Legendaria

Legendaria
Chapter 12 - Keputusan


__ADS_3

"Aku saat ini hanya bisa mengurangi rasa sakit dan menstabilkan pemompaan jantungnya dengan mengalirkan mana murni ke tubuhnya" tangan kanan Viola mengalirkan mana murni ke jantung Alice.


"Aku juga telah selesai membuat potion plasma mana-nya" Hilda memegang suntikan berisi cairan berwarna biru semi-transparant ditangannya.


"Bagus, sekarang suntikan itu ke pembuluh nadi dilehernya" pinta Viola ke Hilda


"Baik!" Hilda tanpa basa-basi segera menyuntikkan plasma mana tersebut ke leher Alice.


"Hufft, setidaknya itu akan membuat jantung dan otaknya terus berfungsi" Viola menghela nafas


"Apa tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya?" Tanya Zion dengan mata berkaca-kaca.


"Sayangnya sampai saat ini belum ada satupun medical hunter baik berlevel rendah maupun kelas S sekalipun yang mampu menyembuhkan penyakit ini" Viola menutup matanya dan memalingkan wajahnya.


"Aku tau seseorang yang bisa membantu!" seorang lelaki muda berwajah rupawan, bermata biru, berhidung mancung dan berambut coklat, tiba-tiba masuk kedalam ruang perawatan.


"Judas?!" Rachel menoleh


"Sebelumnya aku mohon maaf karena telah menguping pembicaraan kalian, perkenalkan nama ku Judas Sergio, aku adalah tabib dari desa di pulau Xoil"


"Aku akan langsung pada intinya, aku mengenal seorang priestess di pulau Hebrion yang mungkin bisa menolong Alice!" Pria bernama Judas itu terlihat serius dan yakin dengan perkataannya.


"Seorang priestess, memangnya masih ada ya orang yang memiliki kemampuan langka seperti itu?" Hilda nampak ragu.


Priest atau priestess adalah julukan untuk orang-orang yang memiliki kemampuan langka dalam hal penyembuhan. Kekuatan penyembuhan seorang priest atau priestess bahkan dikatakan lebih kuat dibandingkan medical hunter kelas S.


Priest atau priestess mendapatkan kekuatan mereka dari nenek moyang mereka yang merupakan salah satu dari 12 legendaria, yang diberi julukan Goddess of Chastity.


Kekuatan mereka juga bukan berasal dari mana, melainkan dari divine energy, energi suci yang hanya bisa digunakan oleh segelintir orang, namun bukan berarti mana tidak berguna untuk mereka, beberapa Priest atau Priestess ada yang memiliki kemampuan hybrid, yaitu kemampuan menggunakan mana maupun Divine energy. Tingkatan tertinggi dari priest atau priestess adalah angelion bishop.


"Aku setuju, hanya dia satu-satunya kesempatan kita untuk menyembuhkan Alice sekarang" Viola tanpa ragu menyetujui itu.


"Hanya saja, Alice harus dibawa ke sana kalau ingin disembuhkan oleh priestess itu" Perkataan Judas itu membuat ruangan itu menjadi sunyi sesaat.


"Kenapa tidak dia saja yang kau bawa kesini?" Tanya master Fariz memecah keheningan


"Dia tidak bisa meninggalkan pulau itu, ada alasan khusus yang membuatnya tidak bisa keluar dari sana, tapi dia selalu bilang untuk membawa orang yang membutuhkan pertolongannya langsung ke pulau Hebrion, karena mustahil untuknya keluar dari sana" Judas kembali membuat keheningan.


"Kau bisa membawa Alice, tapi bukan sekarang, beri dia waktu beberapa hari sampai kondisinya benar-benar stabil, selama itu juga, Hilda dan aku akan menyiapkan beberapa keperluan untuknya sebelum keberangkatan kalian nanti" Viola akhirnya membuat keputusan.


“Bagaimana master, apa kau setuju?” Tanya Viola.


“Yah sejauh ini hanya itu rencana terbaik yang bisa kita lakukan, jadi aku setuju” Jawab master Reynard tegas.


"Baiklah!" Judas mengangguk.


Beberapa saat kemudian, Master Fariz dan Cecilia memutuskan untuk keluar dari ruang perawatan itu. Saat diluar Cecilia nampak berbincang dengan master Fariz sembari berjalan menjauh dari ruangan tadi.


"Apa menurutmu keputusan Viola sudah benar?" Cecilia bertanya ke Master Fariz


"Tenang saja, kita tidak bisa meremehkan insting Viola, setiap keputusan yang ia ambil pasti diakhiri dengan keberhasilan" Jawab master Fariz yakin.

__ADS_1


"Aku harap juga begitu" Cecilia hanya bisa setuju


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan misi mu istriku, apa terjadi sesuatu, lalu dimana Susan sekarang?" Master Fariz mencoba mencairkan suasana tegang itu.


"Misi telah kami selesaikan tanpa ada hambatan, kalau soal Susan, sepertinya anak itu sekarang sedang berada di pemakaman umum didekat rumah kita dulu" Cecilia dan master Fariz kini duduk bersebelahan di meja bar panjang di aula guild.


Kembali kedalam ruang perawatan, mereka terlihat masih sibuk berbincang mengenai penyembuhan Alice.


"Judas apa kau memiliki talent?"  Tanya Viola tanpa basa-basi.


"Iya aku punya, untuk saat ini aku memiliki talent penyembuhan dasar, dilain sisi aku juga memiliki pengetahuan dalam meracik obat herbal"


"Ah dan satu lagi, aku juga bisa memanah" Judas memberitahu kemampuannya satu persatu


"Ohhh cukup bagus, lalu, apa kau tau cara mengalirkan mana murni ke tubuh seseorang?" Tanya Viola lagi


"Aku pernah belajar teorinya tapi belum pernah mempraktekkannya secara langsung" Jawab Judas lagi


"Kalau begitu bergabunglah ke guild kami dan aku akan mengajari caranya padamu, bagaimana?" Viola mengajukan suatu penawaran menarik ke Judas.


“….” Ekspresi Judas seketika berubah.


"Ah sepertinya kau tida..." Belum sempat Viola menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Judas dengan mata berbinar mengatakan


"Mau, aku mau, suatu kehormatan untukku menjadi bagian dari guild yang telah menyelamatkan ku dan penduduk desa ku" Judas sangat senang dan bersemangat


“Fufufu, kau semangat sekali ya” Viola terkekeh


"Siap!" Judas mengikuti Rachel dari belakang.


"Nampaknya ruangan ini akan cukup sibuk nantinya" Hilda tersenyum sambil merapikan botol potion yang kosong kedalam sebuah kotak.


"Aku akan kembali ke ruang laboratorium ku untuk membuat plasma mana dengan kualitas yang lebih baik" Izin Hilda ke Viola


"Iya buatlah dalam jumlah yang banyak sebagai persediaan" Viola membantu membukakan pintu untuk Hilda. Didalam ruangan itu kini tersisa Zion yang sedang terlelap dengan posisi duduk diantara Alice dan Reynard.


10 hari berlalu. Semua masalah yang terjadi telah diselesaikan dengan baik oleh master Fariz. Pulau Xoil sekarang ditutup untuk umum dan dialih fungsikan sebagai outpost pasukan khusus pertahanan negara bernama "Templar".


Chief pulau Xoil kini telah ditetapkan sebagai buron oleh dewan pertahanan. penduduk desa yang awalnya mengungsi telah dibangunkan rumah dan di beri pekerjaan sesuai dengan skill mereka masing-masing oleh dewan perekonomian dan pembangunan berdasarkan keputusan Raja Impish.  Guild Sky Feather juga kedatangan seorang anggota baru, yaitu Judas Sergio,  mantan tabib di pulau Xoil.


Keadaan Reynard dan Alice kini telah membaik, terlebih Reynard, kakinya benar-benar pulih dan dapat bergerak bebas seperti biasanya, sedangkan Alice ia masih belum siuman, akan tetapi berkat bantuan Viola dan Hilda, kondisinya kini telah stabil dan diperbolehkan untuk dibawa ke pulau Hebrion dengan catatan khusus, sehari sekali Judas harus mengalirkan mana murni ke inti mana Alice, lalu setelah itu ia harus menyuntikkan serum plasma mana ke pembuluh darah di leher Alice. Hilda telah menyiapkan cukup banyak persediaan serum plasma mana disebuah kotak besi untuk dibawa Judas ke pulau Hebrion.


Zion, Rachel, Reynard, Judas, ditambah Master Fariz dan Hilda sekarang berada di dermaga buatan Reynard dibelakang guild. Kapal buatan Reynard dari pulau Xoil saat itu sedang menepi di pinggir dermaga. Nahkoda yang sebelumnya mengendarai kapal dari pulau Xoil, terlihat sedang menunggu di ruang kendali kapal, nama dari nahkoda kapal itu adalah Kale Sarbius, lelaki berumur 30 tahun, berambut hitam dengan mata coklatnya yang sipit.


****


 "Kau bisa membuka kotak besi ini dengan mengalirkan sedikit mana pada panel ini" Hilda menunjuk sebuah panel hitam diatas kotak itu kepada Judas.


"Apa kami bisa pergi sekarang?" Tanya Zion ketus.


"Tunggu sebentar, kemarikan cincin transmitter itu" mendengar itu Zion dan yang lain melepaskan cincin tersebut dan memberikannya ke Hilda.

__ADS_1


"Padahal cincin itu cukup berguna buat kami" Zion memandangi cincin itu penuh sesal.


"Kalian tidak membutuhkan ini lagi, aku telah membuat sesuatu yang lebih baik untuk kalian" Hilda sibuk merogoh kantungnya.


"Ini dia!" Hilda mengeluarkan 4 buah pil hitam yang dilapisi energi sihir dari dalam sebuah botol.


"Sekarang setiap seorang dari kalian ambilah 1 pil ini kemudian telan" Zion dan yang lain pun segera mengambil pil tersebut dan menelannya


"Oke tunggu 15 detik, saat sudah, coba katakan view" Lanjutnya lagi, mendengar itu Zion dan yang lain serentak mengatakan View.


Mereka kaget saat melihat jendela status berwarna emas semi-transparant muncul dihadapan mereka dan memperlihatkan personal status mereka, mulai dari nama, rank, level, jumlah hp, mana, jenis talent dan beberapa status dasar lainnya.


"Kalian bisa mengatur besar kecil dan tata letak jendela status yang kalian lihat didepan kalian sekarang dengan bantuan pikiran kalian, selain itu dengan mengucapkan identification kalian juga dapat mengetahui spesifikasi suatu item, level dungeon, lalu jenis dan tingkat kekuatan monster"


"Aku telah mengupgrade sistem panggilan sos, kini saat kalian merasa dalam bahaya dan butuh pertolongan, maka sistem akan secara otomatis mengirimkan sinyal peringatan beserta lokasi teman yang dalam bahaya di jendela notifikasi kalian masing-masing, sekarang radiusnya telah kutambahkan menjadi 200 km"


"Oiya, efeknya akan terus ada selama kalian mempunyai mana yang cukup, saat mana kalian habis maka efeknya akan terhenti sementara, lalu saat mana kalian terisi kembali kalian bisa menggunakannya lagi, kalau kalian bingung kalian bisa meminta petunjuk dengan menekan tombol ikon [?] Di kiri pojok atas dengan bantuan pikiran kalian" Kini penjelasan panjang lebar dari Hilda itu telah terhenti.


“Ah iya bawa 1 pil ini lagi untuk Alice saat ia sudah siuman nanti” Hilda kembali memberikan sebuah pil dari dalam botol ke Judas.


“Baik!” Angguk Judas.


"Baiklah, kalian sekarang boleh pergi" Master Fariz mengizinkan mereka untuk berangkat. Mereka kecuali Rachel kemudian berjalan menaiki kapal.


"Ayah, mama dimana?" Rachel bertanya ke master Fariz dan memperhatikan sekelilingnya.


"Ah, mama mu sedang berada dirumah kita yang lama bersama Susan" Jawaban dari Fariz itu membuat Rachel sedih, ia kini hanya bisa menunduk. Melihatnya seperti itu Master Fariz segera mendekap Rachel dan mengatakan.


"Tabah lah anakku aku yakin suatu saat kalian bisa bersama seperti dulu lagi, sekarang fokuskan dirimu untuk kesembuhan Alice, dia juga seperti adikmu sendiri kan?" Master Fariz kemudian melepaskan pelukannya dan menepuk perlahan kepala Rachel.


"Baik ayah terimakasih!" Rachel mengusap air matanya dan tersenyum. Lalu ia segera menaiki kapal tersebut untuk menyusul teman-temannya.


Akhirnya kapal itupun berlayar dan perlahan menjauh dari pesisir. Zion dan yang lain melambaikan tangannya ke Hilda dan Master Fariz. Dari kejauhan mereka melihat Viola berlari dengan tersengal-sengal ke arah dermaga, ia lalu berteriak.


"Pulanglah dengan selamat, aku sudah lelah mengobati kalian terus-terusan!" Ucapnya bercanda sembari tersenyum. Yang lain hanya bisa tertawa dan terus melambaikan tangannya. Kapal itupun terlihat semakin menjauh dan menjauh.



[Biodata karakter]


Nama: Judas Sergio


Umur: 16 Tahun


Tanggal lahir: 02 Juli


Zodiac: Cancer


Tinggi badan: 176


Berat badan: 63

__ADS_1


Hobi: Meracik obat


__ADS_2