
"Lemparanku keren sekali bukan?" Dalang dari penyerangan tadi muncul, seorang pria berpakaian serba putih dengan memakai topi ala bajak laut tengah memegang bom berbentuk kotak kecil hijau semi-transparant di tangannya.
"Keren sekali kapten!" Sahut ratusan orang yang berdiri dibelakangnya.
"Lemparan bodoh seperti itu kau bilang keren?" Seorang lagi muncul dari balik pepohonan, juga membawa ratusan pasukan dibelakangnya. Seperti orang sebelumnya, orang ini juga memakai topi bajak laut namun dengan baju serba hitam.
"Apa maksudmu!" Pria berpakaian putih tak terima
"Sudahlah, tak ada bagusnya berkelahi disini tau" Seorang gadis berpakaian serba kuning juga ikut muncul bersama pasukannya.
""Hoamzz, ayo cepat bawa pria yang dimaksud boss itu pergi" lagi-lagi seorang pria berpakaian merah dengan sebuah penutup mata muncul dengan membawa pasukannya.
"Pria berambut hitam dengan mata berwarna ungu, menarik…" wanita berpakaian seksi datang dari arah belakang mereka, membawa pasukannya.
"Kata emperor hanya dia saja target kita kan, terus yang lain bagaimana?" Tanya gadis berpakaian serba kuning.
"Bunuh saja!" Sahut seorang pria berotot disebelah wanita seksi itu dengan pasukan berotot di belakangnya.
Kini telah berdiri 6 penakluk samudra, sekumpulan bajak laut yang terkenal bengis dan tak kenal ampun, mereka berenam adalah hunter yang jika ranknya di evaluasi, mungkin akan setara dengan Rank C. Sedangkan anak buah mereka hanyalah sekumpulan kriminal non-hunter yang statusnya masih buron.
"Kalian majulah periksa puing-puing gubuk reyot itu" perintah wanita seksi ke anak buahnya, diikuti dengan yang lain juga memerintahkan beberapa anak buah mereka untuk mengecek rumah yang hangus terbakar dan hanya menyisakan asap saja itu.
Pasukan mereka dengan perlahan berjalan mendekati pepuingan yang dipenuhi oleh asap itu.
"Eyes burner.." tiba-tiba cahaya menyilaukan terpancar dari dalam asap itu.
Beberapa menit sebelumnya, saat sebelum ledakan terjadi, Reynard dengan cepat melindungi mereka yang berada didalam rumah dengan balok kayu tebal yang melingkar seperti sebuah kubah, kemudian saat pasukan itu mendekat ia membuka kembali kubah kayunya itu secara perlahan dan menyuruh Zion untuk menyerang mereka dengan talentnya.
"Arghh!" Seketika pasukan itu tersungkur sembari menahan sakit di mata mereka. Mata mereka terlihat memerah seperti terbakar dan mengeluarkan banyak darah.
Belum selesai dengan itu tiba-tiba dari atas langit Rachel dengan kilatan listriknya menghantam dan menyambar para pasukan itu hingga mereka binasa.
"Kalian mencari masalah di waktu yang tepat!" Ucap Rachel dengan penuh amarah ditengah-tengah kerumunan pasukan musuh.
"S-seperempat pasukan binasa begitu saja?!" Para pemimpin bajak laut itu shock dan tak bisa berkata apa-apa.
"Ayo yang lain bersiap dengan senjata kalian dan serang!" Teriak salah seorang pemimpin bajak laut itu diikuti teriakan para pasukannya yang berlari kearah Rachel.
"Lilit dan..."Lirih Reynard, puluhan akar bermunculan dari dalam tanah dan bergerak melingkar melilit seluruh tubuh pasukan tersebut.
"Hancurkan!" Mata Reynard memancarkan aura kemarahan yang begitu kuat. Pasukan yang berada dalam lilitan itu tadi seketika badannya remuk terkena tekanan lilitan akar Reynard yang begitu kuat.
"M-monster!" Gadis berpakaian serba kuning itu histeris
"Siapkan panah kalian dan tembak!" Seru bajak laut berpakaian merah.
"Sun guttling gun!" Zion menembakan ribuan peluru cahaya dari jari jemarinya, membunuh para pasukan pemanah sebelum mereka melesatkan anak panah kearah mereka.
"Kau tadi ingin membunuh kami kan?" Ucap Rachel yang saat ini berada didepan bajak laut berotot.
"K-kapan dia?" Lagi-lagi para pemimpin bajak laut itu dikagetkan.
“Iya kenapa?!” Pria berotot tadi dengan cepat mengayunkan tinjunya kearah Rachel.
"Hanya segini?" Rachel menahan tinjuan itu dengan satu jarinya.
“!?” Pria berotot itu shock
"Element Change, Ice.."
"Mungkin kata `bunuh` itu lebih cocok kalau kugunakan padamu" Rachel membekukan tangan bajak laut berotot itu dengan es nya, kemudian dengan sedikit sentilan jarinya, ia menghancurkan tangan tersebut.
__ADS_1
"Arghh!" Erang bajak laut berotot itu tersungkur sambil memegangi tangan kirinya yang hancur dengan tangan kanannya.
"Lain kali berpikirlah sebelum berbicara, oke?" Rachel kini memegang kepala bajak laut berotot itu dan membekukannya, lalu dengan sedikit tekanan dari telapak tangannya, ia menghancurkan kepala bajak laut berotot itu berkeping-keping.
"...." Rachel melirik pasukan yang tersisa dengan tatapan mematikan.
"S-serang!" Teriak bajak laut berbaju hitam dengan suara bergetar. Namun tak ada satupun pasukan yang terlihat maju. Saat ia menoleh kebelakang, ia terdiam membisu saat menyadari seluruh pasukannya yang tersisa telah hangus menjadi abu akibat serangan cahaya Zion.
Keadaan disana begitu riuh dengan erangan dan teriakan, ratusan pasukan yang dibawa mereka tadi kini musnah sepenuhnya.
"Ini mengerikan.." Eluh Bajak laut berbaju putih
"Lebih baik kalian bertiga berhenti atau mereka akan kami habisi!" Wanita seksi, Pria berbaju merah dan gadis berbaju kuning menyandera Rosalyn, Judas dan Alice.
"Hey kau liat anak ini malah tidur loh, kuberi pelajaran saja ya!" Gadis berbaju serba kuning itu menatap Alice dengan tatapan psikopat.
"Coba saja!" Ujar Zion dengan penuh kebencian.
"Ah benarkah!" Gadis kecil berpakaian kuning itu memprovokasi dan mencoba menarik rambut Alice. Belum sempat disentuhnya rambut Alice. Tiba-tiba saja jari-jemari gadis itu terlepas dari tangan kanannya.
"Eh?" Gadis kecil itu terdiam beberapa detik sampai akhirnya berteriak kesakitan.
"Aku sudah memperingati mu" Zion kini berdiri dibelakang gadis itu, terlihat disepanjang lengannya terbentuk sebilah pedang cahaya berwarna putih yang bersinar.
"Sekarang!" Wanita seksi dan pria berbaju merah itu mencoba menikam kepala Rosalyn dan Judas dengan pisau ditangannya
“!?” Zion tak sempat bereaksi
*Ctackk…!!
Pisau mereka berdua menancap disebuah balok kayu yang muncul dari dalam tanah dibelakang punggung Rosalyn dan Judas.
“Sayang sekali” Ucap Reynard sinis.
"Root chain" Akar Reynard melilit 3 bajak laut itu dengan keras.
"Ice spike" Rachel dengan kekuatan esnya memunculkan puluhan es lancip yang menusuk mereka dari dari dalam tanah.
“Harrgghh” Bajak laut berbaju putih melemparkan bom kotaknya kearah Rachel.
*Bumm!
“Mati kau ******!” Senyuman kedengkian terlukis di wajah bajak laut berbaju putih itu.
“Terlalu percaya diri itu tidak baik kan?” Reynard berhasil melindungi Rachel dengan balok kayunya.
“Ucapkan salamku kepada teman-temanmu di neraka..” Bisik Rachel di belakang bajak laut berbaju putih itu.
“!?” Ia begitu shock dan tak bisa mengerakan tubuhnya.
*Jleb..!!
Rachel menusukkan tangannya yang telah ia aliri oleh listrik tepat ke jantung bajak laut berbaju putih itu.
*Brukk..!!
Bajak laut berbaju putih ambruk dengan lubang di dada kirinya.
“S-sebenarnya sekuat apa mereka. Mereka mampu menghabisi kami dalam sekejap" Bajak laut berpakaian hitam memaku melihat rekan-rekannya habis terbunuh.
“A-aku harus kabur!" Bajak laut berpakaian serba hitam mencoba untuk kabur. Akan tetapi Reynard dengan cepat mengikat kedua kaki bajak laut itu dan meledakan pergelangan kakinya hingga ia tak sanggup lagi berdiri.
__ADS_1
“Agghhhh!” Erangnya.
"K-kumohon ampuni aku, biarkan aku hidup" Bajak laut berpakaian hitam itu memohon
"Hidup tidaknya kau akan kami tentukan dengan jawabanmu" Reynard berjalan perlahan mendekatinya.
"Siapa yang mengirim kau!" Reynard berjongkok disampingnya, mengintimidasi dengan tatapannya.
"Kale Sarbius, Kale Sarbius yang mengirim kami!" Jawabnya ketakutan.
“!?” Zion, Rachel dan Judas seketika kaget.
“…” Reynard terdiam sesaat kemudian kembali bertanya dengan suara yang mengintimidasi.
"Tujuannya?!”
"D-dia ingin menculik dan mencuci otakmu agar bisa dijadikan bawahannya, selain itu, ia juga mengincar gelang artifak yang kau dapatkan dari pulau Xoil sebelumnya!" Ia kembali menjawab dengan suara gemetar.
"Kenapa aku?" Tanya Reynard lagi
"Dia telah melihat kemampuanmu dalam membuat kapal di pulau Xoil, dia ingin menggunakan kekuatanmu itu sebagai alat pencipta kapal untuk memperbanyak pasukannya di masa depan"
"...." Reynard kembali terdiam sesaat.
"Berapa banyak pasukan yang ia punya saat ini?" Reynard masih mengintimidasinya.
"B-banyak sangat banyak, yang kami bawa kesini tadi hanyalah sebagiannya saja" Ia menunduk ketakutan.
"Lalu dimana Kale brengsek itu pergi?" Tanya Zion yang tak jauh berada dibelakang Reynard.
Pria itu menjelaskan bahwa Kale Sarbius saat ini sedang kembali ke markasnya dengan membawa kapal buatan Reynard beserta persediaan yang tersisa didalamnya. Juga, pasti saat ini ia sedang menyusun rencana baru untuk menangkap Reynard saat tahu jika pasukan yang ia kirimkan sebelumnya tidak kembali dengan selamat.
Kale Sarbius merupakan seorang pemimpin para bajak laut, namanya lebih dikenal di masyarakat dengan julukan Pirate emperor, seorang bajak laut yang gila akan harta dan memiliki ambisi yang sangat kuat jika ingin mencapai atau memiliki sesuatu, siapapun yang mencoba menghalangi keinginannya akan ia habisi tanpa pandang bulu.
"Siapa namamu?" Reynard bertanya ke pria itu
"F-frank, namaku Frank!" Jawabnya masih ketakutan
"....." Reynard hanya diam
"A-apa aku akan dibebaskan?" Frank dengan gugup bertanya.
"Aku belum memutuskan!" Reynard kemudian berdiri dan berjalan kearah Zion dan yang lain. Ia mengerakan jari telunjuknya di udara, dari bawah tanah muncul akar-akar yang bergerak dan menjulang keatas membentuk sebuah pohon dengan Frank yang terikat ditengahnya.
"K-KAU PEMBOHONG!" Frank berteriak.
"Bersyukur sedikit bodoh!" Reynard memunculkan sulur dari ranting pohonnya dan membungkam mulut Frank.
"Pemandangan yang mengerikan…" Gumam Judas memperhatikan sekelilingnya yang saat ini penuh dengan lautan mayat dan darah.
"Maafkan kami telah membuat kekacauan seperti ini, pasti berat untuk seorang priestess sepertimu melihat ini semua" Sesal Rachel ke Rosalyn.
"Tidak, mereka pantas mendapatkan itu" Ujar Rosalyn dengan yakin.
"Aku harusnya malah berterimakasih kepada kalian karena sudah menyelamatkan aku dan Judas tadi" Sambungnya lagi
"Jangan berterimakasih, itu memang tugas kami untuk melindungi kalian, apalagi Judas itu adalah anggota guild kami sekarang!" Ucap Rachel sembari tersenyum.
"Benarkah itu Judas?" Rosalyn menoleh kearah Judas disebelahnya
"Iya itu benar, aku telah bergabung dengan guild Sky Feather sekarang, ini buktinya!" Judas memperlihatkan punggung tangannya yang bercahaya dan mengeluarkan corak bergambar mark guild Sky Feather.
__ADS_1
Mark guild adalah lambang sakral guild, seseorang yang bergabung dengan sebuah guild maka secara otomatis akan mendapatkan mark guild tersebut di punggung tangan mereka, mark guild berwarna transparan dan hanya bisa diperlihatkan jika seorang hunter menginginkan marknya untuk di lihat oleh orang lain.