
( POV RINJANI )
Setelah aku tiba di Makassar,aku langsung balik kerumah dan memilih untuk tidak mengabari rio jika aku telah tiba dengan selamat. masalah yang terjadi selama disana benar benar membuatku tak bergairah untuk menjalani hari hariku kedepan.
Entahlahhh...... rasanya aku sangat menyesal pernah mengenal sosok yang bernama rio.
Tiba tiba handphoneku berdering di atas meja dalam kamar....
kulihat ke layar handphone ternyata mama
" Hallo...nak sudah tiba di Makassar? katanya memulai percakapan.
" Iya mama, sejam yang lalu baru tiba dirumah. ucapku dengan nada lemas.
" kok kayak tidak bersemangat? kamu baik baik saja kan nak?
" baik ma, baik...cuma lagi capek saja.
" kalo begitu kamu mandi dulu sana, makan lalu istirahat total. kan dua hari lagi liburanmu telah usai. jaga kesehatan ya nak. kudengar suara mama sedikit khawatir denganku.
" oke mama, sudah dulu ya. nanti aku telfon lagi.
setelah itu kudengar mama sudah menutup telfonnya terlebih dahulu. kuletakkan kembali handphoneku dan aku segera bersiap siap untuk mandi. baru beberapa langkah keluar dari kamar kudengar kembali handphoneku berdering dan kali ini ternyata dari rio. kutatap lama layar handphoneku aku enggan untuk menerima telfon darinya untuk saat ini.
Kuteruskan melangkahkan kaki menuju kamar mandi tapi lagi lagi kudengar handphoneku berdering tapi aku mengurungkan niatku untuk melihat siapa yang menelfonku, akhirnya aku mandi dan dua puluh menit kemudian aku telah selesai. ku cek kembali panggilan di handphoneku ternyata banyak panggilan dari nomor baru. entah siapa yang menelfonku berkali kali dengan yang sama sekali tak ku kenali.aku seketika menerka nerka.
Tak lama kemudian ada sebuah pesan yang masuk dari nomor baru tersebut.
( Hey...rinjani lagi sibuk ya? maaf kalo ganggu kamu. aku dengan Hana mantan pacar rio )
Degg....
Aku masih bingung hana bisa dapat nomorku dari mana, aku bingung antara ingin membalas pesannya atau mengabaikannya tapi jujur aku penasaran apa yang ingin dia katakan padaku.
( Hey...hana aku baru saja selesai mandi, kalo boleh tahu kamu dapat nomorku dari mana dan adakah yang bisa aku bantu ? ) balasku.
Send.....
Tak menunggu lama hana langsung membalas pesan yang barusan aku kirim padanya.
( Oh iya aku pikir kamu sedang sibuk. aku mau tanya padamu rin, apakah kamu sudah tahu jika aku sedang hamil dan yang menghamiliku adalah rio ? kamu nggak perlu tahu aku dapat nomormu dari mana )
__ADS_1
Degg...
degg...
kedua mataku terbelalak kaget membaca pesan hana ber-ulang ulang, sebenarnya aku sudah tahu berita ini tapi yang membuatku kaget karena hari ini hana yang langsung memberitahuku.
Aku memilih untuk tidak membalas pesannya kali ini tapi tiba tiba kembali lagi masuk pesan darinya.
( Rin, kamu kaget ya? aku pikir rio sudah memberitahumu ketika kamu mendaki bersamanya saat di Jakarta? aku minta tolong jauhi rio. tentu sesama perempuan kamu tahu sakitnya jika berada di posisiku )
Aku kembali membaca pesan hana. aku benar benar lelah dengan semuanya. batinku.
akupun segera membalas pesan dari hana.
( Maaf baru balas tadi aku sedang makan, ucapku berbohong padanya. Oh...iya masalah kamu dengan rio aku sudah tahu dan tenang saja han karena setelah aku menguping pembicaraan kalian di telfon malam itu aku telah memutuskan hubunganku dengan rio ).
Send....
( Baiklah, tolong jangan menghubungi rio lagi setelah ini, berikan aku waktu dan rio untuk menjalani kehidupan kami berdua tanpa gangguan siapa siapa termasuk gangguan darimu )
Degg....
sekali lagi aku terkejut atas pesan hana barusan. padahal selama ini aku tak pernah sekalipun merasa mengejar ngejar rio. justru ketika aku memutuskan hubunganku dengannya, dia benar benar tak mau putus dariku.
( Rin, tolong blokir nomor rio dari handphonemu sekarang, terimakasih banyak atas pengertiannya )
( kalo itu mau kamu, aku akan lakukan sesuai permintaan kamu han, selamat berbahagia )
Send.....
Hana tak membalas lagi pesan dariku. kuletakkan handphoneku dan aku berniat untuk ber-istirahat tapi mataku sama sekali tak mau terpejam. rasa rasanya kepalaku hampir pecah memikirkan ini semua. kembali kuambil handphoneku dari meja dan segera ku blokir kontak rio dari handphoneku.
Ohiya...aku akan bercerita sedikit mengenai Hana. sebelum dia mengirimkanku pesan hari ini sebenarnya aku telah mengenalnya jauh sebelum aku dan rio berpacaran karena kami pernah serombongan saat melakukan kegiatan pendakian antar organisasi kampus yang di selenggarakan oleh salah satu komunitas besar yang ada di kota ini. aku sempat berkenalan dengannya tapi kami tak begitu akrab.
Kulihat dia orangnya baik dan bersahabat, pergaulannya di kalangan pendaki pun luas, aku dan dia kuliah di kampus yang berbeda. Hana di salah satu perguruan tinggi negeri sedangkan aku di salah satu perguruan swasta. kami pernah bertemu beberapa kali di sebuah acara kampus.
Ohiya...yang mengenalkan aku dengan hana waktu itu sahabatku biby karena dia lebih banyak mengenal teman teman dari organisasi kampus lain daripada aku.pergaulanku tak seluas biby, oleh karena itu biby telah banyak kali berpacaran dengan pendaki pendaki perempuan dari kampus lain.
" Rin, sini dulu. panggil biby padaku.
" iya ada apa by?
__ADS_1
" sini kenalan dulu sama temanku. ucapnya
" hey...kenalkan aku hana dari kampus orange. sambil mengangkat tangannya untuk menjabat tanganku.
" hey...aku rinjani, sekampus dengan biby, ucapku sambil membalas menjabat tangannya.
" senang berkenalan denganmu. kata hana padaku ramah.
" akupun juga senang berkenalan denganmu. sambil tersenyum padanya.
kami bertiga pun bercerita satu sama lain tapi aku banyak diam dan lebih banyak mendengarkan celotehan biby dan hana.
sejam kemudian hana pamit untuk kembali ke tendanya.
" Rin, hana cantik nggak? ucapnya padaku
" cantik sih, baik pula. kataku singkat.
" kira kira kalo aku pacaran dengannya, cocok nggak?
" Hah? pacaran? kamu naksir sama hana? tanyaku penasaran.
" Ya...belum sih tapi kayaknya dia menyukaiku. katanya dengan percaya diri.
" Hahhaha...anda terlalu kepedean, ucapku sambil tertawa.
" Lah??? kamu meragukan tebakanku? sejak kapan sih seorang biby di tolak oleh cewek? ada juga cewek cewek yang mendekat padaku. ucapnya sok kecakepan.
" Ya udah sih kalo kamu suka hana, tunggu apa lagi. langsung tembak saja. nanti keduluan yang lain loh. nyesaaalllll....kataku mendukungnya.
" kamu nggak cemburu???? ucapnya mengangetkanku.
" what? aku ?? cemburu ??? apa alasannya aku harus cemburu padamu by. ucapku kemudian.
" aku kasian padamu rin, aku udah berkali kali ganti cewek,kamu malah lebih milih lama untuk menjomblo.
" Hahhaha... biasa aja kali'. kataku seraya tertawa padanya.
" Oke rin, doakan aku ya semoga hana benar benar menyukaiku dan mau menerima cintaku saat ku utarakan perasaanku padanya. ucapnya serius.
" iya by, gaskeun... jangan di anggurin lama lama ,nanti di salip sama yang lain.
__ADS_1
Aku sebenarnya mendukung apapun keputusan sahabatku termasuk dalam hal cinta. aku tak berhak mengaturnya jika soal perasaan, terlepas jika akhirnya mereka putus atau salah satu dari mereka selingkuh, aku tak mau terlalu ikut campur dengan masalah mereka.
aku tipe orang yang nggak mau pusing dengan dengan urusan orang lain.