
Setelah pertarungan itu selesai, Reynard meminta para penduduk untuk pergi ke area selatan untuk mengevakuasi diri. Saat tengah membantu para penduduk menyiapkan segala keperluan mereka, tiba-tiba suara ledakan terdengar begitu keras dari arah desa.
“Ledakan apa itu barusan?!” penduduk desa tertegun.
“Alice?!” Reynard dengan wajah penuh cemas membentuk balok melengkung dibawah kakinya, ia bermaksud mengendalikan balok kayunya itu untuk bergerak lebih cepat ke arah desa, belum sempat ia pergi, seorang wanita dan gadis kecil yang sebelumnya ia tolong mendatanginya.
“Tunggu nak, bawa ini, kedua benda ini mungkin bisa membantumu nanti” Seorang wanita dan anak gadis disampingnya memberikan gelang dan cincin yang memancarkan aura berkilauan.
"Ini artifak kan?!" Kata Reynard dalam hati
“B-bibi yakin?” Reynard sungkan
“Sangat yakin” Raut wajah wanita itu sangat yakin.
“Maaf aku tidak bisa menerimanya, kedua benda ini pasti sangatlah berharga untuk bibi” Reynard menolak sebisa mungkin.
“Nak, dengarkan, benda ini memang berharga untukku, terlebih lagi benda ini merupakan warisan bagi keluargaku, tetapi aku sudah sangat yakin untuk memberikan kedua benda ini padamu” wanita itu meraih kedua tangan Reynard
“Ini akan lebih membantu kau yang seorang hunter dibandingkan aku yang orang biasa seperti ini” Wanita itu menaruh kedua artifak itu digenggaman Reynard.
“Harta paling berharga untukku sekarang adalah anakku ini, tidak ada yang bisa mengantikan Alicia dari siapapun” Ia mendekap Alicia dengan hangat
“Alicia?” Nama itu membuat Reynard kembali mengingat Alice.
“Terimakasih karena telah menyelamatkannya tadi, anggap saja kedua benda yang kuberikan tadi adalah hadiah karena telah menyelamatkan harta paling berhargaku” Air mata dengan derasnya mengalir dari kedua mata wanita itu.
“Baik bi, terimakasih” Reynard tersenyum kemudian menepuk kepala gadis kecil yang tengah dipeluk oleh wanita itu
"Kalau begitu aku pergi dulu, seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, kalian semua pergilah ke dermaga di selatan, setelah misi ini selesai kalian akan kubawa menuju balai penampungan Arcantis, pulau ini terlalu berbahaya untuk ditinggali sekarang" Kemudian Reynard pun pergi melesat dengan bantuan balok kayunya yang bergerak memanjang kearah desa.
“Tuan... Maksudku Reynard.. berhati-hatilah!” Para penduduk dengan kompak menyoraki Reynard
“T-terimakasih kak Reynard!” Alicia berteriak, Reynard yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah mereka.
Beberapa menit kemudian, Reynard kini sudah hampir sampai menuju desa.
“Skill ini menguras banyak mana, kecepatannya juga tidak bisa disandingkan dengan kecepatan element lain seperti petir dan cahaya” Eluh Reynard. Tetapi ia tidak menyerah, ia sebisa mungkin menambah kecepatannya itu untuk menuju ke desa.
Kembali ke masa kini.
“Maafkan aku, aku terlalu lamban” Reynard menangis sambil menunduk
“Tidak, aku yakin kita bisa menolong Alice” Ucap Zion dengan penuh keyakinan.
“Kau bilang kau membawa 2 artifak kan, siapa tau salah satu artifak itu adalah artifak penyembuhan, coba sekarang kau identifikasi artifak itu dengan menggunakan cincin dari kakek” pinta Zion kepada Reynard
“??” Reynard dan Rachel terlihat bingung
“Nampaknya kakek lupa memberitahu fitur lain dari cincin ini, aku secara tidak sengaja mengaktifkan fitur itu saat mendapatkan item dropku, sayap yang kalian liat sekarang ini adalah efek spesial dari item yang kudapatkan” Jelas Zion
“Coba sekarang pegang artifak yang kamu dapatkan tadi kemudian katakan identification” Reynard yang mendengar itu kemudian segera memeriksa 2 artifak dari kantungnya dan segera membaca dengan rinci spesifikasi artifak tersebut dari jendela notifikasi pada cincinnya.
[Eye of agnus ring]
Type: Accessories Artifact
__ADS_1
Tingkatan: Legend
Mana: +1000
Mana regen: 85% per minute
Int: +5000
Def: +1500
Str: +2000
Dex: +950
Agi: +500
Lck: +1250
Efek spesial: Menaikan kekuatan penggunanya agar lebih tinggi berdasarkan musuh yang dilawannya
Ketentuan: maximal musuh berlevel S, jika digunakan untuk melawan yang lebih tinggi maka pengguna akan terkena efek debuff dan curse.
Efek khusus: Setiap serangan sihir dapat menghasilkan ledakan yang kuat. Waktu dan kekuatan ledakan dapat di kontrol oleh sang pengguna.
Side effect:
-item ini hanya bisa digunakan sekali, saat musuh telah dikalahkan maka secara otomatis cincin ini akan dihancurkan
-Sesaat setelah cincin dihancurkan efek khusus pada artifak akan menjadi skill passive permanen
Tipe: Accessories Artifact
Tingkatan: Legend
Mana: +550
Mana regen: 20% per menit
Int: +200
Dex: +150
Agi: +120
Lck: +25
Efek spesial: memberi shield sphere di sekitar tubuh pengguna yang mampu memantulkan serangan projektil fisik maupun magic dan mereduksi kerusakan serangan langsung fisik atau magic sebesar 55%
Ketentuan: Dapat diaktifkan saat Hp berada dibawah 40% dan bertahan selama 25 menit
Cooldown: 18 jam
Efek khusus:
-Menghapus segala jenis efek debuff maupun curse dan memantulkannya kembali ke musuh.
__ADS_1
-Debuff atau curse yang berasal dari suatu benda akan ternetralkan.
Side effect:
-Setelah dipakai item ini hanya akan memberikan efek buff kepada orang yang pertama kali menggunakannya, jika digunakan oleh orang lain maka orang tersebut akan terkena efek paralyzed hingga ajal menjemputnya.
“Tidak ada gunanya, artifak-artifak ini bukanlah artifak penyembuhan” Reynard terlihat benar-benar putus asa
“Akan kucoba item yang kudapat!” Rachel mengidentifikasi item yang ia dapatkan sebelumnya.
[Ring of mermaid tears]
Tipe: Accessories
Tingkatan: Rare
Mana: +2
Efek spesial: Menyembuhkan segala jenis luka ringan dan meredakan segala jenis luka berat
Ketentuan: Efek hanya bisa digunakan sekali
Efek khusus: meregenerasi hp secara perlahan sebesar 1% setiap 6 menit selama 3 jam
Side effect:
-setelah 3 jam terpakai item ini akan segera rusak
“Item ini mungkin akan membantu” Rachel memasangkan cincin tersebut ke jari manis Alice. Perlahan luka ditubuh Alice mulai menghilang.
“Setidaknya item ini akan cukup membuatnya bertahan selama perjalanan pulang” Zion agak sedikit lega
“Kalian apakan desaku?!” Dari kejauhan tampak seorang pria tua bertubuh pendek dengan memakai sebuah tongkat meneriaki mereka.
"Suara ini!" Reynard dan Rachel menoleh kearah sumber suara.
“Chief!?” Sambung Zion.
“Kalian anak-anak biadab akan menerima ganjarannya!” Ancam Chief.
“Dimension Crack, summon Cyclops knight!” Pria tua itu mengangkat tongkatnya keatas langit. Di langit muncul awan hitam pekat berputar membentuk sebuah lubang hitam, dari dalam lubang tersebut munculah monster besar bermata 1, dengan tinggi 15 meter terjun dan mendarat di hadapan Zion dan yang lain. Cyclops itu memakai zirah besi dan palu gada besar ditangannya.
“Rasakan kemurkaan monster berlevel A ini!” Chief kemudian memunculkan portal kecil dan masuk kedalamnya. Portal itu kemudian mengecil dan menghilang sesaat setelah chief memasukinya.
"Jadi benar bajing4n tua itu penyebab kekacuan di pulau ini?!" Zion nampak sangat geram.
“Kalian pergilah ke utara, aku khawatir si tua bangka sialan itu akan kembali menyerang para penduduk yang sedang pergi kearah selatan. Setelah ini selesai aku akan menyusul kalian" Reynard telah memakai eye of agnus ring, kini semua status kekuatannya telah naik sementara.
“Apa kau yakin, kau sudah taukan kekuatan monster level A itu setara dengan 2 hunter kelas S?” Rachel sedikit tidak yakin.
“Aku cukup percaya diri setelah memakai artifak ini” Reynard memperlihatkan cincin artifak yang sekarang telah ia pakai di jari manis sebelah kirinya
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, aku percayakan monster itu padamu, Zion ayo kita pergi!” Rachel melesat dengan kekuatan listriknya kearah utara diikuti oleh Zion yang terbang sembari mengendong Alice.
“Sekarang tinggal kau dan aku” Tegas Reynard ke cyclop itu