Legendaria

Legendaria
Chapter 24 - A plan


__ADS_3

“Tak ada pilihan lain....” Ucap Rachel didalam hati.


“Maafkan aku Rosalyn, ini mungkin akan menyakitkan untukmu” Rachel menciptakan angin yang luar biasa, air laut yang awalnya tenang seketika bergejolak. Kapal itu terguncang kekanan dan kekiri. Buliran-buliran air hujan nampak perlahan bergerak berputar mengelilingi kapal. Awan hitam bergerak memutar menciptakan sebuah lubang berisi aliran listrik yang menyambar-nyambar.


 


“Storm catastrophe!” Seru Rachel.


*Dduarrr!!


Petir, air dan angin itu meledak secara bersamaan. Cengkraman tentakel-tentakel tadi menjadi melemah, dan perlahan lepas. Kini kraken itu kembali kedasar laut.


*Ctass!!


Barrier Rosalyn pecah, diikuti oleh Rosalyn yang pingsan karena kehabisan divine energy.


“Rosalyn!” Teriak Zion


“Bibi tidak apa-apa, dia hanya kehabisan divine energy” Judas yang tengah menahan Rosalyn dengan tubuhnya mencoba menenangkan Zion.


***


“Bahkan dengan skill ku tadi, mahluk itu tidak mati? sebenarnya monster berbahaya seperti apa dia itu?” Rachel menyadari jurang kekuatan yang membatasi antara dirinya dengan kraken yang ia lawan barusan.


“Sekarang bukan waktunya memikirkan itu, aku harus kembali ke kapal dan membantu kami keluar dari sini!” Rachel kemudian terbang kembali ke kapal.


“Alice apa kau masih sanggup mendorong kapalnya?” Tanya Rachel membuat Alice kaget karena tiba-tiba muncul dibelakangnya.


“E-eh?! Iya kak aku masih bisa..” Dengan nafas tersengal-sengal Alice menjawab pertanyaan itu.


“Maafkan aku karena telah terlalu memaksakanmu, tapi kita harus segera keluar dari zona ini, ayo sekali lagi dorong kapal ini, aku akan membantu..” Ucap Rachel.


“Iya kak..” Jawab Alice.


“Terimakasih Alice. Mari kita mulai!” Rachel dan Alice bersiap.


“Wind push!” Seru Alice


“Storm blow!” Seru Rachel. Kapal itu melaju dengan sangat cepat. Hanya butuh waktu 5 menit, akhirnya kapal itu keluar dari zona lautan terlarang.


“Huff huff huff, aku kehabisan mana...” Alice lunglai, kakinya tak lagi sanggup menopang tubuhnya.


“K-kita berhasil, kita selamat!” Seru sang nelayan dengan riang.


“Kau benar...” Sahut Rachel


“Setidaknya untuk sementara waktu..” Lanjutnya didalam hati.


Hari itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju pulau tempat Reynard berada. 2 hari kemudian, saat ini hanya tersisa 10 mil jarak yang perlu ditempuh untuk sampai ke lokasi tujuan.


“Sebentar lagi kita akan sampai” Seru sang nelayan.


“Okey!” Sahut Zion dari pinggiran kapal yang saat ini sedang memancing bersama Alice.


“Kalau sebelumnya kita bisa melewati zona laut terlarang dalam waktu singkat, kenapa kita tidak menggunakan metode yang sama untuk menempuh perjalanan yang tersisa?” Tanya Judas


“Kita perlu menghemat mana, semakin prima kita saat sampai di pulau itu nanti, maka akan semakin menguntungkan juga untuk kita nantinya” Jelas Rachel disebelahnya.


“Ahh  benar juga ya, kenapa hal itu tak terpikirkan olehku...” Judas menganguk.


“Ada apa ini, apa ada sesuatu yang salah?” Dari belakang mereka Rosalyn muncul membawa beberapa snack dan minuman.


“Tidak ada bi... Semua aman terkendali..” Jawab Judas


“Rosalyn bagaimana kondisimu, apa sudah lebih baik?” Tanya Rachel


“Yah jauh lebih baik dari 2 hari yang lalu, selama menjadi angelion bishop, divine energyku meningkat drastis, tetapi aku masih butuh waktu untuk mengendalikan dan menyesuaikan semua divine energy itu” Jelas Rosalyn


“Hmmm... Aku minta maaf karena telah menempatkanmu di kondisi yang sulit” Rachel menundukkan kepalanya.


“Hei... Tenanglah... lambat laun aku akan terbiasa dengan semua ini dan saat itu terjadi aku akan menjadi lebih kuat” Rosalyn menepuk pundak Rachel.


“Yah, aku yakin kau bisa!” Rachel tersenyum.


Beberapa jam berlalu, akhirnya kapal itu hampir sampai di bibir pantai. Sekitar setengah mil dari garis pantai, Rachel dan yang lain tengah sibuk mengatur rencana di kapal itu.


“Karena kita tidak tau seperti apa kondisi pulau dan berapa jumlah pasti pasukan yang mereka punya, kita tidak ada pilihan lain selain menyusup ke pulau itu dan mencari informasi sebanyak yang kita bisa.


“Menyusup bukanlah style ku, kenapa kita tidak hajar saja setiap musuh yang muncul sampai mampus?” Zion terlihat membara.


Mendengar itu Rachel menggelengkan kepalanya dan berkata.


“Kita lupakan omongan si bodoh ini, kita akan tetap menyusup”


“Rachel kenapa kau jadi seperti si br*ngsek Reynard itu...!” Zion menarik ujung baju Rachel layaknya anak kecil yang merengek.

__ADS_1


“Lagipula kau berkata seperti itu apa tidak berfikir dulu? Konfrontasi langsung hanya akan merugikan kita, kita tidak tahu berapa banyak orang didalam sana, belum lagi dengan orang-orang the compas itu. Sebisa mungkin kita harus menjaga kondisi agar tetap prima sampai keadaan memaksa kita untuk bertarung!” Tegas Rachel ke Zion dengan wajah serius.


“B-baik bu..” Jawab Zion reflek.


“Apa kau bilang? aku bahkan tidak setua itu!” Rachel menarik kedua pipi Zion dengan keras.


“Ini pertama kalinya aku melihat Rachel seperti itu” bisik Rosalyn ke Judas


“Kupikir dia wanita anggun elegan yang memiliki kekuatan luar biasa, ternyata dia bisa mengomel seperti itu juga ya” Sahut Judas.


***


100 meter dari pesisir pantai. Mereka kecuali pak nelayan yang mengantar mereka sebelumnya, kini telah berada di pulau tersebut. Saat ini mereka bersembunyi dibelakang sebuah pohon, memerhatikan keadaan sekitar.


“Apa kau yakin jubah ini bisa membantu kita menyusup?” Tanya Zion berjalan mengendap dengan memakai jubah berwarna coklat yang menutupi kepalanya.


“Shhhh, setidaknya dengan memakai ini kita tidak akan mudah dikenali...” Ujar Rachel didepan Zion dengan memakai jubah yang sama.


“Bi, jubah ini agak gatal kan, bibi dapat dari mana sih?” Judas disamping Rosalyn terlihat sibuk mengaruk-garuk badannya.


“Maafkan bibi, di dalam sub-space inventory bibi hanya ada jubah ini saja” Rosalyn juga sibuk mengaruk tangannya.


“Ini terbuat dari bulu beruang grizzly kan. apa kakak Rosalyn membunuh beruang lucu hanya untuk dijadikan Jubah?” mata Alice berkaca-kaca disebelah kiri Judas.


“T-tidak, bukan begitu Alice...” Rosalyn mencoba menenangkan.


“Apa yang kalian orang asing lakukan di pulau ini?!” Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka. Mereka seketika gelagapan dan langsung menyesuaikan tubuh mereka untuk berdiri sigap didepan orang itu.


“Apa maksudmu orang asing, kami ini prajurit Kale Sarbius!” Ungkap Zion.


“Oh tidak Zion apa yang kau katakan!?” Gumam Rachel.


“Prajurit? emperor tidak pernah menyebut budaknya dengan sebutan prajurit” Orang itu makin curiga. Ia kemudian perlahan menghunuskan pedang di pinggangnya secara perlahan.


“Dan lagi, siapa itu Kale Sarbius?, Kami hanya kenal dengan Emperor!” Ia mengarahkan pedangnya itu kearah Zion dan yang lain. Tiba-tiba.


*Zapp!


*Tukk!


 


“Maaf ya aku tidak suka kalau ada orang yang mengarahkan pedangnya kearahku dan teman-temanku...” Zion melesat dengan kecepatan cahaya, dan memotong leher orang itu menggunakan pedang cahaya di sekujur lengan kanannya. Beberapa saat kemudian sesuatu terjadi.


Suara nyaring sirene berbunyi entah dari mana.


“Apa itu?” Zion bertanya-tanya


“N-nampaknya kita ketahuan” Ungkap Rosalyn sedikit gugup


“Bagaimana itu bisa terjadi, apa mereka punya suatu sistem yang dimana jika kita membunuh anggotanya, maka akan muncul suara sirene?” Judas nampak bertanya-tanya.


“Iya dan tidak. iya karena mereka memang punya sistem, tidak karena bukan karena membunuh, tapi coba kau liat jari pria itu tadi” Rachel menunjuk kearah tubuh pria yang tak berkepala itu. Ibu jarinya nampak menekan suatu tombol yang berada di gagang pedangnya.


“Bahkan di detik-detik terakhirnya ia mampu melakukan itu?” Judas nampak tak percaya.


Tiba-tiba suara gemuruh langkah kaki beserta suara orang berteriak, terdengar ramai di telinga Zion dan yang lain. Benar saja, ribuan orang kini berlari dengan membawa senjata mereka masing-masing kearah Zion dan yang lain, mereka berteriak “Habisi penyusup itu!”


“Hufff nampaknya kita tidak ada pilihan lain selain melakukan rencana B...” Rachel menghela nafasnya, ia masih terlihat tenang melihat gerombolan orang-orang bersenjata itu.


“Hah rencana B, memangnya kau ada membuatnya ya?” Tanya Zion heran


“Bukan aku yang membuatnya, tapi kau!” Rachel tersenyum


“Hah?! Tolong jangan memaksa otak mungilku ini untuk berfikir keras” Ucap Zion mengeryitkan mata kanannya.


“Kita hajar setiap musuh yang muncul sampai mampus!” Rachel kemudian melepaskan jubahnya itu dan melemparkannya ke udara.


“???” Zion masih mencoba memahami situasinya.


“Wohoho, itulah yang kusuka!” Akhirnya ia mengerti. Zion juga melepaskan jubahnya. Melihat itu Alice, Rosalyn dan Judas pun ikut melepas jubah mereka. Judas dan Rosalyn terlihat lega, karena tak harus mengaruk-garuk tubuh mereka lagi.


“Kita perlihatkan kepada mereka, kalau mereka mencari musuh yang salah” Rachel melesat kearah gerombolan orang itu dengan kekuatan listriknya.


“Jangan mencuri spotlightku dong!” Zion menyusul Rachel dengan kecepatan cahayanya.


“I-itu sangat ramai kan!” Seluruh tubuh Alice bergetar ketakutan. Rosalyn yang melihat itu segera mendekat kearah Alice dan memeluknya.


“Kau harus membantu mereka bertarung oke...” Rosalyn mencoba menenangkan.


“T-tapi aku takut kak” Alice terlihat sangat ketakutan.


“Aku akan bantu...” Rosalyn menempelkan telapak tangannya ke dahi Alice.


“Frightous Releviz” Seru Rosalyn merapalkan sebuah mantra, cahaya muncul dari telapak tangan itu dan masuk kedalam kepala Alice secara perlahan.

__ADS_1


 


~Frightous Releviz~


Sebuah spell untuk menangkal atau mengurangi trauma seseorang akan suatu hal.


Efek bertahan selama 1 jam


Tidak ada batas jarak antara pemberi buff dan penerima buff agar spell ini bisa terus bekerja


“I-ini...” Alice merasakan sedikit perubahan pada dirinya.


“Apa kau sudah merasa sedikit tenang sekarang?” Tanya Rosalyn


“I-iya kak, tapi apakah efek spell kakak ini akan permanen?” Alice balik bertanya.


“Sayangnya tidak begitu, spellnya hanya akan berefek selama 1 jam. Tapi berita baiknya adalah, spellku yang barusan tidak membutuhkan jarak tertentu agar tetap bisa digunakan. Jadi dengan kata lain mau sejauh apa kau dari ku, efeknya akan terus ada asal tidak lebih dari 1 jam”


“Ohhh jadi begitu ya...” Alice nampak mendengarkan penjelasan itu dengan seksama.


“Nah kalau begitu, sekarang bantulah mereka...” Rosalyn dengan lembut mengusap rambut Alice.


“Humm” Alice menganguk


“Tunggu sebentar Alice, Hilda waktu itu memberiku ini, dia menyuruhku untuk memberikannya padamu” Judas mengeluarkan sebuah pil dari dalam sebuah botol.


“Ini apa kak Judas?” Tanya Alice.


“Itu adalah pil pengaktif sistem yang dibuat oleh Hilda, makanlah kemudian tunggu selama 15 detik dan katakan view” Jelas Judas. Yang kemudian diikuti oleh Alice. Setelah itu Judas menjelaskan beberapa hal mengenai fungsi dan cara penggunaan Jendela sistem itu kepada Alice. Dengan mudah Alice dapat memahami semua yang dijelaskan oleh Judas.


“Terimakasih atas penjelasannya, aku akan pergi sekarang” Ucap Alice.


“Eh tunggu sebentar” Judas mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya.


“Ini, saat kau pingsan di pulau Xoil, kau menggenggam ini ditanganmu” Judas memberikan sebuah cincin kristal berwarna kuning ke Alice.


“Benarkah, kalau begitu akan kusimpan dulu, aku akan mengeceknya saat selesai membantu kak Zion dan kak Rachel” Alice kemudian berlari menyusul Zion dan Rachel.


“Daripada berlari lebih baik kau gunakan kekuatan anginmu itu untuk menambah kecepatanmu kan?” Ucap seseorang didalam kepala Alice.


“Eh kau? Apa kau yang waktu itu?” Tanya Alice ke orang yang ada dipikirannya itu.


“Yah bisa dibilang seperti itu” Jawabnya singkat


“kau memang benar, harusnya aku menambah kecepatanku dengan angin saja, tapi aku masih belum tau bagaimana caranya” Ungkap Alice masih terus berlari.


“Itu mudah, kau hanya perlu memusatkan sebagian manamu ke sekitar kakimu, kemudian bayangkan mana mu itu tadi berubah sesuai dengan element sihirmu, yaitu angin. Saat sudah maka rasakan kakimu akan terasa lebih ringan dari sebelumnya, saat itu terjadi maka melesatlah dan berikan sedikit sentakan di tubuhmu dengan menggunakan kekuatan dorongan dari angin” Jelas seseorang didalam kepala Alice itu.


“Baik biar kucoba!” Alice saat ini berkonsentrasi penuh. Ia melakukan setiap arahan yang diberikan oleh orang yang berada dalam pikirannya itu.


 


*Woshhh


Ia melesat seperti angin kearah Zion dan Rachel.


“A-aku berhasil?” Alice terlihat sangat bahagia.


“Eh? Alice kapan kau bisa menggunakan itu?” Rachel terperangah.


“Aku juga tidak tau kak, seseorang di sini memberitahuku caranya!” Sahut Alice sambil menunjuk kepalanya.


“Apa maksudnya itu?” Rachel terheran.


***


“Apa tidak masalah kalau kita tidak membantu mereka bi?” Tanya Judas


“Itu tidak masalah, aku yakin mereka bisa menghadapi orang-orang itu dengan mudah” Rosalyn terlihat asik menulis sesuatu diatas pasir dengan sebuah ranting.


“Eh itukan?” Mata Judas tiba-tiba terfokus pada sesuatu.


“Ada apa?” Tanya Rosalyn


“Larvoix, itu tumbuhan Larvoix kan?” Ungkap Judas


“Hah yang benar? Mana?” Rosalyn sangat antusias


“Itu disana” Judas menunjuk kearah tanaman itu


“Ayo kita lihat dari dekat!” Rosalyn kemudian berlari kearah tanaman itu.


“Wah kau benar, ini kan tumbuhan langka yang sangat beracun, kenapa bisa ada disini ya?” Rosalyn memerihatikan sekeliling tanaman itu.


“Mungkin iklim disini cocok untuknya bisa tumbuh disini!” Judas kemudian ikut memperhatikan tumbuhan larvoix tersebut.

__ADS_1


__ADS_2