
( POV BIBY )
Sejak sore hingga sekarang pukul 10 malam Hana masih betah dirumahku, mungkin karena dia merasa tidak punya teman untuk bercerita soal kegalauan yang sedang dia rasakan saat ini. jujur aku sangat kasihan padanya tapi juga tak bisa berbuat banyak.
Seketika ada telfon masuk dari Rio,aku meminta izin pada Hana untuk masuk ke kamarku sebentar dengan alasan mau mengangkat telfon dari Ayahku yang saat ini sedang bekerja diluar kota. jika aku tak berbohong padanya mungkin saja Hana akan curiga padaku.
" Ya...hallo kenapa kak Rio?
" Sibuk nggak by?
" nggak kok kak, ada apa ya?
" nggak kenapa kenapa sih, aku mau cerita sedikit sama kamu tentang Rinjani.
" kenapa dengan Rinjani kak?
" By, tolong jujur ya. apakah sekarang Rinjani sudah punya pacar lagi setelah putus denganku?
" setahuku nggak ada kak, kalaupun ada pasti dia akan curhat padaku. kenapa kak?ucapku penasaran.
" nggak papa soalnya barusan ini aku mengajaknya keluar ke sebuah cafe dan memintanya untuk balikan padaku tapi dia menolakku.
" hah? masa' sih kak? nanti coba aku telfon dan langsung menanyakan pada Rinjani.
" Oke baiklah, sudah dulu ya by.terimakasih banyak atas waktunya. maaf mengganggu.
" iya sama sama kak.
Setelah ku akhiri panggilan dari Rio, akupun bergegas menuju ke ruang tamu tempat Hana menunggu ku.
" maaf ya han, sudah menunggu lama.
" nggak papa kok by.
kulihat Hana sedang sibuk mengetik di handphonenya dan aku tak mau mengganggunya. kuambil handphoneku dan segera kubuka kontak Rinjani dan segera mengirimkannya pesan.
Tak lama kemudian Hana pun pamit ingin pulang, kutawarkan untuk mengantarnya pulang ke kostnya tapi dia menolaknya secara halus karena sudah memesan taxi online.
" By, makasih ya untuk hari ini. taxi online pun tiba depan rumahku dan hana segera naik ke atas mobil.
__ADS_1
" Iya han, sama sama. kulambaikan tanganku padanya.
Akupun kembali masuk kedalam rumah lalu segera kutarik handphoneku dari saku celanaku dan langsung menelfon Rinjani karena tadi pesan terakhirnya tak sempat kubalas.
( POV AUTHOR )
Selanjutnya pov riko ya. Mohon maaf di pov riko kebanyakan narasi daripada dialog ya kak, berhubung baru kali ini riko masih tahap pengenalan tentang dirinya juga keluarganya tapi saya jamin di bab berikutnya pov riko akan lebih seru dan menguras emosi pembaca )
( POV RIKO )
Setelah perkelahianku dan Rio waktu itu, aku memilih untuk menghilang dari kota ini dan segera pindah kampus di kota lain, aku memaksa orang tuaku untuk segera mengurus surat pindahku dengan alasan aku tak cocok dengan cara mengajar dosen di kampus lama dan mereka menyetujuinya.
Ayahku tipe orang tua yang sangat disiplin dan sangat mengutamakan soal pendidikan ke anak anaknya, menurutnya jika anaknya tak nyaman kuliah di kampus A kami sebagai anak anaknya berhak untuk mengajukan pindah ke kampus B jika itu membuat kami menjadi lebih baik.
Aku anak sulung dari 2 bersaudara, adikku perempuan dan sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota Jogjakarta, dia anak berperestasi dan orang tuaku selalu membanggakannya. oleh sebab itu saat aku minta pindah kuliah ayah langsung merekomendasikan aku untuk segera pindah ke kota yang dijuluki kota pendidikan itu. alasannya agar aku bisa bersama adikku dan menjaganya.
Aku anak sulung yang paling di manjakan oleh kedua orang tuaku, apapun yang aku butuhkan selalu di penuhi oleh mereka. aku termasuk anak yang beruntung karena ayahku mempunyai sebuah perusahaan yang lumayan besar sedangkan ibuku mempunyai bisnis property yang juga terkenal.
Kerap kali ayah dan ibuku menjodohkan aku dengan anak teman rekan bisnisnya tapi aku selalu menolak dengan alasan ingin lulus kuliah dulu dan membantu ayah untuk mengurus perusahaanya, siapa lagi yang ayah harapkan selain aku anak sulung laki lakinya.
Di kampus banyak kakak senior perempuan yang sering menggodaku hingga tak segan segan langsung meminta nomor kontakku tapi sikapku begitu dingin pada mereka. aku terkesan cuek dan tidak sembarang mendekati wanita. temanku di kampus banyak karena tiap hari aku selalu mentraktir mereka di kantin.
" Hallo bro, sapa teman kelasku namanya Amar sambil menepuk bahuku.
" Hallo....tumben ikutan nongkrong di bawah pohon bos? kataku padanya. ku tahu dia selalu sibuk di kampus karena jabatannya sebagai ketua BEM.
" Ya...sekali kali nongkrong lah bro, capek juga kalau ngurusin kampus melulu. katanya.
Tiba tiba ada seorang perempuan berjilbab yang sedang lewat di depan kami, penampilannya sederhana tapi wajahnya sangat manis dan tidak membosankan. dia sedikit cuek saat lewat di depan kami berdua.
" Rik, kenal nggak sama perempuan itu? sambil menunjuk ke arah perempuan yang barusan lewat.
" Nggak kenal, kenapa? tanyaku sedikit bingung.
" Dia salah satu perempuan rebutan di jurusannya. konon katanya jarang ada laki laki yang bisa menaklukkanya.memang wajahnya tak secantik dan se-sexy Kirana anak ekonomi tapi dia sangat sulit di dapatkan.
" Trus ? kamu ingin menaklukannya? tanyaku penasaran.
" Bukan, bukan itu rik. gimana kalo kita taruhan untuk mendapatkan perempuan itu, namanya Hana anak jurusan seni.
__ADS_1
" Hah? taruhan ? yang benar saja mar. ucapku sedikit kaget.
" Iya, kenapa rik? kamu takut? percuma punya tampang cakep tapi takut bersaing denganku yang tampang biasa ini. katanya terkekeh sambil mengejekku.
" bukannya takut bro. ayo aja kalau mau. yang menang dapat apa mar?
" kalau aku kalah, aku akan mundur dari jabatanku sebagai ketua BEM dan merekomendasikanmu sebagai ketua BEM di kampus ini. bukannya sejak dulu kamu ber-ambisi untuk jadi ketua BEM tapi kamu belum terpilih? katanya percaya diri.
Aku sedikit terkejut sebegitu pentingnya kah pertaruhan ini lantas membuat Amar rela menjadikan jabatannya sebagai taruhan.
" Lalu kalau aku kalah bagaimana? tanyaku
" kalau kamu kalah, kamu harus membayarkan sewa kostku selama 3 bulan dan membiayai makanku selama 3 bulan saat di kampus. katanya tertawa sambil menjabat tanganku, deal?
" Deal. kataku tegas. taruhan ini sangat menarik buatku,batinku.
" Oke kita mulai besok.
" Oke baik.
Malam ini yang pertama tama yang akan aku lakukan mencari tahu nomor kontak Hana dan benar saja tidak begitu sulit mendapatkannya karena mencari tahu dari temanku Ical yang akrab dengannya.
Iseng iseng aku menghubunginya dan basa basi untuk mengajaknya besok malam untuk jalan jalan dan pergi ke suatu tempat. tak di sangka sangka ternyata dia langsung merespon dan meng-iyakan ajakanku.
Keesokan harinya....
Saat pulang kampus aku hendak singgah di toko jewelry untuk membelikan cincin kepada Hana dan berencana akan menembaknya nanti malam di sebuah Hotel dengan tema romantis yang sudah di buatkan oleh pelayan hotel itu karena aku sudah meminta tolong kepada mereka untuk mendekorasi kamar itu.
Malamnya akupun tiba di depan kost Hana, segera ku telfon untuk mengabari bahwa aku sudah berada di depan kostnya, tak lama kemudian Hana pun muncul dan aku sempat takjub atas penampilannya malam ini yang begitu cantik dengan sedikit polesan make up yang natural.
Akupun melajukan mobilku ke arah hotel dan dia sempat kaget tapi aku menenangkannya dan mengatakan kalo aku akan membawanya ke suatu tempat, akhirnya tibalah kami di kamar hotel yang sudah ku booking sebelumnya, akupun mengajak Hana untuk masuk dan dia langsung terkejut membaca tulisan di balon huruf " I Love You Hana".
Akhirnya kutanyakan padanya apakah dia masih berpacaran dengan laki laki yang bernama Rio? aku tahu dari salah satu temanku bahwa Hana sudah mempunyai pacar tapi karena taruhanku dengan Amar, aku tak peduli soal itu. di benakku yang penting berhasil dan aku menang dalam taruhan ini.
Saat kutanya Hana menjawab bahwa dia tak lagi berpacaran dengan Rio, saat kuberikan kejutan malam ini untuknya dia langsung memelukku dan kuberikan cincin padanya. kulihat matanya berkaca kaca terharu atas kejutanku padanya malam ini.
Tak selang beberapa saat kemudian entah apa yang merasuki ku sehingga aku dengan polosnya meminta pada Hana untuk memberikannya kenikmatan malam ini dan dia pun tidak menolak sedikitpun lalu beranjak ke kasur untuk berbaring. tak lama setelah itu datanglah pelayan hotel membawakan kami minuman, sebelum aku memesan minuman itu aku sudah menyogok pelayan itu untuk memasukkan di minuman Hana obat tidur. saat Hana meminumnya setengah gelas tiba tiba dia langsung tertidur dan aku melakukan aksiku kepadanya.
Subuh harinya kulihat Hana belum bangun dan masih dalam keadaan tak memakai pakaian sehelai pun, aku buru buru memakai pakaian ku dan segera meninggalkan hotel juga tidak lupa meninggalkan surat untuk Hana dan uang yang lumayan banyak untuknya di dalam laci.
__ADS_1
Akupun pergi melajukan mobilku pulang kerumah....