LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU

LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU
BAB.10 HAL TERLARANG


__ADS_3

( Langit Jakarta malam ini mendung sepertinya akan turun hujan lebat ).


"Rio, balik yuk sebentar lagi kayaknya akan turun hujan lebat"


" Iya nih aku panggil anak2 dulu"


( Aku menunggu mereka , masih di tempat duduk saat awal aku datang. sepuluh menit kemudian mereka semua sudah datang dan kami langsung menuju parkiran ).


Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam, entah mengapa dengan perasaanku saat ini, antara bahagia juga malu atas kejadian tadi.


" Rin, kamu kok kebanyakan diam nggak se-ceria tadi pagi saat pertama kamu datang?


" Ya..aku gak kenapa kenapa cuma kayaknya sedikit kelelahan, sambil memegang leherku yang sebenarnya gak sakit sama sekali.


" Ya udah kamu istirahat aja dlu, nanti aku bangunin kalo udah sampai, mana hujan lebat lagi".


( Akupun tertidur, empat puluh menit kemudian kami sudah sampai di parkiran penginapan )


" Bangun rin...bangun, kita udah sampai atau kamu ku gendong aja sampai kedalam?


" Eh...nggak usah malu sama yang lain,aku bisa jalan sendiri"


" Rin, aku numpang berteduh hingga hujan redah ya baru aku balik ke mess, boleh gak?


" Ya..boleh ".


( Aku langsung melangkahkan kakiku menuju ke kamarku dan Rio mengikutiku dari belakang untuk masuk juga ).


#POV AUTHOR


"Aku" yang di maksud dari awal cerita itu tokoh perempuan Rinjani, biar kalian nggak bingung bacanya, hehhe....


Lanjut ya...


( Aku langsung duduk di kursi tepat di samping tempat tidur, aku berencana untuk menghisap rokok satu batang dulu lalu beranjak untuk istirahat karena besok akan berangkat pagi hari menuju kaki gunung Gede Pangrango lewat jalur Ciboas )


" Rio, setelah rokok ku habis aku akan istirahat duluan ya, kamu kalo masih nunggu hujan redah nggak papa"


" Iya sayang, kamu istirahat aja. kamu kayaknya kelelahan dan kurang istirahat.


Akhirnya aku naik ke atas tempat tidur tapi tidak lama kemudian kulihat Rio pun ikutan naik ke atas tempat tidur tapi aku berusaha untuk tetap tenang, lagian aku posisinya mengarah ke tembok dan aku pura pura cuek.


" Rin, kamu udah tidur ya?


" Hmmm....

__ADS_1


" Aku mau peluk kamu boleh?


" Janganlah, aku cepat cepat menoleh ke arah Rio.


" Kamu emang nggak kangen sama aku ya? kita hampir dua bulan pacaran jarak jauh tapi kamu responnya biasa biasa aja.


" Aku memangnya harus gimana sayang? kataku melembutkan suaraku.


" Kamu menoleh kesini donk, masa' aku lagi ngomong tapi di belakangin.


( Aku langsung berbalik dan saling tatap sekitar sepuluh sentimeter jarak wajahku ke wajahnya ).


Tiba tiba Rio langsung memelukku dan mencium keningku, mencium pipi juga bibirku ( Aku hanya diam dan pasrah )


" Rin, aku sangat merindukanmu, meski kita lama berhubungan jarak jauh tapi sayang aku ke kamu itu nggak pernah pudar sedikitpun, bahkan kakak seniorku disini seringkali menjodohkanku dengan cewek cewek disini tapi aku selalu menolak karena aku mau serius sama kamu" kata Rio dengan tampang serius dan aku percaya dia tulus mengakuinya dari hati.


" Iya sayang aku percaya kamu kok, aku juga serius sama kamu.


" Kalo kamu serius pelukin aku donk bentar aja"


( Aku begitu kaku tapi tetap kulakukan untuk memeluknya agar dia nggak berfikiran yang nggak nggak lagi padaku )


" Udah kan? kataku.


" Sini sayang dekat dekat aku, malam ini aku rasanya nggak mau jauh jauh dari kamu, katanya manja.


" Rio kenapa lampunya di matikan? gelap tau.


" Ya..nggak papa sayang supaya romantis".


" Sayang, kalo aku minta satu hal dengan kamu, kira kira kamu mau nggak?


" Permintaan apa?


" Aku malam ini nginap disini boleh?


" Boleh, gabung sama anak anak aja di sebelah ya, kamar cowok di sebelah.


" Aku maunya disini sayang nemenin kamu.


" Jangan donk, nggak enak sama teman temanku di sebelah, nanti mereka ngomong apa lagi.aku nggak mau.


" Kan mereka juga kayaknya sudah pada tidur. tapi ya udah kalo memang nggak di bolehin nggak papa nanti aku balik aja, Rio sedikit memaksa.


" Iya besok kan kita ketemu lagi sayang.

__ADS_1


( Rio terus memelukku dan tak bosan bosannya menciumku tapi aku tak begitu meresponnya ).


" Rin, aku mau serius sama kamu, kamu serius nggak sama aku?


" Iya aku serius, mana mungkin aku jauh jauh kesini kalo nggak seriusin kamu.


" Kalo gitu aku boleh nggak melakukan yang lebih dari ciuman dan pelukan sama kamu?


" Maksud kamu?


" Aku benar benar ingin memiliki kamu seutuhnya, aku nggak mau kamu jauh jauh dariku. nggak lama lagi urusan kerjaku akan selesai di kota ini dan aku akan balik kembali ke Makassar.


" Iya aku tungguin ya sayang.


" Rin, pertanyaan aku yang tadi belum kamu jawab, apa aku boleh melakukan yang lebih dari pelukan dan ciuman?


( Aku terdiam sejenak )


Tak lama kemudian Rio langsung mencium bibirku, mencium bagian leherku dan tiba tiba Rio dengan cepatnya berada di atas tubuhku dan menindih kedua tanganku hingga aku tak bisa bergerak sama sekali.


Tiap kali aku ingin bicara dia langsung menutup mulutku dengan jari telunjuknya.


" Sayang nggak papa ya, setelah ini aku janji nggak bakalan tinggalin kamu, aku benar benar sayang dengan kamu. Kata Rio menyakinkanku.


" Turun dulu Rio dari atas badanku, aku nggak bisa gerak sama sekali. Aku jadi sesak nafas.


( Akhirnya Rio turun dari atas tubuhku dan aku sedikit mengambil nafas panjang ).


" Rin, aku udah nggak sabar boleh kan? aku janji setelah kita lakukan ini dan kerjaku selesai disini kita langsung nikah meskipun kamu masih kuliah.


" Aku belum siap Rio, aku baru semester lima dan perjalananku masih panjang.


" Kamu bisa kuliah sambil jadi istri sayang, bisa kok.


" Rio, aku benar benar belum siap untuk itu.


Kutatap nanar wajah Rio, sepertinya dia begitu sedih dari mimik wajahnya karna aku menolak mentah mentah untuk melakukan hal terlarang yang dia inginkan. tapi jujur aku sangat menghargainya karena dia tak lancang langsung ingin menyetubuhiku.


" Rin, kalo gitu aku pamit pulang dulu ya kayaknya hujan udah redah.


" Iya sayang, maaf ya.


" Iya nggak papa sayang, aku tetap nunggu sampai kamu siap untuk melakukannya atas dasar cinta.


" Iya makasih Rio, aku sayang kamu.

__ADS_1


( Rio langsung pamit dan tidak lupa doi mencium kening, pipi dan juga mengecup bibirku, lalu ku antarkan dia hingga ke parkiran dan Rio melajukan mobilnya lalu aku kembali masuk ke dalam penginapan dan aku langsung tidur karena kecapean belum ada istirahat sama sekali ).


__ADS_2