luka di area mata kiri dan pipi kanan nya. Di jarinya terdapat cincin dengan permata hijau zamrud. Pria itu bernama Reynard, ia adalah kakak dari Zion dan Alice.


“Diam kau!" Pria berambut silver itu menendang bokong Reynard  dengan keras hingga ia terjatuh.


“Sialan kau!!” Reynard kembali berdiri kemudian menerjang Zion dengan kakinya.


“Br3ngsek!” Balas Zion menangkis terjangan Reynard. Situasi di tempat itu terlihat begitu ricuh, Reynard dan Zion habis-habisan adu jotos, beberapa pejalan kaki sampai ketakutan dibuat oleh mereka.


*Bummm..!!


Tak berlangsung lama, tiba-tiba dari atas langit muncul kilatan listrik kuning yang menghantam tanah tempat Reynard dan Zion berkelahi hingga menciptakan sebuah lubang.


“Kalian bisa fokus kan?!” Seorang wanita berambut pirang keemasan terurai terlihat dari balik kepulan debu.


“Atau mau kuhajar sampai mampus!?” Mata biru wanita pirang itu seakan-akan memberikan tekanan mental yang begitu menakutkan.


“A-ampun” Reynard dan Zion seketika berhenti berkelahi karena ketakutan.


“Kak Rachel!” Alice dari kejauhan memanggil wanita itu.


“Hufft, kalian ini, misi belum selesai malah berkelahi disini!” Rachel Menghela nafasnya. Reynard dan Zion tak bisa berkata-kata karena ketakutan.


“Alice kenapa bisa sampai tertinggal, kan bisa memakai talent angin mu buat menambah kecepatan?” Rachel berjongkok kemudian mengelus kepala Alice.


“Aku masih belum menguasai teknik itu kak, juga mana ku sekarang telah habis” Mata Alice berkaca-kaca.


“Benarkah, kalau begitu mari kakak gendong sampai mana mu kembali pulih” Rachel membalikan badannya dan mengendong tubuh kecil Alice dibelakangnya.


“Kalian, cepat berdiri dan kejar pencuri itu tadi, dia sudah cukup jauh sekarang, aku akan mengejarnya dengan talent petirku” pinta Rachel kepada Reynard dan Zion.


“B-baik” mereka hanya bisa mengangguk.


“Awas saja kalau sampai kalian berkelahi lagi!” Tegas Rachel sebelum akhirnya melesat dengan kekuatan petirnya mengejar pencuri itu.


Akhirnya pengejaran kembali dilanjutkan, Rachel dengan kecepatan kilatnya berhasil mengejar pencuri tersebut.


“Sialan, dia hebat juga ternyata” Pencuri itu berlari sembari melihat kebelakang.


“Alice mana mu sudah terisi lagi kan? Sekarang coba lompat keatas kemudian hadang pencuri itu dari depan” Rachel memberi aba-aba ke Alice.


“Baik kak!” Alice pun melompat dengan bantuan kekuatan angin nya kemudian berdiri tepat didepan sang pencuri yang sedang berlari.


“Sial!” pencuri itu ingin merubah arah pelariannya tetapi ternyata sudah terkepung oleh Zion di sebelah kirinya dan Reynard di sebelah kanan.


"Hehehe." Zion tertawa jahat.


“Aku tidak ingin memakai ini tetapi kalian memaksa!” pencuri itu menghunuskan satu dari dua pedang di punggungnya.


“Speed up, Blade thrust” Pencuri itu bergerak dengan cepat kearah Alice.


“Dia mempunyai talent, apa mungkin seorang hunter non-afiliasi?” Rachel tertegun.


Hunter non-afiliasi adalah sebutan bagi hunter yang tidak memiliki guild, hunter tipe ini biasanya adalah hunter yang berhenti atau diberhentikan dari sebuah guild karena suatu alasan tertentu.


“Pantas saja larinya begitu kencang” Kata Reynard didalam hati.

__ADS_1


“Alice waspada!” Zion memperingati Alice


“Terlambat” Pencuri itu tersenyum seakan yakin jika serangannya akan mengenai Alice


“Wind barrier!” Alice menciptakan pelindung disekitar dirinya dan berhasil menangkis serangan pencuri tersebut


“Gadis kecil ini!” Pencuri itu melakukan backflip dan kembali mengatur posisi.


“Seorang pecundang sepertimu tidak akan bisa mengalahkan kami” Reynard menempelkan jari telunjuk dan jari tengahnya kemudian menggerakannya seakan mengendalikan sesuatu.


“A-apa ini?” tiba-tiba dari dalam tanah muncul akar yang mengikat kaki kanan pencuri tersebut, namun belum sempat mengikat dengan sempurna, pencuri itu tiba-tiba menghilang.


“Jangan pikir akar letoy seperti itu bisa menangkapku!” pencuri itu tiba-tiba saja membelakangi Reynard dan menebaskan pedangnya kearah leher Reynard


“Ah tidak” eluh Reynard.


 “Haha bercanda!” Reynard menukar tubuhnya dengan sebuah batang kayu.


*Pranggg...!!!


Pedang sang pencuri seketika hancur saat berhantaman dengan batang kayu tersebut.


“Seberapa keras sebenarnya kayu miliknya itu?!” Sang pencuri nampak keheranan.


“Tree prison!” akar-akar besar bermunculan dari dalam tanah dan bergerak dengan cepat membentuk sebuah pohon, mengikat sang pencuri ditengah-tengahnya.


“I-ini” Pencuri itu tercengang.


“Aku tidak boleh tertangkap disini, aku harus mengerahkan seluruh kekuatanku, aku harus kabur” Tiba-tiba aura dahsyat terpancar dari tubuh pencuri itu, pohon yang mengikatnya pun hancur akibat aura tersebut.


“Itu tadi keren tapi masih kurang menurutku” Zion menembakkan peluru-peluru cahaya putih dari ujung jari tangannya.


“Kurang ajar!” Pencuri itu berusaha menghindari peluru-peluru itu dengan lompatan akrobatiknya.


“Thunder Fist” Rachel dengan kecepatan kilatnya seketika muncul dihadapan pencuri itu dan memukul perut si pencuri tersebut hingga ia terpental.


“Wooden wall!” Reynard menciptakan dinding kayu yang menahan tubuh pencuri itu agar tidak terpental terlalu jauh.


“Second phase, Recovery!” dengan cepat luka di tubuh pencuri itu hilang, ia terlihat kembali segar bugar


“Itu!” Zion, Reynard, Alice dan Rachel terkejut


“Kalian tidak tau berhadapan dengan siapa kan?!"


"Aku adalah Janu mantan Hunter kelas C” pencuri itu kembali ke posisi kuda-kudanya. ia perlahan mengeluarkan pedang terakhirnya dari punggungnya.


“Karena kalian sudah mengetahui siapa aku, aku tidak akan membiarkan kalian hidup”


“Aku akan mulai dengan kau!” Pencuri bernama Janu mencoba menghujam Zion dengan Pedangnya.


“Wind barrier!” Alice membuat pelindung angin disekitar Zion.


“Gadis merepotkan harus di habisi terlebih dahulu kan?” Kini Janu berada dibelakang Alice.


“Alice!!” Reynard berteriak.


“Berani sekali sampah sepertimu mencoba menyakitinya!” Rachel dengan cepat bergerak kearah Alice dan menangkis serangan itu dengan tangan yang telah dilapisi batu


“Bukannya dia pengguna element petir, bagaimana bisa, Apa kekuatan tanah adalah second phasenya?” Janu bertanya-tanya sambil melompat untuk membuat jarak.


“Element change, mud!”


“Muddy swamp!” Rachel mengubah tanah disekitar mereka menjadi rawa berlumpur.


“Ini bukan second phase... I-ini multi elemental talent” Janu akhirnya menyadari kekuatan Rachel.


“Wanita ini adalah orang yang dicari-cari olehnya”

__ADS_1


“Wanita pengendali berbagai jenis element yang dikatakan dalam ramalan” kata Janu didalam hati.


“Dia pasti akan senang saat mendengar kabar ini” Janu perlahan mengeluarkan secarik kertas dari kantongnya kemudian mencoba merobeknya.


“Maaf pertarungan ini hanya cukup sampai disini, walaupun kalian telah mengetahui siapa aku dan apa kekuatanku, aku tidak begitu keberatan, karena aku telah mendapatkan informasi yang lebih berharga, hahahaha” Robekan kertas di tangannya makin melebar.


“selamat tingg...” Belum sempat ia merobek kertas ditangannya itu, sekilas cahaya putih lewat didepannya.


“Mau kemana?” Zion dengan cepat mengambil kertas tersebut dan membakarnya dengan cahaya putih ditangannya.


“K-kapan dia!” Janu tertegun saat melihat kecepatan Zion.


“Root Chain!” Akar milik Reynard bergerak layaknya ular yang melilit mangsanya dari kaki hingga leher Janu.


“Element Change, thunder!” Rachel bergerak dengan cepat kearah Janu.


“Electric Shock!” Ia memegang kepala Janu dan mengaliri energy listrik ke telapak tangannya.


“Argghhh!” Janu pingsan akibat serangan itu.


“Hampir saja, aku tidak menyangka dia mempunyai spell paper teleportasi” Zion menghela nafasnya.


“Tapi kenapa dia tidak memakainya dari awal ya?” Alice bertanya-tanya.


“Kertas itu hanya bisa digunakan saat keadaan tertentu... Juga ada cooldown dari setiap pemakaiannya, sepertinya dia sudah memakai spell paper sebelumnya, makanya dia butuh waktu untuk memakainya kedua kali” Jelas Rachel.


“Yah setidaknya kita sudah menangkap pencuri ini, ayo kita bawa dia ke guild agar master bisa membawanya ke penjara criminal hunter ” Tambah Rachel.


Criminal hunter/hunter kriminal adalah sebutan untuk hunter yang telah berhenti dari sebuah guild dan beralih profesi menjadi seorang penjahat.


Akhirnya misi yang panjang dan melelahkan itu berhasil di selesaikan, mereka pun segera kembali ke guild untuk melapor dan menyerahkan Janu ke guild master. Sesampainya di depan pintu guild, terpampang sebuah tulisan besar diatas pintu masuk guild, tulisan itu berwarna putih pudar bahkan beberapa huruf hampir tidak terlihat, tulisan itu tidak lain tidak bukan ialah nama dari guild tersebut “Sky Feather” sebuah guild yang terkenal dengan sebutan guild terlemah di impish.


Sesampainya di aula guild, mereka segera menyerahkan Janu yang pingsan dengan kondisi kaki dan tangan terikat. Kemudian mereka melaporkan setiap rincian hal yang terjadi.


“Kakek, apa yang terjadi sebenarnya, mengapa misi tingkat 1 yang harusnya mudah malah menjadi seperti ini?!” Zion mengamuk tak jelas.


“Benarkah? Tapi toh kalian bisa menyelesaikannya kan, hehehe” Orang yang dipanggil Zion kakek itu tertawa seperti tidak ada beban. Ia adalah guild master dari Sky feather, namanya Fariz Marquiz, kakek tua berumur 50 tahun berambut putih sedikit panjang dengan mata kebiruan yang berkilau. Wajahnya tegas dengan brewok tipis disekitar wajahnya.


“Orang tua ini!!” Zion nampak makin kesal.


“Tenang Zion, biarkan ayahku menjelaskannya, benar kan ayah?” Rachel tersenyum tipis namun tubuhnya mengeluarkan aura kemarahan.


“Baiklah-baiklah aku paham kalian marah, tetapi seperti yang kalian tahu, semua misi yang ada di guild itu asalnya dari administrator negara, akurat atau tidaknya tingkatan misi adalah tanggung jawab dari mereka”


“Aku akan segera menanyakan dan memberikan aduan perihal hal ini kepada mereka nanti” Jelas Fariz


“Ngomong-ngomong kalau diingat-ingat, sebelum dia mencoba kabur tadi, dia sempat mengatakan bahwa dia telah mendapatkan informasi yang lebih berharga” Reynard mencoba mengingat kembali perkataan Janu sebelum ia mencoba untuk kabur.


“Benar aku mengingat itu” Zion menyetujui.


“Sesaat setelah ia melihat talent milik Rachel, dia sempat terdiam beberapa detik seperti memikirkan sesuatu, aku rasa informasi yang dia maksud itu berkaitan dengan kemampuan multi-elemental talent yang dimiliki Rachel” Jelas Reynard.


“Itu tak mengherankan, talent Rachel kan termasuk jenis talent tipe langka!” Ujar Zion.


“Memangnya sejauh mana kalian memperlihatkan kekuatan kalian padanya?” Tanya Fariz dengan wajah sangat serius.


“Kami hanya memperlihatkan kekuatan dasar saja seperti yang kakek suruh, kami mencoba sebisa mungkin mengendalikan kekuatan ditingkatan terendah saat melawannya” Reynard mencoba menenangkan suasana.


“Aku hampir memakai kekuatan asliku tadi” Kata Rachel kembali membuat suasana kembali serius.


“Bagaimana mungkin?” Raut wajah Fariz kembali serius.


“Aku pikir pencuri ini hanyalah seorang non-hunter yang handal, tetapi kenyataannya dia adalah pengguna talent”


“Kecepatan dan kemampuan berpedangnya berada di level yang cukup baik, bukan hanya itu, dia juga merupakan hunter yang mampu menggunakan kemampuan second phase yang ia namakan recovery”


“Selain itu kenyataan bahwa dia dulunya adalah mantan seorang hunter kelas C, cukup membuatku waspada” Jelas Rachel sambil memandangi Janu yang tak sadarkan diri dilantai.

__ADS_1


“Hmmm...  nampaknya kasus ini lebih serius dari yang seharusnya” Gumam Fariz didalam hati.


“Baiklah kalau seperti itu kalian beristirahatlah, masih banyak misi yang harus kalian selesaikan besok” Fariz kemudian mengangkat Janu di punggungnya dan dibawanya ke ruangannya. Sesampainya diruangannya raut wajah master Fariz seketika berubah, ia terlihat sangat geram. Ia menjentikkan jarinya dan menciptakan sihir untuk menyadarkan Janu, ia pun tersadar kemudian berkeringat dingin saat melihat wajah master Fariz yang begitu menyeramkan didepannya.


__ADS_2