Legendaria

Legendaria
Chapter 9 - Runaway


__ADS_3

“!?” Rachel dengan cepat melapisi pundaknya itu dengan es.


*Ctass..!!


Tombak itu pecah berkeping-keping saat menyentuh lapisan kulit es Rachel.


“Aku tidak tau kau bisa menggunakan cara curang seperti itu!” Rachel melompat kedahan lain untuk membuat jarak dari sang Chief


“Curang?” Chief kembali muncul dibelakang Rachel, ia mencoba menghantam Rachel dengan tongkatnya.


“Itu takkan berhasil” Rachel kembali melapisi tubuhnya dengan es.


“Benarkah?” Tiba-tiba puluhan portal kecil muncul di sekitar Rachel dan dari dalamnya muncul tongkat milik chief tadi yang menghantam Rachel dari segala arah.


“Kyaa!” Rachel berteriak kesakitan.


“Rachel!” Zion dengan sayapnya melesat kearah Rachel dan mencoba menendang chief dari belakang.


“Jangan!” Teriakan Rachel tak sempat menghentikan Zion karena lagi-lagi Chief menciptakan portal dibelakang tubuhnya dan membuat portal lainnya di sebelah kiri Zion sehingga tendangan Zion tadi mengenai pipi kirinya sendiri. Zion terhempas ketanah ditengah-tengah kerumunan para undead.


“Zion!” Teriak Rachel.


“Kurang ajar!” Rachel bersiap melakukan sesuatu.


“Element Change, thunder!” Rachel kembali melesat kearah chief


“Thunder Stab!” Rachel mencoba menusuk chief dengan tangannya yang telah dilapisi energi listrik.


“Aku suka sikap percaya dirimu itu!” Chief kembali memunculkan portal dan membuat tangan Rachel masuk kedalamnya, lalu seperti biasa portal lainnya muncul dibelakang kepala Rachel dan mengeluarkan tangan Rachel tadi dari dalamnya.


“Ini akhir bagimu!” Ucap Chief dengan senyuman penuh kelicikan.


“...” Rachel didetik-detik terakhir berhasil menghindari tangannya, ia juga memperpanjang energi listrik di ujung jari tangannya seperti sebuah pedang yang mengarah langsung ke Chief.


“Hmmm” Chief berhasil menggelak.


“Heat snipe!” Zion yang ternyata berhasil lepas dari kepungan undead sebelumnya, menembakkan sebuah peluru cahaya yang sangat panas dari ujung  jari tangan kirinya kearah chief.


“!?” Chief tidak bisa bereaksi dengan serangan mendadak Zion itu.


“Agghh!” Sebagian dari telinga kirinya hancur.


“Dia berhasil menghindari kecepatan serangan Zion itu?!” Rachel terbelalak.


Kembali kesisi Reynard. Cyclop itu nampak unggul sekarang, ia dengan membabi buta menyerang Reynard tanpa ampun.


"Mati kau manusia brengsek!" Cyclop itu tak henti-hentinya menginjak-injak tubuh Reynard, cukup puas menginjak Reynard, akhirnya ia tersadar bahwa tubuh yang ia injak itu berubah menjadi sepotong kayu.

__ADS_1


“Apa sekarang kau sudah merasa bodoh?” Reynard dengan baju robek dan luka akibat serangan cyclop tadi kini berdiri diatas balok dibelakang Cyclop tersebut.


"Apa!?" Cyclop itu kehabisan kata-kata. Cyclop itu kemudian mengayunkan tangannya kearah Reynard, namun berhasil dihindari Reynard sehingga ia hanya menghantam balok Reynard saja.


“Fores!”


“Ughh!” Belum sempat merapal mantranya tiba-tiba Reynard merasakan sakit yang luar biasa dari kaki kanannya. Serangan Cyclops sebelumnya ternyata tak benar-benar bisa ia hindari, beberapa detik sebelum ia menukar tubuhnya dengan sebuah batang kayu, kakinya sudah terlebih dahulu terinjak oleh sang Cyclops hingga remuk.


“Gigantia tackle!” Cyclops itu melesat dengan cepat kearah Reynard.


*Bumm..!!!


Reynard terpental hingga menghantam pinggiran dinding kawah.


“Boah!” Darah segar bercampur air bermuncratan dari mulut dan hidung Reynard.


“Hahahaha!” Cyclop itu tertawa kegirangan. Ia kemudian kembali mengambil palunya dan melesat kearah Reynard.


“Aku sungguh tak sabar melihat organ-organmu akan bermuncratan keluar, hahahaha!” Cyclop menggangkat palunya keatas dan menghantamkannya ke tubuh Reynard.


*Blaarr...!!


Sebagian dinding kawah itu runtuh akibat serangan Cyclop tadi.


“Log puppet” Reynard kini berada dibelakang tubuh sang Cyclop berdiri dengan kaki kirinya diatas sebuah balok. Sesaat sebelum tubuhnya terkena pukulan palu itu, Reynard sudah lebih dulu menukar tubuhnya dengan batang kayu.


“F-forest prison” Sembari menahan sakit Reynard memunculkan pepohonan raksasa beserta akar besar dari dalam tanah yang mengikat Cyclop hingga ia benar-benar tak bisa bergerak.


“1 Billion thorn” tanpa henti Reynard merapalkan mantranya, dari atas langit jutaan duri tajam menghujani sang Cyclops, Cyclop itu berteriak kesakitan.


“Bloom!” duri-duri tadi kemudian bermekaran membentuk rangkaian berbagai jenis bunga.


“Tolong hentikan ini manusia” Cyclop itu meminta belas kasih, tubuhnya terluka parah dan terus-terusan mengeluarkan darah bewarna hitam. Sekarang terlihat jelas cyclop itu terkurung di dalam hamparan hutan ber-akar raksasa yang disekelilingnya terdapat berbagai jenis bunga bermekaran dengan indahnya.


“….” Reynard tak mengubris perkataan sang Cylops


“Wraith of Nature!” Reynard menjentikkan jarinya


*Duarrr...!!!


Seketika hamparan hutan beserta isinya meledak dan menghancurkan sang Cyclop berkeping-keping. Ledakan itu menciptakan getaran dahsyat yang terasa keseluruh pulau.


“Reynard?”  Rachel dan Zion yang berada disisi timur menoleh kearah desa.


“Kau arahkan kemana pandanganmu itu!” Chief mengayunkan tongkatnya kearah Rachel, namun berhasil dihindari Rachel.


“Starlight blade!” Zion dengan bantuan sayapnya melesat kearah chief dan menebaskan sebuah pedang cahaya yang terbentuk disepanjang lengannya.

__ADS_1


“…” Chief melompat menghindari serangan itu.


“Kau terlalu fokus denganku sampai-sampai lupa dengan undead-undead dibawah sana!” jari Chief menunjuk kearah para undead yang mengepung para penduduk.


“Sial!” Zion dengan cepat kembali melesat kearah para undead itu dan memenggal kepala mereka dengan pedang cahaya nya.


“Thunder step!” Rachel melesat kearah Chief.


“Element change, Fire!” Rachel mengubah Elementnya menjadi element api.


“Fire breath!” Rachel meniupkan api dari mulutnya kearah Chief.


“....” Chief masuk kedalam sebuah portal disampingnya dan muncul dari atas Rachel.


“Titan step!” Ia menciptakan sebuah portal berukuran sedang dan mengeluarkan sebuah kaki besar dari dalamnya, kaki itu dengan cepat menginjak Rachel dan merobohkan beberapa pohon disekitarnya.


“arghhhh!” Rachel mendorong kembali kaki itu dengan bantuan kedua tanganya. ia berhasil mengubah elementnya menjadi element batu sebelum kaki besar itu menginjaknya.


“Sekarang aku mengerti kenapa mereka sangat menginginkan mu” Ucapan Chief membuat Rachel bingung


“Apa maksudmu?” Rachel mengubah kembali elementnya menjadi element petir dan menerjang Chief.


“Tanpa basa-basi ya?” Chief menangkap tangan Rachel kemudian ia lempar tubuhnya ke sebuah pohon.


“Ughh!” Tubuh Rachel terhantam batang pohon itu, kini ia tersungkur dengan posisi duduk menempel pada pohon.


“Abysall Chain...” portal-portal kecil bermunculan disekitar Rachel dan mengeluarkan rantai dari dalamnya, Tubuh Rachel dan pohon sandarannya itu seketika terikat oleh rantai itu.


“S-sial!” keringat dingin mengalir dari dahi Rachel.


“Karena aku sudah bosan, maka akan kuakhiri ini disini” Telapak tangan chief mengeluarkan cahaya merah yang membentuk sebuah lambang pentagram. Perlahan ia berjalan kearah Rachel.


“Hentikan!” Teriak Zion kearah chief dari kejauhan yang nampak sedang kewalahan menghadapi undead yang tak ada habisnya dihadapannya.


“Sebelum itu, aku akan memberitahu mu suatu hal sebagai hadiah...” Chief kini berada tepat dihadapan Rachel


“shhh shhh shh” Sang Chief membisikkan sesuatu ketelinga Rachel.


“!!?” Tiba-tiba nafas Rachel mengebu-gebu, jantungnya berdetak dengan sangat kencang, dengan sangat nyaring ia berteriak


“Second Phase!” Aura pekat putih kehitaman disertai dengan gemuruh angin dan menggelapnya langit membuat Chief perlahan mundur ketakutan. Aura pekat itu juga membuat pohon dan rantai yang mengikat Rachel hancur berkeping-keping.


“I-ini berbahaya aku harus pergi sekarang!” Chief dengan cepat menciptakan portal dan segera kabur kedalamnya. Zion yang melihat kesempatan itu segera terbang keatas langit.


“Sun guttling gun!” Zion dengan cepat membunuh para undead yang tersisa dengan kekuatannya itu.


“Stor...” Belum sempat menyelesaikan perkataanya tiba-tiba Zion muncul dihadapan Rachel dan memeluknya.

__ADS_1


“Rachel... Hentikan dia sudah pergi...” Zion mencoba menenangkan Rachel.


“....” Perlahan angin dan langit kembali seperti sedia kala. Air mata Rachel tak terbendung lagi, ia menangis dipelukan Zion.


__ADS_2