
“Ah iya aku jadi ingat, sebelum Zion pergi menuju pemukiman nelayan, aku menerima sinyal dari Reynard, nampaknya dia saat ini berada di pulau terpencil 190 mil ke timur dari pulau ini” kata Judas
“Benarkah, kenapa aku tidak menerimanya?” Rachel dengan cepat mengecek jendela statusnya.
“Kurasa saat sinyal itu masuk, kau sangatlah fokus bertarung, sampai-sampai sinyal itu tak terasa olehmu” Jelas Judas
“Kurasa pun begitu” Rachel seakan setuju saat melihat jendela statusnya.
“Baiklah kalau begitu mari kita susun rencana” Lanjut Rachel
Malam itu Rachel dan yang lain terlihat sibuk menyusun rencana. Sejam setelahnya akhirnya perencanaan itu selesai, Rachel menyuruh yang lain untuk segera tidur, sedangkan ia akan berjaga disekitar villa, akan tetapi Rosalyn menyuruh Rachel untuk ikut tidur, karena dengan kekuatannya saat ini Rosalyn mampu membuat sebuah barrier yang bisa melindungi villa dari serangan musuh yang mungkin datang. Akhirnya malam itupun mereka semua tertidur dengan pulas.
Keesokan harinya, di pagi-pagi buta, saat jangkrik dan katak belum menghentikan nyanyian mereka, Rachel dan yang lain memutuskan untuk pergi kearah pemukiman nelayan di sebelah barat yang jaraknya 15 km dari villa.
1 jam lebih perjalanan akhirnya mereka pun sampai di lokasi tujuan. Pemukiman nelayan itu terdiri dari rumah-rumah kayu panggung yang tinggi, dimana didepan setiap rumah terdapat perahu dan juga ikan-ikan yang nampak sedang dijemur dibawah sinar matahari. Keadaan pemukiman itu juga cukup ramai dengan para penduduk dan juga anak-anak yang nampak sedang bermain.
“Inikah tempatnya Rosalyn?” Tanya Rachel memperhatikan pemukiman itu.
“Iya, inilah tempat yang pernah paman dan mendiang istrinya ceritakan kepadaku dulu” Rosalyn nampak menikmati pemandangan di hadapannya .
“Ternyata cukup ramai juga ya disini” Judas berjalan perlahan.
“A-apa mereka manusia?” Alice terlihat ketakutan, ia bersembunyi dibelakang Rachel.
“Hei... ada apa Alice?” Rachel berjongkok kemudian memegang kedua pundak Alice. ia kemudian memeluknya saat sadar bahwa tubuh Alice bergetar ketakutan.
“A-aku...” Badan Alice masih terus gemetaran.
“Apa yang terjadi padamu Alice. Rosalyn bisakah kau membantuku?” Pinta Rachel ke Rosalyn.
“Biar kucoba periksa” Rosalyn menempelkan telapak tangannya ke dahi Alice.
__ADS_1
“....” Rosalyn tak berkata-kata.
“Rachel ada sesuatu yang harus kubicarakan padamu. Judas tolong jaga dulu Alice sebentar” Rosalyn kemudian berjalan cukup jauh dari Alice dan Judas.
“Alice mengalami trauma yang menguncang mentalnya. Sebenarnya apa yang telah terjadi padanya sampai-sampai dia mengalami kondisi seperti itu?” Bisik Rosalyn ke Rachel
“Akupun tak tau, aku dan Zion menemukannya dalam kondisi tak sadarkan diri ditengah kawah raksasa yang sebelumnya merupakan desa di pulau Xoil” Jelas Rachel
“Masih jadi misteri siapa yang menciptakan kawah raksasa itu, entah itu perbuatan chief atau para troll yang menyamar menjadi penduduk desa. Tetapi setauku tidak ada troll yang bisa menggunakan mantra penghancur sedahsyat itu. Alice pun saat kutanyai tidak mengetahui apapun, yang dia ingat hanya saat ia pingsan ditengah-tengah pertarungannya melawan para troll” Lanjut Rachel lagi
“Kasian sekali gadis seumuran dia harus mengalami hal yang mengerikan seperti itu” Rosalyn nampak sedih.
“Jadi bagaimana menurutmu, apakah kita perlu membawanya ke markas Kale, atau kita bawa dia dan Judas kembali saja ke villa pamanmu untuk menunggu kita kembali? ” Rachel meminta saran
“Aku sebenarnya punya spell untuk menekan rasa takutnya itu, tapi itu hanya akan bertahan selama 1 jam saja. jadi menurutku, Membawanya kembali ke villa bukanlah ide yang buruk, itu juga demi kebaikan Alice sendiri” Jawab Rosalyn. Tiba-tiba Alice muncul ditengah-tengah mereka, dan dengan mata berkaca-kaca berkata.
“T-tidak aku tidak mau ditinggalkan lagi, aku ingin ikut menyelamatkan kak Reynard seperti yang kak Zion lakukan” Wajah Alice sangat memelas.
“Biarkan saja Alice ikut!” Seseorang tiba-tiba muncul dari balik rumah warga
“Maafkan aku yang terlalu lemah ini kak, karena ku kalian semua jadi kesulitan” Alice menangis didekapan Zion
“Hey.. itu tidak benar, kau tidak menyusahkan kami sama sekali, jangan pernah berfikir seperti itu lagi oke?” Zion memeluk Alice dengan erat kemudian mengecup dahinya.
“Dari mana saja kau?” Rachel berjalan mendekat kearah Zion.
“Beberapa hari ini, muncul beberapa dungeon gate kelas F yang berada tak jauh dari desa, aku yang awalnya ingin meminta bantuan kepada nelayan untuk membawaku kearah titik sinyal kordinat yang telah dikirim oleh Reynard, malah terjebak di situasi yang membuatku harus membersihkan dungeon-dungeon itu” Jelas Zion
“Apa kau berhasil membereskannya?” Rachel penasaran.
“Tentu saja aku berhasil membereskan semuanya” Jawab Zion penuh percaya diri
__ADS_1
“Apa yang harus kita lakukan, kita tidak mungkin bisa meninggalkan pulau Kalion, Bagaimana jika dungeon itu kembali bermunculan lagi?” Tanya Judas khawatir
“Tenang, aku telah memberikan seluruh item drop yang kudapat ke pada para hunter kelas F yang ada di pulau ini, jika suatu saat dungeon kembali bermunculan, mereka akan dengan mudah menyelesaikan dungeon-dungeon tersebut dengan bantuan item drop yang kuberikan” Jawab Zion optimis
“Begitu ya, baguslah kalau seperti itu” Judas menghela nafas
“Sekarang kita hanya perlu meminta bantuan nelayan untuk mengantarkan kita ke arah titik kordinat yang telah Reynard bagikan” Ajak Rachel.
“Itu tidak perlu, aku telah mendapatkan seorang yang dapat dipercaya. Kalian semua ayo ikuti aku” Zion berjalan memimpin didepan sembari mengandeng Alice.
“Kerja bagus Zion” Puji Rachel dibelakang Zion
“Itu bukanlah hal yang sulit, simpan pujian itu untuk kalian, tanpa kalian Alice sudah pasti...” Zion memandang Alice dengan wajah murung.
“Hei, tersenyumlah...” Rosalyn menepuk pundak Zion.
“Iya bertindaklah seperti dirimu biasanya, sangat aneh melihatmu seperti ini” Sahut Rachel
“Hehehe kalian benar” Zion menoleh kemudian tersenyum
“Nah begitu kan lebih enak dilihat” Goda Rosalyn.
“...” Judas dibelakang mereka terlihat senang. Zion yang tak sengaja melirik kearahnya tiba-tiba berkata.
“Judas, ini mungkin terlambat, tetapi aku minta maaf karena sudah membentakmu waktu itu” Tatapan Zion terlihat begitu tulus saat mengatakan hal itu.
“Hahaha, tenanglah Zion, aku ini tidak pernah mendendam. Jika aku yang berada di posisimu, pasti aku juga akan sangat kesal. Jadi lupakanlah apa yang telah terjadi, oke?” Jawab Judas dengan tersenyum
“Terimakasih kawan..” Zion membalas senyuman Judas.
“Hahaha, kalian seperti bocah yang baru berbaikan saja” Rosalyn, Rachel dan Alice tertawa tipis.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah seorang nelayan yang dimaksud oleh Zion sebelumnya. Sesampainya didepan rumah nelayan itu. Zion segera mengatakan bahwa ia akan pergi hari itu juga, sang nelayan mengiyakan, dan segera menyiapkan kapal berukuran 20 x 4 meter untuk membawa mereka. Selain itu Zion ternyata juga sudah menyiapkan segala persediaan mereka untuk perjalanan nantinya.
Kata nelayan itu titik kordinat yang diberikan oleh Reynard itu mengarah ke sebuah pulau terpencil di timur. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesana diperkirakan sekitar 2-3 hari dengan kecepatan maksimum kapal, namun karena medan perjalanan menuju pulau itu yang dikatakan cukup sulit karena sering kali muncul monster yang menyerang kapal yang melintas, maka hal itu akan membuat perjalanan mungkin memakan waktu lebih dari estimasi yang diperkirakan.