
Beberapa hari kemudian, keadaan kembali seperti biasa. Janu telah diserahkan ke penjara hunter kriminal untuk diberi hukuman.
Aduan master Fariz akan tingkatan misi yang tak sesuai telah dievaluasi ulang, misi yang sebelumnya berlevel 1 (One) telah diganti oleh administrator menjadi level 3 (Three).
Zion dan yang lain kemudian juga menerima kompensasi yang sesuai dari penyelesaian misi tersebut. Di aula guild, tim Zion, Reynard, Rachel dan Alice nampak bersantai karena baru menyelesaikan sebuah misi kecil bertingkat 0 (Zero).
Didalam guild terlihat cukup banyak orang yang juga sedang bersantai, ada yang sedang makan, ada yang menjahit, ada yang terlihat sedang berlatih, beberapa juga ada yang mengobrol dan bercanda ria dengan kawannya.
“Hei Zion, ayo sparring dengan ku!” Seseorang dari ruang khusus latihan meneriaki Zion.
“Ayo!” Zion berdiri dari tempat duduknya dan berlari dengan semangat kearahnya.
“Sudah lama aku tidak melihatnya melakukan sparring” Rachel tersenyum melihat Zion.
“Anak itu terkadang memang malas” Reynard hanya menggeleng pelan.
“Semangat kak!!” Riuh Alice sambil menempelkan kedua tangannya didepan mulutnya. Melihat itu Zion tersenyum lalu mendadahi Alice
“Sudah lama ya Zion kau tidak Sparring” Ucap seorang wanita berambut pendek berwarna ungu dengan memakai baju lab dan kacamata bulat besar. Ia sedang duduk sambil mengatur sebuah panel sihir semi transparan di hadapannya.
Wanita itu adalah Hilda, seorang genius ahli alkimia dan mekanikal yang berhasil menciptakan ruang pelatihan khusus, dimana ruangan tersebut dibatasi oleh barrier berbentuk kotak agar seseorang dapat berlatih didalamnya tanpa menimbulkan kerusakan atau membahayakan orang yang ada diluar ruang pelatihan tersebut.
“Hahaha aku cukup sibuk akhir-akhir ini Hilda” Zion menggaruk-garuk kepalanya
“Begitukah, yasudah kalau begitu bersiaplah didepan sana” Hilda mengarahkan Zion kearah ruang pelatihan yang didalamnya sudah ada seseorang yang menunggunya.
“Oke silahkan masuk” Hilda mengutak-atik panel didepannya dan membuka pintu barrier tersebut
“Sparring dimulai dalam, 3...2...1...”
*Tingggg...!
“Apa kau siap kalah hari ini?” Seorang pria yang sebelumnya meneriaki Zion kini telah berdiri didepannya. Pria itu bernama Ken, rambutnya botak, badannya besar berotot. Dia bertelanjang dada dan hanya memakai celana boxer berwarna biru putih, lalu dia juga memakai sarung tangan besi sebagai senjatanya.
“Hoamzz...” Zion memprovokasi
“Sialan!” Ken berlari dan mencoba memukul bagian atas kepala Zion dengan kepalan tangannya. Zion mengerakkan badannya sedikit kekanan dan menghindari pukulan Ken, suara dentuman cukup keras dihasilkan dari pukulan Ken yang meleset dan mengenai lantai, sedikit retakan terbentuk dilantai tersebut.
“Wih keren” Zion kembali mengejek Ken.
“Grrrr!” Ken nampak sangat kesal dan menyerang Zion bertubi-tubi dengan tinjunya, tetapi Zion dapat menghindari semua serangan itu dengan mudahnya.
“Blinding light” Zion menepuk kedua tangannya dan menciptakan cahaya putih menyilaukan. Ken dengan cepat menutup kedua matanya. Dari belakang Ken, Zion dengan kakinya yang telah dilapisi oleh cahaya putih menendang punggung Ken hingga ia terpental.
“Hebat seperti biasanya!” Ken kembali mengatur posisi. Melihat itu Zion dengan cepat melesat kearah Ken dan mencoba memukul wajahnya, akan tetapi dengan cepat Ken menangkap tangan Zion dan membantingnya kelantai, Ia kemudian mengunci tangan Zion dibantu dengan kedua kakinya.
Zion terlihat cukup kesakitan namun dia tak menyerah, dengan tangan kirinya ia menciptakan 2 bola cahaya yang melesat menghantam wajah Ken hingga tanpa sadar ia telah melonggarkan kuncian ditangan Zion.
Zion kini kembali berdiri dan bersiaga. Ken tak tinggal diam, ia melesat kearah Zion dan memukulinya dengan serangan bertubi-tubi, kemudian ia akhiri serangan tersebut dengan tendangan keras ke perut Zion hingga ia terpental menabrak dinding barrier.
“Kakak...” Alice nampak khawatir.
__ADS_1
“Tenang, dia sedang menghemat mana nya, kamu tau kan mana merupakan hal yang penting bagi seorang hunter, meregenerasi mana juga butuh waktu, karena kita hunter dengan tipe magic, maka kita membutuhkan lebih banyak mana dibandingkan seorang petarung yang tidak begitu bergantung kepada mananya” Jelas Reynard sambil mengelus kepala Alice.
“Hanya segini?” Ken membalas memprovokasi Zion.
“Hehe” Zion kembali berdiri.
“Sun guttling gun!” Zion membuka kesepuluh jari-jemarinya dan menembakkan rentetan cahaya dari ujung jari jemarinya.
“Cihh!” Ken mencoba menahan serangan itu dengan otot-ototnya.
“Masih belum!” Zion bersiap untuk melakukan serangan lanjutan.
“Light trap!” Zion membuka kelima jari tangan kanannya kemudian ia kepalkan dengan cepat. Laser-laser putih bermunculan dan menusuk Ken dari berbagai arah.
“Roahh!” Ken melepaskan energi disekitar tubuhnya, energi itu membuatnya berhasil terlepas dari laser-laser Zion.
“Atlas smash!” Ken melompat keatas, saat diatas ia menyatukan kedua tangannya dan terjun menghantam Zion.
“Flash step!” Zion bergerak dengan cepat menghindari serangan itu.
*Bumm..!!!
Dentuman keras tercipta dari serangan Ken itu, setengah bagian lantai dari area latihan hancur berkeping-keping.
“Blinding Light!” Zion menepuk kedua tangannya, dan menciptakan cahaya putih yang menyilaukan disekitarnya.
“Kau pikir aku akan terkena serangan yang sama untuk kedua kalinya?” Ken menerjang Zion dari depan.
“......” Zion menghindari serangan itu dan balik menyentuh pundak kiri Ken. Ken dengan cepat memutar tubuh dan melayangkan pukulan dengan punggung tangan kanannya.
Zion menunduk kemudian melakukan roll depan.
“Hehe, kena kau!” Zion menyeringai.
“A-apa!” Sebuah mark putih berbentuk matahari muncul di pundak Ken yang sebelumnya Zion pegang.
“Burning Sun!” Diatas kepala Ken terbentuk sebuah lingkaran besar putih kekuningan.
*Syinkkk......!!!
Kemudian dari dalam lingkaran tersebut muncul sinar kuning yang membakar Ken dan menciptakan bekas hitam berbentuk lingkaran dilantai sekelilingnya.
“Ken kalah!” Notifikasi muncul di dinding barrier. Semua orang didalam ruangan itu nampak riuh bertepuk tangan. Tak terkecuali Alice yang terlihat sangat senang melihat kakaknya berhasil menang.
“Dia makin berkembang” Rachel dan Reynard tersenyum bangga.
Setelah itu barrier pun terbuka, semua luka dan kerusakan area akibat pertarungan didalam barrier, secara otomatis disembuhkan dan diperbaiki oleh bantuan sistem yang dibuat oleh Hilda.
“Sistem yang kau buat makin hebat saja Hilda” Puji Zion.
“Ahh kau bisa saja” Hilda nampak malu.
__ADS_1
“Pertarungan yang keren kawan” Zion menjulurkan tangannya ke Ken.
“Kau memang selalu hebat, aku harus terus berlatih agar bisa menjadi lebih kuat” Ujar Ken sembari berdiri dengan bantuan tangan Zion.
“Kau itu juga sangat mudah terprovokasi tau!” Zion memukul pundak Ken.
“Hahahaha!” Ken tertawa lepas.
“Hmmm menarik” Seseorang menyeringai dari balik bayangan dibalik pilar penopang guild. Beberapa detik setelahnya ia menghilang bersama bayangan tersebut.
Hari itu semua anggota guild nampak bahagia dan bersorak-sorai untuk Zion.
Keesokan harinya, Zion bersaudara dan Rachel dipanggil keruangan master untuk diberikan sebuah misi. Mereka kini berada di sebuah balkon tempat dimana biasanya master bersantai sambil memandangi pemandangan pantai dibelakang guild.
“Hari ini kalian akan kutugaskan untuk menyelidiki dan menangkap pelaku dibalik hilangnya penduduk di pulau Xoil” Ucap master Fariz sembari memandangi pantai yang saat itu begitu ramai, terlihat beberapa anggota guild juga ada disana.
“Pulau Xoil, itu pulau yang ada di selatan kan?” Tanya Reynard.
“Benar, misi kali ini berlevel 4, oleh karena itu aku berharap kalian lebih berhati-hati saat disana” Jelas master Fariz begitu tegas.
“Baik!” Semua mengangguk setuju.
“Baiklah kalau begitu bawalah ini untuk berjaga-jaga, aku telah menyuruh Hilda untuk membuatkan ini” Master Fariz mengeluarkan 4 buah cincin kristal putih berbentuk kotak.
“Ini adalah transmiter sos, cincin ini berguna untuk mengirim sinyal sos ke pemegang cincin lain dengan jarak radius maximal 100 km, benda ini akan cukup berguna untuk kalian berempat di pulau itu nanti”
“Oiya 1 cincin ini hanya bisa mengirim sinyal SOS sekali, jadi tolong digunakan saat kalian benar-benar terdesak, jika ingin menggunakannya kalian cukup alirkan sedikit mana kalian ke cincin ini, maka cincin ini akan otomatis mengirim sinyal ke cincin yang lain, kemudian aliran mana orang tersebut akan merangsang otak kalian untuk memberi tahu pemilik cincin yang mana yang sedang dalam bahaya” Master kemudian memberikan 4 cincin itu ke mereka berempat.
“Baiklah kalau begitu, berangkatlah kalian dan berhati-hatilah!”
“Instant transportasia!” Master mengetuk tongkatnya ketanah dan menciptakan lingkaran sihir yang memindahkan Zion dan yang lain ke sebuah dermaga di selatan kota Arcantis.
“Ah aku lupa mengatakan kalau fungsi lain cincin itu bisa untuk mengidentifikasi item drop”
“Ah biarkanlah, paling juga mereka akan mengetahuinya sendiri” Master Fariz kembali melihat kearah pantai, matanya tertuju kepada wanita-wanita memakai bikini yang sedang asik bermain volly.
“Hehehe” Master Fariz tersenyum.
[Biodata karakter]
Nama: Zion Alvazio
Umur: 19 Tahun
Tanggal lahir: 10 Agustus
Zodiac: Leo
Tinggi badan: 182
__ADS_1
Berat badan: 65
Hobi: Berkelahi